Love Me Please Jenny

Love Me Please Jenny
Eps 82 # Menduga-duga



“Emm… aku terserah padamu saja Kenn, ya sudah aku akan membersihkan diri dulu sekarang!” Jenny beranjak dan memasuki kamar mandi.


Sementara itu di sebuah Apartemen, seorang pria tampan nampak sedang gelisah karena khawatir dengan keadaan gadis pujaannya yang semalam dia tolong. Jonathan nampak bimbang karena Jenny memintanya untuk tidak menemuinya lagi. Jenny tidak ingin jika Kenny salah paham lagi padanya, mau tidak mau Jo harus menurutinya. Dia sendiri pun tidak ingin melihat Jenny kembali bersedih saat bertengkar dengan teman kampusnya dulu itu.


“Apa Jenny sudah membaik ya? ha… aku benar-benar khawatir di buatnya semalam, tapi syukurlah jika dia sekarang sudah bersama suaminya.” Gumam Jo seraya beranjak dari kamarnya menuju dapur dan membuat sarapan untuknya sendiri.


Siang harinya, Jenny dan Kenny benar-benar pulang ke Negara asal mereka. Selain pekerjaan Kenny di sana sudah selesai, Pria tampan itu juga ingin istrinya bisa beristirahat dengan nyaman di Apartemen mereka. Awalnya Kenny berniat membawa Jenny ke mansion Mommy Bella, namun dengan tegas Jenny menolaknya dengan alasan tidak ingin merepotkan mertuanya itu.


“Sayang, kenapa jadi cemberut lagi sih? ayolah, aku kan sudah meminta maaf dari semalam, apa kau tidak rindu ya dengan pelukanku?” Bujuk Kenny saat mereka masih di dalam pesawat.


“Sudahlah Kenn, jangan mengganggu ku lagi! aku ingin beristirahat sekarang!” Sahut Jenny tanpa membalikkan tubuhnya yang sedang berbaring di atas tempat tidur.


“Ha… apa semua wanita selalu seperti ini ya jika sudah merajuk?” Batin Kenny.


Beberapa Jam kemudian Kenny membangunkan Jenny yang ternyata benar-benar tertidur pulas sejak terakhir dia mengajaknya berbicara, sepertinya Jenny masih di bawah pengaruh obat yang di berikan Dokter sebelum mereka pulang tadi. Sehingga secara tak sadar Jenny tertidur cukup lama di dalam pesawat tersebut.


“Sayang! bangun! sebentar lagi kita akan mendarat!” Seru Kenny membangunkan istrinya.


“Emm… apa kita sudah hampir sampai?” Gumam Jenny seraya membuka matanya perlahan.


“Iya sayang, ayo! aku bantu bersiap!” Seru Kenny dengan sabarnya membantu sang istri untuk membersihkan diri dan bersiap duduk di kursi khusus sebelum mereka mendarat.


Setibanya di tanah air, Tian segera mengantar kedua majikannya ke Apartemen Kenny. Namun sebelum mereka sampai di hunian elit tersebut, Tian di buat terkejut dengan pemberitaan Nona nya yang semalam di gendong oleh Jonathan.


Flash back start.


“Kak Tian, aku mohon jangan beritahu Kenny jika yang menolongku tadi Tuan Jo ya! aku tidak ingin Kenny salah paham lagi pada kami,” Pinta Jenny di sambungan teleponnya setelah tersadar di Rumah Sakit.


“Baiklah Nona, aku mengerti. Kalau begitu biar aku beritahu Tuan Kenny sekarang tentang keberadaan mu ya,” Tutur Tian sebelum mengakhiri sambungan teleponnya.


“Berikan saja teleponnya ada Kenny Kak!” Pinta Jenny.


Dengan patuh Tian pun memberikan ponselnya pada sang bos.


“Tuan! Nona menelepon!” Seru Tian seraya menyerahkan ponselnya pada Kenny.


“Kenapa dia malah menelepon mu?” Gumam Kenny bertanya seraya meraih ponsel milik Asistennya itu.


“Kenn, haciuhh…” Sapa Jenny terdengar flu.


“Sayang! apa kau baik-baik saja? kau ada di mana sekarang? kenapa kau pergi tidak bilang padaku?” Kenny memborong pertanyaan yang sejak tadi sudah bersarang di otaknya.


“Aku ada di Rumah Sakit, haciuhh… aku sudah berusaha menghubungimu tadi, tapi sepertinya kau begitu sibuk, jadi aku memutuskan menunggumu selesai.” Tutur Jenny di sela flu yang melanda dirinya saat ini.


“Kau menghubungi ku? tapi sejak tadi ponsel ku aku pegang dua-duanya sayang, dan tidak ada satu pun daftar riwayat panggilan tak terjawab dari nomormu di ponsel ku.” Sahut Kenny yang memang tidak menemukan daftar riwayat panggilan tak terjawab dari istrinya.


“Mungkin kau tadi sedang sibuk Kenn, kalau aku boleh tau apa kau tadi bersama Gea?” Tanya Jenny yang di jawab ragu-ragu oleh Kenny. Pasalnya Kenny tidak ingin Jenny kembali salah paham padanya.


“I…iya sayang, aku memang bersamanya sepanjang acara tadi, karena dia yang akan menangani perusahaan ku di Negara ini, jadi aku sekalian memperkenalkannya kepada semua kolega bisnisku tadi. Tapi kami tidak melakukan apa pun lagi ko selain urusan bisnis.” Papar Kenny menjelaskan.


Jenny terdengar menghela kasar nafasnya di seberang telepon sana, dia terdengar sedikit kecewa dengan jawaban suaminya yang membenarkan keberadaan Gea yang sejak tadi bersama dirinya selama acar berlangsung.


“Hm… ya sudah kau selesaikan saja acaranya, aku bisa beristirahat sendiri.” Ucap Jenny seraya mengakhiri sambungan teleponnya secara sepihak.


Tut..tut…tut…


“Tuan! terimakasih sudah membawaku ke Rumah Sakit, tapi sebaiknya kau pulang saja sekarang dan jangan temui aku lagi, sebentar lagi suamiku dan asistennya akan kemari, aku tidak ingin Kenny salah paham lagi jika melihatmu di sini,” Ungkap Jenny.


“Aku bisa menjelaskan nya pada Kenny, Jenn! aku tidak mungkin meninggalkan mu sendirian di sini. Aku masih khawatir jika kau butuh sesuatu nanti!” Sahut Jo yang enggan meninggalkan Jenny.


“Tapi aku sudah membaik sekarang, dan aku bisa meminta perawat untuk membantuku jika aku membutuhkan sesuatu di sini, ku mohon Tuan, pulanglah!” Pinta Jenny lirih.


Jonathan terlihat menghela kasar nafasnya, sebenarnya dia masih ingin menemani Jenny hingga dia benar-benar sembuh. Namun kenyataannya dirinya memang harus sadar, jika gadis yang dia sukai itu sudah mempunyai suami yang lebih berhak dan bertanggung jawab untuk menjaganya.


“Ha… baiklah Jenn, semoga kau cepat sembuh, aku pamit ya!” Ucap Jo sendu. Namun memaksakan senyumnya sebelum pergi.


Ada segurat kecewa di wajah tampannya yang dia tutupi dengan senyuman perpisahan sebelum dia meninggalkan ruangan rawat Jenny, pria tampan itu akhirnya mengalah dan segera pergi meninggalkan gadis yang dia sukai.


Flash back done.


“Pengusaha muda berbakat Jonathan Milano terciduk sedang menggendong kekasihnya ke dalam mobil pribadi miliknya di acara peresmian gedung baru Alva corp.”.


“Tak pernah terdengar isu hubungan asmaranya, kini Jonathan Milano salah satu pengusaha muda berbakat menunjukkan keberadaan sang kekasih di acara peresmian gedung baru Alva corp.”.


“Waduh… bisa gawat ini! aku harus segera membereskannya sebelum Tuan Kenny tau!” Batin Tian setelah melihat berita digital melalui tab miliknya.


“Ti, kau sedang apa sih? apa kau sudah bosan bekerja denganku ya?” tegur Kenny dengan wajah sangarnya.


“Ma…maaf Tuan, saya baru saja mengingat sesuatu tadi, jadi apa boleh Tuan ulang kembali perintahnya?” Ucap Tian gugup.


Kenny sedikit kesal dengan tingkah aneh Asistennya itu, tidak biasanya Tian mengabaikan perintahnya seperti saat ini.


“Ha… kau ini kenapa berubah aneh seperti ini sih! aku menyuruhmu membawa barang-barang kami sampai Apartemen, jika kau terlalu repot, kau bisa menyuruh pelayan lain untuk membantumu.” Tutur Kenny sambil menuntun istrinya untuk menghampiri lift yang akan membawa mereka menuju hunian Kenny.


“Sudahlah Kenn, jangan terlalu memarahi Kak Tian, mungkin dia sedang banyak pikiran saat ini,” Sahut Jenny.


“Ya sudah, sebaiknya kita naik ke atas sekarang saja, biar dia sendirian yang mengurus koper-koper kita,”.


Di Apartemen. Jenny yang merasa bosan mencoba menyalakan televisi di kamar suaminya, namun baru saja dia menonton satu tayangan, Jenny di buat panik dan langsung mematikan kembali televisinya saat itu juga. Beruntung Kenny saat itu sedang berada di ruangan kerjanya untuk membereskan sisa pekerjaannya, sehingga pria tampan itu tidak melihat acara berita yang Jenny tonton.


“Astaga! kenapa beritanya menyebar begitu cepat?”.


“Aku harap Kenny tidak menonton televisi atau pun berita digital di ponselnya,” Gumam Jenny gelisah.


Sejurus kemudian Jenny kembali di kejutkan dengan kedatangan Kenny yang langsung melenggang begitu saja ke dalam kamarnya.


“Sayang! kau sedang apa?” Tegur Kenny seraya menghampiri.


“Astaga! Kenn! kau benar-benar membuatku terkejut.” Ucap Jenny sambil mengelus dadanya.


Kenny menaikkan sebelah alisnya. “Kenapa kau begitu terkejut? Kau tidak apa-apa kan? atau jangan-jangan kau baru saja melihat hantu ya?” Duga Kenny menebak-nebak.


Jenny menggeleng sambil menarik tangan suaminya agar ikut duduk di sampingnya.


“Ada apa? kenapa kau bersikap manja seperti ini lagi?” Tutur Kenny yang merasa heran dengan perubahan suasana hati istrinya.


“Apa aku tidak boleh manja pada suami ku sendiri ya? atau kau sudah bosan padaku?” Celotehan Jenny langsung di bungkam oleh Kenny dengan kecupannya di bi*** ranum istrinya itu.


“Emm…” Panik Jenny.


“Lain kali kalau berbicara seperti itu lagi, aku akan mengurung mu di kamar selama satu minggu penuh.” Ucap Kenny setelah melepaskan pagutan mereka.


“Haist! menyebalkan! aku kan tidak melakukan kesalahan apa pun!” Gerutu Jenny tak terima.


“Hei! kau masih belum menyadari kesalahanmu ya? atau kau mau aku yang mengingatkan kesalahanmu itu?” Ucap Kenny yang membuat pikiran Jenny melayang pada berita yang baru saja dia tonton tadi.


“Apa Kenny sudah tau berita tadi ya? tapi kenapa dia hanya bersikap biasa saja?” Batin Jenny menduga-duga.


“Sayang! kenapa kau malah diam?” Tegur Kenny.


.


.


.


.


.


.


.


Sayang kenapa belum dukung Mom dengan like, komen, gift serta vote nya??? yukk buruan kasih dukungannya... 😜😁🤗😘


See you next episode…👋🏻👋🏻👋🏻