Love Me Please Jenny

Love Me Please Jenny
Eps 131 # Melahirkan.



“Oma! Jenn sudah tidak kuat Oma! Bayi Jenny sepertinya sudah ingin keluar sekarang,” Ucap Jenny di sela menahan kontraksi yang terus menyerangnya.


“Tahan lah sayang! kau pasti bisa melewatinya Jenn, Oma yakin kau perempuan yang kuat, kau pasti bisa!” Oma Dona memaksa menemani Jenny di dalam ruangan tindakan. Padahal tim medis sudah memperingatinya agar menunggu di luar ruangan.


Pasalnya Ibu Erika masih harus banyak beristirahat sebelum kesehatannya benar-benar di katakan pulih oleh Dokter. Sedangkan Jo memilih menemani Ibu Erika di ruangan tunggu yang terletak tak jauh dari ruangan tindakan yang di tempati Jenny saat ini.


“Jo, apa sudah ada kabar dari Dokter dari dalam ruangan Jenny?”Tanya Ibu Erika.


“Belum Bu, sepertinya Jenny masih menunggu pembukaannya lengkap, tadi saat Suster hendak masuk ke dalam Jo sempat menanyakannya,” Sahut Jo menjawab.


“Ya Tuhan, semoga persalinan Jenny dimudahkan dan dilancarkan!” Tutur Ibu Erika mengucap doa.


Berjam-jam lamanya Jenny mengalami kontraksi yang sangat luar bisa, dirinya sampai berurai air mata karena tak bisa menahan sakit yang menyerangnya.


“Oma! Jenny sudah lemas… Jenny sudah tak memiliki tenaga lagi Oma!” Lirih Jenny yang kini nafasnya mulai terdengar tersengal.


“Jenn, kau harus bertahan sayang, ini sudah pembukaan ke 7… kau pasti bisa, kau harus kuat sayang!” Oma Dona terus memotivasi Jenny agar terus bertahan. Sebenarnya dia bisa saja meminta Dokter untuk melakukan Operasi, namun Jenny terus melarangnya, meski dia sering mengeluh tak kuat dan lemas, tapi Jenny ingin terus bertahan jika masih bisa melahirkan dengan cara normal.


“Kenny Alvaro! aku membencimu!” Batin Jenny menjerit.


Bertepatan dengan itu air ketubannya tiba-tiba saja pecah, Dokter yang mengetahui segera menindak Jenny dan meminta Oma Dona agar segera keluar saat itu juga demi kelancaran proses persalinan.


“Ayo Nona! tarik nafas yang panjang ya! keluarkan lewat mulut, lakukan secara berkala dan bersiap mengejan saat saya instruksikan lagi ya!” Tutur Dokter Lusi memberi arahan.


“Huft… huft… aaaahhh! sakit Dok…ter… astaga! aku benar-benar tidak kuat!!”Jerit Jenny di sela persalinannya.


“Tarik nafas lagi Nona, anda pasti bisa, ayo! saya akan mulai beri instruksi mengejan sebentar lagi, ayo coba atur lagi pernafasannya ya!” Tutur Dokter Lusi yang terus memberi Jenny arahan.


“Huft….huft…aaaahhh… huft…” Jenny terus mengatur pernafasannya dan berusaha menahan sakit yang dia rasakan di sekujur tubuhnya.


“Sekarang Nona, ayo mulai mengejan!” Ucap Dokter Lusi.


“Aaaaaahh… hah…hah… hah… aku sangat lemas Dokter, aku sungguh tak kuat!”.


“Anda pasti bisa Nona, ayo! kita coba sekali lagi ya, tarik nafas yang panjang…. Keluarkan dan… mengejan!” Seru Dokter Lusi yang terus mengarahkan dan memotivasi Jenny agar terus berjuang.


“Ayo Nona! kepalanya sudah terlihat, ayo coba mengejan lagi, tarik nafas lagi Nona!” Seru Dokter Lusi yang tak lelah mengarahkan.


Jenny yang mendengar jika sang bayi sudah terlihat kepalanya berubah bersemangat kembali, gadis itu berusaha di tengah rasa sakit dan peluh yang sudah bercucuran sedari dia merasakan kontraksi.


“Nak! Mommy akan berjuang demi mu sayang!” Batin Jenny menggebu-gebu.


“Huft…aku bisa... huft… pasti bisa…!!” Gumam Jenny seraya menarik nafasnya dalam-dalam demi mengumpulkan kekuatan dan tenaganya kembali.


“Kenny Alvaro!!! aku benar-benar membencimu!! Aaaaaaaa……”  Batin Jenny menjerit penuh kebencian.


Oek…oek…oek….


“Wah…bayinya begitu tampan Nona! selamat ya… ” Tutur Dokter Lusi yang segera meletakkan baby boy yang baru saja Jenny lahir kan di atas dada gadis yang masih terlihat letih itu, setelah melakukan serangkaian tindakan yang mesti di berikan pada bayi yang baru lahir.


“Oma sepertinya itu tangisan bayi Jenny, dia sudah melahirkan Oma… Jenny sudah melahirkan!” Seru Jonathan antusias.


“Syukurlah kau sudah melahirkan Jenn… Ibu benar-benar lega mendengarnya,” Batin Ibu Erika yang sudah berurai air mata bahagia sejak mendengar tangisan bayi yang menggema di dalam ruangan tindakan yang Jenny tempati.


Beberapa saat kemudian seorang Suster terlihat keluar dari ruangan tindakan. Jo dan kedua wanita yang dia sayangi itu segera menghadangnya dan menanyakan keadaan Jenny dan bayinya.


“Suster! apa Jenny sudah selesai melahirkan? bagaimana kondisinya dan juga bayinya sekarang?” Tanya Jo bertubi-tubi.


“Sudah Tuan! dan saat ini Nona Jenny masih menjalani beberapa tindakan pasca melahirkan, sementara itu bayinya akan mulai di mandikan  setelah proses Inisiasi Menyusui Dini (IMD) nya selesai.” Papar Suster.


“Syukurlah, kapan mereka di pindahkan ke ruangan?” Tanya Ibu Erika.


“Mungkin sekitar satu jam lagi Nyonya, kami pasti memberitahukan lagi kabarnya nanti, kalau begitu saya permisi ya!” Pamit Suster.


Sementara Jenny yang sudah lega melahirkan sang buah hati, di Negara tempat asalnya kini Kenny tak kalah tegang sekaligus gelisah setelah Gea tak sengaja terjatuh dan harus di tindak sesegera mungkin. Dan hal itu membuat si jabang bayi yang di kandung terpaksa harus lahir prematur dengan jalan Operasi Caesar.


“Dok! apa bayinya selamat?” Tanya Kenny saat Dokter terlihat  keluar dari ruangan tindakan.


“Syukurlah Tuan Kenny membawa Nyonya tepat waktu, kalau tidak bayinya tidak bisa terselamatkan, sekarang bayinya sedang menjalani beberapa tindakan pemeriksaan oleh Dokter yang lebih ahli di bidangnya, semoga saja bayinya sehat tanpa penyakit atau pun cacat! Sementara Nyonya Gea akan kami pindahkan ke ruangan perawatan sebentar lagi!” Tutur Dokter menyampaikan penuturannya.


“Huft… syukurlah! kalau begitu lakukan lah yang terbaik untuk bayi ku Dokter!” Ucap Kenny yang lebih mengkhawatirkan keadaan bayinya di bandingkan keadaan Gea yang jelas-jelas masih tak sadarkan diri meski sudah melewati masa kritisnya.


Flash back start.


“Ge! aku ingin kita berpisah setelah bayi itu lahir! aku sudah tidak bisa hidup dengan mu lagi, aku sudah berada di ujung kehancuran, semua investor yang bekerja sama dengan perusahaan ku semakin banyak yang  menarik kembali investasi-investasinya, dan itu membuat perusahaan Alvaro terancam bangkrut. Aku tidak ingin kau hidup sengsara jika terus bersama ku,”.


“Tidak Kenn, aku tidak mau! aku sangat mencintaimu, sejak dulu sampai kapan pun, kau hanya milik ku, aku tidak mau berpisah!” Tolak Gea seraya terus bersimpuh di bawah kaki Kenny yang kini tengah berdiri membelakanginya di ruangan kerjanya.


“Ge! bangun lah, aku harus segera menghadiri pertemuan dengan para investor sekarang,” Kenny tak menghiraukan Gea yang terus menangis di bawah kakinya, pria bertubuh atletis itu malah meninggalkannya ke luar ruangan untuk menghadiri pertemuan dengan beberapa investor yang bertahan menanamkan sahamnya di perusahaan Kenny.


“Kenn! tunggu! Kenny…aaahhh!!” Teriak Gea yang terus mengikuti Kenny. Hingga akhirnya saat menuruni tangga Gea tergelincir karena tak memperhatikan jalan yang dia pijak.


“Gea!!!” Jerit Kenny setelah melihat Gea terguling berkali-kali menuruni anak tangga yang cukup tinggi.


Dengan sigap Kenny segera menggendong tubuh Gea menuju mobil untuk membawanya ke Rumah Sakit terdekat, dia benar-benar sangat khawatir dengan keadaan Gea dan juga bayi yang sedang di kandungnya.


.


.


.


.


.


.


Guys... Mom mau minta doanya lagi nih, hari ini kebetulan Kakak Mom mau Operasi pemasangan ring, semoga semuanya berjalan lancar dan di beri sehatkan kembali, Ya Allah... dari kemari yang sakit terus bergantian, semoga menjadi pelebur dosa-dosa kami, Aamiin Allahumma Aamiin... 😢


See you next episode... 😘😘😘