
Ceklek… Suara pintu di buka…
“Hai Fan, apa kabar? apa aku mengganggu mu?” Sapa si wanita dengan gaya khas menggodanya.
“Ge, aku pikir siapa tadi, ayo masuk!” Sahut Erfan setelah mengetahui siapa yang bertamu ke Apartemennya.
“Terimakasih,” Ucap Gea yang tak lain wanita yang bertamu ke Apartemen Erfan pagi itu.
“Ada perlu apa kau datang kemari, sepertinya kita sudah sangat lama tidak bertemu,” Tutur Erfan berbasa-basi.
“Kau benar Fan! kita sudah lama sekali tidak bertemu, aku hanya rindu dengan teman-teman kuliahku dulu, ku dengar kau sudah menikah ya dengan Renata? selamat ya,” Tanya Gea.
“Kau tau dari siapa? oh… pasti Kenny ya yang memberitahu mu!” Ucap Erfan menjawab.
“Ya, aku memang tau darinya Fan,”.
“Oh iya, aku harap kau dan Renata bisa hadir nanti malam, aku ingin membuat acara reuni di salah satu klub malam yang berada di pusat kota, ku harap kau bisa hadir ya bersama Renata!” Ucap Gea.
“Emm… malam ini ya, aku usahakan ya, aku juga harus bertanya pada Renata dulu,” Sahut Erfan menjawab.
“Oh iya, kau mau minum apa? aku sampai lupa belum menawari mu minum!” Seru Erfan menawarkan minuman untuk Gea.
“Kau tidak perlu repot-repot Fan, aku hanya ingin menyampaikan hal itu saja ko, aku akan pergi lagi sekarang, sampaikan salam ku untuk Renata ya, aku sangat mengharapkan kehadiran kalian berdua, bye Fan.” Gea beranjak dan mencium pipi kanan dan kiri Erfan secara bergantian dan sengaja meninggalkan jejak lipstick yang dia gunakan di kedua pipi Polisi tampan tersebut.
“Ok bye,” Sahut Erfan tanpa menaruh curiga sedikit pun.
Setelah kepergian Gea, Erfan kembali ke kamarnya untuk mencari keberadaan sang istri tercinta. Erfan langsung menghampiri kamar mandi kamarnya setelah mendengar suara gemercik air dari dalam kamar mandinya.
“Sayang, aku ikut mandi ya! kita mandi sama-sama,” Teriak Erfan di balik pintu kamar mandi kamarnya.
“Aku hampir selesai Fan, tunggu sebentar lagi ya, kau bisa mandi setelah aku selesai nanti,” Sahut Renata tak kalah berteriak dari dalam kamar mandi.
“Ha… padahal kan aku masih ingin nambah ronde, lagi pula masih jam 10 ko, hm… ya sudahlah, sebaiknya aku rebahan lagi saja deh sebentar,” Gumam Polisi taman tersebut seraya beranjak ke atas tempat tidurnya.
10 menit kemudian Renata sudah selesai dengan ritualnya membersihkan diri. Di lihatnya sang suami yang ternyata sudah kembali terlelap di atas tempat pergulatan panas mereka setiap malamnya.
“Ish… dasar pria breng***, baru di tinggal mandi sebentar aja sudah berani selingkuh di belakang aku ya, bangun! cepat bangun!” Gerutu Renata setelah melihat jejak lipstick di kedua pipi suaminya seraya memukul-mukul lengan dan dada bidang milik suaminya.
“Astaga! sayang, ada apa ini? siapa yang selingkuh? aku tidak mungkin selingkuh Re, kau pasti hanya salah paham. Re! hentikan sayang! aku tidak mengerti dengan ucapan mu," Tutur Erfan yang masih berusaha mengumpulkan sisa kesadarannya.
“Sayang… sayang… kau pasti memanggilnya sayang juga kan tadi, pantas saja akhir-akhir ini kau selalu pulang terlambat, ternyata kau sedang berselingkuh ya di belakangku,” Gerutu Renata dengan segala emosinya.
“Sayang, aku benar-benar tidak selingkuh darimu, aku memang sibuk akhir-akhir ini, kenapa kau malah jadi menuduhku yang tidak-tidak sih?” Sahut Erfan yang tak kalah kesal saat sang istri menuduhnya yang tidak-tidak.
“Lalu jejak lipstick siapa yang ada di pipi kanan dan kiri mu itu? bukannya itu sudah jelas dari seorang wanita!” Ketus Renata.
“Lipstick? astaga! wanita itu berulah lagi ternyata,” Gumam Erfan seraya melihat keadaan wajahnya di cermin di kamarnya.
“Jadi benar kan ada wanita lain selain aku, kau benar-benar jahat Fan! aku membencimu! aku tidak mau tinggal bersamamu lagi!” Lirih Renata dengan di temani isak yang mulai terdengar meluncur dari bibir ranumnya.
Kedua matanya pun tak kalah meluncurkan bulir bening yang membasahi kedua pipi putihnya, gadis itu benar-benar kecewa pada suaminya yang dia pikir sudah mengkhianati pernikahannya.
“Astaga! sayang! jangan menangis, aku bersumpah atas nama kedua orangtuaku, aku tidak pernah selingkuh sayang, dan lipstick ini! kalau kau mau tau pemiliknya, dia adalah Gea! tamu yang mengganggu kita pagi ini.” Renata berhenti menangis, dia menajamkan pendengaran dan juga matanya ke arah sang suami.
“Gea? untuk apa wanita genit itu kemari? pasti dia sempat menggoda mu ya tadi!” Ucap Renata.
“Reuni? kenapa aku jadi tidak enak perasaan ya?” Gumam Renata pelan, namun masih bisa di dengar oleh suaminya.
“Kau kenapa muram begitu sih? sebaiknya kau percaya padaku, aku tidak mungkin selingkuh dan membuatmu sakit hati, dari dulu dan selamanya cintaku hanya untuk mu, sayang!”.
“Fan, apa Gea juga akan mengajak Kenny ke acaranya?” Tanya Renata.
“Kau kan tau sendiri bagaimana wanita itu mengejar-ngejar Kenny, dia pasti mengundangnya juga lah Re, kau ini seperti tidak tau sifatnya Gea saja,” Kekeh Erfan di ujung ucapannya.
“Justru itu Fan, kenapa aku jadi takut kalau dia macam-macam sama Jenny ya? aku takut apa yang pernah aku alami dulu terulang pada Jenny nanti,” Tutur Renata mengungkapkan kecemasannya.
Renata sangat hafal dengan perangai wanita licik bernama Geandra itu, dia akan menghalalkan segala cara demi mendapatkan apa yang dia inginkan.
“Astaga! kau benar sayang, apa aku hubungi Kenny saja ya supaya tidak mengikut sertakan Jenny jika dia di undang juga,”.
“Jangan! sebaiknya kita lihat dulu saja permainan wanita licik itu, kira-kira kali ini Gea akan berbuat hal apa untuk mendapatkan si Kenny, aku yakin dia pasti semakin terobsesi saat ini,” Tutur Renata.
“Hm… baiklah, kenapa saat ini kau jadi lebih pintar dariku, sepertinya kecerdasan intelektual ku sudah menular padamu ya sayang,” Goda Erfan seraya mengendus leher jenjang istrinya yang hanya masih menggunakan handuk yang melilit di batas dada hingga atas pahanya saja.
“Haist! kumat lagi kan mesumnya, ayo lah Fan, kita bisa telat cek up kalau terus melanjutkannya,” Ucap Renata sambil mencoba melepaskan diri dari kurungan sang suami yang terus menggodanya.
“Kau terlalu menggoda sayang, tapi kali ini aku akan menurut padamu, aku mandi dulu ya,” Erfan mengecup sekilas bi*** ranum istrinya sebelum melenggang ke arah kamar mandi.
*******
“Halo Tan? ada apa ya?” Seru Jenny dalam sambungan telepon dengan Mommy Bella.
“Sayang! kenapa masih memanggil Mommy dengan sebutan Tante sih,”.
“Eh… Jenny hanya lupa Mom, maaf ya!” Sahut Jenny terdengar memelas.
“Hm… ok deh, Mom maafkan kali ini. Jenn! apa kalian sedang ada masalah?” Tanya Mom Bella seraya memanyunkan bi***nya seolah Jenny melihatnya.
“Mommy sebenarnya sudah sangat tidak sabar ingin melihat kalian menikah sayang, kalau kalian ada masalah bicarakan baik-baik ya, atau kalau kau butuh bantuan Mom, Mom siap ko, asal itu membuat kalian bisa kembali berdamai,” Tutur Mom Bella dengan segala keinginannya.
“I…iya Mom, Mom doakan saja ya, tapi maaf sepertinya Jenny harus kembali bekerja sekarang, Jenny tutup dulu teleponnya ya,” Seru Jenny menghindar.
.
.
.
.
.
.
.
See you next episode guys... 😘