Love Me Please Jenny

Love Me Please Jenny
Eps 140 # Apartemen Jenny.



β€œEntah lah Oma, Jenny bertemu dengannya di depan pintu Apartemen, sepertinya dia sedang tersesat, jadi Jenny bawa masuk dulu saja, lagi pula dia juga sepertinya sudah sangat kelaparan,” Tutur Jenny yang sejak tadi sudah membawa Marsya bergabung di ruang makannya.


"Malang sekali kau nak, siapa nama mu?" Tanya Oma Dona.


"Namaku Marsya Oma," Jawab Marsya seraya menunjukkan senyum termanisnya.


"Wah... nama yang cantik, secantik orangnya," Sanjung Om Dona.


"Oh Iya Oma, Ibu dan Ken masih belum keluar dari kamar ya? Jenny panggilkan mereka dulu ya!" Tutur Jenny seraya beranjak menghampiri kamarnya.


"Mommy... Marsya ikut!" Seru Marsya yang ikut membuntuti Jenny.


"Eh... kau mau ikut ya?! ya sudah, ayo!" Sahut Jenny seraya menggandeng sebelah tangan mungil Marsya.


Tiba di depan pintu kamarnya, Ken terdengar sedang mengobrol dengan seseorang di ponsel sang Oma, Jenny yang penasaran pun akhirnya segera masuk tanpa mengetuk pintu.


"Sayang, kau sedang bicara dengan siapa?" Tanya Jenny.


"Uncle Jo, Mom! Uncle segera kemari ya, Ken sangat rindu pada Uncle," Tutur Ken yang masih fokus pada layar ponsel sang Oma.


"Itu bukannya Ken, ya?! aku tidak salah melihat, kan?!" Batin Marsya yang sejak tadi masuk sudah merasa tak asing dengan bocah kecil yang tengah asik berbincang dari sambungan ponsel itu.


"Jenn, siapa anak manis itu? apa itu putrinya Anggun?" Tanya Ibu Erika yang sejak tadi memperhatikan gadis kecil yang Jenny gandeng tangannya.


"Ini... Marsya Bu, Jenny menemukannya di depan pintu tadi..." Tutur Jenny yang membuat Ken kecil segera menolehkan wajahnya setelah mendengar nama Marsya di sebut.


Bocah tampan itu segera menatap lekat ke arah wajah yang kini berdiri tepat di samping sang Mommy, wajah polos nan menggemaskannya menyunggingkan senyum gembira saat mengenali sosok gadis kecil yang Ken pernah jumpai di Negara kelahirannya.


"Marsya?!" Panggil Ken seraya meletakkan sembarang ponsel milik Omanya dan segera menghampiri gadis kecil yang tak kalah gembira karena bisa bertemu lagi dengan Ken.


"Ken?!" Sahut Marsya tak kalah menggemaskan dengan senyum merekahnya.


"Kalian sudah saling mengenal ya?!" Tanya Jenny sambil melirik ke arah Ken dan Marsya secara bergantian.


"Dia gadis yang pernah Ken ceritakan waktu di Mall itu, Mom!" Ucap Ken kecil.


"Benarkah? lalu kenapa sekarang kau bisa ada di sini gadis manis?" Kini Jenny beralih bertanya pada Marsya.


"Aku memang tinggal di sini Mommy, oh iya! Daddy selalu bilang kalau suatu saat kita pasti bertemu Mom, aku sangat senang bisa bertemu Mommy sekarang," Tutur Marsya yang terlihat begitu gembira seraya memeluk tubuh Jenny dari samping.


Flash back start.


Semenjak Gea meninggal Kenny tak pernah menyimpan foto-foto istri keduanya itu di mana pun, dia terlalu sakit hati dan kesal pada mendiang istri keduanya itu, Kenny bahkan memberi tahu Marsya jika Ibunya masih hidup dan sedang bekerja di luar Negeri.


"Daddy, kapan Mommy pulang, aku juga ingin seperti anak-anak yang lainnya yang memiliki Mommy," Tutur Marsya kecil saat umurnya baru menginjak 3 Tahun.


"Suatu hari nanti kau pasti bertemu dengannya sayang, kau yang sabar ya! emm... apa kau ingin melihat foto Mommy?" Tawar Kenny untuk menenangkan putrinya yang sedang merajuk.


"Apa Mommy cantik sepertiku?!" Ucap Marsya antusias.


Dengan langkah yang lebar, Kenny segera meraih foto Jenny yang selalu dia pajang di atas meja kerjanya. Pria tampan itu terlihat sendu saat menatap foto Jenny yang selalu dia rindukan setiap harinya.


"Ini foto Mommy mu sayang, dia benar-benar cantik, bukan?" Ucap Kenny seraya menunjukkan foto pernikahannya dulu dengan Jenny.


"Wah... Mommy benar-benar sangat cantik Dadd, aku jadi tidak sabar ingin segera bertemu dengan Mommy," Tutur Marsya menggebu-gebu.


"Kita pasti menemuinya nanti sayang, kalau begitu sekarang kau tidur ya! selamat malam Princess Daddy," Ucap Kenny seraya mengecup kening sang putri.


Flash back done.


"Siapa Daddy-nya Marsya? kenapa dia bilang kita akan bertemu?" Batin Jenny.


"Ah, Iya sayang! pizza nya sudah datang, ayo kita makan sekarang!" Seru Jenny.


Akhirnya mereka berempat kembali ke meja makan dan menyantap makanan dan pizza yang Jenny pesan tadi. Setelah selesai, Oma Dona kembali ke kamarnya lebih awal karena mengeluh kurang enak badan. Mungkin karena faktor usia beliau yang semakin bertambah, sehingga beliau lebih mudah merasa lelah dan letih.


"Ibu antar Oma ke kamarnya dulu ya, ayo Mih Erika bantu!" Seru Ibu Erika menggandeng tangan mertuanya.


"Hati-hati Bu, Oma... kalian istirahat saja, biar Jenny yang mengurus sisa beres-beres nya!" Sahut Jenny yang tak tega melihat kedua wanita yang begitu dia sayangi kelelahan.


"Baiklah! kau juga jangan terlalu lelah ya Jenn, kau kan harus mempersiapkan pertunjukan mu juga nanti," Pesan Ibu Erika sambil berjalan menghampiri kamar Oma Dona.


"Siap Ibu, Jenny pasti bisa urus semuanya ko, ya sudah... anak-anak sekarang kita cuci tangan yuk! kalian sudah selesai juga kan makan pizza nya?!" Ucap Jenny seraya menggiring kedua bocah imut itu menuju wastafel.


Di wastafel Marsya terlihat gelisah karena teringat sang Daddy yang sedari tadi membuatkan makanan untuk nya.


"Kau kenapa Sya? apa kau sakit?" Tanya Jen kecil setelah selesai mencuci tangan dan mulut mungilnya.


"Aku teringat Daddy, tadi aku belum berpamitan padanya sebelum ikut kemari, tapi..." Marsya menatap Jenny sendu, gadis kecil itu terlihat masih ingin menetap bersama Jenny dan juga Ken.


"Kau bisa kemari kapan pun Sya, ayo aku antar kau pulang, rumah kita sekarang berhadapan, kan?!" Seru Ken kecil meraih sebelah tangan Marsya dan mengajaknya pulang.


"Haist! pria kecilku kenapa begitu cepat dewasa? sepertinya aku akan merindukan manjanya nanti," Gumam Jenny seraya menatap kepergian sang putra.


Ceklek...


"Sayang, kau dari mana saja? Daddy tadi hampir saja menelepon petugas keamanan karena tak menemukan mu di mana-mana!" Tutur Kenny saat kedua bocah menggemaskan itu masuk ke Apartemennya.


"Aku berkunjung ke rumah Ken, Dadd! dan apa Daddy tau... ternyata di sana juga ada..." Tiba-tiba suara bel Apartemen Kenny terdengar berdering, membuat Marsya menghentikan ocehannya.


Ting... tong...


"Kau pria kecil di Mall itu kan? sebentar, Om buka dulu pintu ya!" Ucap Kenny setelah melihat keberadaan Ken kecil di Sampit putrinya berdiri.


"Selamat siang Tuan, maaf mengganggu waktu anda, saya hanya ingin menjemput Tuan muda kami, katanya beliau mengantarkan temannya ke sini!" Tutur seorang pria berjas hitam yang nampak gagah dengan postur tubuhnya yang atletis.


"Oh, apa pria kecil itu yang kau maksud?" Tunjuk Kenny ke arah Ken kecil yang masih berdiri menatap ke arah pintu yang terbuka.


"Benar Tuan, itu Tuan muda kami! Tuan Ken, mari pulang Nyonya sudah menunggu mu untuk tidur siang," Tutur sang pengawal yang di tugaskan Jenny untuk menjemput Ken.


"Yah... sepertinya kita tidak bisa main lebih lama hari ini Sya, tapi kau tenang saja, kita masih bisa bermain setiap hari ke depannya, rumah kita kan berdekatan," Tutur Ken kecil sedikit sendu.


"Hm... Daddy, sebenarnya aku juga ingin tidur siang bersama Mommy di rumah Ken, apa aku boleh menginap di sana?" Tanya Marsya penuh harap.


.


.


.


.


.


.


.


See you next episode guys... 😘😘😘