Love Me Please Jenny

Love Me Please Jenny
Eps 188 # Makan sereal.



"Kenapa kau masih memanggilku Kakak? kau bukan adik ku, ya! kau itu istriku sekarang, jadi ubahlah panggilan mu itu padaku, sayang! aku tak mau mendengar kalau kau memanggilku dengan sebutan itu lagi!" Protes Jo.


"Hm... baiklah, tapi aku harus memanggilmu apa, Tuan suami?!" Jawab Anggun balik bertanya.


"Apa saja, terserah kau! asal itu terdengar menyenangkan di pendengaran ku, tidak seperti panggilan tadi!" Ucap Jo.


"Ok...ok... aku akan panggil... sayang juga aja deh, boleh kan, sayang?!" Goda Anggun di akhir ucapannya.


"Kau menggodaku ya?! sekarang juga aku akan membawamu berbulan madu, aku tidak akan melepaskan mu sedetik pun!" Seru Jo seraya menggendong Anggun ala bridal style.


"Aww... sa...sayang, kau mau membawaku kemana? acaranya kan belum selesai!" Jerit Anggun.


"Diam lah! aku akan membawamu ke tempat yang indah!" Gumam Jo seraya terus berjalan menuju mobilnya.


Di sebuah Apartemen mewah, Jenny terlihat baru saja membuka kembali matanya. Setelah mengumpulkan semua kesadarannya, Jenny melangkah keluar kamar dan memindai sekeliling untuk mencari kedua sosok yang yang ingin dia temui.


"Kenapa aku bisa ada di sini? kemana Kenn dan Kenji?!" Gumam Jenny bermonolog.


Tiba-tiba sebuah suara tawa terdengar dari arah kamar sebelah, karena penasaran Jenny pun menghampiri kamar tersebut dan membuka pintunya seraya perlahan.


"Ahahahaha... Daddy sudah Dadd, geli sekali, hahaha..." Seru Ken kecil saat sang Daddy terus menggelitik tubuh mungilnya.


"Suruh siapa kau tak mendengarkan Daddy untuk sikat gigi, ayo! apa sekarang kau sudah menyerah?!" Sahut Kenny yang masih menggelitik sang putra agar mau menggosok giginya setelah terbangun saat Kenny baru saja hendak merebahkan tubuhnya di samping Jenny tadi.


Flash back setelah Kenny merebahkan tubuh Jenny di atas tempat tidur king size nya.


Setelah melihat Jenny yang terlelap damai dalam tidurnya, Kenny pun akhirnya berniat ikut menyusul sang mantan istri ke alam mimpinya. Namun baru saja Kenny memposisikan tubuhnya untuk memeluk Jenny saat tidur, tiba-tiba saja Ken kecil mengetuk pintu dan membuat Kenny mau tak mau kembali beranjak dari tempat tidurnya.


Tok...tok...tok...


"Daddy... aku haus!" Gumam Ken kecil di balik pintu.


Pria kecil menggemaskan itu sangat yakin jika sang Daddy dan Mommy nya ada di dalam kamar di sebelah kamar yang dia tempati tidur tadi.


"Ken... kenapa dia begitu cepat bangun?!" Gumam Kenny seraya beranjak menghampiri pintu kamarnya.


Ceklek...


"Daddy... aku haus! aku ingin minum!" Tutur Ken kecil setelah sang Daddy membukakan pintu kamarnya.


"Astaga! jadi kau terbangun karena haus ya, sayang? ayo, Daddy akan buatkan susu untukmu!" Seru Kenny seraya menggendong sang putra dan membawanya ke arah dapur.


"Asik... aku juga mau sereal ya, Dadd! aku juga lapar," Pinta Ken kecil.


"Baiklah, kalau begitu kau duduk di sini dulu, ya! Daddy akan buatkan kau susu dan sereal nya dulu sekarang!" Ucap Kenny seraya mendudukkan sang putra di salah satu kursi meja makan.


Kenny benar-benar sudah menyiapkan semuanya dengan lengkap. Mulai dari keperluan makanan dan susu sang putra, bahkan sampai pakaian serta peralatan mandi terbaik dia sediakan sebelumnya di Apartemen itu.


Pria tampan bertubuh atletis itu benar-benar sudah mempersiapkan segala kebutuhan dua orang istimewa dalam hidupnya itu. Kali ini Kenny tak mau kehilangan kedua harta berharga nya lagi, sehingga Kenny selalu bertindak hati-hati untuk melindungi mereka di garda terdepan.


"Nah... makanlah yang banyak, sayang!" Seru Kenny seraya mendekatkan semangkuk sereal dan segelas susu untuk putranya.


"Wah... ini kan sereal kesukaan ku, Dadd! emm... yummy... Daddy yang terbaik!" Ucap Ken kecil seraya mengacungkan sebelah jari jempol tangannya.


"Syukurlah jika kau suka, habiskan ya!" Sahut Kenny seraya mengelus lembut puncak kepala putranya. Pria tampan bertubuh atletis itu benar-benar merasa bahagia karena sang putra begitu lahap memakan sereal yang dia buat.


Ok, sekarang waktunya sikat gigi ya! setelah itu kau lanjut tidur lagi, ayo!" Seru Kenny seraya mengulurkan tangannya agar sang putra menggandengnya.


Namun sejurus kemudian, Kenny di buat bingung karena sang putra tak menjabat tangannya dan ikut bergegas ke kamar mandi. Setelah menoleh ke arah sang putra, Kenny di hadiahi senyuman cengir kuda oleh Ken kecil.


Ternyata pria kecil menggemaskan itu sedikit sulit jika masalah menggosok gigi. Tapi, bukan Kenny namanya jika langsung menyerah begitu saja. Dengan segala bujukan dan ide-idenya, Kenny terus berusaha agar sang putra mau menggosok giginya sehabis makan.


"Nah... kena kau! apa kau masih mau mengelak?! Daddy akan memberimu hukuman jika masih tak mau menggosok gigi!" Tutur Kenny setelah sang putra berhasil di tangkap di atas kasur kamarnya.


"Ahahahaha... Daddy sudah Dadd, geli sekali, hahaha..." Seru Ken kecil saat sang Daddy terus menggelitik tubuh mungilnya.


"Suruh siapa kau tak mendengarkan Daddy untuk sikat gigi, ayo! apa sekarang kau sudah menyerah?!" Sahut Kenny yang masih menggelitik sang putra agar mau menggosok giginya setelah terbangun saat Kenny baru saja hendak merebahkan tubuhnya di samping Jenny tadi.


Flash back done.


"Mereka terlihat begitu gembira saat bersama, Ya Tuhan... sebenarnya hati ku memang masih mencintai Kenny, tapi aku tetap saja masih ragu jika harus berumahtangga lagi dengannya," Batin Jenny seraya mengintip kedekatan sang putra dengan mantan suaminya.


Setelah berhasil membujuk sang putra, Kenny segera merebahkan kembali tubuh putranya di atas kasur kamar sebelah kamar Kenny. Dia benarkan posisi tidur putranya. Tak lupa, pria tampan itu membacakan sebuah dongeng pengantar tidur untuk putranya.


"Daddy, aku mencintaimu!" Lirih Ken kecil sebelum benar-benar memejamkan kedua matanya.


Hal tersebut benar-benar membuat hati Jenny terenyuh. Dia semakin bimbang dengan pilihannya kelak. Di satu sisi, Jenny masih takut akan sikap Kenny yang sewaktu-waktu bisa mengulang kembali kesalahannya. Namun di sisi lainnya, Jenny juga tak tega melihat putranya yang pasti bersedih jika dia memisahkan Kenny dari Kenji.


"Ha... sepertinya aku butuh menenangkan diri," Gumam Jenny saat sudah kembali ke kamar Kenny dan duduk di atas tempat tidur berukuran king size milik Kenny.


"Sayang, apa kau terbangun karena, Ken?!" Tanya Kenny menghampiri.


"Hem... apa dia sudah kembali tidur?" Sahut Jenny balik bertanya.


"Ya, dia baru saja tertidur kembali setelah menghabiskan satu mangkuk sereal dan segelas susu hangat, apa kau juga mau memakan sesuatu?!" Tutur Kenny seraya duduk di samping Jenny.


"Tidak, aku tidak lapar, Kenn! apa luka mu sudah sembuh? kenapa kau tak terlihat seperti orang yang baru saja di tembak?!" Selidik Jenny merasa heran dengan gerak gerik Kenny yang begitu terlihat bebas tanpa khawatir lukanya menganga kembali pasca operasinya.


"Ini... sebenarnya... aku ingin jujur padamu, sayang! tapi aku takut kau akan pergi lagi dari ku jika aku mengatakan yang sebenarnya!" Tutur Kenny.


"Apa yang ingin kau katakan, Kenn?! apa kau membohongiku lagi?!" Cecar Jenny.


.


.


.


.


.


.


.


See you next episode guys 😘😘😘