Love Me Please Jenny

Love Me Please Jenny
Eps 24 # Terluka



Assalamu'alaikum readers tercinta...


Selamat berakhir pekan dan Selamat hari Pramuka


Jangan lupa tinggalkan jejak dukungan terbaik kalian juga ya...


Happy reading...


Sejak mereka kecil, ketiganya sudah sangat sering bersama karena ketiga pasang orang tua mereka yang selalu menjaga keharmonisan persahabatannya. Mereka sering berlibur bersama saat anak-anak mereka liburan sekolah. Tak jarang pula ketiga keluarga bahagia itu saling mengunjungi rumah sahabatnya satu sama lain secara bergantian, sehingga persahabatan mereka begitu terjaga dan jauh dari pembicaraan negatif orang-orang.


“Tante, Om… ini jus nya!” Jenny menghampiri seraya memberikan kedua gelas berisi jus yang dia buat sendiri untuk Mommy Bella dan Papah Oscar.


“Terimakasih ya sayang!” Ucap Mommy Bella seraya tersenyum manis pada Jenny.


“Tante kenapa terlihat pucat? Tante baik-baik saja kan?” Jenny begitu khawatir setelah memperhatikan wajah cantik yang sedikit pucat milik Mommy Bella tersebut.


“Tante sedikit pusing Jenn, sepertinya migrain Tante kumat lagi deh!”.


“Mom, kita ke rumah sakit saja ya, Papah takut penyakit Mommy itu semakin memburuk nantinya!” Seru Papah Oscar tak kalah khawatir.


“Tidak perlu Pah, lagi pula Mommy bawa obatnya ko, tapi dimana Mommy menyimpannya ya?” Mommy Bella merogoh hand bag nya mencari obat yang sering dia konsumsi jika penyakitnya sedang kambuh.


“Tante Jenny buatkan rebusan biji ketumbar saja ya, dulu kalau Ibu Jenny sedang kambuh juga sering membuat rebusan itu, Tante tunggu sebentar ya, Jenny buatkan dulu!” Jenny beranjak kembali menuju dapur untuk membuat rebusan biji ketumbar agar meringankan rasa sakit yang Mommy Bella rasakan akibat migrain nya.


Kenny dan Papah Oscar menatap nanar kepergian Jenny ke arah dapur, keduanya begitu melongo dengan sikap kepedulian Jenny pada wanita istimewa mereka berdua itu. Tak butuh waktu yang lama untuk Jenny membuat air rebusan biji ketumbar itu.


Biji ketumbar yang sering di gunakan sebagai bumbu masak di dapur itu ternyata memiliki kandungan antiinflamasi yang bermanfaat untuk mengurangi durasi dan tingkat keparahan serangan migrain. Jenny yang sudah terbiasa membuatkan air rebusan tersebut untuk Ibunya, akhirnya membuatkannya juga untuk Mommy Bella.


“Non, Nona mau buat apa lagi? biar Bibi saja ya yang buatkan, Nona duduk lagi saja!” Bujuk Bibi Rosa yang merasa tak enak hati membiarkan tamu Tuannya membuat minuman sendiri.


“Gak apa-apa Bi, lagi pula Jenny hanya membuat air rebusan biji ketumbar saja ko, dulu waktu Jenny kecil, Jenny sudah sering membuatnya jika Ibu sedang sakit, nah ini sudah jadi Bi, tinggal di tuang ke gelas kecil deh,!”.


“Wah… ternyata Nona Jenny ini pintar meracik obat-obatan herbal ya! sepertinya Bibi harus banyak berguru nih sama Nona,” Kekeuh Bibi Rosa.


“Ah… Bibi bisa saja, Jenny hanya tau karena terbiasa membuatnya saja ko Bi,”.


“Oh iya Bi! Jenny minta tolong ambilkan gelasnya ya!” Pinta Jenny sopan.


“Siap Non sebentar ya Bibi ambilkan,” Bibi Rosa bergegas mencari cangkir kecil untuk di berikan pada Jenny.


“Ini Non gelasnya!” Seru Bibi Rosa seraya memberikan sebuah cangkir kecil pada Jenny.


Namun sayangnya, malang sedang menghampiri Jenny kali ini. Gelas yang Bibi Rosa berikan ternyata harus pecah menjadi berkeping-keping karena Jenny tak meraihnya dengan benar. Suara pecahan yang begitu nyaring pun akhirnya begitu menggema ke seluruh ruangan dapur dan ruang makan. Kenny yang sejak tadi sudah menunggu kedatangan Jenny segera beranjak dan bergegas untuk menghampiri dapur di mana Jenny membuat air rebusan untuk Mommy nya.


“Astaga! Non, Nona tidak apa-apa kan?” Ucap Bibi Rosa.


“Iya Bi, Jenny tidak apa-apa ko, maaf ya Jenny kurang hati-hati barusan, biar Jenny yang bersihkan ya!” Jenny segera berjongkok dan mulai memunguti pecahan gelas yang tercecer di dekat kakinya.


“Tidak perlu Non, biar Bibi saja yang membereskan pecahan gelasnya, Nona bisa terluka nanti!” Cegah Bibi Rosa seraya langsung melenggang untuk membawa sapu dan skopnya.


“Ada apa ini?” Ucap Kenny setelah sampai di dapur.


“Astaga! dasar gadis ceroboh!” Tegur Kenny seraya membantu Jenny berdiri dan langsung memasukkan jari Jenny yang berdarah ke mulutnya.


“Hei! Apa yang kau lakukan?” Seru Jenny seraya berusaha menarik jari tangannya.


“Sudah diam saja, aku akan mengobati lukamu ini!”.


Kenny segera menggiring gadis itu ke ruang makan dan mendudukkannya di kursi yang tadi dia duduki.


“Kamu kenapa Jenn? astaga! jarimu berdarah sayang! Kenn! cepat ambil kotak P3K!” Seru Mommy Bella menghampiri.


“Jenny tidak apa-apa ko Tan, ini hanya tergores sedikit saja!”.


“Kau ceroboh sekali Jenn, kau kenapa membersihkan pecahannya dengan tangan kosong? Bibi Rosa kemana juga sih? kenapa kau tidak meminta bantuannya saja?” Cerca Kenny setelah kembali dengan kotak P3K yang dia ambil.


“Aku hanya tidak ingin merepotkan, Tuan! lagi pula aku sudah terbiasa membuat rebusan ketumbar itu,”.


“Tapi tidak harus ceroboh begitu juga kan? sini aku obati!” Kenny menarik telapak tangan Jenny yang terlihat berdarah karena tergores pecahan gelas.


Dengan hati-hati, Kenny mulai membersihkan darah yang mulai mengering di telapak tangan Jenny dengan lembut, dia juga tidak lupa memberi tiupan yang berasal dari bibir tipisnya agar Jenny tak merasa pedih saat dia melakukan pengobatan.Hal tersebut ternyata menjadi perhatian sepasang orang paruh baya yang ternyata sudah memperhatikan mereka sedari tadi.


“Pah! Papah merasa gak sih kalau Kenny perhatian banget sama Jenny?” Bisik Mommy Bella.


“Iya Mom, dia seperti takut sekali melihat Jenny terluka, apa lagi dia membersihkan lukanya dengan begitu hati-hati!” Sahut Papah Oscar.


“Apa jangan-jangan Kenn sudah menaruh hati ya sama Jenny? wah… kalau itu benar, Mommy setuju sekali Pah, sepertinya Jenny memang gadis yang tepat untuk membantu Kenny melupakan perasaan sedihnya pada Renata,” Tutur Mommy Bella.


“Entahlah Mom, Papah hanya bisa mendoakan yang terbaik buat putra kita,”.


Tak lama setelah Jenny selesai di obati, Bibi Rosa pun menghampiri seraya meminta maaf, dia benar-benar merasa bersalah karena sudah membiarkan tamu Tuannya terluka.


“Tuan! Bibi benar-benar minta maaf! Bibi memang bersalah karena sudah membuat Nona Jenny terluka, Bibi…” Ucap Bibi Rosa tercekat kala Jenny menyanggahnya.


“Tidak apa-apa Bi, aku baik-baik saja ko, lagi pula tadi itu salahku sendiri karena tidak fokus mengambil gelasnya, jadi Bibi tidak perlu khawatir ya!” Sanggah Jenny.


“Ya sudahlah Bi, Bibi bersihkan sisanya saja!” Ucap Kenny memerintah.


“Baik Tuan, sekali lagi Bibi minta maaf ya! permisi!” Dengan langkah gontai Bibi Rosa melenggang ke arah dapur kembali untuk menyelesaikan sisa pekerjaannya.


“Tuan! terimakasih ya untuk pertolongannya, aku akan mengambil rebusan ketumbar nya dulu, semoga saja, airnya masih hangat!” Jenny beranjak dari duduknya.


Baru saja Jenny beranjak Kenny sudah menarik jemari tangannya agar dia kembali duduk.


“Aww!!” Pekik Jenny saat jemari tangannya yang terluka terasa perih tertarik karena ulah Kenny.


“Kenn! kau kenapa membuat Jenny kesakitan lagi sih?” Tegur Mommy Bella.


“Tidak apa-apa Tante, Jenny hanya terkejut saja ko, Tuan mau menitipkan sesuatu kah?” Jenny beralih bertanya pada Kenny setelah memberi penjelasan untuk Mommy Bella.


See you next episode guys...