Love Me Please Jenny

Love Me Please Jenny
Eps 53 # Bujukan Mom Bella



“I…iya Mom, Mom doakan saja ya, tapi maaf sepertinya Jenny harus kembali bekerja sekarang, Jenny tutup dulu teleponnya ya,” Seru Jenny menghindar.


Jenny tidak ingin Mom Bella semakin mendesaknya untuk segera menikah dengan Kenny. Pasalnya Jenny masih ragu bahkan sempat kecewa dengan sikap egois yang Kenny lakukan di hari kemarin. Ternyata pria itu begitu egois dan tidak mau mendengarkan penjelasan dari mulut Jenny sendiri tentang kedekatannya dengan pria yang bernama Jonathan yang baru-baru ini dia temui itu.


“Haist!! kenapa kau selalu sibuk sih Jenn, luangkan lah waktu untuk menengok putra Mom yang menyedihkan itu ya, sepertinya kali ini dia benar-benar sakit keras sayang, Mom sudah pusing di buatnya, dia sama sekali tidak mau makan dan minum apa pun sampai harus di infus di rumah saat ini,” Tutur Mom Bella yang mengerti jika Jenny sengaja menghindarinya. Namun hal itu tak menyurutkan niatnya untuk membuat sepasang kekasih itu kembali rukun dan berdamai.


Setelah Mom Bella menerima laporan tentang informasi yang dia inginkan dari anak buahnya, Mom Bella segera mengambil tindakan dan segera menyusun rencana untuk meluruskan kembali ke salah pahaman yang ada di antara hubungan putranya itu. Mom Bella benar-benar tidak habis pikir dengan tingkah Kenny yang kelewatan itu, bisa bisanya putranya itu menuduh Jenny habis-habisan tanpa mencari bukti yang akurat terlebih dahulu.


“Apa Kenn separah itu Mom? tapi Jenny hari ini benar-benar sangat sibuk, Jenny masih harus bertemu dengan beberapa kolega untuk melakukan kesepakatan,” Jujur Jenny.


“Ha… kau kan bisa kesini sepulang bekerja sayang, lagi pula apa kau tidak merindukan Mommy juga ya, Mom kan juga ingin bertemu denganmu sayang, Mom ingin menunjukkan tempat-tempat yang bagus untuk menggelar pernikahan kalian nanti,” Tutur Mom Bella bersemangat.


“Em… Jenny usahakan ya Mom, kalau begitu Jenny tutup teleponnya ya, bye Mommy,” Sahut Jenny seraya mengakhiri sambungan teleponnya.


Hari semakin sore, saat ini Jenny tinggal menemui satu koleganya lagi untuk menentukan kesepakatan kerjanya. Gadis cantik itu masih berusaha terus bersemangat di sisa kekecewaan yang di timbulkan oleh sang kekasih. Hingga akhirnya dia tiba di sebuah Kafe yang terletak tak jauh dari pusat kota.


“Jenn, sepertinya aku harus menjemput Shakira sekarang, kau tidak apa-apa kan menemui kolega sendirian?” Ucap Rangga yang saat itu menemani Jenny.


“Oh ya sudah, kau jemput saja Shakira, aku bisa ko temui koleganya sendiri, lagi pula ini kolega terakhir kita kan hari ini!” Sahut Jenny seraya menunjukkan senyumnya untuk menutupi rasa lelah raga dan hatinya hari itu.


“Benar? apa kau ingin aku menjemputmu juga setelah pulang mengantar Shakira nanti?”.


“Tidak perlu Ga, aku nanti pulang sendiri saja, lagi pula aku masih ada sedikit urusan setelah selesai bekerja nanti,” Tolak Jenny.


“Hm… ya sudah, kalau begitu hati-hati pulangnya ya nanti, bye Jenn,” Rangga mengusap kepala Jenny sebelum pergi, hal itu sudah menjadi rutinitasnya sejak mereka resmi menjadi satu keluarga.


“Bye,” Ucap Jenny seraya melangkah masuk ke dalam Kafe untuk menemui kolega terakhirnya hari itu.


Di dalam Kafe yang cukup luas itu, Jenny mengedarkan pandangannya mecari sosok pria yang memakai jas berwarna abu-abu yang merupakan kolega yang akan dia temui sore itu. Setelah puas memindai sekeliling Kafe, Jenny memutuskan duduk di salah satu bangku yang masih kosong, sepertinya koleganya itu belum datang, sehingga Jenny memutuskan untuk menunggunya sebelum ia putuskan untuk pulang.


“Sepertinya orang itu belum sampai, aku tunggu sebentar lagi deh!”.


Disaat bersamaan terlihat sepasang pasutri yang sedang di mabuk asmara memasuki Kafe yang kini di singgahi Jenny. mereka melenggang dengan mesranya tanpa merasa risih sedikit pun. Dengan sengaja Renata bergelayut manja di lengan suaminya saat semua pandangan mata gadis-gadis yang berada di kafe tersebut tertuju pada wajah tampan suaminya.


Ya! pasangan suami istri yang baru saja memasuki kafe tersebut adalah Erfan dan Renata, mereka sengaja mampir ke kafe tersebut untuk sekedar melepas penat sambil mengganjal perut dengan cemilan-cemilan khas dari sebuah Kafe.


“Sayang , sepertinya itu Jenny deh!” Ucap Erfan seraya menghentikan langkahnya.


“Mana? ah… iya Fan itu memang Jenny, kita samperin yuk!” Seru Renata bersemangat.


“Sepertinya Jenny juga baru saja sampai,” Tutur Erfan.


“Dari mana kau tau, apa kalian janjian ya?” Tebak Renata dengan wajah yang sudah berubah masam.


“Haist! mulai lagi deh duga menduganya, aku hanya menebaknya sayang, karena di meja Jenny belum ada satu pun makanan atau pun minuman,” Tutur Erfan menjelaskan.


“Oh…” Sahut Renata datar.


“Jenn? apa kau sedang menunggu Kenny ya di sini?” Sapa Renata yang langsung bertanya pada gadis cantik itu. Jenny pun menoleh dan melempar senyum sebelum menjawab pertanyaan Renata tersebut.


“Haist! kau ini, aku pikir siapa tadi, ayo duduk dulu!” Seru Jenny.


“Kalian apa kabar? aku benar-benar senang bisa bertemu kalian di sini,” Tutur Jenny bertanya.


“Kita baik-baik saja Jenn, oh iya! kau belum menjawab pertanyaan ku tadi, kau sedang menunggu Kenny ya di sini?” Tanya Renata kembali.


“Aku tidak sedang menunggunya Re, aku sedang menunggu kolega ku di sini,” Sahut Jenny menjawab.


“Oh… aku pikir kalian sedang janjian kencan di sini, eh iya! apa Kenny tidak mengajakmu keluar ya malam ini?” tanya Renata bersemangat.


“Tidak! sepertinya dia masih sakit, karena tadi Mom juga bilang kalau Kenny sampai di infus di rumah,”.


“Hah! Kenny sakit? sejak kapan dan sakit apa dia?” Ucap Renata terkejut sekaligus khawatir pada sahabatnya itu.


“Iya Jenn, apa kau serius? aku bahkan masih bertemu dengannya dua hari yang lalu, dan dia masih terlihat sangat sehat,” Tambah Erfan yang tak kalah terkejut dan cemas.


Jenny menghela kasar nafasnya, dia bingung harus menjelaskan seperti apa kronologisnya pada kedua pasangan suami istri itu perihal sakit yang Kenny derita saat ini. Pasalnya semua itu di akibatkan oleh Aldo yang menyuruh Kenny untuk melakukan hal yang bisa membuktikan kalau dia menyesal telah menuduh Jenny berselingkuh, dan itu semua Kenny lakukan karena Kenny benar-benar menyesal dan begitu mencintai Jenny. Sehingga Kenny tak berpikir ulang untuk mengguyurkan dirinya sendiri di bawah derasnya air hujan di hari kemarin.


“Sebenarnya…” Lirih Jenny.


“Jenn, ada apa? apa kalian sedang ada masalah ya?” Tebak Renata seraya menggenggam tangan Jenny yang tergeletak begitu saja di atas meja.


“Hm… Kenny salah paham padaku kemarin, dia…” Jenny menceritakan semua kejadian yang dia alami kemarin tanpa terlewatkan sedikit pun.


“Astaga! Kenny ternyata nekad juga ya? padahal kan selama ini dia jarang sekali hujan-hujanan, malah… hampir tidak pernah, pantas saja kalau dia langsung terserang demam,” Tutur Renata.


.


.


.


.


.


.


.


See you next episode guys... 😘😘😘