Love Me Please Jenny

Love Me Please Jenny
Eps 89 # Nostalgia



Keesokan harinya sepasang suami istri itu terlihat sudah rapih dan siap untuk berpamitan pada Mom Bella dan Papah Oscar. Jenny sengaja berpamitan sejak pagi agar dia bisa membantu Rangga dan orang tuanya untuk menyiapkan pernikahan Kakak tirinya itu dengan leluasa.


“Sayang, lain kali menginap lagi ya, Mom tadinya ingin  mengajak mu shoping loh kalau tidak ingat kau akan membantu Ibu Tania,” Ucap Mom Bella seraya memegang kedua tangan menantu kesayangannya.


“Lain kali Jenny pasti temani Mom, Jenny juga gak nyangka kalau pernikahannya jadi minggu ini, awalnya mereka rencananya ingin melamar dulu, tapi tau nya langsung di suruh menikah langsung,” Sahut Jenny seraya terkekeh di ujung perkataannya.


“Ya sudah Mom, Kenny sama Jenny pergi dulu ya, bye…” Tutur Kenny berpamitan.


“Hati-hati sayang, sampaikan salam Mommy untuk keluarga di sana ya!” Seru Mom Bella seraya mengantar putra dan menantunya hingga depan rumah megah tersebut.


Di perjalanan, Jenny lebih banyak terdiam dan memandang ke luar jendela mobil yang berada di samping kirinya. Entah apa yang sedang gadis itu pikirkan, hingga tiba-tiba keheningan saat itu terpecahkan oleh suara nada dering ponsel Kenny yang begitu nyaring.


Kring…


Kring…


“Siapa yang menelepon Kenn?” Tanya Jenny angkat bicara.


“Tian! kita menepi sebentar ya!” Tutur Kenny seraya menepikan mobil yang dia kendarai sendiri.


Kenny segera menepikan mobil mewahnya ke pinggir jalan dan segera menerima panggilan telepon dari asistennya itu.


“Halo Ti! ada apa?”.


“…..”.


“Apa? kau tidak bercanda kan?” Kenny terlihat gelisah setelah mendengar penuturan Asistennya itu, entah apa yang mereka berdua obrolkan melalui sambungan telepon itu, namun yang Jenny tau, suaminya saat ini sedang tidak baik-baik saja.


“Ya sudah! kau awasi saja orang itu terus, jangan sampai dia mencurigai mu!” Ucap Kenny lagi sebelum akhirnya dia mengakhiri sambungan teleponnya.


“Kenn, apa semuanya baik-baik saja?” Tanya Jenny.


“Iya sayang, barusan Tian hanya melaporkan sedikit kendala di lapangan, kau tidak perlu khawatir, ok! kalau begitu kita lanjutkan lagi ya perjalanannya!” Seru Kenny seraya melajukan kembali mobil mewahnya.


Mobil yang di kendarai Kenny pun akhirnya sampai di halaman rumah sederhana yang mereka tuju. Keduanya langsung masuk untuk menyapa semua orang yang sedang sibuk di rumah itu.


“Jenn! akhirnya kau datang juga! hai adik ipar? apa kabar?” Sapa Rangga saat sepasang suami istri itu sudah masuk ke dalam rumah.


“Baik! bagaimana persiapannya? apa masih ada yang kurang? aku akan suruh Tian untuk mengurusnya nanti!” Sahut Kenny.


“Tidak perlu Kenn, aku masih bisa mengurusnya ko! hanya saja, mungkin besok aku akan merepotkan Jenny untuk memeriksa persediaan bahan makanan yang akan di sajikan nanti di gudangnya langsung,” Tutur Rangga sambil memilih beberapa kartu undangan untuk di sebar.


“Ya sudah biar besok aku cek ke sana deh, boleh kan Kenn!” Seru Jenny seraya meminta ijin pada suaminya.


“Boleh saja sayang, asal kau tidak terlalu lelah dan tidak menolak supir yang aku sediakan untuk mu jika hendak bepergian,” Ucap Kenny seraya mengulas senyum di bibirnya.


“Baiklah… aku akan menurut deh kali ini,” Jawab Jenny yang mengundang kekehan dari suaminya yang merasa gemas dengan tingkah istrinya itu.


“Bucin terus… aku masih ada di sini loh, kalian anggap aku ini patung ya!” Protes Rangga dengan candaannya.


“Sudahlah sayang, Rangga pasti belum merasakannya, makannya dia bilang begitu sekarang, sebaiknya kita bantu Ayah dan Ibu saja yuk di belakang!” Seru Kenny seraya merangkul pundak istrinya dan melenggang pergi ke arah belakang rumah sederhana itu.


“Ha… semoga kau selalu bahagian Jenn, sampai kapan pun kau tetap adik kecil ku yang manis,” Gumam Rangga sambil melanjutkan memilih undangan yang akan dia sebar.


Sepulang dari rumah kedua orangtua angkat Jenny. Kenny sengaja mengajak istrinya untuk makan di Restoran sebelum mereka kembali ke rumah mewah milik mereka. Kali ini Kenny memilih mengunjungi Restoran yang dulu pernah dia datangi bersama Jenny saat mereka berdua masih bermusuhan layaknya Tom and Jerry jika bertemu.


“Sayang, kita dinner di Restoran yang dulu pernah kita datangi yuk!” Seru Kenny sambil memegang kemudi yang sedang dia kendalikan.


“Restoran? yang dimana Kenn? yang di dekat perkotaan itu ya?” Tebak Jenny.


 “Bukan sayang, pokoknya aku akan mengajak mu bernostalgia pada saat kita bersandiwara dulu!” Kekeh Kenny yang membuat Jenny terus memutar otaknya mengingat semua ucapan suaminya itu.


“Haist! kau malah bermain teka teki ya! ayo lah Kenn! aku benar-benar tidak mengingat tempatnya saat ini, kepala ku begitu pusing setelah membantu Ibu membenarkan hantaran yang akan di bawa nanti tadi,” Tutur Jenny seraya memijat kepalanya yang memang terasa berdenyut sedari tadi.


“Kau akan tau setelah kita sampai nanti sayang, aku ingin memberi mu kejutan, jika kau mau, kau bisa tidur dulu sekarang, nanti aku akan bangunkan kalau kita sudah sampai.” Sahut Kenny yang masih terkekeh melihat wajah bingung istrinya.


“Hm… baiklah, aku juga sudah ngantuk sekarang, hoam…” Keluh Jenny yang benar-benar merasa letih dan mengantuk.


Kenny menyunggingkan senyum di bibirnya melihat tingkah Jenny yang selalu menggemaskan di matanya. Kenny benar-benar merasa begitu beruntung bisa bertemu dan memiliki Jenny di hidupnya. Sesampainya di tempat tujuan, Kenny tak langsung membangunkan istrinya, pria tampan itu justru malah sengaja menatap wajah istrinya yang tengah tertidur lelap dengan nyamannya.


Sesaat kedua mata indah Jenny mengerjap dan membuka secara perlahan, netra nya langsung menangkap wajah tampan sang suami yang sedang asik memandangi wajahnya. Jenny tersenyum seraya membelai wajah sang suami dengan begitu lembut, membuat sang pria tampan memejamkan matanya sejenak sebelum kembali menatap kedua netra istrinya yang selalu meneduhkan.


“Kita sudah sampai sayang, apa aku mengganggu tidur mu?” Ucap Kenny sambil menggenggam tangan Jenny yang membelai wajahnya dan mengecupnya dengan begitu lembut.


“Kau selalu mengganggu ku setiap malam Tuan suami, jadi kau harus membiarkan aku untuk bangun lebih lama setiap pagi nya, ok!” Kekeh Jenny seraya beranjak bangun membetulkan posisi duduknya.


“Haha… baiklah ratu ku, apa pun akan hamba laksanakan sesuai perintah sang ratu,” Kelakar Kenny seraya sedikit membungkuk kan pundaknya untuk memberi hormat pada Jenny dan hal itu berhasil membuat Jenny terkekeh melihat tingkah konyol suaminya.


“Haha… kau ada-ada saja! aku benar-benar sudah lapar Kenn, bisa kita makan sekarang?” Sahut Jenny yang segera di angguki oleh Kenny sebagai jawaban.


Kedua sejoli itu turun dari mobil mereka dan menghampiri sebuah Restoran yang membuat Jenny mengembangkan senyum di bibirnya. Pasalnya, dia begitu mengingat saat bersandiwara bersama Kenny. Ingatannya kembali berputar saat dia dan Kenny harus berpura-pura mesra layaknya suami istri sungguhan dengan kehamilan palsunya. Setelah mereka masuk ke dalam Restoran, Jenny dan Kenny langsung duduk di salah satu kursi pengunjung dan menunggu seorang pelayan Restoran untuk mencatat pesanan mereka.


.


.


.


.


.


.


.


See you next episode guys…😘😘😘