
2 bulan kemudian. Saat ini Kenny sedang menghadiri rapat penting terkait saham perusahaanya yang kian menurun drastis setelah pernikahannya di gelar bersama Gea.
“Tuan, ini adalah laporan pendapatan perusahaan kita bulan ini, dan bisa kita lihat sendiri di neraca ini, jika penghasilan perusahaan kita bulan sekarang sangat menurun drastis.” Papar Hans kepala staf bagian keuangan di perusahaan Kenny.
“Kenapa bisa begitu? bukan kah, istriku sudah memenangkan tender beberapa minggu lalu ya?” Tanya Kenny merasa heran.
“Nyonya memang memenangkan tender beberapa minggu lalu Tuan, tapi tender itu bukan atas nama perusahaan melainkan nama pribadinya sendiri.” Tutur Hans membeberkan.
“Namanya sendiri?” Gumam Kenny.
“Astaga! kenapa Gea tak memberitahu ku hal itu? apa dia sengaja ya?” Batin Kenny.
“Benar Tuan, dan ada satu hal penting lagi yang ingin saya sampaikan di kesempatan kali ini,”.
“Setelah melakukan pemeriksaan secara terperinci dan mendetail, beberapa investor kita banyak yang menarik kembali sahamnya akhir-akhir ini, sehingga hal itu sangat memengaruhi kestabilan saham dan keberlangsungan produksi perusahaan kita saat ini.” Hans menjabarkan.
“Astaga! bagaimana itu semua bisa terjadi?!” Ucap Kenny.
“Saya sudah menyalin hasil pemeriksaannya Tuan, anda bisa memeriksanya kembali,” Hans menyerahkan sebuah map laporan pada Kenny.
Pria bertubuh atletis itu segera memeriksanya secara seksama, Kenny terlihat begitu serius saat memeriksa laporan keuangan perusahaannya tersebut, dia tidak ingin perusahaannya yang sudah turun temurun itu harus bangkrut hanya gara-gara ulah istri barunya yang sering seenaknya memerintah dan mengalihkan beberapa saham perusahaan keluarga Alvaro tersebut.
“Kalau begitu kau laporkan lagi saja jika ada hal semacam ini lagi, meeting hari ini cukup sampai di sini dulu, aku harus menemui seseorang sekarang!” Ucap Kenny mengakhiri meeting nya hari itu dan segera bergegas meninggalkan ruangan pertemuan itu.
Kenny terus memikirkan apa yang di rencanakan Gea kali ini, pasalnya ini bukan yang pertama kalinya dia mendapati Gea berlaku seenaknya di perusahaannya. Dua minggu sebelumnya Gea juga terbukti menggunakan beberapa uang perusahaan dengan alasan untuk biaya cek up kehamilannya.
Tapi jumlah uang yang keluar saat itu sangat membuat Kenny tercengang, pasalnya uang yang Gea gunakan sangat di luar logika jika hanya untuk sekedar pemeriksaan rutin semata, namun Kenny saat itu masih menahan emosinya dan terus melakukan penyelidikan secara diam-diam tanpa Gea ketahui.
“Ti, kali ini kau benar lagi, terus lakukan penyelidikan itu hingga terungkap semua!” Tutur Kenny melalu sambungan teleponnya.
“Baik Tuan!” Sahut Tian mantap.
Setelah kepulangannya dari perusahaan Tuan Hendrik beberapa waktu lalu, Tian di buat terkejut dengan kepergian Jenny dan pernikahan baru Tuan mudanya. Pria yang lebih tua beberapa tahun dari Kenny itu semakin curiga dengan tingkah Gea, Tian mencurigai jika Gea menginginkan sesuatu dari Kenny. Sementara itu. Kenny yang kini sudah tiba di sebuah rumah cukup mewah segera melebarkan langkahnya untuk mencari keberadaan sang terduga yang tak lain istri barunya, Gea.
“Ge! Geandra!” Teriak Kenny memanggil dengan nada meninggi.
“Ada apa sayang? kenapa kau berteriak seperti ini?” Sahut Gea yang baru saja muncul dari balik pintu kamarnya.
“Cepat katakan dengan jujur! untuk apa kau alihkan beberapa saham milik keluarga Alva? Apa selama ini pemberian dari ku kurang banyak ya? aku rasa kau tidak akan kekurangan dengan uang yang selalu aku kirimkan setiap bulannya pada mu, bahkan Jenny saja tidak pernah berfoya-foya seperti mu hanya untuk hal memanjakan diri ke salon,” Ucap Kenny.
“Kenapa kau malah membandingkan aku dengan wanita itu lagi, Kenn aku dan dia sangat berbeda, aku butuh banyak uang karena teman-teman ku juga banyak, aku tidak mungkin membiarkan mereka menjelekkan suami ku sendiri dengan sebutan pelit!” Sangkal Gea beralasan.
“Oh… jadi secara tidak langsung sekarang kau sedang mengancam ku ya Kenn, ok baik lah, aku juga tidak akan segan-segan membunuh anak ini jika kau berani meninggalkan aku, Kenn!” Ucap Gea tak kalah tegas dengan ancamannya.
“Dia selalu saja menggunakan alasan anak untuk memojokkan ku! ha… kalau sudah seperti ini aku jadi merindukan kau Jenn, aku sangat menyesal sudah mengusir mu hingga pergi jauh,” Batin Kenny mengeluh.
Setelah mengakhiri pertengkarannya, Kenny memilih pergi meninggalkan Gea di rumahnya, Pria itu memilih menenangkan diri dan mencoba menjauh untuk sesaat dari kekusutan hidupnya bersama Gea.
“Sebaiknya aku pulang ke Apartemen lama ku saja malam ini,” Gumam Kenny yang kini melajukan kendaraannya menuju Apartemen yang dulu pernah dia huni bersama Jenny di awal pernikahan mereka.
Sesampainya di tempat yang ingin dia tuju, Kenny segera bergegas turun dan membuka pintu Apartemennya yang sudah lumayan lama tak dia kunjungi. Apartemennya yang tampak tak terurus itu masih meninggalkan jejak-jejak kenangannya bersama Jenny. Kenny sengaja tak membiarkan Apartemen itu di bersihkan oleh pelayannya, dia tidak ingin setiap benda-benda yang berada di rumah itu bergeser sedikit pun, pelayan yang dia suruh untuk mengecek Apartemennya setiap hari itu hanya di tugaskan untuk membersihkan debu-debu tipis yang menempel saja di beberapa barang yang berada di Apartemen tersebut.
“Ha… rasanya sudah sangat lama sekali aku tidak ke sini, Jenn! apa kau sedang memikirkan aku saat ini! aku benar-benar menyesal telah mengusir mu dan menikahi Gea, kali ini aku akan menerima anak itu meski dia terbukti bukan anak ku, aku baru sadar jika yang aku butuhkan adalah diri mu Jenn, hanya kau yang bisa membuat hatiku bahagia” Ucap Kenny yang kini tengah menatap setiap sudut Apartemennya.
Perlahan Kenny menghampiri kamarnya dulu bersama Jenny. Di bukanya pegangan pitu kamar itu. sejurus kemudian keningnya berkerut melihat dekorasi ulang tahun sederhana yang terlihat masih rapi meski ada beberapa ornament yang terjatuh, mungkin karena termakan waktu hingga membuat perekatnya mengendur dan mengering.
“Ya Tuhan! apa semua ini Jenny siapkan untuk ku sebelumnya?”.
“Kenapa aku baru mengetahui nya? dan… ini kotak hadiah!” Kenny meraih sebuah kotak hadiah yang tergeletak di atas sebuah meja kecil di samping vas bunga.
Kenny segera membuka kotak hadiah tersebut, dia membulatkan matanya ketika mendapati sebuah alat tes kehamilan yang menunjukkan dua garis merah di dalamnya.
“Ini kan testpack! apa ini semua kejutan yang ingin Jenny berikan padaku?” Gumam Kenny terlihat frustasi.
“Sial! sial! sial! Kenapa aku baru mengetahuinya sekarang! Jenn… maafkan aku sayang, aku sudah menuduh mu habis-habisan, kau pasti sangat membenciku sekarang!” Racau Kenny menyesali perlakuannya dulu pada Jenny.
“Aku harus menemuinya sesegera mungkin untuk meminta maaf!” Tegasnya yang masih berdiri sendiri di ruangan cukup luas itu.
.
.
.
.
.
.
See you next episode guys… 😘😘😘