
"Tidak, aku hanya memiliki satu perempuan yang aku suka sebelumnya, dan entah sejak kapan, perasaan itu sudah hilang dan tergantikan oleh dirimu, sayang!" Tutur Jo.
"Gombal, ya sudah! aku akan berkemas dulu sekarang, apa kau ingin mencoba masakan ku lagi? aku akan memasak jika kau mau, Kak!" Tutur Anggun.
"Boleh, aku juga sudah tak sabar ingin mencicipi masakan mu lagi, sayang!" Sahut Jo.
Keesokan harinya, Jenny dan Kenny sudah berada di dalam pesawat menuju Tanah Airnya. Mereka segera bergegas pergi setelah berpamitan pada semua orang yang menunggu Nenek Martha.
"Sebenarnya Jenn masih ingin menemani Nenek, tapi pekerjaan Jenny benar-benar tak bisa di tinggalkan lagi, mungkin jika pekerjaan Jenny sudah selesai, Jenny akan kembali menjenguk Nenek lagi ke sini, Nenek cepat sembuh ya!" Ucap Jenny.
"Pergilah sayang, Nenek sudah banyak yang menjaga di sini, kau selesaikanlah pekerjaanmu itu," Sahut Nenek Martha.
Jenny tak berkata lagi, perempuan cantik itu memilih memeluk Nenek Martha sebelum pulang ke Tanah Air.
"Ayo sayang! kita harus bergegas!" Seru Kenny.
"Jenny pamit ya Nek," Ucap Jenny seraya melenggang keluar dari ruangan rawat Nenek Martha.
...****************...
"Jenn, aku ingin kita kembali membina rumah tangga secepatnya, apa kau setuju?! kali ini aku tidak hanya mementingkan keinginan ku, setelah beberapa lama menghabiskan waktu dengan putra kita, aku jadi mengerti satu hal, Kenji benar-benar membutuhkan sosok kita berdua sayang, dia tidak bisa tumbuh berkembang hanya dengan kasih sayang dari salah satu orangtuanya saja, dia membutuhkan kasih sayang dari kita berdua sayang, kau dan aku! jadi kau pikirkan lah lagi ajakan ku ini, ya!" Tutur Kenny panjang lebar.
"Aku akan memikirkannya jika pekerjaan kita selesai, Kenn! tapi aku tak bisa berjanji hal apa pun, jika kelak jawaban ku tak seperti yang kau harapkan, aku harap kau bisa menghargai keputusanku itu dan tak mengganggu hidupku lagi ke depannya," Sahut Jenny seraya mengecup kening sang putra yang tengah tertidur di atas pangkuannya.
"Baiklah, aku akan usahakan, Jenn!" Jawab Kenny lirih.
Setibanya di Tanah Air, pasangan mantan suami istri itu segera bergegas ke Kantor mereka untuk merampungkan sisa pekerjaan. Mereka bertiga di sambut antusias oleh para karyawan kantor Kenny yang ternyata sudah mengetahui status hubungan atasannya itu dengan Jenny yang lebih mereka kenal dengan nama Nona Alexa.
"Selamat datang Tuan, Nona!" Sapa beberapa karyawan yang berpapasan dengan mereka.
Kecocokan mereka sebagai satu anggota keluarga sangat di dukung oleh penampilan Kenny yang begitu gagahnya menggendong sang putra yang kembali tertidur setelah tiba di bandara tadi.
"Lihat lah, Tuan Kenny benar-benar hit Daddy ya, benar-benar pria idaman, ketampanannya semakin berlipat ganda saat menggendong putranya, ha... aku rela deh jika di jadikan istri kedua pun," Gumam salah satu karyawan perusahaan Kenny.
"Haist! dasar otak pelakor, mereka itu sudah sangat serasi, sebaiknya kau jangan membuat gosip tak berguna deh, kau mau ya di tendang dari perusahaan besar ini jika tau bergosip seperti itu?!" Sahut rekan satunya lagi.
"Hehe... janganlah, aku kan sudah sangat bersyukur bisa bekerja di sini, lagi pula itu kan hanya angan-angan ku saja," Keluh sang karyawan pertama.
"Ya sudah, sebaiknya kita kembali bekerja saja sekarang, ayo!" Seru karyawan kedua.
"Hm... baiklah!" Sahut Karyawan pertama seraya melenggang kembali ke dalam ruangannya.
Seharian itu, Jenny benar-benar merampungkan pekerjaannya, sampai-sampai Kenny harus menegurnya agar dia tak menelantarkan sang putra yang butuh asupan makanan bergizi dan hiburan.
"Daddy, aku bosan menunggu di sini! apa Daddy bisa menemani ku bermain di taman?!" Tutur Ken kecil seraya memanyunkan bibir mungilnya.
"Daddy sih bisa-bisa saja, sayang! tapi sebaiknya kau meminta izin dulu pada Mommy, ok?!" Sahut Kenny yang saat ini sudah duduk di salah satu sudut ruangan Jenny yang sangat berantakan dengan hasil desainnya.
"Mom... Ken boleh ya main di taman bersama Daddy, Ken bosan jika terus main di sini sendiri," Seru Ken kecil.
Karena fokus, Jenny sampai tak menyadari jika putranya sedang bertanya padanya.
"Mommy... Dadd, Mommy tidak mendengarkan ku, kita pergi saja yuk! aku ingin bermain ayunan di taman," Rengek Ken kecil.
Bak mengerti dengan kode dari atasannya itu, Tian segera membawa Ken kecil ke luar ruangan terlebih dahulu, setelah kedua pria berbeda generasi tersebut keluar, Kenny melancarkan aksinya untuk meminta izin pada Jenny.
Perlahan, pria tampan bertubuh atletis itu menghampiri meja kerja Jenny. Meski langkahnya terbilang masih bisa di dengar, namun nyatanya Jenny tetap terfokus pada pekerjaannya. Dan setelah tiba di dekat meja kerja Jenny, Kenny tiba-tiba saja...
cup... Satu kecupan singkat berhasil mendarat di pipi kiri Jenny.
"Kenn!! kenapa kau menganggu ku?!" Gerutu Jenny yang kembali terfokus pada pekerjaannya.
Kenny tak kehabisan akal, secepat kilat dia menarik tubuh ramping Jenny agar beranjak berdiri dari kursi kerjanya. Dan hal itu nyatanya malah membuat Jenny hilang keseimbangan dan berakhir jatuh dalam pelukan Kenny.
Brukk...
"Astaga!! kau sedang menggodaku ya, sayang?!" Gumam Kenny menggoda.
"Haist! apa kau sudah buta ya?! aku tuh hampir terjatuh, tadi! untuk aku sempat berpegangan, kalau tidak... aku sudah pasti mencium lantai," Gerutu Jenny seraya mencoba berdiri dengan tegak.
Sayangnya hal itu tak Kenny biarkan. Kenny kembali menarik tubuh Jenny, namun kali ini dia mendudukkan mantan istrinya itu di atas meja kerjanya sendiri.
"Kenn!!! apa yang kau lakukan?!" Pekik Jenny terkejut.
"He... aku hanya mendudukkan mu, sayang!" Jawab Kenny dengan senyum konyolnya.
"Haist! kau membuatku terkejut, tau! astaga, desain-desain ku... Kenn, cepatlah minggir, aku harus segera turun dari sini dan menyelesaikan pekerjaannya!" Seru Jenny.
"Kau mau menyelesaikannya sampai kapan? apa sampai putra kita kelaparan dan merasa bosan, ya?! atau sampai kau pingsan lagi seperti kemarin?!" Tutur Kenny dengan nada tegas. Membuat Jenny seketika diam tak berkutik.
"Bu...bukan begitu, ma... maksudku, aku akan menyelesaikan sedikit lagi sampai jam makan siang tiba," Sahut Jenny menjawab sambil terbata.
"Tapi jam makan siang sudah hampir habis, Nona Alexa! kau sudah melewatkannya tanpa memperhatikan perut putra mu, bahkan perutmu sendiri tak kau hiraukan lagi, aku jadi semakin khawatir jika Kenji terus hidup seperti ini denganmu, dia juga bisa ikut jatuh sakit dan kekurangan gizi yang cukup untuk pertumbuhannya, kau benar-benar penggila kerja, atau Ibu tak berperasaan?" Sindir Kenny sengaja memanas-manasi Jenny.
"Siapa bilang aku menelantarkan putraku, aku hanya terlalu fokus saja tadi, ya sudah! kalau begitu aku akan mengajaknya makan siang sekarang, awas minggir!" Gerutu Jenny seraya turun dari meja kerjanya dan mencari keberadaan sang putra yang sudah tak ada di ruangan tersebut.
"Hei... kemana Kenji? kau tidak menyembunyikannya kan, Kenn?!" Ucap Jenny bertanya.
.
.
.
.
.
.
.
See you next episode guys 😘😘😘