Love Me Please Jenny

Love Me Please Jenny
Eps 85 # Pecah ban



“Kau terlihat semakin cantik Jenn, andai aku bisa memiliki mu!” Batin Jo yang sejak tadi terus memperhatikan Jenny yang sedang berinteraksi dengan sekuritinya.


“Tuan! terimakasih karena sudah datang menolong ku ya, kalau begitu aku pergi sekarang ya!” Ucap Jenny seraya melenggang setelah berterimakasih.


Jo yang masih mematung di tempatnya akhirnya tersadar setelah sekuriti menegurnya beberapa kali.


“Tuan! tuan!” Seru sekuriti.


“Astaga! sepertinya Tuan sangat menyukai gadis tadi, apa gadis tadi kekasihnya yang waktu itu di pesta peresmian gedung Alva ya? sepertinya wajah gadis itu juga sangat familiar!” Batin Sekuriti.


“Tuan!” Tegur sekuriti sekali lagi sambil menepuk pelan bahu atasannya itu.


“Eh…sorry, apa kau berbicara sesuatu tadi?” Ucap Jo setelah tersadar dari lamunannya.


“Tidak Tuan, saya hanya ingin pamit bertugas kembali, kalau begitu saya kembali ke tempat saya ya Tuan!” Pamit sekuriti.


“Hm… baiklah, kau boleh kembali bertugas!”.


Jenny kembali memesan taksi online melalui aplikasi di ponselnya untuk menuju rumah Ibu angkatnya. Setelah tiba di halaman rumah sederhana yang begitu dia rindukan, Jenny segera bergegas masuk dan mencari keberadaan sang Ibu angkatnya saat itu juga.


“Bu… Jenny datang!” Teriak Jenny setelah masuk ke dalam rumah sederhana tempat dia di besarkan oleh kedua orang tua angkatnya itu.


“Jenn! Ibu benar-benar merindukanmu sayang!” Sapa Ibu Tania sambil merentangkan kedua tangannya untuk memeluk sang putri yang dia rindukan.


“Jenny juga Bu,” Sahut Jenny seraya membalas pelukan sang Ibu.


“Kau apa kabar nak? apa suami mu juga ikut?” Tanya Ibu Tania setelah melerai pelukannya.


“Jenny baik-baik saja Bu, Kenny tidak bisa ikut hari ini karena masih sibuk, apa Kak Aldo ada di kamarnya?”.


“Aldo baru saja pergi untuk wawancara pekerjaan tadi pagi, apa kau tau Jenn? Aldo terlihat begitu bersemangat setiap harinya setelah kakinya di nyatakan benar-benar sembuh seminggu yang lalu, dia kembali menata hidupnya dengan memulai mencari pekerjaan yang sesuai dengan bakat yang di milikinya,”.


“Dan Ibu dengar, hari ini dia di panggil oleh salah satu perusahaan Elektronik yang sedang membutuhkan bagian perakit atau pembuat inovasi baru di perusahaan itu. Ibu benar-benar senang melihatnya kembali bersemangat seperti itu.” Tutur Ibu Tania panjang lebar.


“Syukurlah Bu, Jenny ikut senang mendengarnya!”.


“Oh iya! Jenny tadi membeli beberapa makanan di Supermarket,” Seru Jenny sambil memberikan kantung belanjaan yang dia beli di Supermarket tadi.


“Haist! kenapa kau sampai repot-repot membawa makanan juga sih, kau itu kan putri Ibu Jenn, jadi jika kau ingin pulang kemari jangan sungkan sayang, dan jangan sampai repot seperti ini,” Tutur Ibu Tania merasa terharu karena Jenny selalu memperhatikan keuangan dan makanan mereka sejak dia di adopsi bersama Kakaknya.


“Jenny tidak pernah merasa direpotkan Bu, oh iya! Jenny dengar Rangga akan melamar Shakira ya bulan depan?”.


“Iya sayang, orangtua Shakira sudah sangat ingin putrinya menikah. Selain itu mereka juga ingin putrinya ada yang menjaga dan melindungi di kota ini, kau kan tau sendiri kalau Shakira itu di sini tinggal sendiri di Apartemennya.” Tutur Ibu Tania.


“Hm… iya juga ya, semoga lamarannya nanti lancar ya Bu, nanti Jenny usahakan datang deh dengan Kenny!”.


Wanita berbeda generasi itu berbincang hingga siang berganti senja. Tak terasa ketiga laki-laki di keluarga tersebut pun satu persatu berdatangan pulang ke rumah sederhana mereka. Melepas segala penat mereka setelah seharian lelah bekerja.


“Ayah pulang!” Seru Ayah Primus seraya menghampiri ruang keluarga.


“Ayah!” Ujar Jenny membuat kejutan.


“Astaga! Ayah benar-benar terkejut sayang! kapan kau datang?” Tutur ayah Primus seraya memeluk putri angkatnya.


“Apa kau akan menginap malam ini? Ayah benar-benar merindukanmu Jenn, menginap lah dua sampai tiga malam di sini! rasanya rumah ini menjadi sepi setelah kau tinggal dengan suami mu!” Tutur Ayah Primus.


“Mereka kan sudah menikah Yah, Jenny sudah tidak bebas lagi menginap sekarang, dia kan harus mengurus suaminya juga di rumah barunya, benar kan sayang!” Sahut Ibu Tania yang baru saja datang dari arah dapur rumahnya dengan segelas teh hangat untuk suaminya.


Jenny hanya mengukir cengiran di wajahnya, dia sedikit merasa bersalah karena baru bisa mengunjungi keluarganya lagi saat itu. Setelah kepulangannya dari Negara A bulan lalu, Jenny benar-benar tak sempat mengunjungi keluarganya, dia langsung di sibukkan dengan acara pindah rumah yang sudah Kenny rencanakan setelah mereka pulang dari Negara A bulan lalu.


“Ya sudah, sebaiknya sekarang Ayah mandi dulu saja, lepas itu kita tunggu dua jagoan kita sebelum makan malam, ok!” Tutur Bu Tania.


“Baiklah! kalau begitu Ayah mandi dulu ya Jenn,” Sahut Ayah Primus seraya melenggang ke arah kamarnya.


Setelah semua berkumpul, kecuali Aldo yang masih belum pulang karena di ajak makan bersama oleh atasan barunya, mereka memulai makan malam. Sebelumnya Jenny sudah di telepon Kenny jika pria tampannya itu akan pulang larut, malam itu. Sehingga Jenny bisa sedikit leluasa menghabiskan makan malamnya bersama keluarganya di rumah sederhana itu.


“Ayo Jenn! kau harus makan yang banyak, sepertinya kau tambah kurus setelah menjadi Nyonya Alvaro,” Ledek Rangga sambil menyendok makanan yang akan dia lahap.


“Haist! kau ini seperti baru mengenalku saja Ga, aku ini kan memang sudah kurus dari sana nya, kau ini ada-ada saja deh!” Sahut Jenny sambil menyuapkan sesendok nasi ke mulutnya.


Selesai mengisi perut, Jenny dan keluarga angkatnya kembali ke ruang keluarga untuk berbincang ringan, hingga akhirnya Jenny memutuskan untuk pulang karena langit kian menggelap pekat malam itu.


“Kenapa tidak menginap saja sih Jenn, lagi pula kau kan belum bertemu dengan Kak Aldo!” Ucap Rangga yang masih merindukan adik angkatnya itu.


“Lain kali saja Ga, aku tidak enak kalau Kenny pulang nanti aku tidak ada, dia pasti lelah hari ini karena harus lembur,” Sahut Jenny.


“Hm… ya sudah, kalau begitu aku antar kau sampai rumah ya!” Seru Rangga yang merasa cemas.


“Eh…tidak perlu Ga, aku sudah memesan taksi online tadi, sepertinya itu mobilnya sudah datang deh, aku pamit sekarang saja ya, Bu, Yah, Jenny pulang dulu ya, kapan-kapan Jenny menginap di sini deh sama Kenny,” Tutur Jenny seraya memeluk kedua orangtua angkatnya secara bergantian.


“Hati-hati sayang, hubungi Ibu jika sudah sampai rumah ya!” Pesan Ibu Tania yang di jawab anggukan kepala oleh Jenny.


Tak lama kemudian suara sebuah mobil pun terdengar berhenti di depan rumah sederhana itu, Jenny segera keluar untuk memastikan jika taksi pesanannya sudah tiba. Setelah memastikannya Jenny segera masuk ke dalam mobil tersebut dan pulang ke rumahnya. Namun saat di perjalanan Jenny harus sedikit terkejut karena mobil yang dia tumpangi tiba-tiba saja mengalami pecah ban. Mau tidak mau Jenny harus bersabar menunggu sang supir mengganti ban mobilnya agar mereka dapat melanjutkan perjalanan.


Duarr….


“Astaga! suara apa itu pak?” Tanya Jenny terkejut.


.


.


.


.


.


.


.


See you next episode guys…😘😘😘