Love Me Please Jenny

Love Me Please Jenny
Eps 70 # Tipu muslihat Gea



“Maaf Tuan, ada tamu yang ingin bertemu di bawah!” Ucap Bibi Rosa setelah Kenny membuka pintu kamarnya.


“Tamu? siapa Bi? perasaan aku tidak punya janji temu dengan siap pun deh!” Gumam Kenny seraya berjalan menuruni tangga untuk memeriksa siapa yang berkunjung ke Villanya tersebut.


“Maaf Tuan, Bibi tidak tau namanya, Bibi juga tadi sudah bertanya pada orangnya, tapi dia tidak mau menjawab pertanyaan Bibi,” Tutur Bibi Rosa yang mengikuti langkah Kenny di belakangnya.


Setelah sampai di ruang tamu, Kenny segera menegur tamu yang ingin bertemu dengannya sore itu.


“Maaf, ada urusan apa ya mencari saya?” Tanya Kenny setelah sampai di ruang tamu dengan pakaian yang masih berantakan.


Seorang wanita itu membalikkan tubuhnya yang semula berdiri menghadap kaca besar yang menampilkan pemandangan pantai. Seketika gadis itu menatap penampilan Kenny yang masih terlihat begitu tampan meski hanya menggunakan celana pendek dan kaos longgar yang terpakai tak rapi di tubuh atletisnya.


“Kenn!” Ucap Gea seraya menghampiri untuk memeluk pria tampan di depannya itu.


“Ge! ada apa? kenapa kau datang ke sini?” Tanya Kenny.


“Kenn…” Gea berpura-pura menangis dan menunjukkan kesedihan palsunya.


“Ge! ada apa? bicaralah! aku tidak akan tau apa yang terjadi padamu jika kau tak mau bicara!” Tutur Kenny seraya memegang kedua bahu Gea.


“Mommy Kenn, Mommy… aku tidak tau harus bercerita pada siapa lagi saat ini, semua teman-temanku sudah menjauhi ku karena aku sudah jarang bertemu dengan mereka,” Ucap Gea mengarang cerita.


“Lalu apa hubungannya dengan Mommy mu Ge? apa beliau kembali drop lagi ya?” Tanya Kenny yang jawab anggukan oleh Gea.


Wanita genit itu mencari kesempatan dengan memeluk tubuh Kenny seraya berakting menangis di dalam pelukannya. Gea sengaja melakukannya agar Jenny melihat suaminya di peluk wanita lain selain istrinya. Gea yang baru tau jika Kenny dan Jenny sudah melangsungkan pernikahan semalam segera menghampiri Villa Kenny untuk merecoki rumah tangga yang baru saja di bina oleh Kenny dan Jenny.


Flash back start.


Tok…tok…tok…


“Masuk!” Seru Gea di ruangan kerjanya.


“Ada apa? apa kalian membawa berita penting untuk ku?” Tanya Gea seraya tersenyum karena tak sabar mendengar kabar kehancuran hubungan Kenny dan Jenny.


“Iya Nona, kami ingin Nona melihat laporan kami ini,” Tutur salah satu anak buah Gea seraya memberikan sebuah amplop berwarna coklat pada sang majikannya.


“Hem… aku semakin tidak sabar mengetahui kabar penting ini!” Ucapnya seraya mencoba membuka amplop berwarna coklat itu.


Srekkk… srekkk… srekkk


“Ini tidak benar! kenapa kalian diam saja, seharusnya kalian gagalkan pernikahan mereka itu, Kenny tidak boleh di miliki selain oleh ku!” Teriak Gea frustasi setelah melihat foto-foto pernikahan Kenny dan Jenny malam itu.


“Maaf Nona, tapi penjagaan di sana begitu ketat, kami tidak bisa berbuat apa-apa selain memantaunya dari kejauhan,” Tutur anak buah Gea pasrah.


“Dasar tidak berguna! kalian pikir aku membayar kalian semua untuk apa saja, hah! cepat selidiki keberadaan mereka saat ini juga, aku akan menyusun kembali rencana untuk menghancurkan rumah tangga mereka yang masih baru itu!” Perintah Gea yang segera di laksanakan oleh anak buahnya.


Tak lama kemudian sebuah notif pesan terdengar berbunyi di ponsel Gea dan menyajikan informasi yang dia inginkan.


“Hah! aku datang sayang! kita lihat saja, sampai kapan pernikahan kalian itu bisa bertahan!” Gumam Gea dengan seringai di bi***nya.


Flash back done.


Kembali ke saat ini, di mana wanita genit bernama Geandra itu masih bergelayut manja di lengan  Kenny. Tanpa sepengetahuan mereka, Bibi Rosa mengintip adegan tak senonoh itu di balik dinding pemisah ruangan tamu dan ruangan keluarga. Dengan cekatan Bibi Rosa mengejutkan Tuannya dan tamu tak di undangnya itu dengan segelas minuman yang dia sengaja jatuhkan dengan berpura-pura tersandung.


Prankkkk…. Suara pecahan gelas langsung menggema di Villa tersebut.


Alhasil Jenny yang memang sudah terbangun pun tergugah untuk memeriksa kegaduhan tersebut. Setelah menutupi bekas kiss mark ulah suaminya dengan sebuah kain Jenny menuruni setiap anak tangga Villa tersebut dengan tergesa.  Setelah tau sumber dari kegaduhan itu berasal dari ruang tamu, Jenny pun segera menghampiri suaminya dan menarik tangan Kenny yang masih di pegang oleh Gea dengan manjanya.


“Astaga! kau bisa bekerja tidak sih, aku hampir saja jantungan tau!” Gerutu Geandra.


“Bi! ada apa sih? kenapa terdengar suara pecahan!” Teriak Jenny seraya menuruni anak tangga.


“Bibi tidak sengaja tersandung dan menjatuhkan gelas Non, maafkan Bibi ya!” Sahut Bibi Rosa dengan meninggikan suaranya agar Jenny dapat mendengarnya dengan jelas.


“Astaga! Bibi tidak apa-apa kan? Bibi ada yang terluka tidak?” Tanya Jenny cemas seraya mengelilingi tubuh tambun pelayan Villa Keluarga Alvaro tersebut setelah sampai menghampiri.


“Bibi baik-baik saja Non, Bibi ambil sapu dan skop dulu ya untuk membersihkan pecahan gelasnya! Nona jangan pungut langsung seperti waktu itu ya! nanti Tuan bisa cemas lagi, benar kan Tuan!” Bibi Rosa sengaja menekankan ucapan terakhirnya agar Kenny segera tersadar jika dia masih di gelayuti tangan jahil wanita genit itu.


“Bibi benar sayang, jangan gegabah lagi ya!” Sahut Kenny dengan santainya yang ternyata tak mengerti dengan kode yang Bibi Rosa lakukan tadi.


“Haduh! Tuan ko malah gak peka sih! wanita genit itu gak boleh di biarkan! pokoknya aku harus cari cara untuk bantu Nona supaya mengusir wanita itu secepatnya,” Batin Bibi Rosa yang sudah sangat geram dengan tingkah Gea yang bergelayut manja di lengan Tuan mudanya.


“Kenn! kau mau tidur di luar ya malam ini?” Ucap Jenny tiba-toba setelah menghadap ke arah suaminya dan Gea.


“Ti…tidur di luar? mana mungkin lah sayang! aku kan masih harus membuat adonan cucu untuk Mommy,” Sahut Kenny was-was.


Seketika itu juga Kenny tersadar dengan ucapan istrinya yang di tujukan pada dirinya yang melupakan suatu hal.


“Kenn… aku ingin bercerita padamu, Mommy… sedang koma Kenn!” Ucap Gea menguatkan pelukan tangannya di lengan Kenny yang hendak melepaskan tangan Gea setelah mendapat peringatan dari istrinya.


“Astaga! lalu bagaimana keadaannya sekarang Ge?” Sahut Kenny terlihat melunak kembali dan membiarkan Gea memeluk lengannya lagi.


“Mommy masih tidak sadar Kenn, rencananya aku akan membawanya ke luar Negeri untuk memindahkan perawatannya besok, tapi aku tidak memiliki keluarga atau pun teman untuk sekedar menemani.” Tutur Gea yang hendak memeluk Kenny untuk menumpahkan air mata buayanya.


“Haist! wanita licik ini benar-benar membuatku sebal.” Batin Jenny.


Srett…


Bruk… suara pan*** yang mencium lantai.


Dengan sekuat tenaga Jenny menarik tangan suaminya hingga pegangan Gea terlepas dan terhempas di atas lantai.


“Awwww!!” Pekik Gea seraya mengusap bokongnya yang terasa nyeri karena terbentur lantai.


Dengan spontan Kenny hendak membantu Gea untuk berdiri kembali, namun Jenny segera memberinya peringatan yang tak bisa Kenny abaikan lagi kali ini.


“Kenn! kau pilih ikut aku masuk kamar atau pilih mendengarkan cerita dia!” Ucap Jenny dengan lantangnya.


.


.


.


.


.


.


.


Hayo bang Kenn pilih mana tuh... 😁😁😁


See you next episode guys...😘


Jangan lupa like, komen, gift dan vote nya ya, buat yang baru gabung jangan lupa jadikan dulu favorit karya Mom ini ya, kalian tinggal klik gambar hati sampai berubah warna menjadi merah. Love you all 😍😍😍