Love Me Please Jenny

Love Me Please Jenny
Eps 75 # Bertemu Nenek Martha



Siang itu setelah usai melakukan kunjungan pada staf-stafnya. Kenny memilih melakukan sidak ke lapangan, dan di sana lah dia bertemu dengan sang Nenek yang ternyata sedang berkunjung juga ke Negara A.


“Baik Tuan akan segera kami kerjakan sekarang juga!” Sahut seorang karyawan yang Kenny perintah untuk mengubah beberapa pengaturan yang menurutnya tidak cocok untuk cabang perusahaan barunya tersebut.


“Ti, apa jadwalku setelah ini?” Tanya Kenny.


“Jadwal Anda hari ini sudah terlaksana semua Tuan, hari ini Anda tidak memiliki kegiatan lain lagi untuk masalah perusahaan,” Tutur Tian memaparkan.


“Hm… baguslah! sebaiknya kita pulang sekarang, aku sudah sangat merindukan istriku sekarang!” Ucap Kenny seraya melenggang menuju mobilnya.


Di perjalanan. Kenny tak sengaja melihat toko perhiasan yang seketika membuat dia mengingat sang istri yang belum sama sekali dia beri apa-apa sejak mereka menikah kemarin, akhirnya Kenny memutuskan untuk mampir ke toko perhiasan tersebut dan memilih set perhiasan untuk dia berikan pada istri tercintanya nanti.


“Tian! kita mampir ke toko perhiasan di sana dulu sebentar! aku ingin memberikan hadiah untuk istriku!” Tutur Kenny yang tak pernah di bantah oleh Tian.


“Baik Tuan!” Tian segera memerintahkan supir mereka selama di Negara A untuk menepi ke sebuah toko perhiasan.


Setelah mereka sampai di toko tersebut Kenny langsung di sambut hangat oleh owner toko perhiasan tersebut yang ternyata masih kerabat Nenek nya itu.


“Selamat siang Tuan! ada yang bisa saya bantu?” Sapa Owner toko perhiasan tersebut.


“Siang! aku ingin satu set perhiasan terbaru dan termahal di toko ini, aku akan membayarnya berapa pun harganya!” Tutur Kenny dengan gaya angkuhnya.


“Baiklah Tuan, biar saya pilihkan yang terbaik untuk Anda, silahkan duduk dulu! saya akan membawakannya untuk Anda!” Sahut sang Owner yang ternyata memiliki nama Antoni.


Tak berapa lama kemudian seorang wanita tua masuk ke dalam toko perhiasan tersebut dengan gaya elegannya. Wanita tua bernama Martha itu terlihat melenggang menghampiri salah satu stand perhiasan yang berjejer dengan rapi di dalam toko tersebut untuk memilih perhiasan yang akan dia beli hari itu.


“Selamat datang Nyonya! Silahkan memilih perhiasan yang anda suka!” Sapa pelayan toko perhiasan tersebut.


“Aku menginginkan perhiasan terbaru dan termahal di toko ini, kau katakana saja pada bos mu itu jika Bibi Martha mengunjunginya saat ini.” Ucap Martha dengan angkuhnya.


Karena keasikan berbalas pesan dengan sang istri, Kenny sampai tidak menyadari jika sang Nenek ada di dekatnya saat ini, hingga akhirnya Tian menegurnya dan memberitahu keberadaan Nenek Martha pada Kenny.


“Tuan!” Seru Tian yang tak di hiraukan oleh Kenny.


“Tuan!” Seru Tian lagi.


“Apa sih Ti, kau menggangguku saja, aku sedang membalas pesan dari istriku tau!” Gerutu Kenny yang masih asik menatap layar ponselnya.


“Maaf Tuan, tapi sepertinya Anda harus menyapa Nyonya besar sekarang! beliau ada di toko ini juga saat ini,” Tutur Tian menjelaskan maksud dan tujuannya.


“Apa? dimana dia?” Kenny tersentak terkejut saat Tian memberitahu keberadaan sang Nenek di toko perhiasan tersebut.


“Nyonya sedang memilih perhiasan di sebelah sana Tuan!” Tunjuk Tian dengan penuh kesopanan.


“Astaga! kenapa kau baru memberitahu ku sih, ya sudah kita hampiri dia sekarang!” Seru Kenny yang langsung beranjak untuk menghampiri sang Nenek.


“Dari tadi aku sudah memberitahumu Tuan, tapi kau nya saja yang tidak mau mendengar!” Batin Tian.


Kenny dan Tian akhirnya menghampiri Nenek Martha yang ternyata belum menyadari juga keberadaan sang cucu, Dia masih asik memilih beberapa perhiasan sambil menunggu barang yang dia inginkan dari toko tersebut.


“Nenek!” Panggil Kenny setelah menghampiri.


“Kenn! oh astaga! Nenek tidak bermimpi, kan! kau benar-benar ada di hadapanku saat ini sayang! kemari lah!” Seru Nenek Martha yang langsung merentangkan kedua tangannya untuk memeluk sang cucu yang begitu dia rindukan.


“Dasar cucu nakal! kau sengaja ya tidak menghiraukan keinginan Nenek yang menyuruhmu datang beberapa minggu lalu! kenapa kau jarang berkunjung ke rumah Nenek sih akhir-akhir ini?” Gerutu Nenek Martha setelah melepaskan pelukannya.


“Kenny masih sibuk Nek! oh iya, Nenek sedang apa di sini?”.


“Sepupu?sepupu yang mana Nek, ko Kenny tidak tau sih!”.


“Sebentar lagi juga orangnya muncul, dia pemilik toko perhiasan ini Kenn,” Sahut Nenek Martha yang ternyata membuktikan ucapannya dengan tepat, karena sejurus kemudian Antoni datang menghampiri mereka dengan sebuah kotak berbahan bludru warna hitam yang berisi satu set perhiasan terbaru yang akan dia tunjukkan pada Kenny.


“Nah itu orangnya, panjang umur sekali kau Ton!” Ucap Nenek Martha ketika sang sepupu menghampiri keberadaan mereka.


“Loh! Tante kapan datang? kenapa harus repot-repot ke sini sih? Toni kan bisa mengirim kan langsung perhiasannya untuk Tante nanti!” Tutur Antoni.


“Tante sengaja ke sini Ton, Tante bosan jika harus diam di rumah terus!” Sahut Nenek Martha.


“Oh iya, ini pesanan Anda Tuan! silahkan di cek dulu saja perhiasannya!” Ucap Antoni seraya menyerahkan satu set perhiasan yang di kemas dengan kotak berbahan bludru berwarna hitam pada Kenny.


“Oh, ini barangnya ya!” Sahut Kenny bertanya.


“Iya, silahkan di cek dulu saja, kebetulan perhiasan ini adalah keluaran terbaru dan hanya saya buat tiga set saja dengan variasi batu yang berbeda warna sebagai pembedanya,” Tutur Antoni.


“Wah… sepertinya itu bagus, oh iya Ton, kau belum mengenal cucu ku ini kan?” Sahut Nenek Martha sambil memegang bahu Kenny yang duduk di sampingnya saat ini.


“Cucu? apa dia putra Bella dan Oscar ya Tan?” Tanya Antoni yang ternyata sudah mengenal kedua orangtua Kenny cukup lama.


“Benar! dia putra tunggal mereka Ton,” Ucap Nenek Martha membenarkan tebakan sepupunya itu.


“Salam Kenal Om, aku Kenny. Aku tidak salah menyapa anda dengan sebutan Om kan?” Kekeh Kenny saat menjabat tangan Antoni.


“Haha…  Iya Kenn, kau boleh memanggilku Om,” Sahut Antoni dengan menyambut jabatan tangan Kenny dengan antusias.


“Oh iya Kenn, kau membeli perhiasan ini untuk siapa? apa kau membelinya khusus untuk Renata ya?” Tanya Nenek Martha.


“Tidak Nek, Kenny membelinya khusus untuk seseorang yang begitu istimewa, dan Kenny akan mengenalkannya pada Nenek di acara peresmian perusahaan besok lusa, Nenek dan Om nanti hadir ya!” Tutur Kenny.


“Wah… apa kau sudah menemukan gadis baru Kenn, Nenek jadi tidak sabar untuk bertemu dengannya, akhirnya kau bisa move on juga dari Renata,” Ucap Nenek Martha.


“Sepertinya gadis itu tidak berbohong, dia benar-benar kekasih Kenny ternyata,” Batin Nenek Martha.


Flash back start.


“Bagaimana Pet? apa mobilnya bisa di perbaiki?” Tanya Nenek Martha pada Peter supir pribadinya yang sedang membetulkan mobilnya yang tiba-tiba mogok.


“Sepertinya mobilnya harus di bawa ke bengkel Nyonya. Apa mau saya carikan taksi untuk Anda sekarang Nyonya?” Tawar Peter.


.


.


.


.


.


.


.


Maaf ya flash back nya Mom potong, soalnya biar tambah penasaran, hihihi ✌🏻😁 Jangan lupa dukung terus karya Mom ini ya guys, dengan cara favorit, like, komen, gift, dan vote sebanyak-banyak nya, ok! see you next episode…😘