Love Me Please Jenny

Love Me Please Jenny
Eps 91 # Menolong Nenek tua



“Sayang! kau tidak sedang bercanda kan? juniorku sudah bangun sedari tadi nih!” Ucapnya lagi seraya menggoyang-goyangkan tubuh istrinya agar terbangun.


Namun bukannya terbangun, Jenny malah membalikkan tubuhnya hingga memunggungi Kenny yang masih gelisah di sampingnya. Membuat pria bertubuh atletis itu mau tidak mau segera berlari ke arah kamar mandi untuk menuntaskan has***nya yang sudah memuncak.


Setengah jam kemudian, Kenny terlihat keluar dari kamar mandi dengan wajah yang begitu lega setelah melepas belenggu yang menyerang juniornya sejak tadi. Pria tampan itu akhirnya tak banyak berbuat apa pun lagi selain menyusul sang istri ke alam mimpinya. Dengan pelan Kenny naik ke atas tempat tidur dan memeluk tubuh Jenny dari belakang yang masih memunggunginya.


“Selamat malam sayang, aku mencintaimu.”.


Cup… satu kecupan pun Kenny sematkan di kepala istrinya sebelum memejamkan matanya untuk berselancar ke alam mimpi.


Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Jenny sudah terlihat sibuk di dapur Villa tersebut. Gadis cantik itu tengah menyediakan sarapan untuk suaminya. Sesekali dia bersenandung mengikuti musik yang dia putar di ponselnya menggunakan headset yang dia selipkan di telinganya.


Bibi Rosa terlihat begitu bahagia melihat Nona mudanya yang begitu bersemangat menyiapkan sarapan suaminya tanpa mau di bantu olehnya sedikit pun. Perempuan paruh baya itu sesekali menggelengkan kepalanya kala mendengar suara Jenny yang terdengar sumbang ketika mengikuti sebagian lirik lagu yang dia dengarkan melalui


headset nya.


“Tuan benar-benar beruntung memiliki Nona di hidupnya, sepertinya Nona juga begitu mencintainya, aku sangat bahagia melihatnya, semoga saja rumah tangganya segera di beri kehadiran seorang bayi yang akan melengkapi keluarga kecilnya,” Gumam Bibi Rosa seraya melanjutkan kegiatannya membersihkan ruang keluarga Villa tersebut.


Sinar matahari yang kian meninggi akhirnya membangunkan Kenny dari lelapnya tidur. Pria itu segera mengedarkan pandangannya ke seisi kamar untuk mencari keberadaan sang istri, langkahnya dia ayunkan menuju lantai dasar Villa, Kenny sempat berpapasan dengan Bibi Rosa yang masih membersihkan ruang keluarga dan bertanya pada perempuan paruh baya tersebut tentang keberadaan sang istri.


“Bi! apa kau melihat istriku?” Tanya Kenny.


“Nona sedang memasak di dapur Tuan, apa ada yang Tuan butuhkan?” Sahut Bibi Rosa balik bertanya.


“Aku hanya membutuhkan istriku pagi ini Bi, kalau begitu aku ke dapur dulu ya!” Ucap Kenny dengan senyum yang tak pernah luntur dari bi***nya.


“Tuan benar-benar sudah bucin ya sama istrinya,” Kekeh Bibi Rosa setelah Kenny pergi meninggalkannya menuju dapur.


Di dapur sendiri, Jenny masih terlihat asik bersenandung tidak jelas. Sepertinya itu memang kebiasaan Jenny jika sedang memasak. Diam-diam Kenny memeluk istrinya dari belakang seraya mengendus lehernya dengan begitu gemas.


“Aww! Kenn, geli…” Ucap Jenny sambil menahan rasa geli yang menjalar di lehernya akibat serangan dadakan dari sang suami.


“Apa masakannya sudah matang? aku sudah sangat lapar sayang!” Rengek Kenny manja seperti anak kecil yang menagih makanan kesukaannya pada sang ibu.


“Sebentar lagi Kenn, kau cuci muka dulu saja, aku akan memanggilmu jika masakannya sudah matang nanti,” Sahut Jenny yang masih sibuk berkutat dengan alat masaknya.


“Hm… baiklah, emmuach…” Ucap Kenny seraya mencuri cium di bi*** sang istri sebelum melenggang pergi mencuci mukanya.


“Haist! dasar jorok!” Kekeh Jenny.


Selesai sarapan Kenny segera membawa istrinya pulang untuk bersiap sebelum pergi memeriksa stok makanan yang akan di hidangkan di pernikahan Rangga dan juga Shakira. Setelah berpamitan pada Bibi Rosa, Jenny dan Kenny langsung melaju menuju rumahnya.


“Sayang, aku sudah menyuruh Tian menyiapkan supir untukmu pergi, kau jangan terlalu lelah ya, kau harus menghubungi ku jika urusannya sudah selesai, ok!” Tutur Kenny dengan segala perintah dan petuahnya.


“Baiklah Tuan suami,” Jawab Jenny seraya terkekeh mendengar ucapan suaminya yang begitu over protektif menurutnya.


Tiba di rumah megahnya, Jenny dan Kenny segera mengganti pakaian mereka dan bersiap untuk berangkat kembali ke tempat yang mereka tuju masing-masing. Kebetulan siang itu Kenny ada pertemuan penting yang tak bisa dia tinggalkan. Akhir-akhir ini perusahaannya sendang mengalami guncangan yang entah dari ulah siapa, sehingga membuat Kenny harus sibuk dan berkali-kali lembur untuk membereskan kekacauan yang ada.


“Sayang, kau ingat kan pesan-pesanku tadi!” Ucap Kenny sebelum masuk ke dalam mobilnya lagi.


“Iya Kenn, aku akan menghubungi mu jika urusannya sudah selesai, kau hati-hati ya!” Sahut Jenny seraya membetulkan posisi dasi yang suaminya kenakan.


Cup… Kecup Kenny singkat di bi*** istrinya.


Sepeninggalan Kenny, seorang supir yang sudah Tian utus untuk mengantar Jenny bepergian pun tiba dan siap mengantar Nona mudanya ke mana pun hari itu.


“Permisi Nona, perkenalkan! saya Bruno, supir utusan Tuan Kenny,” Sapa pria bertubuh gagah layaknya bodyguard tersebut.


“Oh, hai! aku Jenny, silahkan duduk! aku akan mengambil tas ku dulu sebentar, kau tidak keberatan kan?” Tutur Jenny.


“Itu sudah menjadi tugas saya Nona, saya akan menunggu dan mengantar anda kemana pun mulai hari ini!” Sahut Bruno.


“Baiklah, tunggu sebentar, ok!” Ucap Jenny yang langsung melenggang menuju kamarnya untuk mengambil tas yang akan dia gunakan untuk mengunjungi gudang stok makanan yang akan dia tuju.


Sejurus kemudian Jenny sudah kembali dengan tas yang dia selempang di sebelah pundaknya, dia segera bergegas menuju gudang tempat penyimpanan stok bahan makanan yang akan di sajikan di pernikahan Rangga dan Shakira kelak.


“Kak Uno, kau bisa pergi kemana dulu saja jika bosan, sepertinya aku akan lama di dalam gudang ini,” Tutur Jenny setelah mereka tiba di gudang penyimpanan bahan makanan.


“Baiklah Nona,saya akan berkeliling sebentar, tapi jika Nona tidak menemukan saya setelah selesai nanti, seger telepon saja ya!” Sahut Bruno.


“Ok Kak, aku masuk ke dalam dulu ya!” Ucap Jenny sebelum masuk ke dalam gudang.


Di saat bersamaan, seorang wanita paruh baya terlihat sedang berjalan tergopoh-gopoh dengan sebuah kotak berukuran sedang yang dia bawa dengan menggunakan kedua tangannya sendiri yang sudah cukup renta. Kotak itu hampir saja terjatuh kala pinggangnya tiba-tiba saja terasa linu dan membuatnya harus melepaskan salah satu tangannya dari kotak yang sedang dia pengan tadi, padahal di dalam kotak tersebut berisi contoh-contoh makanan yang akan dia berikan pada koki yang akan memasak makanan di acara pernikahan cucunya.


“Oh astaga, pinggang ku!” Pekik Wanita tua tersebut seraya mencoba meraih pinggangnya yang terasa linu.


“Awas Nek!” Seru Jenny. Dengan sigap Jenny menangkap kotak yang hampir terjatuh dan menolong Nenek tua tadi.


“Huft! Untung masih tertolong, Nenek tidak apa-apa kan?” Tanya Jenny setelah menghela nafas lega karena berhasil menolong Nenek tua tersebut.


“Iya, aku baik-baik saja, terimakasih sudah menolongku Nak, kalau boleh tau siapa nama mu? dan sedang apa kau di sini?” Tutur si Nenek yang masih belum menyebutkan namanya itu.


“Aku Jenny Nek, aku sedang memeriksa persediaan bahan makanan yang akan di gunakan di pernikahan Kakak ku,” Sahut Jenny menjawab.


.


.


.


.


.


.


.


See you next episode guys… 😘😘😘