Love Me Please Jenny

Love Me Please Jenny
Eps 81 # Sama-sama tak terbiasa



“Pergilah Kenn, kau Tuan rumahnya malam ini, kau harus menjamu semua tamu yang hadir,” Sahut Nenek Martha seraya mengukir senyum di bi***nya.


“Kalau begitu Kenny sapa para tamu dulu ya Nek,”.


“Ayo Ge! sepertinya banyak para tamu ku yang menanyakan kehadiran mu malam ini,” Gumam Kenny seraya berjalan menjauhi Nenek Martha dan tak dapat di dengar wanita paruh baya itu.


Pesta peresmian pun usai, saat ini Kenny benar-benar lelah sekaligus khawatir karena istrinya tidak dapat di hubungi. Kenny segera meminta Tian untuk mencari keberadaan istrinya saat itu juga, namun baru saja Tian hendak melangkah, ponselnya berbunyi dan menunjukkan nomer Jenny di layar pipih nya.


“Tuan! Nona menelepon!” Seru Tian seraya menyerahkan ponselnya pada Kenny setelah menggeser gambar hijau di layar ponselnya.


“Kenapa dia malah menelepon mu?” Gumam Kenny bertanya seraya menerima ponsel milik Tian.


“Kenn, haciuhh…” Sapa Jenny terdengar flu.


“Sayang! apa kau baik-baik saja? kau ada di mana sekarang? kenapa kau pergi tidak bilang padaku?” Tanya Kenny panik seraya memborong pertanyaan yang sejak tadi sudah bersarang di otaknya.


“Aku ada di Rumah Sakit, haciuhh… aku sudah berusaha menghubungimu tadi, tapi sepertinya kau begitu sibuk, jadi aku memutuskan menunggumu selesai.” Tutur Jenny di sela flu yang melanda dirinya saat ini.


“Kau menghubungi ku? tapi sejak tadi ponsel ku aku pegang dua-duanya sayang, dan tidak ada satu pun daftar riwayat panggilan tak terjawab dari nomormu, di ponsel ku.” Sahut Kenny yang memang tidak menemukan daftar riwayat panggilan tak terjawab dari istrinya.


“Mungkin kau tadi sedang sibuk Kenn, kalau aku boleh tau apa kau tadi bersama Gea?” Tanya Jenny yang di jawab ragu-ragu oleh Kenny. Pasalnya Kenny tidak ingin Jenny kembali salah paham padanya.


“I…iya sayang, aku memang bersamanya sepanjang acara tadi, karena dia yang akan menangani perusahaan ku di Negara ini, jadi aku sekalian memperkenalkannya kepada semua kolega bisnisku tadi. Tapi kami tidak melakukan apa pun lagi ko selain urusan bisnis.” Papar Kenny menjelaskan.


Jenny terdengar menghela kasar nafasnya di seberang telepon sana, dia terdengar sedikit kecewa dengan jawaban suaminya yang membenarkan keberadaan Gea yang sejak tadi bersama dirinya selama acar berlangsung. Jenny menduga jika Gea yang sudah menghapus semua daftar riwayat panggilan teleponnya di ponsel Kenny, tapi kenapa Kenny sampai bisa kecolongan?.


“Hm… ya sudah kau selesaikan saja acaranya, aku bisa beristirahat sendiri.” Ucap Jenny seraya mengakhiri sambungan teleponnya secara sepihak.


Tut..tut…tut…


“Ha… dia pasti salah paham lagi, astaga! kenapa dia mudah cemburuan seperti ini sih? padahal kan aku jelas-jelas begitu mencintainya.” Batin Kenny seraya menyerahkan ponsel milik Tian pada sang empunya dengan lesu.


“Nih… sebaiknya kau lacak dimana istriku berada sekarang, dia bilang dia sedang berada di Rumah Sakit saat ini, ayo! kita sambil cari dia!” Seru Kenny memerintah.


Flash back start.


“Mumpung Kenn masih asik mengobrol, aku akan hapus semua panggilan dari istri gilanya ini, jadi dia tidak akan mencari wanita gila itu lagi sekarang,” Gumam Gea saat Kenny tengah asik menyapa beberapa koleganya.


“Ha… Kenn… Kenn, ternyata kau begitu mudah di takluk kan sekarang!” Ucapnya lagi seraya menunjukkan seringai di bi***nya.


Tak berapa lama Kenny kembali menghampiri Gea dan memasukkan ponselnya yang tadi tergeletak di atas meja minuman.


Flash back done.


Saat ini, Kenny dan Asisten andalannya tengah berada di dalam mobil yang membawa mereka ke sebuah Rumah Sakit dimana tempat Jenny di rawat, Dengan mudah Tian mendapatkan informasi keberadaan Jenny karena sebelumnya Jenny sudah memberikannya alamat Rumah Sakit tersebut. Sedangkan Jonathan, memilih pulang setelah Jenny meyakinkannya jika dia akan baik-baik saja tanpa bantuannya lagi.


“Silahkan Tuan, Nona ada di lantai 5.” Tutur Tian seraya menunjukkan jalan pada Kenny.


Setelah sampai di depan ruangan.


Ceklek…


“Sayang! apa yang sebenarnya terjadi? kenapa kau bisa di rawat di sini? dan siapa yang sudah membawamu?” Tanya Kenny bertubi-tubi, namun tak satu pun di jawab oleh Jenny yang malah memunggunginya.


“Sayang! aku minta maaf, aku tau aku salah, aku…” Kenny tak dapat melanjutkan ucapannya lagi kala dia melihat telapak tangan sang istri yang sudah melayang di udara. Pertanda jika dirinya tidak boleh berbicara lagi saat itu.


“Sayang!” Seru Kenny berusaha membujuk.


“Cukup Kenn, aku ingin istirahat sekarang.” Tegas Jenny tanpa menoleh ke arah sang suami.


“Kenapa harus mencemaskan ku kalau sudah ada wanita genit yang menemani mu tadi? kau pasti senang kan bisa menghabiskan waktu bersama wanita seksi seperti wanita genit itu.” Ucap Jenny seraya menahan isak yang hampir lolos dari bi***nya.


“Sayang, kau salah paham, aku tidak pernah senang di dekati wanita lain selain dirimu, apa lagi dengan Gea, dia hanya rekan bisnis ku saja, tidak lebih!” Sahut Kenny menjelaskan.


“Sepertinya aku harus mengumpulkan bukti agar Kenny bisa melihat keburukan wanita genit itu,” Batin Jenny.


“Sayang, kau percaya kan padaku?” Tutur Kenny bertanya.


“Entahlah Kenn, aku benar-benar lelah sekarang, aku ingin tidur!” Jenny menutupi tubuhnya sendiri dengan selimut Rumah Sakit hingga menutupi kepalanya.


“Aku ikut berbaring di sini ya sayang, aku tidak akan bisa tidur jika tidak memeluk mu,” Ucap Kenny sambil mencoba mencari celah di atas tempat tidur pasien yang Jenny gunakan saat itu.


Setelah berjuang mencari posisi yang nyaman akhirnya Kenny pun menyerah. Dia memilih tidur di sofa yang berada di dalam ruangan rawat Jenny. Dengan susah payah pria tampan itu memejamkan matanya yang lelah meski sesekali Kenny membalik-balikkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri untuk mencari posisi yang nyaman.


“Kenapa aku jadi sulit tidur sih, padahal kan tadi aku begitu mengantuk!” Batin Jenny.


Dilihatnya tubuh sang suami, yang sepertinya sama-sama tak bisa tertidur dengan lelap di atas sofa ruangan tersebut. Jenny beranjak dan menghampiri Kenny, perlahan dia membalikkan tubuh Kenny yang kini membelakanginya. Setelah Kenny berbalik Jenny segera menjatuhkan dirinya di atas dada bidang sang suami, menghirup aroma maskulin kesukaannya dengan begitu dalam, hingga tak lama kemudian suara dengkuran halus pun terdengar merdu dari mulut manis gadis cantik itu.


“Ha… kenapa harus jual mahal sih kalau sama-sama tersiksa tidur masing-masing,” Gumam Kenny sambil mengubah posisi tubuhnya agar jauh lebih nyaman untuk memeluk istrinya yang sudah terlelap di atas dada bidangnya.


Pagi harinya, Jenny di kejutkan dengan ciuman bertubi-tubi yang Kenny sematkan di wajah dan bi*** ranum istrinya itu.


Cup…


Cup…


Cup…


“Emm… astaga! apa yang kau lakukan Kenn?” Ucap Jenny setelah membuka matanya.


“Membangun kan mu sayang, ayo! kau sudah nampak begitu sehat sekarang, sebaiknya kita pulang saja ya hari ini!”.


“Memangnya Dokter sudah membolehkan ku pulang ya hari ini?” Tanya Jenny.


“Belum tentu sih, tapi aku tidak tega jika kau berlama-lama di Rumah Sakit ini sayang, sebaiknya kita istirahat di rumah saja ya, aku akan mengurus kepulangan kita hari ini juga, bagaimana?”.


“Emm… aku terserah padamu saja Kenn, ya sudah aku akan membersihkan diri dulu sekarang!” Jenny beranjak dan memasuki kamar mandi.


.


.


.


.


.


.


.


See you next episode guys…😘😘😘


Jangan lupa jejak dukungannya ya 🤗🤗🤗