Love Me Please Jenny

Love Me Please Jenny
Eps 138 # Come back.



Setelah kedua wanita berbeda generasi tadi berpamitan, kini giliran Jenny yang menghampiri sang Kakak yang semakin terlihat tampan di usianya yang semakin matang, bahkan seharusnya Jo saat ini sudah memiliki kekasih atau pun istri, namun sepertinya pria tampan itu masih senang melajang dan menghabiskan waktunya dengan bisnis yang dia kelola.


“Kak, segeralah susul kami jika pekerjaan mu selesai! kami akan menunggu mu di sana! jaga kesehatan mu, ya!” Tutur Jenny seraya merangkul tubuh kekar atletis itu sebelum pergi menyusul kedua wanita yang tadi sudah lebih dulu beranjak.


“Jenn, apa sampai saat ini kau masih belum bisa membuka hatimu untuk ku?” Lirih Jo setelah melerai pelukan mereka.


“Kak! maafkan aku… aku tidak tau kapan hati ini bisa terbuka kembali,”.


“Sebaiknya Kakak cari gadis lain saja di luar sana, aku yakin banyak sekali gadis baik yang menginginkan hidup bahagia dengan Kakak,” Tutur Jenny.


“Tapi tidak ada satu pun yang seperti mu Jenn, kebanyakan dari mereka hanya menginginkan kekayaan dan ketenaran ku saja, aku risih dengan semua itu! aku sudah tidak percaya dengan perempuan mana pun lagi selain kau, Jenn!” Sahut Jo seraya menggenggam kedua tangan Jenny.


“Stttt! Kenapa Kakak selalu bicara seperti itu sih, bukannya terakhir kali aku sudah bilang kalau ada seseorang yang menyukai Kakak dengan tulus,” Seru Jenny.


“Anggun?!”.


“Hm… menurutku dia perempuan mandiri yang begitu baik dan tulus Kak, aku harap Kakak bisa mempertimbangkannya lagi,” Ucap Jenny seraya mengusap sebelah bahu Jo.


“Aku harus segera menyusul mereka, aku pamit ya! sampai jumpa! Jangan lupa susul kami nanti ya! we will miss you brother…” Teriak Jenny yang sudah meninggalkan Jo yang masih berdiri mematung mencerna setiap perkataan gadis yang masih dia sukai itu.


Setibanya di Tanah Air, Jenny dan yang lainnya di sambut antusias oleh Keluarga Primus yang sudah sangat lama merindukan kehadiran cucu juga putri angkatnya itu. Ayah Primus dan Ibu Tania begitu senang saat bisa menggendong Ken kecil kembali setelah terakhir kalinya mereka bertemu dua tahun yang lalu.


“Sayang…  Oma sangat rindu padamu, nak!” Ucap Ibu Tania yang tak henti menghujani Ken dengan ciumannya di seluruh wajah pria kecil menggemaskan itu.


“Ken juga Oma, Ken juga rindu pada semua orang-orang di sini, Ken senang… sekali bisa kembali ke sini,” Oceh bocah tampan tersebut.


 “Wah, kalau begitu kita pulang ke rumah Opa sekarang yuk, sayang! Opa punya hadiah untuk mu loh!” Sahut Ayah Primus yang tak kalah antusias saat mendapati Ken kecil yang semakin tumbuh tampan dan menggemaskan.


“Asik... terimakasih ya Opa, Ken sayang… sekali sama Opa,” Rayu Ken kecil seraya menghadiahi Ayah Primus satu kecupan menggemaskan di pipi kirinya.


“Haist! dasar anak penjilat kau Ken, ayo! sebaiknya kau ikut Om saja, apa kau juga tidak rindu dengan sepupumu?” Sahut Rangga yang tak mau kalah mengambil andil memanjakan Ken.


“Kalian ini benar-benar kompak dalam memanjakan Ken, dia bisa sangat manja nanti kalau kalian tidak ada,” Seru Jenny seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.


“Biarkan saja Jenn, kita kan sudah sangat lama tidak bertemu, ayo! sebaiknya kita pulang sekarang saja! Shakira dan Saga sudah menunggu kalian di dalam Mobil,” Tutur Rangga seraya menggendong Ken kecil menuju mobilnya yang di ikuti oleh Jenny.


Sedangkan Ibu Erika dan Oma Dona memilih ikut mobil Ayah Primus. Mereka semua akhirnya memilih singgah terlebih dahulu di rumah Ayah Primus yang saat ini sudah di perluas beberapa tahun silam dengan hasil jerih payah Rangga yang membantu mengelola perusahaan mertuanya yang tak lain Ayahnya Shakira.


“Hai Jenn! aku sangat merindukan mu, kau semakin cantik saja!” Sapa Shakira saat Jenny dan suaminya serta Ken kecil memasuki Mobil.


“Tante, apa kau hanya rindu pada Mommy saja?” Rajuk Ken yang merasa terabaikan oleh Tantenya.


“Haist! ternyata bocah tampan Tante bisa merajuk juga ya, kemari lah Ken! lihatlah! Saga sampai ketiduran karena menunggu, mu!” Tunjuk Shakira pada putranya yang kini tengah tertidur pulas di pangkuannya.


Saga adalah putra Rangga dan Shakira yang baru berumur 2 Tahun, pria kecil itu memiliki wajah yang begitu mirip dengan Shakira, bahkan Rangga selalu mengeluh jika dia tidak di beri sedikit pun kemiripan dengan putra pertamanya itu.


Semua orang dewasa yang berada di dalam mobil yang di kemudikan Rangga pun terkekeh mendengar ocehan Ken yang begitu menggemaskan. Mereka semua akhirnya berbincang seru selama perjalanan menuju rumah Ayah Primus, hingga tak terasa mereka semua sudah sampai di halaman rumah yang nampak tak asing bagi Jenny, namun terlihat begitu berbeda.


“Kenapa? kau tidak mengenali rumah ini ya?” Tanya Rangga yang sedari tadi mengamati raut wajah bingung Jenny.


“Ini… kenapa rumahnya berubah?” Bukannya menjawab, Jeny malah balik bertanya dan membuat Shakira dan Rangga terkekeh.


“Kau pasti masih terkejut ya Jenn, Rangga merenovasinya dua tahun yang lalu tepat setelah aku melahirkan Saga, Jenn!” Tutur Shakira yang akhirnya menjawab kebingungan Jenny.


“Hm… pantas saja terakhir kali aku ke sini waktu itu, rumah ini masih sama, kan?!”.


“Ya sudah, sebaiknya kita masuk ke dalam saja sekarang!” Seru Rangga.


“Astaga! aku melupakan pengawal Kak Jo di bandara, kira-kira mereka tau alamat rumah ini gak ya?” Pekik Jeny yang baru mengingat pengawal yang Jo perintahkan untuk menemaninya saat bertandang ke Tanah Air.


“Mereka sudah sampai duluan Jenn, kau tenang saja! mereka sudah tau alamat rumah ini ko,” Sahut Shakira seraya turun dari mobil setelah Rangga meraih putranya yang tertidur di pangkuan istrinya.


“Hah! mereka sudah tau? tapi…” Ucap Jenny yang kembali di sanggah oleh Shakira.


“Dion dan dua orang lainnya dulu bekerja dengan Papah ku Jenn, jadi mereka sudah terbiasa mengikuti ku kemana pun aku pergi! kau lupa ya kalau Kak Jo itu sepupu ku?!” Tutur Shakira yang membuat Jenny tersipu karena malu, malu karena dia lupa kalau Shakira memang masih keluarga Jonathan.


Setelah mengisi perut dengan jamuan yang di hidangkan oleh Ibu Tania, Jenny dan yang lainnya kini tengah beristirahat di kamar yang sudah Ibu Tania sediakan untuk mereka, Jenny memilih satu kamar dengan putranya sendiri di lantai atas di kamarnya dulu tinggal di samping kamar Aldo sang Kakak.


“Sayang, mandi dulu yuk! kau kan belum ganti pakaian sama sekali sejak tadi, habis itu kau tidur, ok!” Seru Jenny seraya membantu membuka pakaian putranya.


“Ok Mommy, aku akan mandi cepat dan tidur cepat agar tidak bangun terlalu sore, aku ingin segera bertemu Om Aldo dan mengajak main adik Saga,” Sahut Ken kecil antusias.


“Hm… baiklah! tapi mandinya yang bersih ya sayang! apa kau ingin Mommy mandikan?” Tawar Jenny.


.


.


.


.


.


.


.


See you next episode guys…😘😘😘