Love Me Please Jenny

Love Me Please Jenny
Eps 136 # Fakta Marsya.



“Kami akan berusaha semaksimal mungkin Tuan, kalau begitu saya permisi!” Ucap Dokter seraya bergegas masuk untuk menangani Marsya yang saat ini sedang meregang nyawa akibat penyakitnya yang kian memburuk.


Setelah menunggu beberapa lama, pintu ruangan tindakan pun di buka oleh Dokter yang tadi menangani Marsya. Dokter menyampaikan jika Marsya harus segera melakukan Hemodialisa atau hemodialisis. Hemodialisa atau hemodialisis merupakan terapi cuci darah di luar tubuh. Terapi ini umumnya di lakukan oleh pengidap masalah ginjal yang ginjalnya sudah tak berfungsi dengan optimal.


“Lakukan lah Dok! aku akan membayarnya berapa pun biayanya!” Seru Kenny yang sudah sangat panik dan cemas dengan keadaan putri kecilnya.


“Kami tidak mencemaskan masalah biayanya, Tuan! namun saat ini yang menjadi kendalanya adalah stok darah yang akan di gunakan pasien, kebetulan stok darah yang di butuhkan pasien sedang kosong di bank darah Rumah Sakit ini, mungkin jika dari salah satu keluarga ada yang sanggup mendonor pasti akan lebih baik!” Tutur Dokter menjelaskan.


“Astaga! kalau begitu ambil darah ku saja Dok, ayo!” Seru Kenny tanpa membuang waktu.


“Kalau begitu anda harus menjalani tahap pemeriksaan dulu Tuan, mari ikut saya!” Sahut sang Dokter yang bergegas menggiring Kenny ke ruangan pemeriksaan sebelum melakukan donor darah untuk Marsya.


Di tempat yang tak jauh dari ruangan tindakan terlihat seorang pria bertubuh tambun sedang mengintip kegiatan Kenny dan kedua orangtuanya yang sedang menunggu Marsya di tangani. Pria itu terlihat begitu khawatir dan cemas saat mengetahui kondisi sang putri sedang terkulai lemah di atas temat tidur perawatan.


Pria yang tak lain Mark itu terus mengikuti Kenny sampai ke ruangan pemeriksaan dan mengintip Dokter yang sedang memeriksa Kenny saat itu. Setelah dokter memeriksa keadaan Kenny dan memeriksa golongan darahnya, Dokter di buat bingung kala mendapati hasil yang tidak begitu memuaskan.


Dokter bilang jika darah Kenny tidak cocok untuk Marsya, Kenny sempat frustasi. Dia sudah tidak tau lagi harus mencari pendonor darah untuk putrinya yang sedang sekarat itu. Namun tanpa dia tau Mark menemui Dokter yang masih berbincang dengan Kenny di dalam ruangan pemeriksaan dan memberitahu Kenny kebenarannya  jika Marsya adalah putrinya. Dia lah ayah kandung Marsya yang sesungguhnya.


Mark menceritakan  hubungannya dengan Gea, dari awal pertemuannya dulu saat Gea benar-benar hidup susah sebatang kara, dia lah yang menolong gadis malang itu. Awalnya Mark hanya kasian dan iba pada Gea, namun lama-lama mereka saling jatuh cinta dan memutuskan untuk menjalin hubungan yang sampai saat ini masih terjalin tanpa Kenny tau.


“Jadi kau selingkuhan Gea ya! kurang ajar, kau…” Ucap Kenny yang sudah meraih kerah baju Mark namun segera di cegah oleh Dokter.


“Tuan, tenang lah! sebaiknya sekarang kita pikirkan keadaan pasien, jika benar Tuan Mark ini ayah kandung nya Nona marsya, itu berarti dia bisa menyumbangkan darahnya saat ini juga!” Tutur Dokter.


“Dokter benar Kenn, ambil saja darah ku Dokter! aku ingin putriku selamat, ambilah sebanyak-banyaknya untuk menolongnya,” Sahut Mark seraya menjulurkan tangannya siap untuk mendonor.


“Kalau begitu saya akan periksa terlebih dahulu keadaan anda, Tuan! silahkan berbaring!” Seru dokter yang tak menghiraukan Kenny yang masih diam mencerna setiap penuturan Mark yang mengejutkannya.


“Gea! kau harus memberiku penjelasan untuk semua ini!” Batin Kenny penuh amarah.


Tanpa menunggu lagi, Kenny segera pergi meninggalkan Mark dan melajukan mobilnya menuju Mansion keluarga alvaro. Pria bertubuh atletis itu segera menghampiri kamar sang istri yang kini hanya bisa terduduk di kursi roda.


“Kenn, kau sudah pulang ya! bagaimana keadaan putri kita? aku benar-benar cemas dengan keadaannya,” Tutur Gea. Bersyukur setelah insiden terjatuh beberapa bulan lalu, Gea tidak kehilangan ingatannya, dia hanya di vonis lumpuh dan harus menggunakan kursi roda sebagai alat bantunya bergerak.


“Apa kau yakin kalau dia putri kita? apa kau masih mau menyembunyikan kebohongan mu itu?!” Kenny terus menghampiri Gea hingga akhirnya Gea memundurkan kursi rodanya sampai terpentok dinding di belakangnya.


“JAWAB! Marsya bukan anak ku, kan?!” Teriak Kenny.


“Ke…Kenn, apa yang kau bicarakan! Mar…Marsya tentu anak kita Kenn!” Tutur gea terbata-bata.


“Lalu siapa pria yang bernama Mark itu? kenapa darahnya bisa cocok dengan darah Marsya, sedangkan aku yang di akui ayahnya sama sekali tidak memiliki kecocokan sedikit pun,!” Sahut Kenny berapi-api.


“Ma…Mark? Si…siapa Mark?” Gea masih enggan membongkar kebohongannya.


“Oh… kau ingin aku tunjukkan siapa Mark ya! kalau begitu ikut aku sekarang juga, ayo! cepat!” Teriak Kenny seraya menarik tangan Gea dan membuat tubuhnya bangkit seketika.


Sejurus kemudian, Kenny sudah menggendongnya bak karung beras yang sedang di pikul di atas sebelah bahu seorang kuli panggul. Gea tidak memberontak, dia hanya bisa pasrah jika kebohongannya itu harus terbongkar saat ini.


Ceklek…


“K…kau!” Ucap Mark membulatkan matanya saat melihat kemunculan Gea dengan Kenny.


“Sekarang cepat katakan! apa saja yang sudah kau perbuat untuk membohongi ku, Ge!” Tegas Kenny.


“Ke…Kenn, aku bisa menjelaskannya, ini semua hanya salah paham, Marsya benar-benar anak kita Kenn,” Tutur Gea.


“Ge! aku sudah mengatakan semuanya pada Kenny, kau tidak perlu menutup-nutupinya lagi! kau sudah lumpuh sekarang Ge! kembali lah padaku aku akan menjaga mu seperti saat kita bertemu, dulu!” Sahut Mark.


“Diam kau Mark! Semua ini gara-gara kau! aku tidak akan lumpuh dan ketahuan kalau kau tidak selalu mengusik ku setiap waktu, kau benar-benar laki-laki bodoh yang perah aku temui!” Rutuk Gea, memaki Mark.


“Ge! aku mencintaimu dengan tulus, Marsya anak kita Ge! aku ingin kita hidup bahagian  bertiga tanpa harus menjalankan balas dendam mu lagi,” Tutur Mark.


“Oh… jadi selama ini kau memang sengaja balas dendam ya, Ge!  bagus sekali! kalau begitu mulai hari ini aku akan urus surat perceraian kita, dan kau Tuan! cepat bawalah pergi kekasih mu itu secepatnya dari hadapan ku sekarang juga!” Perintah Kenny dengan suara lantangnya.


“Ken… aku tidak mau pergi dari mu, aku tidak ingin berpisah… aku ingin bersama mu Kenn, ku mohon jangan ceraikan aku…” Bujuk Gea seraya menjatuhkan dirinya di lantai dan bersimpuh di sebelah kaki Kenny.


“Tuan! kau ingin hidup dengan kekasih mu ini kan, jadi cepatlah bawa dia sekarang juga!” Tegas Kenny tanpa menghiraukan Gea yang masih bersimpuh di kakinya.


“Ge! ayo kita pergi! Sebaiknya kita jangan ganggu dia lagi, kita harus berubah dan memulai semuanya dari awal lagi, ayo!” Bujuk Mark.


Namun tanpa di duga Gea menepis tangannya dan mengancam akan bunuh diri jika Kenny sampai menceraikannya.


“Kenn, aku akan bunuh diri jika kau menceraikan ku! kau pasti akan menyesalinya!” Ucap Gea bersungguh-sungguh.


.


.


.


.


.


.


.


Hari Senin guys, vote nya jangan lupa ya...


See you next episode… 😘😘😘