
"Emm... Ken putra Daddy juga, Opa!" Sahut Marsya membenarkan.
"Begitu ya! lalu siapa nama Ibu mu, sayang?" Tanya Papah Oscar tak sabar.
"Mommy bernama Jenny, Opa! Jenny Alexa!" Ucap Ken kecil yang membuat Papah Oscar melebarkan matanya tak percaya.
"Je...Jenny Alexa?!" Gumam Papah Oscar terbata.
"Papah tidak perlu terkejut seperti itu, Mommy sudah menemuinya juga tadi, apa yang Ken katakan memang benar, dia cucu kita Pah, cucu kita yang selama ini di besarkan sendiri oleh menantu kesayangan kita," Lirih Mom Bella seraya mengusap lembut pipi Ken kecil yang terlihat selalu menggemaskan.
"Ya Tuhan! aku benar-benar bahagia! Ken, apa kau mau memeluk Opa?!" Seru Papah Oscar dengan kebahagiaannya yang membuncah.
Ken kecil terlihat melirik ke arah Marsya dan Mom Bella secara bergantian. Pria kecil menggemaskan itu seakan meminta persetujuan dari kedua perempuan berbeda generasi yang ada di sampingnya.
"Peluk lah sayang, Opa Oscar juga Opa mu sekarang!" Seru Mom Bella seraya tersenyum untuk meyakinkan Ken kecil.
Seketika pria kecil tampan itu melabuhkan tubuh mungilnya ke dalam pelukan Papah Oscar. Entah kenapa Ken kecil yang biasanya sulit menerima orang-orang baru itu mendadak mudah sekali akrab dengan orang yang baru dia temui. Mungkin itu karena Ken dan Papah Oscar masih memiliki hubungan darah, sehingga mereka tak canggung lagi saat bertemu.
"Cucu Opa! Opa benar-benar senang bisa bertemu dengan mu sayang," Tutur Papah Oscar seraya mendekap erat cucu tampannya.
Saat keempat orang berbeda usia tadi asik meluapkan kebahagiaannya.Seseornag yang sejak tadi menguntit Mom Bella terlihat begitu geram. Tangannya mengepal dengan raut wajah yang sudah terlihat mengerikan penuh amarah.
"Betapa malangnya nasib mu sayang, kau terabaikan setelah mereka bertemu dengan pria kecil menyebalkan itu! aku harus menyingkirkannya secepat mungkin! aku tidak mau putriku tersisihkan dan terabaikan di keluarga Alvaro, atau aku akan mengambil kembali putriku jika mereka tidak becus mengurusnya." Gumam pria misterius yang menguntit Mom Bella dan yang lainnya, yang ternyata, Mark.
Flash back start.
Setelah dua tahun dirawat di Rumah Sakit Jiwa, Mark terlihat berangsur membaik. Sikapnya semakin menunjukkan jika kejiwaannya memang berangsur sembuh, pria bertubuh tambun itu akhirnya di nyatakan sembuh dan di lepas dari Rumah Sakit Jiwa, tempatnya di rawat setelah kematian Gea yang membuatnya frustasi.
"Tuan, sepertinya perkembangan kesehatan mental anda sudah jauh lebih baik, anda kami nyatakan sembuh dengan syarat harus kembali ke Rumah Sakit sebulan sekali untuk kontrol, ok!" Tutur Dokter yang selalu memeriksa kesehatan jiwa Mark.
"Benarkah, terimakasih banyak Dokter! aku pasti kembali ke sini sebulan sekali untuk kontrol, kalau begitu apa aku boleh pulang hari ini juga, aku ingin menemui putriku," Sahut Mark penuh semangat.
"Tentu Tuan, saya akan mengurus berkasnya dulu sekarang, tunggu sebentar ya!" Saran Dokter seraya bergegas menuliskan beberapa keterangan di berkas laporan hasil kesehatan Mark yang di nyatakan sembuh bersyarat.
Sepulangnya dari Rumah Sakit, tempat yang pertama dia tuju adalah mansion keluarga Alvaro. Pria itu benar-benar sudah tak sabar ingin segera melihat wajah sang putri yang selama ini dia tinggalkan mendekam di Rumah Sakit Jiwa.
"Kenn, apa kau sudah menemukan Jenny? Mom benar-benar sangat merindukannya, mungkin saat ini dia sedang membesarkan cucu Mommy di tempatnya berada, Mom benar-benar merindukannya Kenn, mau jangan berhenti mencarinya ya!" Tutur Mom Bella yang hari itu sempat memimpikan menantu kesayangannya,alhasil Mom Bella pun semakin merindukan kehadiran menantu kesayangannya itu.
"Kenny tidak akan bisa mencarinya Mom, sebaiknya sekarang kita jenguk Marsya dulu di Rumah Sakit, sepertinya sudah waktunya untuk menjemputnya!" Seru Kenny seraya melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kanannya.
"Hm... baiklah," Sahut Mom Bella yang masih terlihat sendu.
"Kenapa wanita itu selalu memikirkan orang yang tidak ada di hadapannya?! apa putriku kurang memberinya kebahagiaan ya? padahal setelah kepergian perempuan pengganggu itu putri kecil ku lah yang menghibur mereka," Gumam Mark di balik semak.
Pria bertubuh tambun itu belum memiliki keberanian jika harus langsung menunjukkan wajahnya secara langsung, dia memilih mengintip dari kejauhan agar Kenny dan Mommy nya tidak menyadari keberadaannya.
Sejak hari itu, Mark terus menguntit Kenny atau pun orangtuanya jika sedang membawa putrinya keluar rumah. Pria itu juga sampai mengikuti Kenny ke Negara M untuk menjaga sang putri agar tak di abaikan oleh Kenny. Kehilangannya atas kematian Gea membuat pria itu memiliki ketakutan yang sama akan di tinggalkan putri kecilnya. Mark sangat menyayangi putrinya, hingga akhirnya sayang itu terus bertumbuh dan berubah menjadi semakin menggila, dia akan mudah marah dan emosi jika melihat putrinya tidak baik-baik saja.
Flash back done.
Keempat orang berbeda usia tadi akhirnya memilih pulang ke mansion keluarga Alvaro. Papah Oscar yang sangat bahagia bertemu dengan cucunya tak pernah melepaskan Ken kecil sedikit pun dari gendongannya.
"Hoamm... Oma, aku ngantuk," Keluh Marsya saat makanannya sudah terlihat habis tak bersisa.
Begitu pun dengan Ken kecil. Bocah menggemaskan itu bahkan sudah terlihat memejamkan matanya di gendongan sang Opa. Dengan penuh kasih sayang, Papah Oscar meletakkan Ken kecil di atas tempat tidur Kenny, sedang Marsya sudah di bawa ke kamarnya oleh Mom Bella.
"Kasian kau Ken, pasti selama ini kau banyak mengalami sulit ya bersama Ibu mu," Batin Papah Oscar seraya memandangi wajah damai Ken kecil yang terpejam.
"Sial! kenapa pria tua ini terus bicara sih!" Tutik Kenny dalam hatinya.
"Tuan! apa kau baik-baik saja?!" Tanya Tian menghampiri.
"Ha... syukurlah kau datang Ti, cepat bereskan orangtua itu ya, aku ingin kembali ke mansion sekarang," Tutur Kenny seraya keluar dari mobilnya.
Naasnya saat Kenny mencoba berdiri sebelah kakinya terasa sakit dan membuatnya kehilangan keseimbangan dan ambruk ke atas aspal.
Brukk...
"Tuan! sepertinya anda harus ke Rumah Sakit, ayo!" Seru Tian seraya meraih sebelah tangan Kenny dan dia simpan di pundaknya untuk memapah majikannya itu masuk ke dalam mobil yang dia kemudian.
"Kenapa sebelah kaki ku mati rasa, apa karena terbentur tadi ya?!" Gumam Kenny setelah berhasil masuk di dalam mobil.
"Tuan, apa kau baik-baik saja?" Tanya Tian memastikan keadaan majikannya itu.
"Aku tidak apa-apa, bagaimana orangtua itu? apa dia mau berdamai?" Sahut Kenny balik bertanya.
"Tuan Erfan sedang bernegosiasi dengannya Tuan! saat menyusul Tuan tadi saya juga menghubunginya untuk meminta bantuan," Tutur Tian menjelaskan.
"Ha... begitu ya, ya sudah! kita pulang ke mansion saja deh," Ucap Kenny seraya menyandarkan punggungnya dan memejamkan kedua matanya.
"Tapi saya khawatir dengan kaki Tuan, sebaiknya kita ke Rumah Sakit sebentar saja ya Tuan!" Seru Tian memberanikan diri membujuk.
"Terserah kau saja Ti, aku sedang terlalu lelah!" Jawab Kenny yang masih asik memejamkan kedua matanya.
Tian tak banyak bicara lagi, dia segera membawa majikannya itu untuk memeriksakan diri ke Rumah Sakit keluarga Alvaro. Setelah di periksa, ternyata kaki Kenny mengalami sedikit keretakan pada tulangnya, sehingga membuatnya harus beristirahat beberapa hari untuk memulihkan luka tersebut.
"Ti, apa anak-anak sudah pulang?" Tanya Kenny setelah selesai di periksa.
"Nyonya besar sudah berada di mansion bersama Tuan besar, Tuan! sedangkan anak-anak saat ini sudah tertidur pulas setelah menghabiskan makan siang mereka." Jawab Tian memberi laporan sesuai info yang dia dapat dari anak buahnya yang di tugaskan mengawasi Mom Bella dan anak-anak majikannya saat dia pergi tadi.
"Kalau begitu aku ingin melihat mereka sekarang!" Titah Kenny yang segera di laksanakan oleh Tian.
Seusai menyelesaikan masalah yang Kenny buat, Erfan memilih mengunjungi mansion keluarga Alvaro untuk melihat keadaan Kenny yang Tian bilang sempat ambruk dan di periksa di Rumah Sakit.
"Tante! apa kabar? aku merindukanmu!" Tutur Erfan saat bertemu dengan Mom Bella seraya memeluk tubuh renta wanita tua itu yang sudah dia anggap seperti Ibunya sendiri.
"Aku baik-baik saja, sayang! kenapa kau baru kemari lagi? apa istri dan anak mu sudah kembali juga?" Sahut Mom Bella.
.
.
.
.
.
.
.
See you next episode guys... 😘😘😘