
“A…apa? pesawat pribadi?” Jenny ternganga setelah mendengar penjelasan dari Tian.
Dengan di bantu Kenny, akhirnya Jenny duduk di kursi ternyaman yang bersampingan langsung dengan suaminya. Kenny membantu Jenny dengan sabar dan memasangkan sabuk pengaman pada istrinya sebelum mereka siap untuk lepas landas.
“Kenn! ini penerbangan pertama ku, kau jangan jauh-jauh dariku ya! aku takut… ini tidak akan menyakitkan bukan?” Tutur Jenny menyampaikan kegelisahannya seraya mere*** tangan suaminya dengan kuat.
“Tenanglah sayang, aku akan selalu berada di sampingmu! Ini tidak akan lama ko!” Sahut Kenny mencoba menenangkan istrinya dengan mengusap lembut punggung tangan Jenny.
Di menit selanjutnya pesawat pribadi milik keluarga Alvaro tersebut benar-benar lepas landas dan mengapung di udara. Jenny yang benar-benar gugup dan ketakutan tak hentinya merapal kan doa di dalam hatinya seraya memejamkan mata. Hingga akhirnya Kenny menegurnya karena kini pesawat sudah terapung di udara dan berjalan lancar tanpa tekanan dan gangguan lainnya lagi.
“Sayang kau sudah bisa membuka mata indah mu sekarang, ayo! sebaiknya kita pindak ke kamar saja ya!” Seru Kenny yang membuat Jenny mengerutkan kedua alisnya.
“Ayo! apa kau tidak ingin merebahkan tubuhmu ya, perjalanannya akan memakan waktu yang cukup lama, sebaiknya kita istirahat dulu saja, ayo!” Seru Kenny yang membantu istrinya membuka kembali sabuk pengamannya.
“Hm… baiklah!” Jawab Jenny tak membantah lagi.
Sesampainya di sebuah ruangan, Jenny kembali di buat takjub dengan apa yang dia lihat. Pasalnya kamar yang tidak terlalu luas itu begitu terlihat luar biasa dengan interior dan eksterior yang di tata di dalamnya, belum lagi beberapa elektronik canggih yang menambah kesan moderen pada kamar pesawat itu, menjadikan kamar tersebut terlihat begitu sempurna layaknya kamar hotel berbintang lima.
“Sayang, kemari lah! aku ingin tidur sambil memelukmu sekarang!” Seru Kenny yang sudah merebahkan tubuhnya dan memecah fokus Jenny yang sedari tadi mengamati ruangan mewah tersebut.
Jenny tak menjawab lagi. Dia hanya mengikuti apa yang di katakan suaminya dan merebahkan tubuhnya di samping Kenny yang langsung memeluknya dengan posesif.
“Kenn, aku tidak bisa bernafas dengan benar jika di peluk seperti ini,” Keluh Jenny seraya mencoba melonggarkan pelukan suaminya.
“Sayang, jangan bergerak terus! kau bisa membangunkan adik kecilku jika seperti ini!” Sahut Kenny yang masih asik memeluk istrinya tanpa menghiraukan ucapan Jenny yang memintanya untuk melonggarkan pelukannya.
“Dasar mesum, apa adikmu itu tidak pernah tidur ya! kenapa kerjaannya bangun terus sih!” Gerutu Jenny yang langsung mengerti dengan maksud ucapan suaminya, di tambah lagi adik junior Kenny itu memang benar-benar sudah terbangun dan berdiri dengan kokohnya di balik kain celana yang Kenny gunakan saat ini.
“Siapa suruh kau membangunkan nya terus, kau harus bertanggung jawab sayang, aku tidak bisa menahannya lagi sekarang!” Ucap Kenny yang tiba-tiba saja menindih tubuh istrinya hingga pergulatan panas mereka yang entah kesekian kalinya terjadi lagi dan lagi hingga keduanya terkulai lemas di atas pembaringan mewah kamar pesawat tersebut.
“Kenn, kau sungguh keterlaluan!” Umpat Jenny lirih setelah keduanya selesai dengan pergulatan panasnya.
“Tapi kau juga begitu menikmatinya kan sayang, semoga saja Kenny junior segera hadir di sini ya!” Ucap Kenny seraya mengelus lembut perut rata istrinya.
“Ha… kau benar-benar sangat menginginkannya ya, semoga saja Tuhan tidak menunda Malaikat kecil itu hadir di antara kita sayang!” Sahut Jenny yang menyusupkan kepalanya di dada bidang Kenny yang masih sama-sama tak menggunakan sehelai benang pun.
“Amin, sebaiknya sekarang kita istirahat saja! aku sudah menyuruh Tian untuk membangunkan kita nanti, dia juga sudah aku suruh untuk membuat makanan ketika kita bangun, jadi sebaiknya kita pejamkan mata dulu saja sekarang!” Titah Kenny yang mengeratkan pelukannya.
“Hm… aku setuju Kenn, aku juga begitu lelah sekarang,” Sahut Jenny terdengar lirih karena dia benar-benar merasa mengantuk saat itu.
“Tidurlah ratu ku, aku tidak akan membuatmu bersedih lagi. Semoga kau selalu bahagia di sisi ku hingga maut memisahkan kita,” Batin Kenny seraya menatap wajah istrinya dan mendaratkan satu kecupan yang dalam di kening Jenny.
Beberapa jam menuju mendarat di Negara A, Jenny yang ternyata sudah bangun lebih awal terlihat sedang mengeringkan rambutnya setelah dia membersihkan diri dan berkeramas.
“Sayang! kenapa kau tidak membangunkan ku?” Seru Kenny yang beru saja terbangun dan melihat istrinya yang sedang duduk di sebuah kursi yang ada di depan cermin meja rias.
“Baiklah istriku sayang, tunggu aku ya!” Kenny beranjak dan langsung melenggang masuk ke dalam kamar mandi setelah mendaratkan satu kecupan di bi*** istrinya.
“Haist! dasar mes**.” Gumam Jenny seraya terkekeh sendiri.
Setelah menghabiskan makanan yang telah di sediakan Tian, Kenny dan Jenny kini kembali duduk di kursi nyaman untuk pendaratan mereka di Negara tujuan. Setelah mendarat dengan selamat. Mereka di sambut sebuah mobil mewah berwarna hitam yang akan mengantar mereka ke penginapan yang sudah Tian pesan sebelumnya untuk bosnya tersebut.
“Ayo sayang! sepertinya aku harus menambah bonus untuk Tian! dia benar-benar tidak mengecewakan ku kali ini!” Gumam Kenny seraya merangkul pinggang sang istri untuk masuk ke dalam sebuah penginapan yang lebih mirip sebuah Villa.
“Aku setuju, Kak Tian memang yang terbaik!” Sahut Jenny seraya tersenyum cerah, namun tak di sangka senyumannya itu telah membuat sang suami memanyunkan bi***nya karena cemburu mendengar dia memuji pria lain selain dirinya.
“Apa Tian sebegitu baiknya ya di mata mu? lalu bagaimana denganku? sepertinya aku tidak jadi saja deh memberinya bonus, aku tidak suka dia menjadi objek pujian mu itu.” Gerutu Kenny yang mendadak dingin dan melepas rangkulannya di pinggang Jenny dan meninggalkan istrinya yang diam mematung setelah mendengar penuturan Kenny itu.
“Aihh… dasar bos besar yang mudah cemburuan,” Gumam Jenny menatap nanar punggung suaminya yang sedang merajuk.
Waktu menunjukkan pukul 23.54 menit saat itu. Karena terlalu lelah sekaligus mengantuk Jenny jadi lupa jika sang suami masih merajuk dan kesal padanya. Dengan mudahnya Jenny menutup kedua kelopak matanya dan berselancar ke alam mimpinya tanpa beban sedikit pun. Sementara di sampingnya, Kenny masih kesal seraya membalik-balikkan tubuhnya beberapa kali ke kanan dan ke kiri yang saat ini berada di atas tempat tidur yang sama dengan yang Jenny gunakan untuk tidur. Kenny terus menggerutu di dalam hatinya karena Jenny sama sekali tidak memperdulikan dirinya yang masih merajuk sejak tadi.
“Kenapa kau malah langsung tidur sih! apa kau tidak merasa bersalah ya sudah memuji pria lain selain suamimu.” Gumam Kenny seraya menatap wajah sang istri yang tertidur damai di sampingnya.
“Sayang, aku tidak bisa tidur jika tidak memeluk mu, ah… cemburu ini benar-benar menyiksa ternyata!” Gumam Kenny lagi.
Tiba-tiba Jenny bergerak dan menyingkap selimut yang dia gunakan untuk menutupi tubuhnya yang hanya berbalut gaun malam yang begitu tipis nan seksi, membuat Kenny seketika membulatkan matanya dan menelan ludahnya susah payah setelah melihat kemolekan tubuh istrinya.
Glek…
“Astaga! godaan apa lagi ini? aku mana mungkin sanggup jika melewatkan yang satu ini!” Gumam Kenny pelan namun ternyata masih bisa di dengar oleh Jenny yang ternyata sudah terbangun saat Kenny menggerutu di depan wajahnya.
.
.
.
.
.
.
.
See you next episode guys... 🙈😁✌🏻😘