
PERINGATAN!
Mom bakal ingatkan lagi dari episode kemarin sampai beberapa episode ke depannya bakal ada bacaan yang khusus untuk orang dewasa 😁✌🏻 jadi untuk adik-adikku yang masih di bawah umur bijak-bijak dalam membaca ya sayang, skip aja deh gak apa-apa, tapi tetap tinggalkan jejak dukungannya ya, love you guys and happy reading...😘
.
.
.
.
.
.
.
“Tidak ada tapi-tapi sayang, aku benar-benar hanya ingin membantu mu kali ini, jadi kau diam saja ya, ok!”.
Jenny tidak menjawab lagi, dia tidak mau berdebat kembali dengan suaminya pagi itu, akhirnya dia membiarkan suaminya membantu nya untuk membersihkan diri meski sesekali Kenny masih saja memancing has***nya dengan sentuhan-sentuhan yang membuatnya terlena.
“Dasar pria mesum, kau mengingkari janjimu Kenn, kau bilang kau tidak akan melakukannya lagi, tapi nyatanya kau malah melakukannya lagi kan! hem…!” Cebik Jenny yang kesal dengan kelakuan suaminya yang akhirnya menggempurnya lagi di kamar mandi.
“Hehehe… siapa suruh punya tubuh yang menggoda seperti ini, aku kan tidak bisa tahan kalau sudah melihat pemandangan yang indah di depan mata,” Sahut Kenny tanpa dosa seraya memeluk istrinya dari belakang yang tengah mengeringkan rambutnya yang masih basah.
“Haist! dasar tukang mesum!” Gerutu Jenny pasrah.
“Sayang, aku akan merindukanmu nanti, aku harap aku tidak jadi pergi ke Negara A minggu depan, atau kau ikut saja denganku ke sana ya!” Tutur Kenny.
“Apa aku tidak akan mengganggu mu? kau pasti tidak akan fokus kalau aku ikut denganmu Kenn!” Ucap Jenny seraya mengusap lembut pelipis sang suami dari samping dengan lembut.
“Aku lebih tidak fokus lagi jika membiarkan mu di sini sendirian sayang, kau ikut saja ya! please!” Pinta Kenny seraya memelas.
“Ha… baiklah! kalau begitu sebaiknya kita turun sekarang ya, aku akan buatkan kau sarapan spesial hari ini!” Kekeh Jenny yang di sabut antusias oleh Kenny.
Karena kaki Jenny berangsur membaik memudahkannya untuk beraktifitas pagi itu, dengan bersemangat Jenny mengolah bahan-bahan yang ada di dapur Villa tersebut dengan gesit meski sesekali dia masih merintih merasakan nyeri di bagian intinya yang terasa begitu tidak nyaman.
“Nona, jika Nona masih sakit sebaiknya Nona istirahat saja, biar Bibi saja yang selesaikan masakannya!” Seru Bibi Rosa yang tak tega melihat Jenny terus merintih di sela kegiatan memasaknya.
“Aku baik-baik saja ko Bi, Bibi tenang saja ya! sepertinya aku belum memasukkan sayurannya Bi, bisa tolong potongkan kentang dan wortelnya?” Sahut Jenny.
Di ruangan keluarga Kenny hanya bisa terkekeh menyaksikan istrinya yang begitu berjuang di tengah ketidak nyamanan nya di area inti gadis cantik itu.
“Sayang! apa masakannya sudah siap? aku sudah sangat lapar sekarang!” Teriak Kenny.
“Haist! pria itu kenapa menyebalkan sekali sih, dia tidak lihat apa aku masih berkutat di sini!” Gumam Jenny menggerutu.
“Non, biar Bibi saja ya yang selesaikan masakannya, Nona sepertinya kurang istirahat ya semalam, wajah Nona nampak pucat loh,” Saran Bibi Rosa karena tak tega melihat Jenny yang terlihat begitu kelelahan.
Bibi Rosa tau jika Kenny pasti menggempur Nona nya semalaman, terlihat jelas dari cara berjalan Jenny yang asih terlihat di jinjit dan tak nyaman.
“Ya pasti pucat lah Bi, orang aku habis di gem… eh, hampir aja keceplosan,” Gumam Jenny seraya menutup mulutnya dengan satu tangan.
Bibi Rosa yang paham hanya bisa mengukir senyum merekah di bi***nya, dia benar-benar bahagia karena Jenny benar-benar menjadi istri dari anak majikannya. Bibi Rosa lalu berdoa dalam hatinya agar pernikahan Kenny dan Jenny selalu bahagia dan segera mendapat momongan sebagai pelengkap kebahagiaan keluarga kecil mereka kelak.
“Bi…Bibi! ko malah melamun sih, dari tadi aku tanya malah senyum-senyum gitu, Bibi baik-baik aja kan?” Tegur Jenny yang di balas senyuman cerah dari Bibi Rosa.
“He… Bibi baik-baik saja Non, ya sudah lebih baik Nona tunggu bersama Tuan Kenny saja ya, Biar Bibi yang bereskan sisanya,”.
“Benar nih Bi, maaf ya Jenny tidak bisa membantu sampai selesai!” Sesal Jenny.
“Tidak apa-apa Non, sebaiknya Nona istirahat saja bersama Tuan, nanti Bibi panggil lagi jika makanannya sudah siap!”.
“Sayang! apa masakannya sudah jadi ya?” Tanya Kenny yang melihat istrinya menghampiri.
“Belum! mungkin sebentar lagi baru masak, apa kau sudah sangat lapar ya?” Sahut Jenny balik bertanya seraya memijat tengkuknya dengan sebelah tangan sedangkan tangan yang satunya lagi dia gunakan untuk menopang pinggangnya yang terasa pegal-pegal.
“Sayang kau baik-baik saja kan?”.
“Haist! kau masih berani bertanya seperti itu ya Kenn!” Gerutu Jenny yang geram ketika sang suami bertanya dengan santainya perihal keadaannya yang tak baik-baik saja.
“Ya maaf! tapi kau juga menikmatinya kan semalam,” Ucap Kenny seraya menaik turunkan sebelah alisnya.
“Ish! kau ini, istri kesakitan malah di goda terus,” Sahut Jenny yang masih asik memijat sendiri pundak dan pinggangnya.
“Ya sudah! sini aku bantu pijat!” Seru Kenny yang langsung di tepis oleh Jenny karena tak ingin kejadian di kamar mandi tadi terulang lagi.
Plak… suara tepisan tangan Jenny di tangan Kenny yang hendak menyentuh bahunya.
“Aww!! sayang! kenapa kau memukul tanganku sih!” Pekik Kenny seraya mengusap tangannya yang di pukul Jenny.
“Ha… sudah lah jangan berakting seperti itu, pukulan ku kan tidak sampai sekeras itu,” Sahut Jenny dengan santainya.
Tiba-tiba Bibi Rosa memanggil mereka untuk makan karena masakannya sudah siap. Dengan bersemangat Kenny dan Jenny beranjak dari ruangan keluarga menuju ruang makan, mereka benar-benar memanfaatkan momen sarapan yang cukup terlambat tersebut dengan adegan suap-suapan yang di lakukan keduanya secara bergantian.
“Aaaa…” Ucap Kenny saat mendekatkan sesendok nasi yang sudah di beri lauk ke mulut istrinya.
“Kenn! itu terlalu banyak, kau ingin aku berubah gemuk ya?”.
“Bukan biar gemuk sayang ,tapi aku sedang membantumu menyetok tenaga untuk nanti malam, kita dinas sampai pagi lagi ya!” Ucap Kenny seraya menaik turunkan alisnya untuk menggoda sang istri.
“Haist! dasar tuan mesum! aku kan masih harus makan siang dan makan malam nanti, sudahlah aku makan sendiri saja deh!” Rajuk Jenny yang sebenarnya sedang menahan rasa malu karena Kenny mengucapkan dinas malam. seketika pikirannya kembali berputar mengingat kegiatan malam tadi yang dia lalui bersama sang suami.
“Astaga! sayang! kau membuat adik ku terbangun lagi jika melihat rona merah di pipi mu itu, ayo cepat selesaikan sarapannya! sepertinya kita harus berolah raga pagi juga setelah sarapan ini!” Seru Kenny penuh makna.
Jenny hanya bisa mengigit bi*** bagian bawahnya kala Kenny terlihat di selimuti kabut gai***nya kembali. Sebisa mungkin Jenny menelan makanannya yang entah mengapa mendadak sulit di telan meski dia sudah mengunyahnya hingga halus.
Siang beranjak pergi setelah sepasang suami istri baru itu menuntas kembali has*** mereka yang entah ke sekian kalinya. Jenny benar-benar tidak menyangka kalau suaminya akan begitu kuat dan perkasa dalam hal di atas ranjang, Kenny seperti tidak ada lelahnya jika sudah menggempur dirinya di kamar mereka.
Tok…tok…tok…
“Haist! siapa yang berani mengganggu ku sih?” Gerutu Kenny seraya beranjak sambil menggunakan kaos longgar dan celana pendek yang tergeletak sembarangan di atas lantai sebelum membuka pintu.
Ceklek…
“Maaf Tuan, ada tamu yang ingin bertemu di bawah!” Ucap Bibi Rosa setelah Kenny membuka pintu kamarnya.
.
.
.
.
.
.
.
See you next episode... 😘😘😘