Love Me Please Jenny

Love Me Please Jenny
Eps 175 # Penyelamatan Kenji 2.



"Astaga!!! ini Bom!!" Panik Kenny.


"Daddy... aku takut!" Isak Ken kecil.


"Tenanglah sayang, Daddy akan mencari bantuan secepatnya," Sahut Kenny menenangkan sang putra.


Kenny segera meraih ponselnya dari saku jas yang dia kenakan. Di carinya kontak Erfan, setelah dapat Kenny segera menghubunginya untuk meminta bantuan.


"Fan, kau tau tim penjinak bom, kan?" Tanya Kenny langsung pada intinya setelah sambungan telepon terhubung.


"Penjinak bom?! apa kau sudah menemukan putramu Kenn??" Sahut Erfan balik bertanya. Pasalnya Kenny belum memberinya kabar jika Ken kecil sudah di temukan.


"Kenji sudah aku temukan, tapi di tubuhnya terpasang bom, kau cepatlah kirim petugas penjinak bom nya sesegera mungkin, aku tidak mau putraku terluka sedikit pun!!" Ucap Kenny terdengar frustasi.


"Ok, baiklah! kau tenang saja Kenn, kau kirim saja lokasi mu saat ini, aku akan segera ke sana sekarang juga bersama rekanku yang akan menjinakkan bom nya," Sahut Erfan seraya memutus sambungan teleponnya sepihak.


Pria tampan nan gagah itu segera menghubungi rekan kerjanya di bagian penjinakan bom dan segera menghampiri lokasi yang sudah Kenny kirimkan alamatnya sebelumnya.


Sementara di Rumah Sakit, Jenny baru saja sadarkan diri. Dia kembali menangis histeris saat tahu jika sang putra masih belum kembali.


"Nona, sebaiknya Nona sekarang istirahat saja ya! Dokter bilang tensi Nona sangat rendah, Nona juga belum sempat makan siang, kan! Nona makan dulu ya!" Bujuk Anggun seraya menenangkan.


Ceklek...


"Sayang... maafkan Mommy Jenn, semua ini karena Mommy tak menjaga cucu Mommy dengan baik, Mommy benar-benar menyesal," Tutur Mom Bella yang baru saja masuk ke dalam ruangan rawat Jenny.


"Sudahlah Mom, sebaiknya kita berdoa saja, semoga Kenji bisa segera di temukan dalam keadaan selamat," Sahut Jenny.


"Maafkan Mommy, Jenn! seharusnya Mommy tidak mengajaknya bermain di taman," Lirih Mom Bella seraya tertunduk di samping tempat tidur pasien yang Jenny gunakan.


"Sudahlah Mom, semuanya sudah terjadi! Jenny benar, sebaiknya kita berdoa saja, semoga Kenny dan yang lainnya bisa segera menemukan cucu kita," Seru Papah Oscar.


Kembali ke gudang terbengkalai, dimana Kenji masih terjebak dengan bom yang di lilitkan di perut kecilnya.


"Daddy... aku takut! aku ingin bertemu Mommy! huaaa... aku mau pulang Dadd..." Tangis Ken kecil.


"Sabarlah sayang, Daddy pasti membawa mu pulang bertemu Mommy jika sabuknya sudah terlepas, kau anak Daddy yang jagoan, bukan?! jadi kau harus kuat dan melawan rasa takut mu itu sayang!" Seru Kenny membujuk agar putranya sedikit tenang.


"Fan, apa masih lama ya? aku rasa putra ku sudah sangat ketakutan!" Tanya Kenny.


"Kita berdoa saja agar bomnya mudah di jinakkan Kenn, beruntung waktunya masih sangat lama, sepertinya pelakunya masih baru mengaktifkan bom tersebut," Sahut Erfan menjawab.


Tim Gegana pun terus melakukan tugasnya. Setengah jam kemudian akhirnya sabuk tersebut bisa di lepas dari tubuh mungil Ken kecil.


"Daddy..." Teriak Ken kecil seraya memeluk sang Daddy yang segera di balas oleh Kenny dengan pelukan yang begitu erat.


Rasa lega seketika melebur semua kekhawatirannya saat sang putra bisa terlepas dari jebakan bom yang melilit tubuh mungil Ken kecil.


"Aku mau bertemu Mommy, Dadd!! aku ingin pulang!!!" Rengek Ken kecil.


"Tentu sayang, Daddy akan membawamu pada Mommy sekarang juga, Mommy pasti senang jika tau kau sudah Daddy temukan," Tutur Kenny seraya menggendong sang putra dan membawanya pergi dari gudang terbengkalai tersebut.


Di semak-semak tak jauh dari lokasi penyekapan Ken kecil. Mark terlihat kecewa karena rencananya gagal begitu saja dengan mudah. Pria bertubuh tambun itu kembali menyusun rencana untuk membalaskan kesedihannya karena di tinggalkan orang-orang yang dia cintai.


"Brengsek! aku pasti akan kembali untuk menghancurkan mu Kenny Alvaro!" Rutuk Mark.


Selama di perjalanan, Ken kecil sama sekali tak melepaskan pelukan Daddy-nya. Sepertinya, penculikannya membuat Ken kecil trauma akan orang asing. Al hasil pria kecil tampan nan menggemaskan itu terus menempel pada Kenny.


"Kita memang mau menemui Mommy, sayang! Mommy ada di dalam sedang istirahat, jadi kau tidak boleh rewel lagi ya, Mommy bisa terganggu dan semakin cemas jika kau terus merengek," Tutur Kenny seraya membingkai wajah sang putra dengan kedua telapak tangannya.


"Aku janji tidak akan rewel lagi Dadd, aku sayang Mommy, aku ingin segera bertemu dengan Mommy!!" Sahut Ken kecil seraya menghapus air matanya sendiri. Dan hal itu benar-benar terlihat menggemaskan bagi siapa saja yang melihatnya.


"Good boy! ini baru jagoan Daddy!" Sahut Kenny seraya mengacak pucuk kepala sang putra dengan gemas serta menghujaninya ciuman sayang.


Sejurus kemudian, mereka berdua pun tiba di depan ruangan rawat Jenny. Tanpa mengetuk atau pun berucap, Ken kecil segera turun dari gendongan sang Daddy yang sejak tadi tak membiarkannya turun demi menghampiri sang Mommy.


"Mommy...." Teriak Ken kecil seraya menghampiri tempat tidur pasien yang Jenny gunakan dan beranjak naik ke atasnya.


"Ken!!! kau selamat sayang, Mommy benar-benar mengkhawatirkan mu sayang!!!" Sahut Jenny seraya memeluk serta menghujani ciuman di kepala dan wajah sang putra.


"Apa kau ada yang terluka?! Ya Tuhan, syukurlah Mommy sangat lega sayang," Ucap Jenny seraya melerai pelukan sang putra dan menelisik setiap inci tubuh mungil Ken kecil.


"Mom, apa Mommy sakit?! kenapa Mommy tidur di sini?" Tanya Ken kecil.


"Mommy hanya terlalu lelah dan khawatir padamu sayang, lain kali jika bermain di taman jangan bermain jauh-jauh dari orang yang menemanimu ya sayang!" Petuah Jenny pada sang putra.


"Hem... Ken janji, Mom!" Ucap Ken kecil seraya kembali memeluk Mommy nya.


"Syukurlah... sayang! Oma ikut lega karena kau sudah kembali, dimana kau menemukan Kenji, Kenn?! apa kau menangkap penculiknya juga?!" Tutur Mom Bella bertanya.


"Kenn menemukan Kenji di sebuah gudang terbengkalai, Mom! tapi sayangnya si penculik sudah kabur lebih dulu sebelum kita datang, sepertinya dia sudah tau jika Kenny sudah menemukan tempat penyekapan nya," Sahut Kenny.


"Astaga! seharusnya kau mencari pelakunya hingga dapat Kenn, kau harus selidiki lebih lanjut, karena bisa saja orang tersebut kembali berbuat jahat pada kalian, Papah rasa orang itu pasti akan kembali untuk membuat kekacauan." Tutur Papah Oscar.


"Papah benar Kenn, sebaiknya kau menyelidikinya lagi." Sahut Mom Bella.


"Dan kalian berdua, sebaiknya sekarang kalian tinggal di mansion saja dengan Mommy, Mommy takut keamanan kalian terancam lagi, kalian mau ya!" Seru Mom Bella membujuk.


"Mommy benar sayang, kau tinggalkan di mansion untuk sementara waktu, aku pasti akan menangkap pelakunya sampai dapat!" Ucap Kenny menambahkan.


"Tapi kita sudah tidak memiliki hubungan apa pun, Kenn! aku akan tinggal di Apartemen Kak Jo saja bersama Ibu dan Oma, sebelumnya aku dan Kenji juga sangat aman berada di sana, jadi aku rasa kali ini pun akan sama, aku juga yakin jika Kak Jo tidak akan membiarkan kami berdua dalam bahaya," Tutur Jenny menyangkal.


"Tapi Jenn... " Sahut Kenny tercekat.


"Ya sudah, Kenn! kau tak perlu memaksakan. kehendak, Papah rasa yang di katakan Jenny ada benarnya, Jo pasti tidak akan mungkin membiarkan mereka berdua dalam bahaya juga, kan?! sebaiknya kau sekarang ikut Papah sebentar, ada yang ingin Papah sampaikan padamu!!" Seru Papah Oscar.


Pria paruh baya yang terlihat masih gagah dan tampan itu berlalu dari ruangan Jenny, di susul oleh Kenny yang mau tak mau mengikuti permintaan sang Papah yang menyuruhnya untuk mengikuti keluar dari ruangan rawat Jenny.


.


.


.


.


.


.


.


Kira-kira Papa Oscar mau bicara tentang hal apa ya sama Kenny??? penasaran kan... ikuti terus kelanjutan ceritanya ya guys, see you next episode... 😘😘😘