Love Me Please Jenny

Love Me Please Jenny
Eps 54 # Berdamai



“Astaga! Kenny ternyata nekad juga ya? padahal kan selama ini dia jarang sekali hujan-hujanan, malah hampir tidak pernah, pantas saja kalau dia langsung terserang demam,” Tutur Renata.


“Hm… sepertinya dia memang menyesal juga sayang,” Sahut Erfan menambahkan.


“Dan itu tandanya Kenny benar-benar mencintaimu Jenn, cobalah maafkan kesalahannya, aku yakin dia hanya tidak sengaja menuduh mu seperti itu, dia terlalu cemburu saat tau wanitanya ada yang mendekati,” Erfan memberi saran.


“Iya Jenn! cobalah berdamai, kita akan ikut bahagia jika kau mau memaafkan kesalahan Kenny itu!” Seru Renata seraya menguatkan genggamannya yang masih menggenggam tangan Jenny.


“Aku akan mencobanya Re, rencananya aku juga memang akan mengunjunginya sepulang kerja nanti, aku juga ingin melihat kondisi Kenny saat ini,” Sahut Jenny yang langsung di sanggah oleh Renata.


“Kenapa harus nanti sih Jenn, kita ke sana sekarang saja yuk! lagi pula dari tadi kolega mu itu tidak menunjukkan kehadirannya kan, ayo! aku juga akan ikut dengan mu,” Seru Renata seraya beranjak dengan antusias.


“Sayang! tapi kita belum memesan apa pun,”Ucap Erfan.


“Sudahlah Fan, kita bisa pesan secara online saja nanti, aku ingin segera mempersatukan mereka lagi soalnya, ayo!” Seru Renata dengan jurus memelas andalannya.


“Haist! ya sudah kalau begitu!” Ucap Erfan mengalah.


“Ta..tapi aku masih belum…” sahut Jenny tercekat karena Renata menariknya dengan begitu kuat sehingga gadis itu mau tidak mau mengikuti langkah yang membawanya ke sebuah mobil yang terparkir di depan Kafe.


Sejurus kemudian orang yang hendak Jenny temui sebagai koleganya pun datang ke kafe tersebut. Karena suatu hal mendesak, Pria itu jadi terlambat untuk menemui Jenny di kafe itu. Al hasil pria berjas abu-abu yang tadi hendak Jenny temui pun pulang kembali ke kantornya untuk menyelesaikan sisa pekerjaannya hari itu.


“Ha… Jenny pasti sudah pulang, andai saja tadi Ibu tidak datang tiba-tiba, pasti aku masih punya kesempatan untuk bertemu dengan gadis itu,” Gumam Jonathan yang tak lain pria yang hendak Jenny temui di kafe tersebut.


Awalnya Jonathan sengaja ingin memberi Jenny kejutan. Selain itu dia juga ingin sekalian menyampaikan permintaan maafnya tentang kejadian tempo hari, dia merasa bersalah karena membuat hubungan Jenny dan kekasihnya yang tak lain temannya saat kuliah dulu menjadi renggang dan salah paham.


“Semoga aku masih bisa bertemu denganmu Jenn,” Batin Jonathan sebelum meninggalkan kafe.


Di lain tempat, tepatnya di kediaman keluarga Alvaro. Renata, Erfan dan juga Jenny baru saja tiba dan melangkah masuk menuju ruang tamu setelah Bibi Sari mempersilahkan mereka semua untuk masuk.


“Silahkan tunggu sebentar Tuan, Nona, saya akan panggilkan Nyonya dulu ya!” Seru Bibi Sari.


“Terimakasih Bi!” Ucap Renata dan Jenny bersamaan.


Tak lama kemudian Mom Bella pun datang menghampiri dan langsung memeluk mereka semua secara bergantian.


“Wah… kalian sengaja mampir ke mari kah?” Tanya Mom Bella setelah melerai pelukannya pada Jenny yang terakhir dia peluk.


“Iya Tante, Rere sengaja mampir kemari setelah tau kabar Kenn sakit dari Jenny, apa Kenn sudah membaik sekarang?” Sahut Renata.


“Ha… anak itu keras kepala Re, sepertinya Mom sudah kewalahan dengan sikap mogok makannya itu, mana bisa sembuh kalau tidak ada sesuap makanan pun yang masuk, bahkan untuk sekedar minum pun Tante sampai harus mengancamnya dulu,” Keluh Mom Bella.


“Astaga, sepertinya Kenny benar-benar sedang terpuruk Tan, kalau begitu apa aku boleh melihatnya sekarang?” Tutur Erfan yang di indahkan oleh Mom Bella yang segera membawa mereka semua ke kamar Kenny yang berada di lantai dua rumah mewah tersebut.


Setibanya di depan pintu kamar, Jenny menghentikan langkahnya sejenak, meninggalkan dirinya sendiri di barisan terbelakang setelah Mom Bella yang memimpin masuk dan di susul Erfan dan Renata.


“Sayang, ada tamu istimewa untukmu, bangunlah!” Seru Mom Bella seraya mengusap kening Kenny yang masih terasa panas karena demamnya yang masih belum kunjung membaik.


“Haist! kenapa kalian yang datang sih, kalian pulang lagi saja, sana!” Usir Kenny yang masih asik terbaring di atas tempat tidurnya seraya menutupi tubuhnya dengan selimut.


“Ish…ish… ish… Kenn! bangunlah dulu! aku dan istriku kan tidak hanya datang berdua, apa kau yakin tidak ingin melihat siapa yang datang dengan kami berdua?” Bujuk Erfan.


“Memangnya siapa yang kalian bawa kemari? Jenny? tidak mungkin, dia pasti masih marah padaku!” Tutur Kenny yang masih bersembunyi di balik selimutnya.


Tanpa Kenny sadari kekasihnya itu sudah berdiri tepat di samping pembaringannya. Setelah Mom Bella menggiring Jenny masuk, akhirnya Jenny berdiri di samping tempat tidur Kenny dan mendengarkan semua penyesalannya.


“Kenapa Jenny marah padamu? bukannya hubungan kalian baik-baik saja?” Pancing Erfan.


“Aku… tidak sengaja melukai hatinya. Aku benar-benar telah membuatnya bersedih. Karena ketakutan ku akan kehilangannya aku menjadi emosi saat melihat dia tertidur pulas di pundak Jo, dan parahnya lagi aku langsung menuduhnya berselingkuh tanpa mau mendengarkan apa yang akan dia jelaskan Fan,”  Kenny terdengar terisak di balik selimutnya, meski dia masih enggan menunjukkan wajahnya, namun Kenny tetap bercerita dan meluapkan penyesalan dan kesedihan hatinya.


Hening. Untuk beberapa saat tidak terdengar suara yang menyahut atau pun berbicara. Kenny pikir Erfan dan Renata beserta Mommy nya sudah pergi dari kamarnya. Akhirnya Kenny pun menyibak selimut yang menutupi tubuhnya dengan perlahan. Dan beta terkejutnya dia saat mendapati Jenny yang sudah berlinang air mata berdiri di samping tempat tidurnya.


Awalnya Kenny masih tidak mempercayai jika yang ada di hadapannya benar-benar kekasihnya. Namun setelah Jenny terisak semakin keras barulah dia tersadar jika yang berdiri di hadapannya saat ini benar-benar Jenny kekasihnya.


“Sa…sayang, sejak kapan kau berdiri di situ?” Tanya Kenny terbata seraya mencoba beranjak untuk mendekati Jenny.


“Stop Kenn! kau duduk saja di tempat tidurmu, biar aku yang…” Jenny tak melanjutkan ucapannya. Gadis itu langsung menghambur ke dalam pelukan kekasihnya.


“Kenapa kau begitu gampang sekali sakit sih, kau membuatku khawatir tau!” Gerutu Jenny yang masih terisak seraya memeluk erat kekasihnya.


“Sa…sayang, apa itu berarti kau sudah tidak marah lagi padaku?” Tanya Kenny. Dia masih terkejut dengan apa yang sedang dia alami saat ini, rasanya dia seperti bermimpi indah di sore hari, kekasih yang begitu dia rindukan, sekarang ada bersama dirinya dan dalam pelukannya.


“Hm… jangan buat aku khawatir lagi ya!” Gumam Jenny yang masih asik memeluk kekasihnya.


“Tidak akan sayang. Aku tidak akan membuatmu khawatir dan bersedih lagi, maafkan aku ya, dan terimakasih sudah mau memaafkan dan menemui ku lagi!” Tutur Kenny seraya menghujani pucuk kepala Jenny dengan kecupannya.


“Cieee… yang udah baikan!” Goda Renata yang tiba-tiba sudah berdiri di mulut pintu bersama Mom Bella dan juga Erfan.


.


.


.


.


.


.


.


See you next episode guys... 😘😘😘