Love Me Please Jenny

Love Me Please Jenny
Eps 34 # Percikan air panas yang bikin panas



Mom Bella yang baru saja menyeruput tehnya akhirnya tersedak karena terkejut dengan apa yang baru saja di ucapkan putranya. Sebenarnya Mom Bella memang sudah menebaknya sejak di villa tadi, namun setelah mendengar langsung penuturannya dari Kenny, dia benar-benar terkejut bukan main.


“Kau tidak sedang bercanda kan Kenn?”.


“Mom, Kenn kan sudah bilang tadi, kalau Kenn ingin bicara serius! dan Kenn sepertinya sudah sangat dalam mencintainya, rasanya malam ini juga Kenn harus mengutarakannya langsung,”.


“Kau bukan sedang menjadikannya pelarian saja kan Kenn? Mommy tidak ingin kau membuat anak orang bersedih nantinya, apa lagi Jenny itu gadis yang baik, Mom tidak akan memberikan restu jika kau hanya ingin mempermainkannya!” Mom Bella terlihat begitu serius saat memberikan petuahnya pada sang anak.


“Kenn benar-benar mencintainya Mom, entah mengapa setiap Kenn berada di dekatnya, jantung kenn seperti di pacu berkali-kali lipat lebih kencang dari biasanya, padahal dulu saat selalu bersama Renata saja Kenn tidak pernah merasakannya, Kenn benar-benar bisa gila kalau sehari saja tidak melihat wajah Jenny, dia sudah mengisi kekosongan hati Kenny yang tak terbalas oleh Renata di dalam sini,” Tutur Kenny seraya menunjuk dadanya sendiri.


“Ha… kalau begitu kau memang benar-benar mencintainya Kenn, karena Mommy juga pernah merasakannya saat pertama kali bertemu dengan Papah mu,” Sahut Mom Bella setelah menghela nafasnya.


“Jadi, apa itu berarti Mom sudah merestui Kenny?” Mom Bella hanya mengangguk.


Dia tidak pernah mempermasalahkan status sosial seseorang yang akan menjadi pendamping putranya kelak, dia hanya ingin gadis yang putra semata wayangnya itu cintai adalah gadis yang baik yang bisa mencintai Kenny serta keluarganya dalam segala keadaan. Menjaga dan menemani Kenny hingga akhir usianya kelak.


“Terimakasih Mom, kalau begitu boleh kah Kenny meminta sesuatu sekarang?” Bujuk Kenny yang saat ini sedang bahagia bukan main.


“Kau pasti ingin Mommy mencabut semua hukuman mu kan?” Belum sempat Kenny mengungkapkan keinginannya, sang Mommy sudah lebih dahulu mengerti dan mencabut semua hukuman nya pada Kenny.


Tentunya dengan syarat-syarat yang harus Kenny tepati nantinya. Salah satunya yaitu masih tinggal di Apartemen sederhana yang Kenny tempati saat ini. Mom Bella hanya ingin lebih meyakinkan hatinya jika Jenny adalah menantu pilihannya yang tepat dan bisa menerima putranya meski dia sudah tidak memiliki kekayaan seperti saat ini sekali pun.


“Mom memang yang terbaik, Mom memang selalu tau apa yang Kenny inginkan!”.


“Baiklah, akan Mom kabulkan permintaanmu itu Kenn, tapi dengan syarat tentunya!" Ucap Mom Bella dengan seringai di bibirnya.


“Syarat? syarat apa Mom?” Tanya Kenny penasaran.


“Kau masih harus tinggal di Apartemen kecil itu Kenn,”.


“Dan kau juga masih harus memakai mobil kantor yang kau pakai saat ini, apa kau setuju?”.


“Baiklah, tapi Kenn juga punya satu permintaan lagi, Kenny ingin black card Kenny di aktifkan kembali, karena malam ini Kenny sudah berjanji akan mentraktir Jenny makan bersama dengan Erfan dan Renata,”.


“Mom tidak ingin kan kalau Putra Mom ini di permalukan oleh sepasang kekasih baru itu? apa lagi Erfan tadi sempat meledek kenn juga loh Mom,!” Rajuk Kenny seraya memelas dan memohon.


“Hm… baiklah, tapi kau harus menepati syarat-syarat yang Mom katakan tadi ya,”.


“Sebenarnya Mom hanya ingin menguji ketulusan Jenny saja padamu, kau juga pasti tidak ingin di kecewakan juga kan nantinya?” Tutur Mom Bella.


“Iya Mom, Mom benar, Kenny juga memang perlu menguji ketulusan dan perasaan Jenny,”.


“Kalau begitu sekarang Kenny pergi dulu untuk mempersiapkan jamuan makan malam nanti ya, bye Mom, I Love You!” Seru Kenny seraya mengecup dalam pipi sang Mommy sebelum benar-benar pergi meninggalkan Mommy nya.


“Haist! anak itu, akhirnya kau merasakan debaran cinta juga Kenn, semoga kali ini kau akan benar-benar bahagia dengan Jenny!” Gumam Mom Bella sambil menatap kepergian putranya.


Flash back done.


“Maaf ya, aku lupa membereskan apartemen nya sayang!” Sahut Kenny seraya memungut beberapa pakaiannya yang berceceran di lantai.


Jenny yang terbiasa merapihkan rumah segera membantu Kenny untuk merapihkan semua kekacauan yang ada di Apartemen tersebut. Di raihnya sebuah alat penyedot debu yang terlihat masih baru, dengan cekatan Jenny mengikat rambut indahnya dan mulai beraksi membersihkan setiap sudut hunian Kenny tersebut. Jenny paling tidak


“Sayang apa yang akan kau lakukan?” Tegur Kenny saat melihat Jenny memasukan beberapa pakaiannya ke dalam mesin pencucian baju.


“Mencuci baju! ini semua kotor kan, lagi pula sudah mengeluarkan bau yang tidak sedap! Kau benar-benar jorok Kenn!” Tutur Jenny yang tidak terlihat keberatan sedikit pun saat melakukannya.


“Tapi kau baru saja selesai membersihkan ruangan tamu tadi, kau istirahat saja ya! aku akan buatkan teh manis hangat sekarang, tunggu sebentar ya!” Jenny tidak mendengarkan apa yang Kenny ucapkan padanya, dia masih saja terus menyelesaikan pekerjaannya hingga selesai.


Di dapur yang letaknya tidak terlalu jauh dari tempat Jenny mencuci pakaian Kenny, terdengar sedikit jeritan dari mulut pria tampan itu.


“Awww! panas, huh…huh…!!” Ucap Kenny seraya mengibaskan tangannya yang terkena cipratan air panas saat membuat teh hangat untuk Jenny.


Karena panik, Jenny segera menghampiri Kenny yang ternyata sedang meniup tiup jari telunjuknya yang terkena cipratan air panas tadi.


“Astaga! kau baik-baik saja kan? sini ikut aku!” Jenny segera menggiring Kenny ke arah tempat pencucian piring di dapur tersebut dan menyalakan keran airnya.


Dengan lembut Jenny menarik tangan Kenny agar tersiram air yang mengalir dari keran untuk meredakan rasa panas yang meradang akibat cipratan air panasnya. Setelah di rasa cukup lama, Jenny kembali menutup keran airnya dan memasukkan jari telunjuk Kenny ke mulutnya dengan spontan.


“Wah, panasnya sudah hilang kau mem…” Kenny tercekat sekaligus terkejut karena Jenny memasukkan jari telunjuknya ke dalam mulut Jenny.


“Sa…sayang, apa yang kau lakukan? kenapa kau malah memasukkan jari telunjuk ku seperti


ini?” Ucap Kenny terbata.


Sejurus kemudian Jenny mengeluarkan kembali jari telunjuk Kenny dan menatap pria tampan itu dengan lekat.


“Kau ceroboh Kenn! bagaimana kau bisa melindungi ku kalau kau sendiri mudah terluka!” Tutur Jenny yang segera di bungkam oleh Kenny dengan bi*** tipisnya.


Cup…


Karena tidak tahan dengan ocehan Jenny yang menurutnya terdengar begitu menggoda itu, akhirnya membuat Kenny langsung meraup ceri kenyal berwarna merah itu dengan rakus. Kenny benar-benar selalu kehilangan kendali jika sudah beradu tatap dengan Jenny, apa lagi tindakan Jenny sebelumnya membuat Kenny benar-benar lepas kendali menahan hasr*** nya.


“Emm…” Jenny sampai tidak sadar mengeluarkan suara lengu*** nya, meski ciuman Kenny begitu mendadak, namun akhirnya dia bisa mengimbanginya dan ikut terhanyut dalam kenikmatan berpagutan tersebut.


.


.


.


.


.


.


.


Hayo... jangan traveling duluan ya otaknya 😁😁😁 mending kasih dulu dukungan terbaiknya buat Mommy biar tambah semangat upnya, ok! cus yuk tinggalkan like dan komentar terbaiknya, mau kasih gift sama vote nya juga boleh banget loh, Mom tunggu ya...


see you next episode...😘😘😘