
Hari semakin malam. Kini Renata, Erfan dan semua orang yang berada di mansion Mom Bella sedang duduk bersama di ruang makan, menikmati semua hidangan yang sudah di sediakan para pekerja bagian dapur rumah mewah tersebut.
“Sayang, kau menginap di sini saja ya!” Seru Mom Bella setelah mereka menyelesaikan santapan malamnya.
“Lain kali saja ya Mom,” Sahut Jenny.
“Mom biarkan Jenny pulang saja malam ini, Kenn tidak mau kita tidak jadi menikah kalau dia di paksa menginap, bisa-bisa Kakaknya tidak memberi restunya nanti,” Tutur Kenny membantu menjawab.
“Aih!! Mom sampai lupa dengan Kakak mu itu Jenn, siapa namanya? Aldo ya?”.
“Iya Mom,”.
“Bagaimana kondisinya sekarang? bukankah dulu kau pernah bercerita ya sama Mom, Kakinya masih harus di terapi kan?” Tutur Mom Bella mengingat cerita Jenny sewaktu dia berkunjung ke mension.
“Kondisinya sudah mulai membaik ko Mom, Jenny akan berusaha lebih keras lagi untuk memberinya semangat supaya cepat sembuh!” Sahut Jenny.
“Sayang kenapa kau berbohong sih? aku kemarin melihat sendiri kalau kaki Kak Aldo semakin memburuk!” Seru Kenny menyangkal.
“Astaga! apa itu benar Jenn?”.
“Mom! bukannya Mom punya kenalan Dokter ahli terapi yang bagus ya di Negara A? kalau boleh Kenn ingin membawa Kak Aldo berobat ke sana nanti,”.
“Wah… boleh-boleh, nanti Mom hubungi teman Mom itu ya Kenn,” Sahut Mom Bella antusias.
“Kenn kau tidak perlu sampai melakukan itu semua, aku tidak mau berhutang apa pun padamu,” Sanggah Jenny.
“Siapa pula yang mau memberimu hutang sayang, aku melakukannya karena Kak Aldo juga nanti akan menjadi ipar ku, jadi hal itu sudah sewajarnya aku lakukan,” Tutur Kenny.
Di saat semua orang berbincang di ruang makan, tiba-tiba ponsel Renata bergetar dan menampilkan nama Geandra yang menelepon. Karena keasikan berbincang Renata jadi lupa dengan ajakan Gea malam itu. Wanita genit itu pasti sedang kesal sekarang, pasalnya setelah Renata memeriksa ponselnya, ada beberapa chat dan panggilan tak terjawab dari Gea sejak beberapa waktu yang lalu.
“Sayang, ponselmu bergetar terus, siapa yang menelepon sih!” Seru Erfan.
“Entah lah Fan. Astaga! Gea, Fan! aku lupa kalau wanita genit itu mengajak kita reuni kan malam ini,” Gumam Renata pelan namun masih bisa di dengar jelas oleh orang-orang yang berada di ruang makan tersebut.
“Ada apa Re? Gea kenapa?” Tanya Kenny.
“Emm… Gea mengajak kita reuni malam ini Kenn, tapi aku lupa memberitahunya kalau kita tidak akan jadi datang,” Tutur Renata menjelaskan.
“Oh, biarkan saja lah, sebaiknya kau matikan saja ponselmu kalau merasa terganggu olehnya!” Seru Kenny dengan santainya.
“Benar sayang, sebaiknya kau matikan saja ponselmu itu, biar dia tidak menggangu makan malam kita lagi!” Sahut Erfan menambahkan.
“Baiklah!” Renata pun menonaktifkan ponselnya dan melanjutkan kembali acara makan malam bersamanya dengan keluarga Kenny.
Malam yang semakin gelap membuat semua orang yang baru saja selesai menyantap makan malamnya terlihat mengantuk karena perut mereka yang sudah terisi.
“Tante, Rere pulang dulu ya! terimakasih banyak ya untuk hidangan makan malamnya, lain kali Tante dan semuanya berkunjung ke Apartemen kami ya, Rere akan membuat hidangan khusus untuk kalian jika kalian mau mampir nanti!” Seru Renata yang hendak berpamitan.
“Baiklah Re! lain kali Tante bakal main ke Apartemen kalian deh, sepertinya Tante juga sudah sangat lama tidak mengunjungi hunian suami mu itu,” Ucap Mom Bella menyahuti.
“Jenn, kau mau pulang sekarang kah?” Tanya Renata.
“Emm… aku naik taksi saja deh, lagi pula ini sudah terlalu malam, aku takut kalian semakin malam jika harus mengantarku lebih dulu,” Sahut Jenny sungkan.
“Loh! ko naik taksi sih, aku tidak akan mengijinkan kau pulang kalau kau naik taksi!” Tegur Kenny.
“Iya Jenn, ini sudah malam, Papah telepon kan Tian saja ya untuk mengantar mu pulang,” Sahut Papah Oscar.
“Emm… “ Belum sempat Jenny berucap, Mom Bella sudah menyelanya dan membuatnya tak bisa menolak lagi.
“Eh… Jenny pulang di antar Kak Tian saja deh Mom, he…” Sahut Jenny secepat kilat.
Setelah berdebat perkara kepulangan Jenny, Renata dan Erfan memilih pamit lebih dulu dan meninggalkan Jenny dan keluarga Kenny yang masih menunggu Tian yang akan mengantarkan Jenny pulang sampai rumahnya. Dia saat mereka menunggu tiba-tiba saja suara bell rumah mewah tersebut terdengar berbunyi. Awalnya mereka pikir itu adalah Tian yang sudah sampai untuk menjemput Jenny pulang, namun setelah pintu rumah di buka oleh Kenny, Seorang wanita langsung memeluknya dengan begitu erat seraya menangis sendu.
Ting… tong… Suara bell berbunyi.
“Biar Kenn saja yang buka Mom!” Seru Kenny seraya beranjak menghampiri pintu rumahnya.
Ceklek… Suara pintu terbuka.
Grepp… Suara pelukan dari seseorang yang langsung berhambur ke dalam pelukan Kenny.
“Siapa yang datang Kenn, Tian kah?” Teriak Mom Bella dari ruangan keluarga.
Hening! belum ada jawaban dari pria tampan yang saat ini masih terkejut dengan tingkah spontan wanita di depannya tersebut.
“Kenn, aku benar-benar sangat khawatir padamu, kau baik-baik saja kan?” Tutur Gea yang tak lain wanita yang baru saja memeluk Kenny secara tiba-tiba.
“Ge! kenapa kau ke sini? lepaskan! aku baik-baik saja,” Kenny berusaha melepaskan pelukan Gea yang begitu erat di perutnya.
“Tidak Kenn, aku masih sangat cemas setelah mengetahui kabar kau sakit,” Tutur Gea.
Karena lama tak ada sahutan, akhirnya Mom Bella, Papah Oscar dan juga Jenny menghampiri ruang tamu dan melihat pemandangan yang begitu membuat mereka terkejut sekaligus geram.
“Sayang, sebaiknya kita susul Kenny ke depan saja yuk! anak itu sedang apa sih sampai tak menyahut panggilan Mommy nya sendiri!” Gerutu Mom Bella seraya beranjak dari duduknya yang di susul oleh Papah Oscar dan juga Jenny.
Setibanya mereka di ruang tamu, Mom Bella membulatkan matanya sempurna seraya menutup mulutnya sendiri dengan telapak tangannya.
“Astaga! Kenny di peluk siapa itu? Jenny pasti kecewa saat ini! dasar anak bod** kenapa dia malah berpelukan di depan pintu seperti itu sih!” Gerutu Mom Bella dalam hatinya.
“Astaga! Kenn! apa yang kau lakukan!” Tegur Papah Oscar yang lebih berani menegur langsung kelakuan anaknya.
“Pah! Kenny bisa jelaskan, ini tidak seperti yang kalian lihat, dia baru saja datang dan langsung memeluk ku begitu saja, sayang…” Tutur Kenny mencoba menjelaskan.
“Cukup Kenn! kau benar-benar kelewatan kali ini!” Sanggah Mom Bella yang tak mau Jenny salah paham pada putranya.
Jenny yang sudah tau perangai Gea berusaha menahan emosinya agar tidak cemburu pada wanita genit itu. Untungnya Renata pernah memberinya peringatan tempo hari, dengan susah payah akhirnya Jenny berhasil meredakan emosinya untuk tidak bereaksi berlebihan di depan wanita genit itu.
“Sabar Jenn, kau tidak boleh terlihat emosi saat ini, karena wanita itu pasti akan sangat senang jika melihatmu cemburu, kau harus bisa tenang!” Batin Jenny menyemangati dirinya sendiri.
.
.
.
.
.
.
.
See you next episode guys... 😘😘😘