Love Me Please Jenny

Love Me Please Jenny
Eps 23 # Berebut makanan



“Terimakasih Bi! aku bantu ya,” Jenny beranjak ikut menyiapkan sarapannya bersama Bibi Rosa, meski awalanya Bibi Rosa menolak bantuan Jenny, namun akhirnya dia membiarkannya juga setelah sorot mata Kenny memberikan isyarat agar membiarkan gadis itu melakukan hal yang dia inginkan.


“Jenn, duduklah! biar Bibi Rosa saja yang mengurus sisanya!” Pinta Kenny setelah melihat Jenny yang sudah selesai menata makanan untuk mereka.


“Baiklah!” Patuh Jenny yang kembali duduk di kursinya.


“Ayo! makanlah sepuasnya, aku tidak ingin di salahkan kalau kau kembali dalam keadaan kurus nanti,” Gumam Kenny dengan senyuman di bibirnya.


Membuat Jenny terpesona melihat senyum yang terukir manis di bibir pria itu,  mengingatkannya dengan kecupan yang dia terima pagi tadi.


“Astaga! kenapa aku jadi ingat kecupannya lagi, sepertinya aku sudah tertular gila oleh pria mesum itu! tapi… kenapa pagi ini senyumnya terlihat begitu manis, ah… jantungku kembali berpacu tidak waras,” Gumam Jenny dalam hatinya.


“Hei Tuan! aku memang sudah ramping, dan aku sengaja tidak ingin menjadi gemuk, pasti sangat tidak nyaman jika memiliki bobot berlebih,” Gerutu Jenny yang mengundang kembali tawa Kenny.


“Kau benar-benar beo betina ya Jenn, kau selalu berisik saat dimana pun!” Jenny memanyunkan bibirnya setelah mendengar ocehan Kenny.


Mereka akhirnya memulai sarapan paginya yang sedikit terlambat itu dengan lahap, sesekali keduanya terlihat berebut makanan yang membuat siapa saja yang melihatnya merasa gemas, seperti Bibi Rosa yang saat ini diam-diam terus memperhatikan Tuan mudanya yang begitu ceria pagi ini.


Ini pertama kalinya Bibi Rosa melihat tingkah konyol Kenny yang memperebutkan makanan buatannya, padahal Kenny bisa saja menyuruhnya untuk membuatkannya kembali, tapi Kenny sama sekali tidak melakukan hal tersebut dan malah berebut sepotong sosis dengan gadis cantik yang duduk bersamanya di meja makan itu.


“Tuan! kau kan pasti sudah sering memakan makanan enak ini, sekarang biar aku yang menghabiskannya ya, aku masih lapar! bukannya tadi kau bilang aku tidak boleh kurus ya,” Rengek Jenny dengan jurus memelas.


“Memang! tapi aku kan juga masih lapar, lagi pula ini juga akibat ulah mu semalam, kau hanya menyisakan beberapa butir kerang saja untuk ku makan, kau benar-benar gadis cantik yang pelit Jenn!” Seloroh Kenny.


Tanpa Kenny sadari gadis di hadapannya itu mematung di tempat, menatap pria tampan itu dengan penuh tanya, seakan tak percaya dengan apa yang baru saja Kenny ucapkan.


“Apa aku tidak salah dengar? dia bilang aku cantik! ya… meski di akhiri dengan kata pelit! tapi kenapa aku merasa


senang ya?” Batin Jenny seraya tersenyum mesem-mesem.


“Y…ya sudah, nih makanlah! aku tidak mau di salahkan terus!” Jenny menyodorkan piring berisi makanan yang mereka perebutkan.


Kenny yang merasa telah memenangkan perdebatannya akhirnya merasa tidak tega dengan gadis itu, sehingga dia berinisiatif membagi makanannya dengan Jenny. Kenny menancapkan sepotong sosis dengan garpu yang kemudian dia ayunkan ke depan mulut Jenny.


Jenny mengerutkan keningnya seraya memicingkan matanya seolah bertanya apa maksud dari perlakuan manis Kenny tersebut. Jenny masih curiga kalau Kenny hanya akan mempermainkannya saja, sehingga dia bersikap waspada kali ini.


“Kenapa? bukannya kau juga menginginkan ini?” Seru Kenny seraya mengacungkan potongan sosis yang sudah dia dekatkan pada mulut Jenny.


“Hmm… kenapa kau memberikannya? bukannya kau tadi merasa sangat lapar?” Bukannya menjawab, Jenny malah balik bertanya sambil memicingkan matanya.


“Kalau tidak mau ya sudah!” Kenny menarik kembali tangannya yang sedang memegang potongan sosis yang dia tusuk menggunakan garpu sebelumnya.


Namun belum sempat potongan sosis itu masuk ke dalam mulut Kenny, Jenny segera mencegahnya dengan menahan tangan Kenny seraya memberikan senyuman menggemaskannya.


“Aku mau…aku mau!” Pinta Jenny dengan nada yang begitu manja seraya menarik tangan Kenny agar menyuapkan potongan sosis tersebut ke dalam mulutnya.


“Haist!! gadis beo ini benar-benar menggemaskan! jika begini terus lama-lama aku bisa jatuh hati padanya!” Batin Kenny.


Sejurus kemudian, suara derap langkah dari Mommy Bella terdengar menghampiri masuk dan memergoki mereka berdua yang sekilas terlihat begitu romantis dan menggemaskan.


“Mommy!!”.


“Tante!!”.


Kenny dan Jenny segera menoleh bersamaan saat mendengar panggilan Mommy Bella dari arah ruang keluarga Villanya.


“Sayang, kamu baik-baik saja kan? kenapa Jenny juga ada di sini?” Mommy Bella segera menempelkan punggung telapak tangannya di kening sang putra.


“Mom!! Kenny baik-baik saja! Kenny tidak apa-apa ko!” Kenny sedikit risih dengan perhatian yang di berikan Mommy nya itu. Dia tidak ingin kehilangan wibawanya, apa lagi jika sampai ditertawakan oleh Jenny yang saat ini menyaksikan tingkah konyol Mommy nya itu.


“Ish! dasar anak nakal, Mommy kan hanya khawatir padamu!” Tegur Mommy Bella seraya memanyunkan bibirnya.


“Loh! Mommy kenapa cemberut begitu?” Tegur Papah Oscar yang baru saja menyusul masuk setelah memarkirkan mobilnya.


“Anak Papah tuh, dia kayanya udah gak butuh kasih sayang dari kita lagi deh Pah, masa Mommy pegang keningnya sedikit aja dia nolak sih, padahal kan Mommy cuman khawatir!” Adu Mommy Bella pada suaminya.


“Kenn!! apa benar yang di katakan Mommy?” Seru Papah Oscar mengintimidasi.


“Tante! Tante jangan sedih ya, Jenny buatkan jus jeruk spesial ya buat Tante sama Om!” Jenny beranjak untuk membuatkan Mommy Bella dan Papah Oscar jus jeruk.


“Terimakasih ya Jenn, tapi jangan terlalu banyak gulanya ya!” Titah Mommy Bella mengingatkan.


“Ok!!” Jenny mengacungkan kedua jari jempol tangannya ke udara.


“Kenn! kamu kenapa jadi seperti ini sih? bahkan semalam kamu malah pergi begitu saja meninggalkan pesta Renata, untung semalam ada Erfan yang bisa menggantikan kamu!” Tutur Papah Oscar yang sedikit kecewa dengan tingkah putra semata wayangnya itu.


“Kenny memang sengaja melakukannya Pah!” Jawab Kenny yang membuat tatapan kedua orangtuanya mengarah tajam ke arahnya.


“Maksud kamu? kenapa kamu sengaja melakukannya?” Mommy Bella benar-benar penasaran dengan apa yang di pikirkan putranya itu.


“Erfan menyukai Renata, dan sebenarnya mereka saling mencintai!”Lirih Kenny.


“Mereka saling mencintai? pantas saja malam tadi Renata terlihat sangat bahagia saat Erfan memberinya kejutan lamaran!” Sahut Papa Oscar.


“Tapi kenapa mereka tidak saling mengungkapkan perasaannya masing-masing? Kenapa Erfan malah membiarkan kamu yang mendekati Renata?” Mommy Bella terlihat memegang kepalanya yang terasa sedikit berdenyut.


“Erfan takut Kenny kecewa Mom, padahal jika dari awal dia bilang tentang perasaannya, Kenny pasti akan merelakan Renata,”.


“Kenny memang sayang pada Renata, tapi Kenny juga sudah menganggap Erfan seperti saudara Kenny sendiri,” Kenny terlihat semakin sedih tak kala mengingat kembali kebersamaannya selama ini bersama Renata dan Erfan.


Sejak mereka kecil, ketiganya sudah sangat sering bersama karena ketiga pasang orang tua mereka yang selalu menjaga keharmonisan persahabatannya. Mereka sering berlibur bersama saat anak-anak mereka liburan sekolah. Tak jarang pula ketiga keluarga bahagia itu saling mengunjungi rumah sahabatnya satu sama lain secara bergantian, sehingga persahabatan mereka begitu terjaga dan jauh dari pembicaraan negatif dari orang-orang.


Lanjut besok ya guys, jangan lupa tinggalkan jejak dukungan terbaiknya...


See you next episode...