Love Me Please Jenny

Love Me Please Jenny
Eps 145 # Ken merajuk.



"Sorry... tadi sedikit ada insiden, Kak! tapi semuanya sudah ok, kok! selamat ya Kak, Jenn turut bahagia untuk kalian," Jawab Jenny seraya memeluk sang Kakak dengan begitu erat.


Tiba di Apartemen, Kenny segera bergegas menekan tombol bel Apartemen di seberang huniannya. Namun setelah menekan beberapa kali tidak ada yang menyahut sama sekali, bahkan Kenny sudah mencoba menanyakannya pada petugas keamanan yang berjaga di sana yang kebetulan lewat, namun petugas tersebut pun tidak mengetahui kemana Jenny dan orang-orang yang menghuni Apartemen itu pergi.


“Sepertinya kita belum di beri kesempatan untuk bertemu dengan Mommy, sayang! ayo! sebaiknya kita istirahat dulu saja di dalam,” Seru Kenny sendu seraya menggiring putrinya masuk ke dalam Apartemennya.


Kembali ke Gereja tempat pernikahan Aldo dan Mirea berlangsung. Kini semua orang yang tengah menikmati beberapa jamuan yang di hidangkan di ruangan sebelah Gereja pun terlihat begitu bahagia dan menikmati momen kebersamaan mereka tersebut.


“Ken, Uncle begitu merindukanmu, sayang! kau tidak nakal kan selama Uncle tidak ada?!” Ucap Jo yang baru saja tiba siang tadi, beriringan dengan kedatang Jenny.


“Ken selalu jadi anak yang baik Uncle! benarkan, Mom?!” Sahut Ken kecil meminta pembelaan dari Mommy nya. Jenny hanya terkekeh seraya menganggukkan kepalanya, dia begitu gemas dengan tingkah putranya yang semakin pintar dan menggemaskan.


“Ya sudah, setelah dari sini kita pulang ke Apartemen Uncle, ya!” Tutur Jo seraya mencubit gemas kedua pipi Ken kecil.


“Tapi kenapa kita tidak pulang ke Apartemen Mommy saja, Uncle? lagi pula, Ken ingin bermain lagi dengan Marsya di sana!” Sahut Ken kecil.


“Marsya?” Gumam Jo seraya menatap ke arah Jenny meminta jawaban.


“Marsya gadis kecil yang bertemu Ken di mall waktu itu Kak, kebetulan dia tinggal di sini bersama Kenny.” Lirih Jenny di akhir ucapannya.


“Kenny? apa itu berarti…” Jo menggantung ucapannya seraya mencerna ucapan Jenny.


“Sebaiknya kita pulang ke Apartemen Uncle saja, Ken! kasian Oma dan Oma buyut, mereka pasti terlalu leleh jika harus pulang ke Apartemen kita, sayang!” Ucap Jenny memberi alasan. Ken kecil nampak kecewa, namun dia tidak ingin membuat Oma dan Oma buyutnya kelelahan.


Akhirnya dengan berat hati Ken kecil pun mengikuti saran Mommy nya. Hanya butuh waktu sekitar 20 menit mereka akhirnya tiba di Apartemen Jo. Jenny yang sudah sangat lelah akhirnya menggiring sang putra untuk membersihkan tubuh dan tidur.


"Sepertinya aku tidak bisa menyamar lagi sekarang, lalu... bagaimana aku menjumpainya besok di kantor?! duh.... bodohnya aku! kenapa tadi aku tidak memakai atribut penyamaran ku saja sih saat ke taman?!" Batin Jenny menyesali kebodohannya sendiri.


Di tempat lain, tepatnya di sebuah Hotel berbintang lima. Sepasang pengantin, baru saja mengganti pakaian mereka dan mencoba bersantai setelah lelah menggelar pernikahan mereka. Meski acaranya sangat sederhana, namun kedua pengantin baru itu tetap saja kelelahan karena mereka menyiapkan semua keperluan pernikahannya tanpa bantuan siap pun. Al hasil mereka berdua terkulai lelah setelah acara selesai.


"Sayang, kemari lah!" Seru Aldo seraya menepuk ruang kosong di samping tempatnya berbaring saat ini.


"Emm... aku bersihkan make up dulu ya Kak," Sahut Mirea mengulur waktu.


Sebenarnya gadis itu masih saja malu jika harus berdekatan dengan Aldo yang kini telah sah menjadi suaminya, degup jantungnya selalu saja tak terkontrol berdetak kala dia sudah saling berhadapan dengan Aldo, membuat dirinya semakin nervous dan grogi.


"Baiklah! tapi jangan lama-lama ya, kita harus segera beristirahat sebelum besok mengemas barang untuk pindahan," Tutur Aldo yang masih memperhatikan gerak gerik istri barunya.


Tak lama setelah selesai membersihkan wajahnya, Mirea perlahan menghampiri Aldo yang terlihat sudah terlelap tidur di salah satu sisi tepat tidur.


"Aku masih tidak percaya jika saat ini kita sudah menikah, aku harap kita akan slalu bahagia kedepannya..." Gumam Mirea seraya menatap wajah sang suami yang sudah terlelap tidur.


Namun, tiba-tiba saja Aldo yang tengah tertidur pun menarik pinggang Mirea hingga tubuh gadis itu pun terjatuh ke dalam pelukannya.


"Aaaaaaah!" Jerit Mirea.


"Aku menginginkanmu malam ini, sayang!" Ucap Aldo dengan mata yang masih terpejam.


"Bukan kah tadi Kakak bilang sangat lelah? sebaiknya kita istirahat saja sekarang, supaya besok kita bisa bangun lebih awal untuk bersiap-siap mengemas barang pindahan," Tutur Mirea beralasan.


"Tapi aku menginginkanmu sekarang! kumohon... boleh ya!" Bujuk Aldo seraya mulai mengendus ceruk leher istrinya.


Perlahan Mirea mulai terbawa buaian Aldo. Gadis itu hanya bisa pasrah, baginya kini apa yang ada di tubuhnya adalah milik Aldo seutuhnya.


Keesokan harinya di Apartemen Jo. Ken kecil terlihat sedih, dia merajuk ingin kembali ke Apartemen Jenny yang berseberangan dengan Apartemen Kenny.


"Tapi Ken! Mommy harus bekerja hari ini, jadi kau tunggu di sini sampai Mommy pulang, ok!" Bujuk Jenny seraya mengelus kepala sang putra dengan lembut.


Ken kecil malah terlihat semakin sedih dan menangis. Jenny yang bingung, akhirnya memutuskan untuk mengajak Ken kecil pergi bersamanya ke kantor. Awalnya Jo merasa keberatan, karena Jo pikir Ken kecil akan merasa bosan jika harus menunggu Jenny seharian di kantor.


"Kau tenang saja, Ken bisa menggambar yang dia mau di sana, aku akan membawa semua peralatan mewarnainya agar dia tidak terlalu bosan selama menungguku!" Tutur Jenny memberi alasan.


Seketika wajah Ken kecil terlihat berbinar, dia benar-benar senang karena bisa ikut pergi bersama Mommy nya. Jo hanya bisa pasrah dan mengutus Dion untuk menemani Jenny menjaga Ken kecil saat gadis yang masih dia cintai itu bekerja.


Setibanya di perusahaan atau kantor Kenny, Jenny segera menggiring sang putra ke ruangan yang telah disediakan Kenny waktu itu.


"Ken! kau tunggu di sini ya! Mommy akan membuat sketsa dulu, jika kau bosan! kau bisa mewarnai dan menggambar sesuatu, Mommy sudah membawa semua peralatan mewarnaimu di dalam tas itu,".


"Ok Mom, apa Ken boleh berkeliling bersama Om Dion jika bosan mewarnai?" Tanya Ken kecil.


"Emm... baiklah, tapi kau tidak boleh merepotkan Om Dion, ya!" Sahut Jenny seraya mengusap pucuk kepala Ken kecil.


"Emm!!" Jawab Ken kecil dengan gumaman.


"Kak Dion! maaf, sepertinya aku dan Ken akan merepotkanmu," Tutur Jenny sungkan.


"Anda tidak perlu sungkan Nona, Anda tenang saja, saya memang dibayar untuk melayani Anda oleh Tuan Jo!" Sahut Dion.


"Hm... ya sudah! kalau begitu aku bekerja dulu, ya!" Ucap Jenny seraya menghampiri meja kerjanya.


Di saat Ken kecil tengah mewarnai, tiba-tiba pintu ruangan Jenny diketuk oleh seseorang dari luar. Setelah mendapat sahutan dari dalam ruangan orang yang mengetuk pintu pun masuk dan menampakan diri di hadapan Jenny dan Ken kecil.


Tok... tok... tok... suara pintu diketuk.


"Masuk!" Seru Jenny.


Ceklek...


"Om!" Panggil Ken kecil setelah melihat siapa yang datang.


.


.


.


.


.


.


.


Kira-kira siapa yang Ken kecil panggil Om ya?


Penasaran kan, ikutin terus kelanjutan kisahnya ya!


See you next episode... 😘😘😘