Love Me Please Jenny

Love Me Please Jenny
Eps 96 # Kepergok



Seketika penciuman Jenny mengendus bau asing di lengan baju yang di gunakan suaminya, bau yang begitu menyengat dan tak Jenny kenali.


“Apa Kenn ganti parfum ya? tapi sejak kapan? bukannya tadi pagi dia masih pakai yang biasa dia gunakan ya?” Batin Jenny bertanya-tanya.


“Sayang! kau sudah bangun ya,” Gumam Kenny seraya mencoba membuka kedua kelopak matanya.


“Kenn, apa kau ganti parfum?” Bukannya menjawab, Jenny malah balik bertanya pada suaminya. Karena gugup, Kenny mencoba beranjak untuk mengalihkan pertanyaan Jenny.


“Ti...tidak ko, mungkin ini parfum kolega ku tadi malam, kebetulan tadi malam dia memakai parfum yang begitu menyengat, dan naasnya dia tadi malam hampir terjatuh saat di loby, beruntung aku bisa menolongnya dengan menopang tubuhnya yang cukup gemuk,” Tutur Kenny beralasan.


“Oh… aku pikir kau ganti parfum, ya sudah! kau mandilah, aku akan menyiapkan sarapan untukmu di bawah,” Sahut Jenny tak menaruh curiga pada suaminya.


“Ah…iya sayang, aku akan mandi sekarang!” Ucap Kenny seraya melepas jas yang masih dia kenakan dan menaruhnya di keranjang yang tersedia di ujung kamarnya untuk menaruh pakaian kotor.


Sesampainya di dapur, Jenny teringat masakannya tadi malam yang sama sekali belum tersentuh, akhirnya Jenny memutuskan membagikannya pada Tantri dan juga pelayan yang lainnya yang ada di rumah mewah tersebut sebagai sarapan mereka, sementara untuk sarapannya bersama Kenny dia buat kembali yang baru dengan menu yang mudah dan cepat di buat.


“Ha…selesai! Kenn sudah selesai belum ya? oh iya! aku lupa menyiapkannya baju untuk hari ini, astaga!” Gumam Jenny merutuki kecerobohannya seraya menghampiri kamarnya untuk menyiapkan pakaian suaminya.


“Sayang! kenapa kau berjalan tergesa seperti itu?” Tanya Kenny yang baru saja keluar dari kamar mandi.


Glek…


Jenny tidak menjawab, dia malah terpukau dengan pemandangan tubuh se*** suaminya yang begitu sempurna dengan lipatan-lipatan roti sobek di perutnya.


“K…Kenn! sejak kapan kau memiliki tubuh sebagus itu?” Tanya Jenny yang membuat Kenny mengangkat sebelah alisnya karena bingung.


Tiba-tiba saja pria tampan itu menunjukkan seringai di bibirnya, tanpa Jenny kira Kenny mendekatinya dan mengurung dirinya yang sudah tersudut di dinding kamar mereka.


“K…Kenn, apa yang akan kau lakukan?” Ucap Jenny terbata.


“Kenapa? bukannya kita sudah sangat sering melakukannya ya? apa kau baru pertama kali ya melihat tubuh se*** ku ini secara langsung,” Tutur Kenny menggoda istrinya.


Pria tampan itu terus mendekatkan wajahnya ke wajah sang istri, namun detik berikutnya Kenny begitu terkejut sekaligus khawatir karena sang istri langsung mendorong dada bidangnya dan berlari menuju kamar mandi sambil menutupi mulutnya dengan sebelah tangannya.


Hoek…


Jenny kembali memuntahkan isi perutnya saat mencium aroma tubuh Kenny yang dia rasa sangat tak nyaman ketika terhirup oleh penciumannya.


“Sayang! apa kau baik-baik saja?”.


“ Jenn! kau tidak apa-apa kan?” Teriak Kenny khawatir di balik pintu kamar mandi karena Jenny langsung mengunci pintu kamar mandinya setelah berhasil masuk ke dalamnya tadi.


Hoek…


Jenny masih berjuang melawan rasa mual nya yang kembali menyerang. Gadis itu semakin melemas dan tak bertenaga setelah mengeluarkan isi perutnya yang ternyata belum dia isi sejak semalam tadi karena menunggu kepulangan sang suami.


“Sayang! jangan buat aku khawatir Jenn, buka pintunya! kau baik-baik saja kan!” Kenny terus mengetuk pintu kamar mandi secara terus menerus, dia semakin cemas dan khawatir saat Jenny tak kunjung membuka pintu, bahkan istrinya itu tidak menjawab pertanyaannya.


Ceklek…


“Sayang! wajah mu begitu pucat Jenn! kita ke Rumah Sakit ya! kau harus segera di periksa Jenn, aku tidak ingin terjadi apa pun padamu!” Seru Kenny panik saat mendapati wajah sang istri yang terlihat begitu pucat.


“Aku hanya masuk angin biasa Kenn, kau tidak perlu khawatir, mungkin saat ini asam lambungku sedang naik, semalam aku lupa makan karena ketiduran,”Tutur Jenny.


“Astaga, kau pasti ketiduran karena menunggu ku ya! maafkan aku ya sayang! ayo berbaring! aku akan baluri tubuh mu dengan minyak angin!” Sahut Jenny menggiring istrinya ke atas tempat tidur mereka.


“Hm… baiklah, tunggu sebentar ya!” Kenny segera bergegas menuju walk in closet untuk mengenakan pakaiannya, setelah selesai dia kembali menghampiri Jenny dengan minyak angin yang sudah dia bawa dari kotak obat yang di simpan di kamarnya.


“Sayang, kau yakin tidak ingin pergi ke Rumah Sakit? atau aku panggil Dokter Anna saja ya!” Usul Kenny yang langsung di sanggah oleh Jenny.


“Jangan!! tidak perlu Kenn, aku sudah mending ko, kau tidak perlu repot-repot, aku hanya butuh istirahat sebentar, nanti juga membaik lagi ko!” Tutur Jenny.


“Tapi wajahmu begitu pucat sayang!” Sahut Kenny.


“Aku baik-baik saja Kenn, sebaiknya kita sarapan saja ya sekarang!” Seru Jenny seraya beranjak dari tempat tidurnya.


“Hati-hati sayang!” Pinta Kenny seraya membantu istrinya untuk berdiri dan melangkah menuju ruang makan.


Tiba di ruang makan, Jenny segera menyiapkan sarapan untuk suaminya. Setelah semua tersaji, Jenny segera ikut duduk dan menyantap sarapannya dengan sang suami. Kenny sedikit tercengang ketika melihat nafsu makan istrinya yang begitu berbeda pagi itu, Jenny begitu lahap hingga menghabiskan beberapa potong roti panggang yang dia buat sendiri sebelumnya. Hal itu mengingatkan Kenny saat mereka tengah makan malam di Restoran seafood dekat pesisir pantai malam kemarin.


“Sayang, apa akhir-akhir ini kau beraktivitas yang berat-berat?” Tanya Kenny.


“Emm… tidak juga, memangnya kenapa?” Tanya balik Jenny seraya mengunyah makanan nya yang belum habis.


“Tidak apa-apa, hanya saja aku rasa porsi makan mu akhir-akhir ini sedikit meningkat sayang! tapi aku suka ko, dengan begitu kau akan terlihat lebih se***,” Jawab Kenny sambil mengerlingkan sebelah matanya.


“Hm… gombal! tapi Kenn, kau tidak akan meninggalkan ku kalau aku tidak langsing lagi kan?”Tanya Jenny yang tiba-tiba saja sudah berkaca-kaca dan siap meluncurkan bulir bening Kristal dari pelupuk mata indahnya.


“Sayang, kenapa kau bertanya begitu? aku pasti akan selalu ada untukmu sampai kapan pun! aku mencintaimu dengan segala yang ada di dirimu, aku tidak akan meninggalkan mu jika kau hanya berubah menjadi gemuk, kau tetap ratu di hatiku Jenn!” Tutur Kenny tulus seraya menghapus air mata sang istri dengan begitu lembut.


“Kenapa akhir-akhir ini moodnya cepat sekali berubah-ubah ya? hm…” Batin Kenny.


Keduanya kian larut tak kala Kenny menarik dagu sang istri agar menatapnya, perlahan namun pasti, Kenny mendekatkan wajahnya ke wajah sang istri.


Cup…


Kecupan yang awalnya ringan itu semakin lama semakin menuntut. Keduanya masih terbuai dengan setiap sentuhan satu sama lain, hingga akhirnya sebuah suara deheman menyadarkan mereka dan membuat keduanya tersipu malu dan salah tingkah.


“Ehem!” Seseorang ternyata sudah berdiri tak jauh dari ruang makan yang mempertontonkan adegan mesra suami istri di rumah mewah itu.


“Mo..Mommy!” Ucap Jenny terbata seraya membenarkan penampilannya.


“Mom! kenapa tidak mengetuk pintu dulu sih? mengganggu saja deh!” Gerutu Kenny yang nampak salah tingkah setelah tau siapa yang mengganggunya.


.


.


.


.


.


.


.


See you next episode guys…😘😘😘