
Pria paruh baya yang terlihat masih gagah dan tampan itu berlalu dari ruangan Jenny, di susul oleh Kenny yang mau tak mau mengikuti permintaan sang Papah yang menyuruhnya untuk mengikuti keluar dari ruangan rawat Jenny.
"Ada apa Pah?" Tanya Kenny setelah mereka berdua keluar dari ruangan rawat Jenny.
"Kenn, Papah curiga pelaku penculikan ini bukan orang biasa, Papah sarankan kau terus menyelidikinya dan menangkap orangnya sampai dapat," Tutur Papah Oscar.
"Kenny pasti menyelidikinya Pah, Kenny juga sudah meminta bantuan Erfan untuk mencari tau alasan penculik itu menyekap Kenji," Sahut Kenny.
"Bagus, jika kau butuh bantuan segeralah hubungi Papah, Kenn!" Seru Papah Oscar seraya menepuk sebelah bahu Kenny.
"Iya, Pah!" Jawab Kenny.
Tak berselang lama, Viky menghampiri mereka dengan raut wajah yang begitu panik.
"Om... Mommy ada di dalam, kan?!" Tanya Viky dengan nafas yang masih memburu.
"Iya Vik, tapi ada apa? kenapa kau sampai tersengal begini?!" Sahut Papah Oscar balik bertanya.
"Nenek, Om! Nenek kondisinya semakin memburuk, Mamih bilang baru saja Nenek di larikan kembali ke ruang ICU!" Tutur Viky.
"Astaga! ya sudah kalau begitu kita harus beritahu Tante mu sekarang!" Seru Papah Oscar.
"Pah, apa tidak sebaiknya Papah dan Mommy menyusul saja ke sana, Kenn khawatir jika Nenek membutuhkan kalian juga di sana!" Usul Kenny.
"Kau benar! Papah akan mengajak Mommy untuk menjenguk Nenek segera, tapi... bagaimana dengan Jenny, Kenn?" Tanya Papah Oscar.
"Kenny akan menjaganya, Pah! jika dia sudah di perbolehkan pulang, Kenn akan mengajaknya ke sana, menyusul!" Sahut Kenny menjawab.
"Ya sudah, biar Viky beritahu kabar ini dulu pada Mommy ya Om," Ucap Viky seraya masuk ke dalam ruangan rawat Jenny.
Ceklek...
"Mom, Nenek kembali masuk ICU!" Ucap Viky setelah berhasil masuk ke dalam ruangan rawat Jenny.
"Astaga! lalu bagaimana keadaannya saat ini Vik? ya Tuhan, kenapa cobaan ini bertubi-tubi sekali," Isak Mom Bella.
"Mom yang sabar ya, semoga Nenek baik-baik saja!" Sahut Jenny.
Ceklek...
"Mom, kita harus menjenguk Mamih sekarang!" Seru Papah Oscar yang ikut masuk menyusul Viky.
"Iya Pah, Mommy ingin segera ke sana sekarang juga, Mommy ingin tau keadaan Mamih," Sahut Mom Bella.
"Kalau begitu, Viky akan atur keberangkatan kita untuk ke sana Mom, Viky pamit dulu ya!" Seru Viky.
"Kita sama-sama saja Vik, Mommy juga harus pulang ke mansion dulu untuk bersiap-siap," Sahut Mom Bella.
Mom Bella, Viky dan juga Papa Oscar akhirnya berpamitan pada Jenny dan juga Kenny. Sepeninggalan orang-orang tersebut, suasana ruangan rawat Jenny terasa semakin sepi karena Kenji sudah terlelap tidur di sofa ruangan rawat Jenny.
"Sayang, apa kau ingin makan sesuatu?" Tanya Kenny memecah keheningan.
"Tidak Kenn, aku tidak ingin apa pun, sebaiknya kau saja yang makan, kau juga belum sempat makan juga kan sejak pagi," Sahut Jenny.
"Aku tidak berselera, sayang! aku masih tidak tenang karena penculik anak kita masih belum tertangkap," Ucap Kenny seraya mendekatkan sebuah kursi tunggu di samping tempat tidur pasien yang Jenny gunakan.
"Tapi kau butuh tenaga yang banyak untuk itu semua, Kenn! jadi... makanlah sesuatu agar kau juga tak ikut sakit seperti ku," Seru Jenny.
"Baiklah sayang! aku akan memesan makanan online saja," Tutur Kenny seraya mengotak-atik ponselnya.
"Apa kau ingin aku pesankan makanan juga?" Tanya Kenny.
"Tidak perlu Kenn, tapi sebaiknya kau pesankan makanan untuk Kenji saja, dia pasti sangat lapar jika nanti terbangun!" Jawab Jenny.
"Baiklah,".
Tak lama terdengar pintu yang di ketuk dari luar. Dengan segera Kenny beranjak dan memeriksa siapa yang datang.
Ceklek...
"Kak..." Sapa Kenny.
"Mana adik dan keponakanku?!" Tanya Aldo seraya melebarkan langkahnya memasuki ruang rawat Jenny.
Setelah Aldo mendapat kabar jika keponakannya hilang, dia segera kembali dari pekerjaannya di luar kota.
"Itu tidak penting Jenn, bagaimana keadaannya?!" Tutur Aldo seraya menghampiri sang ponakan yang kini tengah tertidur pulas setelah Mom Bella menenangkannya.
"Kenji baru saja tertidur Kak, dia sudah jauh lebih tenang sekarang," Jawab Jenny.
"Kak, aku benar-benar minta maaf, aku benar-benar tak bisa melindungi putraku," Lirih Kenny.
"Sudahlah! yang penting sekarang kau harus mendapatkan pelakunya hingga dapat, jangan sampai kejadian ini terulang lagi, jika itu sampai terjadi, aku tidak akan pernah memaafkan mu!" Tegas Aldo.
"Aku pasti akan mendapatkan pelakunya Kak, aku janji!" Seru Kenny berjanji.
Sejurus kemudian pintu ruang rawat Jenny kembali di ketuk seseorang dari luar ruangan. Kali ini pesanan makanan yang datang di antar seorang kurir.
"Kak, ayo kita makan bersama!" Tawar Kenny.
"Tidak, aku harus pulang sekarang, kau jagalah adik dan keponakan ku dengan baik, aku masih harus kembali bekerja sekarang," Tolak Aldo.
"Apa Mirea tau jika Kakak kemari?!" Tanya Jenny.
"Tidak, Jenn! makannya Kakak akan menemuinya dulu sebelum kembali ke Kota A," Sahut Aldo menjawab.
"Ya Sudah, kalau begitu berhati-hati lah Kak jika mau kembali bekerja," Ucap Jenny.
"Hm... pasti Jenn, kau cepat sembuh ya, kabari Kakak jika terjadi apa-apa lagi," Seru Aldo seraya melihat jam di pergelangan tangannya.
"Aku suruh Tian mengantar ya, Kak!" Tawar Kenny.
"Tidak perlu, aku bawa kendaraan sendiri ko, kau jagalah adik dan keponakanku dengan baik, aku tidak mau kejadian ini terulang lagi!" Tutur Aldo.
"Aku pasti menjaga mereka lebih baik lagi Kak, Emm... apa ini bisa aku jadikan restu dari mu, Kak?!" Tanya Ken y memberanikan diri di akhir perkataannya.
"Mungkin! ya sudah, aku pergi sekarang ya Jenn, segeralah sembuh sayang," Sahut Aldo seraya mengecup kening Jenny.
Di Negara Nenek Martha di rawat, saat ini semua alat medis terlihat terpasang di beberapa bagian tubuh wanita renta itu. Kedua orangtuanya Viky yang menunggu tak henti-hentinya memanjatkan doa saat Nenek Martha di tindak di ruang ICU. Kesehatan Nenek Martha akhir-akhir ini memang sangat buruk, bahkan beliau sampai beberapa kali harus di tindak untuk menyetabilkan kondisi kesehatannya yang terus memburuk.
"Pih, Bella kenapa lama sekali ya?! aku takut jika Mamih tak tertolong," Isak Mom Regina yang tak lain Mommy Viky.
"Tenang lah, Mom! semoga saja Mamih bisa bertahan dan kembali sembuh, sebaiknya kita terus berdoa, semoga Tuhan memberikan keajaibannya untuk Mamih," Sahut Papah Kevin.
"Semoga saja ya Pih, aku benar-benar takut kehilangan Mamih," Lirih Mom Regina.
Sudah hampir 3 jam Nenek Martha di tindak di ruangan ICU, lampu yang menyala menandakan jika proses tindakan pada Nenek Martha masih berlangsung. Hingga akhirnya Mom Bella, Papah Oscar dan Viky tiba di Rumah Sakit tempat Nenek Martha di rawat.
"Gin... bagaimana keadaan Mamih?" Tanya Mom Bella.
"Mamih masih di dalam Kak, aku benar-benar takut jika Mamih sampai tak tertolong," Isak Mom Regina.
"Ya Tuhan... berilah keajaiban mu pada Ibunda kami, biarkan Mamih sehat kembali seperti sedia kala, kami sangat rindu berkumpul lagi dengannya," Tutur Mom Bella memanjatkan doa.
"Amin, Mom! Viky pesankan kalian makan malam ya, kalian pasti belum makan, kan?!" Sahut Viky.
.
.
.
.
.
.
.
Mohon doa nya ya guys, Ibunda Mommy lagi sakit nih, semoga beliau lekas sembuh seperti sedia kala, Aamiin Allahumma Aamiin...
See you next episode 😘😘😘