Love Me Please Jenny

Love Me Please Jenny
Eps 126 # Amukan Aldo.



“Astaga! bagaimana ini semua bisa terjadi! kenapa Gea malah hamil sih! padahal aku sudah pastikan jika malam itu aku tidak menyemburkannya di dalam, apa mungkin ada yang tertinggal ya?” Batin Kenny menerka-nerka.


“Kenn! apa aku harus bunuh diri saja ya?!” Tukas Gea yang membuat Kenny seketika mengalihkan fokusnya pada wanita genit itu.


“Apa yang kau ucapkan Ge, itu sungguh tidak baik! kau sedang hamil sekarang, jika kau bunuh diri makan anak itu juga akan ikut lenyap,” Pungkas Kenny yang tak habis pikir dengan pola pikir Gea.


“Lantas aku harus bagaimana lagi, Kenn! apa aku harus mencari pria lain untuk bertanggung jawab? rasanya tidak akan ada yang mau, kan!” Ucap Gea seraya terisak buaya.


Kenny terlihat berpikir sejenak sebelum membalas ucapan Gea, dia masih mempertimbangkan keputusan yang akan di ambilnya.


“Begini saja, Ge! aku…” Belum sempat Kenny menyelesaikan ucapannya Gea sudah menyelanya dengan antusias.


“Apa kau mau bertanggung jawab Kenn?” Tanya Gea.


“Hm… iya Ge, aku akan bertanggung jawab, lagi pula itu anak ku kan!” Ucap Kenny.


“Benarkah itu Kenn! kau tidak sedang membujuk ku agar tidak bunuh diri saja, kan!” Tutur Gea meyakinkan pendengarannya.


“Kau atur lah semua kebutuhan pernikahan kita nanti, aku akan membicarakan ini dulu pada kedua orangtua ku!”.


Di kediaman keluarga Alvaro.


“Kenn kau tidak sedang bercanda kan?” Teriak Mom Bella yang tak habis pikir dengan keputusan anaknya itu.


“Gea sedang mengandung anak Kenn Mom, jadi Kenn harus bertanggung jawab,”.


“Mom tidak akan merestuinya Kenn, hanya Jenny yang pantas untuk menjadi menantu satu-satunya di keluarga kita, tidak ada yang lain.” Tegas Mom Bella.


“Tapi dia sudah membuat keluarga kita kecewa Mom, pokoknya Kenn tetap akan menikahi Gea secepatnya dengan atau tanpa restu dari Mom dan Papah.” Kenny segera pergi setelah mengucapkan keputusannya itu.


“Kau sudah salah mengambil jalan Kenn, jelas-jelas Jenny mengandung penerus keluarga kita, bukan wanita licik itu.” Gumam Mom Bella seraya terisak dan menatap nanar kepergian putra semata wayangnya itu.


Flash back done.


“Dasar brengsek! Kau benar-benar bajingan Kenn! bisa-bisanya kau menikahi wanita lain saat istrimu sendiri sedang mengandung. Kurang ajar kau!” Amuk Aldo yang saat ini sudah berada di dekat pelaminan Kenny dan Gea bersanding.


“Kenn, siapa pria itu? astaga! kepala ku mendadak sakit, sepertinya ini karena ulah pria itu yang sudah membuat ricuh acara kita,” Tutur Gea seraya berakting memegangi kepalanya yang tak terasa sakit sedikit pun.


“Kau tenang lah Ge, sebaiknya kita kembali ke kamar saja, ayo!” Seru Kenny seraya menuntun Gea ke kamar mereka yang sudah di siapkan pihak hotel yang menjadi tempat pernikahan mereka di langsungkan.


Sementara itu, Aldo yang masih di amankan oleh beberapa pengawal Kenny terlihat semakin murka dengan kelakuan adik iparnya itu. Kenny pergi begitu saja bersama wanita licik itu tanpa mau menjelaskan maksudnya mencampakkan Jenny sedikit pun.


“Jangan harap aku akan memberikan Jenny lagi padamu di suatu hari kelak Kenn! camkan itu!” Gumam Aldo penuh kebencian.


Berita pernikahan yang di gelar begitu mewah itu menyebar dengan mudah dan cepat ke berbagai penjuru dunia. Sosok Kenny yang sangat terkenal sebagai pengusaha sukses termuda mampu membuatnya sangat di kenal di berbagai kalangan.


“Astaga! Jenny tidak boleh sampai tau berita ini! dia bisa sangat kecewa kalau mengetahuinya,” Gumam Jo yang baru saja memeriksa beberapa berita bisnis melalui ponsel pintarnya.


“Aku akan temui dia dan mencegahnya untuk membuka berita-berita hari ini, semoga saja aku tidak terlambat!” Seru nya seraya bergegas pergi untuk menemui Jenny di Apartemennya.


Tak butuh waktu yang lama bagi Jo untuk sampai di huniannya, dia segera melebarkan langkahnya menuju lantai di mana Apartemennya berada.


Tring… Suara pintu lift yang baru saja terbuka.


“Oma! Jenny di mana?” Tanya Jo setelah berhasil masuk ke dalam Apartemennya.


“Astaga! sepertinya aku terlambat, semoga saja dia belum melihat berita pernikahan suaminya hari ini,” Gumam Jo seraya memijat pangkal hidungnya.


“Apa? kau tidak sedang bercanda kan Jo?” Tegur Oma Dona terkejut setelah mendengar ucapan cucu nya tadi.


“Jo tidak bercanda Oma, Kenny baru saja melangsungkan pernikahannya hari ini,” Tutur Jo seraya memperlihatkan salah satu berita yang di lihatnya tadi di ponselnya pada Oma Dona.


“Astaga! kalau begitu, kau harus menyusul Jenny secepatnya Jo, Oma khawatir dia akan syok jika melihat berita ini!” Seru Oma Dona yang tak kalah panik dan cemas setelah mengetahui berita pernikahan Kenny.


“Ya sudah, kalau begitu Jo susul Jenny dulu ya Oma.” Jo segera bergegas kembali menghampiri mobilnya dan menyusul Jenny ke Supermarket yang di beritahu Oma sebelumnya.


Di Supermarket, Jenny yang tengah asik memilih sayuran segar mendapat sebuah chat yang berisikan sebuah video. Gadis itu terlihat menghentikan sejenak kegiatannya, dia begitu penasaran dengan isi chat yang dikirimkan oleh si pengirim misterius. Pasalnya video yang di kirim pada ponsel Jenny itu dikirim seseorang yang belum Jenny ketahui nomernya, alias nomer baru yang masuk.


“Siapa sih yang chat?” Gumam Jenny seraya merogoh tas yang dia selempang di sebelah bahunya.


“Kau di mana Jenn? aku benar-benar khawatir sekarang!” Gumam Jo seraya terus berlari mencari setelah sampai di gedung Supermarket yang cukup luas.


Di tempat sayuran, Jenny terlihat masih sibuk merogoh ponselnya yang berada di dalam tas yang dia selempangkan di sebelah bahunya. Jenny begitu penasaran hingga detik berikutnya dia berhasil menemukan benda pipih canggih miliknya itu, di bukanya Aplikasi chat yang bergambar hijau itu.


Dan betapa terkejutnya Jenny setelah melihat isi video tersebut, sejurus kemudian keseimbangannya mulai goyah, dia hampir saja terjatuh jika Jo tak sigap menangkap tubuhnya yang sudah terlihat kian berisi.


“K…Kak! kenapa kau ada di sini?” Tanya Jenny terbata.


“Kau baik-baik saja kan Jenn?!” Bukannya menjawab pertanyaan Jenny, Jo malah balik menodong nya dengan pertanyaan dan menggendong tubuh adik tirinya itu untuk meninggalkan Supermarket.


“Kak! aku bisa jalan sendiri, aku sungguh tidak apa-apa! aku malu jadi tontonan orang-orang!” Seru Jenny seraya menyembunyikan wajahnya di dada bidang milik Jo yang kini masih menggendongnya menuju mobil yang di parkir sembarang di depan Supermarket.


“Aku tidak akan membiarkan mu jalan sendirian lagi Jenn, aku akan selalu ada di samping mu setiap waktu mulai sekarang!” Batin Jo yang tak bisa ia ungkapkan secara langsung.


“Kak! turunkan aku!” Tegur Jenny lagi.


Dengan terpaksa Jo menurunkan tubuh Jenny dari gendongannya, pria itu terlihat menghela kasar nafasnya sebelum berucap pada Jenny.


“Apa kau baik-baik saja Jenn?” Tanya Jo setelah menurunkan tubuh Jenny dari gendongannya.


“Aku baik-baik saja Kak! lain kali, kau tidak perlu repot-repot untuk menggendongku lagi, aku benar-benar malu menjadi tontonan seperti barusan,” Jawab Jenny.


.


.


.


.


.


.


.


See you next episode…