
Jenny terlihat pasrah dengan permintaan pria tampan yang sedang mengalami demam tersebut. Akhirnya Jenny mengindahkan keinginan Kenny dan menemaninya hingga pria itu tertidur pulas.
“Jenn! apa kau sudah punya kekasih?” Tanya Kenny yang saat ini tengah terbaring lemah di atas tempat tidurnya.
“Kenapa kau bertanya seperti itu?” Sahut Jenny seraya memeras handuk yang sebelumnya di sediakan Bibi Rosa pelayan villa Kenny untuk mengompres Tuan mudanya.
“Tidak apa, aku hanya ingin tau saja, apa kau keberatan aku bertanya seperti itu?”.
“Hm… aku belum pernah memiliki kekasih selama ini, Tuan Erfan adalah pria pertama yang tadinya ingin aku dekati, tapi setelah mendengar cerita mu tadi, sepertinya aku akan mengurungkan niat ku itu,”.
Jenny memberi jeda ucapannya sebelum dia kembali melanjutkan kata-katanya. Helaan nafasnya pun terdengar meluncur lembut dari bibir ranumnya.
“Aku tidak ingin menjadi perempuan perusak hubungan orang lain, mungkin saat ini memang belum waktunya untuk ku mencari kekasih,” Lirih Jenny.
“Kau sendiri, apa yang akan kau lakukan sekarang? kau bahkan sudah tau jika saat ini Nona Renata dan Tuan Erfan sedang bersanding bersama di ball room hotel itu kan!” Tanya Jenny seraya menaruh handuk basah yang sudah dia peras di kening Kenny dengan telaten.
“Entah lah, mungkin untuk sementara waktu aku akan menenangkan diri di Negara A, aku ingin mencari suasana baru agar pikiranku bisa tenang, sambil mengurus cabang perusahaan ku yang baru di sana”.
“Apa kau ingin menghindari mereka?”.
Kenny masih diam tak menjawab, sebenarnya dia juga masih ragu untuk mengasingkan diri di Negara A tersebut.
“Tuan! ini sudah hampir pagi, sebaiknya kau lekas tidur supaya tubuhmu bisa cepat bugar kembali besok,” Jenny menyelimuti tubuh atletis pria itu setelah dia tak kunjung mendapat jawaban dari Kenny.
“Baiklah, kau boleh beristirahat juga Jenn, aku tidak ingin kau ikut-ikutan sakit juga nanti, terimakasih ya sudah mau menemaniku!”.
“Sama-sama Tuan, kalau begitu aku istirahat dulu ya, semangat!” Jenny mengacungkan sebelah kepalan tangannya untuk memberi dukungan pada Kenny sebelum meninggalkan pria tampan itu di kamarnya.
“Semangat!” Kenny menyahuti sambil terkekeh lemah.
*****
“Fan! aku benar-benar sangat bahagia malam ini, setelah sekian lama akhirnya kau menerima cintaku juga,” Ucap Renata saat pesta ulang tahunnya telah selesai.
“Re, sebenarnya ada yang ingin aku bicarakan kepadamu, seharusnya kejutan tadi di berikan…” Tutur Erfan tercekat saat Mommy Iren menghampiri mereka di balkon hotel.
“Sayang, kalian ternyata masih di sini ya, Mommy kira kalian pulang ke mansion!” Mommy Iren sengaja menghampiri kedua muda mudi tersebut karena ternyata dia sebelumnya sudah mengetahui apa yang akan Erfan sampaikan pada Renata.
Flash back start.
“Pah! Mommy ke toilet sebentar ya!” Pamit Mommy Iren.
“Ya sudah jangan lama-lama ya,” Sahut sang suami.
Setelah keluar dari toilet Mommy Iren tidak sengaja melihat Erfan yang sedang berdiri di samping balkon. Awalnya Mommy Iren ingin menegurnya, namun niatnya itu segera dia urungkan saat mendengar ungkapan hati pemuda tampan itu. Diam-diam Mommy Iren mendekat untuk menguping apa saja yang di ungkapkan Erfan pada angin malam itu. Mommy Iren sedikit terkejut setelah mendengar jika Erfan juga ternyata mencintai putrinya. Setelah puas mendengar isi hati Erfan yang dia luapkan di udara, Mommy Iren menghampirinya dengan kehangatannya sebagai seorang ibu.
“Tante! Erfan hanya sedang menikmati udara malam Tan, Tante sendiri sedang apa di sini?” Erfan balik bertanya untuk menutupi kegugupannya.
Dia harap Mommy Iren tidak mendengarkan semua curahan hatinya tadi.
“Tante baru saja dari toilet,”.
“Fan, apa yang kamu lakukan hari ini benar-benar sangat menolong keluarga Tante dari pembicaraan orang-orang, jika kedua orangtuamu masih ada, Tante yakin mereka pasti sangat bangga padamu nak,” Mommy Iren membelai salah satu rahang tegas milik pemuda tampan di hadapannya itu.
“Erfan hanya melakukan yang Erfan bisa Tan, semua ini Erfan lakukan karena Erfan sayang pada kalian, Erfan sudah menganggap keluarga Tante seperti keluarga Erfan sendiri, begitu juga dengan keluarga Tante Bella,” Erfan memegang tangan Mommy Iren yang mengusap rahang tegasnya seraya tersenyum.
“Apa kau juga benar-benar sayang pada Renata Fan?” Pertanyaan Mommy Iren tersebut seakan-akan membuat Erfan membeku.
Entah apa yang harus Erfan katakan sekarang, di lain sisi Erfan memang sangat mencintai Renata, namun Erfan juga tidak ingin membuat perasaan Kenny kecewa. Pemuda tampan itu menghela kasar nafasnya berkali-kali sebelum akhirnya Mommy Iren berucap memberinya dukungan.
“Kalau kau memang mencintai Rere, Tante akan mendukungmu sayang! apa lagi jika Renata juga ternyata mencintaimu juga, Tante sangat bersyukur jika benar begitu,” Erfan menatap lekat kedua bola mata wanita paruh baya di hadapannya itu.
“Tapi Erfan tidak mau mengecewakan Kenny Tan, Kenny juga begitu mencintai Rere, dan Erfan yakin dia bisa membuat Rere jauh lebih bahagia dibandingkan dengan Erfan Tan,” Kini giliran Mommy Iren yang menghela kasar nafasnya.
Di genggamnya kedua tangan pemuda tampan itu, Mommy Iren meyakinkan Erfan atas perasaannya, dia juga tidak ingin jika Renta bertepuk sebelah tangan dan malah mendapatkan kesedihan karena dia tidak bisa hidup bersama dengan orang yang dicintainya.
“Fan, dengarkan Tante! perasaan itu tidak bisa di tolak dan di paksakan, jika kalian memang saling mencintai kenapa harus bersikeras membohongi diri, Tante yakin Kenny pasti bisa menerima semua kenyataan ini,” Tutur Mommy Iren seraya mengusap punggung tangan Erfan yang dia genggam.
“Tapi Tan, bagaimana dengan Tante Bella dan Om Oscar? mereka juga pasti sangat kecewa nantinya, Erfan rasa Erfan memang tidak seharusnya berada di antara Kenny dan Renata, lebih baik Erfan mundur, lagi pula Erfan sebenarnya juga sedang dekat dengan seorang gadis, Erfan harap gadis itu bisa merubah perasaan Erfan yang
tak seharusnya ini!” Lirih Erfan.
Mommy Iren mengerutkan keningnya, dia begitu bingung harus berkata apa lagi pada pemuda di hadapannya itu, namun yang dia tau, saat ini dia tidak boleh membiarkan cinta putrinya bertepuk sebelah tangan, dan menyadarkan Erfan dengan perasaannya.
“Baiklah, tapi Tante tidak ingin melihat putri Tante bersedih Fan, Tante tidak akan membiarkan itu terjadi,” Mommy Iren melenggang pergi setelah berucap pada Erfan.
Flash back done.
“Re kan mau istirahat di sini malam ini Mom, apa Mommy lupa ya?” Renata sedikit terkekeh di akhir ucapannya.
“Oh iya, Mommy ko jadi mendadak pikun begini ya, wah… sepertinya Mommy sudah semakin tua sekarang,”.
“Ha…rasanya baru kemarin Mommy melahirkan kamu Re, tapi hari ini usiamu sudah genap 25 tahun, Mommy rasa sudah saatnya kalau Mommy menimang cucu dari kalian, apa lagi teman-teman Mommy sudah banyak yang memamerkan cucu-cucu imutnya jika sedang berkumpul, Mommy kan jadi iri melihatnya,” Renata menunduk malu kala sang Ibu memintanya cucu seraya melirik sekilas ke arah Erfan.
Namun yang di lirik nampak terdiam dengan pandangannya yang kosong. Ya! Erfan malah melamun kan perasaan Kenny yang sudah dia anggap seperti saudara kandungnya sendiri. Dia begitu cemas karena tau jika Kenny akan sangat kecewa padanya jika dia tau Erfan lah yang menggantikan posisinya untuk melamar Renata.
Mom gak akan pernah bosan untuk minta dukungan terbaiknya ya guys, selalu tinggalkan jejak kalian di kolom komentar serta like dan hadiahnya ya, vote juga boleh banget deh...
see you next episode...