Love Me Please Jenny

Love Me Please Jenny
Eps 170 # Perasaan Viky.



"Sudahlah Kenn, aku akan membantu Kenji membersihkan tubuhnya sekarang," Sahut Jenny melengos meninggalkan Kenny yang masih terdiam di ambang pintu kamarnya.


Jenny tak ingin berdebat, sesegera mungkin dia membawa sang putra ke dalam kamar mandi untuk membantunya membersihkan diri. Setelah selesai, Ken kecil segera naik ke atas tempat tidur untuk beristirahat, tak butuh waktu yang lama, pria kecil tampan nan menggemaskan itu pun langsung memejamkan matanya setelah sang Mommy membenarkan posisinya agar nyaman untuk tertidur.


"Ha... sekarang tinggal giliran ku yang membersihkan diri," Gumamnya setelah melihat sang putra terlelap dengan mudahnya.


Grepp...


"Emm..." Gumam Jenny saat sebuah tangan kekar membekap mulutnya dari belakang tubuhnya.


"Sutttt, jangan berisik sayang, Ken bisa terbangun lagi!" Bisik Kenny.


"Ya Tuhan, pria menyebalkan ini mau apa lagi sih?" Batin Jenny.


"Ikuti aku sayang, aku akan membantu mu membersihkan diri," Bisik Kenny lagi.


"Emm... emm..." Gumam Jenny seraya memberontak.


"Kenapa kau suka sekali memberontak sih, aku kan hanya ingin membantu sayang," Tutur Kenny seraya melepas bekapan tangannya di mulut Jenny.


Plakk... satu tamparan pun Jenny layangkan di salah satu pipi Kenny.


"Membantu kata mu?! kau pikir aku tidak tau apa maksud pikiran mu itu, dasar pria mesum! cepat keluar! aku tidak butuh bantuan mu!" Gerutu Jenny seraya mendorong punggung Kenny agar keluar dari kamar mandi yang baru saja mereka masuki tadi.


"Sayang, aku benar-benar hanya ingin membantu mu, kenapa kau selalu berpikir aku mesum? atau jangan-jangan, kau sendiri ya yang menginginkan aku mesum, hem?!" Goda Kenny seraya berbalik badan dan menangkap kedua pergelangan Jenny dengan cukup kuat.


"Lepas Kenn!!" Seru Jenny berusaha melepaskan diri.


Perlahan Kenny mendekatkan wajahnya untuk mengendus leher mulus Jenny, membuat sang empunya tubuh ramping itu sedikit tersentak dan meremang.


"Kenn... henti...kan!" Cegah Jenny.


"Emm... aku selalu merindukan aroma tubuhmu sayang," Gumam Kenny yang terus melancarkan aksinya menyusuri setiap inci area-area sensitif mantan istrinya itu.


"Ke...Kenn!!" Ucap Jenny yang perlahan terlena dengan tiap sentuhan yang Kenny berikan di area-area sensitifnya.


Sementara di paviliun, Viky masih terbayang-bayang dengan wajah cantik milik mantan istri sepupunya itu. Pria tampan blasteran itu nampak bimbang, jauh dari lubuk hatinya, Viky sudah sangat suka pada Jenny pada saat pandangan pertama, tapi setelah mengetahui jika Kenny mengejarnya lagi, di pun jadi di Landa gelisah antara harus merelakan perasaannya atau memperjuangkan rasa yang di milikinya itu.


"Tapi mereka kan sudah bercerai, jadi aku masih punya kesempatan yang sama kan?!" Batin Viky.


"Aku akan memperjuangkan perasaan ini, tapi untuk hasilnya nanti, biarlah Nona Alexa sendiri yang menentukannya, aku akan mencoba berlapang hati apa pun keputusannya nanti," Gumam Viky seraya beranjak dari sofa paviliun.


Pria tampan blasteran tersebut akhirnya memilih beristirahat di salah satu kamar tamu Mansion keluarga Alvaro. Kurang lebih 2 jam kemudian, Kenny baru saja merebahkan tubuh Jenny yang terkulai lemas akibat permainan terlarangnya kembali bersama sang mantan istri.


"Terimakasih sayang, semoga benih ku cepat tumbuh di dalam sini," Gumam Kenny seraya mengelus perut rata Jenny yang kini tengah tertidur setelah pergulatan panasnya.


Flash back 2 jam yang lalu.


"Kenn, hentikan! kumohon!" Seru Jenny di sela menahan has*atnya yang semakin memburu.


"Nikmati saja sayang, kali ini aku akan melakukannya dengan sangat lembut!" Sahut Kenny seraya kembali meraup bibir ranum Jenny yang sudah hilang kendali atas kewarasannya untuk menahan diri dari sentuhan Kenny.


Perlahan namun pasti, Kenny menggiring langkah mantan istrinya menuju ruang ke janya yang berada di samping kamarnya tersebut tanpa melepaskan pagutan bibi*nya. Sesampainya di ruangan kedap suara dan minim penerangan itu, Kenny semakin melancarkan aksinya agar benih yang dia tamah segera menuai hasil.


"Sayang, Jenn... apa kau baik-baik saja?!" Tanya Kenny ketika tak mendapat perlawanan lagi dari Jenny.


"Aku sudah terlalu lelah Kenn," Ucap Jenny parau.


"Ya sudah, aku akan menuntaskannya sekarang, kau tidurlah, sayang! biar aku yang membersihkan bekasnya nanti," Tutur Kenny yang menancap gas agar bibit unggulnya tertanam dengan cepat di ladang sang mantan istri.


Setelah membersihkan diri dan juga ladang sang mantan istri dari jejak petualangannya, Kenny segera menggendongnya ke arah tempat tidur king sizenya untuk merebahkan Jenny bersama sang putra yang sudah terlelap lebih dulu.


Flash back done.


Karena sama-sama kelelahan, Kenny akhirnya ikut terpejam di samping Jenny sambil memeluk tubuh ramping mantan istrinya itu dengan erat.


Tok...tok...tok...


"Kenn, apa kalian masih tidur?" Seru Mom Bella bertanya di balik pintu kamar Kenny.


Ceklek...


"Eh... tidak di kunci ya?!" Gumam Mom Bella saat memegang gagang pintu tak sengaja terdorong dan terbuka.


"Ya Tuhan... mereka ternyata masih tertidur, haa... pemandangan ini benar-benar menyejukkan, aku harus mengabadikannya!" Batin Mom Bella seraya mengeluarkan ponselnya dari saku pakaian yang dia gunakan.


Cekrek...Cekrek...Cekrek...


"Oma!!!" Seru Ken kecil yang ternyata terbangun akibat suara jempretan kamera ponsel sang Oma.


"Sutttt! ayo bangun! Oma sudah buatkan makanan untukmu sayang, biarkan saja Mommy dan Daddy mu tidur, sepertinya mereka masih butuh istirahat!" Tutur Mom Bella seraya mengajak sang cucu untuk keluar dari kamar tersebut.


Sepeninggalan Mom Bella dan Ken kecil, kamar yang masih di tinggali oleh sang pemiliknya itu kembali di ketuk seseorang. Dan seperti hal yang di lakukan Mom Bella tadi, seseorang itu segera mengintip masuk ke dalam saat pintu kamar Kenny tak sengaja terbuka.


"Ya Tuhan, bukannya mereka berdua sudah bercerai ya?! tapi kenapa mereka tidur bersama dengan posisi yang sangat intim begini?" Gumam Viky yang tak lain seseorang yang tadi berusaha memanggil Jenny untuk ikut makan malam bersama dengannya.


"Apa ini karena Nona Alexa juga masih mencintai Kenn?! ha... sepertinya aku memang harus mundur,". Keluh pria tampan blasteran tersebut.


Akhirnya Viky meninggalkan kamar Kenny dengan langkah gontaynya, Viky memilih pergi ke sebuah bar untuk menenangkan pikirannya yang galau saat itu.


"Kau mau kemana, Vik?" Tanya Papah Oscar saat Viky melewati ruang makan begitu saja.


"Viky mau keluar sebentar Om, Viky pergi dulu ya!" Sahut Viky seraya melanjutkan langkahnya.


"Anak itu kenapa? sepertinya tadi siang dia masih baik-baik saja deh?!" Tutur Papah Oscar.


"Sudahlah lah Pah, mungkin Viky ingin menikmati waktunya selama di sini, biarkan saja... dia kan sudah dewasa, dia pasti tau apa yang baik dan tidak baik untuknya sendiri," Sahut Mom Bella seraya menyuapi sang cucu.


.


.


.


.


.


.


.


Maaf buat teman-teman author yang belum aku mampir lagi, aku libur dulu baca dua hari kedepan ya, masih temenin bocil liburan di neneknya 😅✌🏻


See you next episode guys 😘😘😘