
"Hei... kemana Kenji? kau tidak menyembunyikannya kan, Kenn?!" Ucap Jenny bertanya.
"Untuk apa aku menyembunyikan putraku sendiri, kau ini ada-ada saja, Jenn! ya sudah, sebaiknya kau ikut aku makan siang dulu saja sekarang, kalau tidak! kau akan melewatinya karena waktunya akan segera habis," Sahut Kenny seraya menarik sebelah pergelangan tangan Jenny.
Mau tak mau perempuan cantik itu mengikuti langkah Kenny, dia benar-benar pasrah jika Kenny akan membawanya kemana pun, sepertinya dia sudah sangat lelah siang itu.
Ceklek...
"Kenapa kau membawaku ke ruangan mu?" Tanya Jenny.
"Masuklah dulu, kau akan tau alasanku membawamu kemari, nanti!" Seru Kenny seraya terus menggiring Jenny masuk ke dalam ruangan kerjanya dan terus melangkah melewati meja kebesarannya hingga tiba di depan sebuah pintu ruangan istirahat pribadi milik Kenny.
"Tunggu-tunggu!!! kau tidak akan macam-macam lagi kan padaku?!" Ucap Jenny seraya menghentikan langkah ketika kakinya tiba di depan pintu ruangan istirahat pribadi milik Kenny.
"Kenapa? apa kau pikir aku akan menerkam mu di dalam, ya? haist! sepertinya gelar mesum sekarang sangat cocok kau yang menyandang nya, Jenn!" Ledek Kenny.
"Sembarangan! lagi pula tidak ada yang menjaminnya kan kalau kau tak berbuat mesum padaku di dalam sana, sebaiknya aku pergi mencari Kenji saja," Sahut Jenny hendak melangkah, namun segera di cegah oleh Kenny dengan mencengkram sebelah pergelangan tangannya.
"Kenji ada di dalam, Jenn! sudahlah, kau juga harus makan sekarang!" Tutur Kenny seraya membopong tubuh ramping Jenny ke dalam ruangan istirahatnya.
Ceklek...
"Mommy... kenapa Mommy di gendong begitu?! Mommy sakit lagi ya?!" Seru Ken kecil bertanya.
"Ti...tidak sayang,".
"Kenn! turunkan aku!" Titah Jenny.
Kenny pun menurunkan tubuh mantan istrinya tersebut dari gendongannya. Dia tersenyum puas karena sudah berhasil membawa Jenny masuk ke dalam ruangan istirahatnya.
"Astaga?! kenapa banyak sekali makanannya?!" Pekik Jenny terkejut saat menyadari jika di salah satu sudut ruangan istirahat Kenny yang cukup luas itu terdapat berbagai masakan yang sudah terhidang.
"Cepatlah makan, aku tidak akan membiarkan mu pergi sebelum menghabiskannya!" Seru Kenny seraya menarik Jenny agar terduduk di atas sofa di samping dirinya.
"Kau gila ya, Kenn?! mana mungkin aku bisa menghabiskan makanan sebanyak ini sendirian?" Gerutu Jenny.
Ken kecil terlihat terkekeh gemas melihat kepanikan sang Mommy, ternyata sebelumnya mereka (Kenny dan Kenji) menyusun rencana agar Jenny mau menghabiskan makanan yang terlihat banyak tersebut, padahal sebagian dari makanan tersebut hanya replika saja.
"Pokoknya kau harus menghabiskannya, cepat! waktu mu tak banyak, aku akan memberimu hukuman jika tak bisa menghabiskannya?!" Seru Kenny seraya memasang pengatur waktu.
"Atas dasar apa kau memerintah ku? pakai hukuman segala lagi!" Gerutu Jenny.
"Ayo, Mommy! makanannya enak-enak, ko! aku juga sudah mencicipinya tadi, hihi..." Kekeh Ken kecil.
"Haist! kalian tidak sedang mengerjai ku kan, pokoknya aku tidak mau memakannya!" Sangkal Jenny.
Namun tiba-tiba perutnya mendemo.
Kruyukkkk....
"Ahahaha.... ternyata perutmu lebih jujur dari mulut manis mu itu ya, Jenn!" Gelak Kenny tertawa.
"Astaga... dua pria ini kenapa menyebalkan sekali? mereka benar-benar kompak memojokkan ku," Gerutu Jenny dalam hatinya.
Meski terpaksa, akhirnya Jenny menyuapkan juga makanan tersebut ke dalam mulutnya. Awalnya Jenny masih waspada, takut-takut jika sesuatu terasa aneh di makanannya. Namun setelah dia nikmati beberapa saat, Jenny malah terlihat semakin lahap hingga benar-benar menghabiskan tiga porsi makanan asli yang terhidang di atas meja ruangan tersebut.
"Lihat sayang, bukannya tadi Mommy bilang tidak mau memakannya ya, tapi sekarang makanannya hampir habis semua?!" Gumam Kenny berbisik seraya mendudukkan Ken kecil di atas pangkuannya.
"Kenapa kalian menatap ku seperti itu, bukannya kalian ingin melihatku menghabiskannya ya?" Tanya Jenny dengan mulut yang penuh dengan makanan.
"Iuh... Mommy kau jorok sekali, mulut mu masih penuh dengan makanan, itu!" Tegur Ken kecil.
"Suka-suka ku, ha... perut ku benar-benar penuh sekarang, sisanya kalian yang makan saja ya!" Tutur Jenny seraya beranjak untuk meraih segelas air putih.
Namun dengan cepat, Kenny merebut gelas tersebut seraya memasang seringai di bibirnya.
"Ishh!!! kenapa kau ambil gelasnya sih, aku kan mau minum!!" Rengek Jenny.
"kau belum menghabiskan semuanya sayang, ayolah! aku suka melihatmu makan lahap seperti itu, habiskan ya, atau kalau tidak aku akan menghukum mu sekarang juga di depan Ken!" Ancam Kenny.
"Dasar tukang ancam, seenaknya saja memerintah!' Gerutu Jenny.
"Tapi perutku sudah tak sanggup menampung makannya Kenn, atau kau bantu aku habiskan saja, ya! iya benar... kau harus membantuku menghabiskannya, ayo buka mulut mu, kau juga belum makan apa pun kan sejak tadi?!" Tutur Jenny seraya mendekat ke arah Kenny dengan satu piring replika makanan di salah satu tangannya.
Tanpa mau terseret aksi sang Mommy, Ken kecil dengan lincahnya segera turun dari lahunan Kenny dan berlari ke arah pintu keluar ruangan istirahat.
"Paman... aku ingin bermain di taman, sepertinya Mommy dan Daddy akan membuat adik untukku sebentar lagi, ayo!" Seru Ken kecil seraya menarik sebelah tangan Tian yang sedari tadi siap siaga berdiri di depan pintu ruangan istirahat Kenny.
"Astaga! kenapa bocah ini cepat sekali dewasa?!" Batin Tian yang mau tak mau mengikuti langkah kaki kecil milik Kenji.
Sementara di ruangan istirahat masih terjadi aksi saling kejar mengejar, Jenny masih berusaha menyuapi Kenny dengan makana replika yang berada di atas piring yang dibawanya.
"Ayo Kenn... kau tidak akan bisa kabur lagi, aku sudah mengunci pintu ruangan ini! kau harus menghabiskan sisa makanan ini, ayo buka mulut jelek mu itu!" Seru Jenny seraya terus menghampiri Kenny dengan tatapan memangsanya.
"Astaga! kenapa dia jadi menyeramkan begini?! lagi pula bagaimana aku bisa memakan makanan itu, itu kan hanya replika saja," Batin Kenny bermonolog.
"Ayolah Kenn, apa aku harus merayu mu dulu seperti ini?!" Goda Jenny seraya melepas satu kancing atas kemeja yang dia gunakan.
"Tu...tunggu! tunggu Jenn, apa kau yakin bisa merayuku hanya dengan begini?!" Tanya Kenny seraya menguasai kembali suasana hatinya.
"Maksudmu?" Tanya Jenny seraya memerhatikan tatapan sayu Kenny yang mengarah pada dua bukit kembarnya.
"Astaga!!! kau benar-benar mesum, Kenn!!! dasar menyebalkan! pria tidak tau malu!! ahhh...." Jerit Jenny saat tubuhnya kehilangan keseimbangan akibat menginjak sesuatu yang licin di atas lantai yang dia pijak.
Dan adegan selanjutnya yang sudah kalian tunggu-tunggu guys 😁😁✌🏻✌🏻.
Brukk...
kedua cherry kenyal milik Kenny dan Jenny pun saling beradu, tubuh mereka saling bertemu, tepatnya tubuh ramping Jenny yang menindih tubuh atletis milik Kenny.
Tanpa membuang kesempatan, Kenny malah melum** bibir ranum milik Jenny yang masih menempel di bibirnya.
.
.
.
.
.
.
.
Maafkan harus Mom tahan dulu ya adegan hareudang nya 😁😁✌🏻✌🏻, kepala Mom masih nyut-nyutan nih, sabar ya guys ✌🏻✌🏻 besok tak lanjut lagi deh, see you next episode 😘😘😘
Jangan lupa dukungan, like... komen... gift sama vote nya ya, pabaiii.... 👋🏻👋🏻👋🏻