Love Me Please Jenny

Love Me Please Jenny
Eps 164 # Rencana Kenny.



"Sekarang memang tidak sayang, tapi sebentar lagi kita akan memilikinya kembali, aku akan membuatmu menjadi Nyonya Muda Alvaro kembali, apa pun yang akan terjadi kau tidak bisa lepas lagi dari ku, Jenn!" Sahut Kenny seraya mengunci pergerakan Jenny dengan pelukannya yang begitu kuat.


"Jangan bermimpi, Kenn! sampai kapan pun aku tidak akan pernah mau kembali lagi padamu, lepas!" Ucap Jenny yang terus mencoba meloloskan diri.


"Sayang, kenapa kau sulit sekali di beritahu sih, pokoknya aku tidak akan melepaskan mu lagi, sekarang!" Sahut Kenny seraya menggiring Jenny keluar Rumah Sakit dan membawanya masuk ke mobilnya.


Pria tampan itu sepertinya benar-benar tidak main-main dengan ucapannya. Dengan pasti Kenny melajukan mobilnya dengan kecepatan cukup tinggi ke sebuah tempat yang sudah dia siapkan beberapa hari lalu. Kali ini niatnya itu harus segera di wujudkan agar Jenny tak menjauh lagi darinya.


"Kenn! kau mau membunuhku ya! pelan kan laju mobilnya!" Tegur Jenny seraya memegang erat sabuk pengaman yang menyilang di depan dadanya.


"Kenapa? bukannya ini menyenangkan?!" Sahut Kenny yang malah menambah kecepatan laju mobilnya.


"Kenn! kalau kau masih tidak mendengarkan ku aku akan melompat dari mobil ini, sekarang!" Ancam Jenny, namun sepertinya hal itu sia-sia karena Kenny sudah mengunci rapat-rapat seluruh pintu mobilnya secara otomatis.


"Coba saja kalau bisa! sebaiknya kau duduk manis saja sekarang, jangan membuatku berlaku kasar seperti ini," Pinta Kenny seraya mulai menurunkan kecepatan laju mobilnya.


"Gadis pintar!" Ucap Kenny saat melihat Jenny mulai menuruti perintahnya.


"Dasar pemaksa, bisa-bisanya dia bertingkah seperti ini, Ken... tolong Mommy, nak! sepertinya Daddy mu sudah mulai gila," Batin Jenny.


Karena perjalanan yang cukup lama, akhirnya membuat Jenny mengantuk dan tak sadar tertidur pulas. Kesempatan ini benar-benar Kenny manfaatkan dengan sangat baik, setelah sampai di tempat yang di tuju, Kenny segera menyuruh anak buahnya untuk menjalankan tugas yang sudah dia atur sebelumnya.


"Akhirnya, setelah sekian lama berpisah akhirnya Bibi bisa bertemu lagi dengan Nona, Tuan!" Ucap Bibi Rosa saat melihat Kenny menggendong tubuh mantan istrinya yang masih tertidur bak orang mati.


"Ya sudah Bi, nanti saja kangen-kangenan nya, sekarang Bibi tau kan apa yang harus Bibi kerjakan!" Tutur Kenny.


"Beres Tuan, Bibi akan mengurus Nona dengan baik selama Tuan pergi," Sahut Bibi Rosa antusias seraya menghormat ke arah Kenny layaknya sedang menghormat di depan bendera.


Setelah selesai menitipkan sang mantan istri pada Bibi Rosa, Kenny kembali ke Rumah Sakit untuk mengurus semua kebutuhan pemakaman Marsya.


"Bisa-bisa nya dia malah bersenang-senang dengan perempuan sialan itu, lihat saja! aku akan secepatnya membalas perbuatan mu, Kenny Alvaro!" Gumam Mark yang ternyata mengikuti Kenny hingga ke tempat dia menyembunyikan Jenny untuk sementara.


"Oma, kenapa Mommy dan Daddy berpisah? padahal kan, Ken sangat ingin memiliki orangtua yang lengkap," Keluh Ken kecil di sela memilih cemilannya.


"Kau doakan saja mereka bersatu lagi sayang, Oma akan mendukung Daddy mu untuk rujuk kembali dengan Mommy mu," Sahut Mom Bella.


"Rujuk? apa itu seperti buah-buahan yang sering Mommy beli jika tengah hari, Oma?!" Tanya polos Ken kecil.


Seketika tawa Mom Bella pecah karena kepolosan sang cucu yang begitu menggemaskan.


"Kenapa Oma malah tertawa? di wajah Ken ada yang lucu ya?!" Tanya Ken kecil merasa di permainkan.


"Tidak Ken, hanya saja kau benar-benar menggemaskan, sayang! kelak jika kau sudah dewasa kau pasti mengerti tentang hal yang berkaitan dengan Rujuk, namun sebagai penjelasan singkatnya, rujuk itu suatu hal yang bisa membuat Mommy dan Daddy mu bersatu kembali, sayang!" Tutur Mom Bella memberi penjelasan.


"O... begitu ya Oma, jadi itu berarti Ken bisa mempunyai orangtua lengkap kan, Oma?!" Seru Ken kecil penuh semangat.


"Betul! dan kau juga akan memiliki Oma dan Opa juga yang akan sangat menyayangi mu, sayang!" Ucap Mom Bella seraya mengecup gemas pipi gembul milik Ken kecil.


"Yeay!!! asik... berarti sekarang Ken tidak perlu bersedih lagi kalau hari Ayah tiba, Ken akan ajak Daddy jika perayaan itu di adakan lagi tahun depan, Oma!" Seru Ken kecil penuh bahagia.


Karena asik berbelanja, Ken kecil sampai lupa jika sang Mommy dan Daddy-nya sudah lama meninggalkannya dengan sang Oma. Pria kecil menggemaskan itu terlihat kelelahan setelah berkeliling memburu cemilan kesukaannya, hingga akhirnya dia tertidur saat perjalanan pulang menuju mansion keluarga Alvaro.


"Haist... cucu tampan ku kenapa terlihat menggemaskan sekali jika sedang tertidur,"


Meski Mom Bella berusaha menyembunyikan kesedihannya, namun wanita tua yang masih terlihat cantik itu berusaha tegar dan mencoba mengalihkan semua perhatiannya pada sang cucu kandung.


Setelah acara pemakaman selesai, Kenny kembali ke mansion keluarga Alvaro, dia berniat menemui sang putra dan mengajaknya menemui Jenny di Vila dekat pesisir pantai milik keluarganya.


"Mom, kenapa sepi sekali? apa Ken tertidur?!" Tanya Kenny setelah sampai di dalam mansion.


"Hm... sepertinya putramu itu terlalu lelah karena memilih cemilan yang dia suka, hampir semua makanan yang dia masukan sebagian dia gandakan jumlahnya untuk dia bagi dengan Marsya, Mommy sangat sedih melihat tingkahnya yang masih belum menyadari sepenuhnya jika Marsya saat ini sudah tidak ada lagi," Tutur Mom Bella sendu.


"Sudahlah Mom, Ken masih anak-anak, dia pasti belum paham dengan kenyataannya saat ini, kalau begitu, Kenn titip dia malam ini di sini ya, Kenn akan kembali ke Vila untuk menemui Jenny, semoga saja saat ini mood nya sudah membaik dan mau di bujuk untuk rujuk lagi, doakan Kenny ya!" Sahut Kenny seraya mengatupkan kedua telapak tangannya memohon doa restu dari sang Ibu.


"Ha... ya sudah, pergilah Kenn! bawa kembali menantu Mommy ke rumah ini," Seru Mom Bella.


Dengan restu sang Mommy yang sudah di kantongi, Kenny kembali bertolak ke vila keluarganya yang berada di dekat pesisir pantai. Kali ini Kenny sengaja memilih di temani supir, karena tubuhnya sendiri sudah sangat terasa lelah.


Setelah tiba di depan pintu kamar yang di bukanya perlahan, hal pertama yang Kenny lihat adalah wajah sang mantan istri yang masih terlelap tidur dengan tenang.


"Cantik... kau masih saja terlihat menggoda di mataku sayang, aku harap malam ini kau terus terpejam hingga aku membenamkan benih di rahim mu, aku rasa hal itu sudah cukup untuk membuatmu tak menolak ku lagi," Gumam Kenny seraya menghampiri Jenny yang sudah di ganti pakaiannya oleh Bibi Rosa sebelumnya.


"Astaga! kenapa tubuhnya semakin seksi?" Ucap Kenny saat tangannya menyingkap selimut yang menutupi tubuh Jenny.


Flash back start.


"Non, apa Nona baik-baik saja?" Tanya Bibi Rosa saat melihat Jenny membuka kedua kelopak matanya.


"Bibi?! kenapa aku bisa berada di sini? ah... ini pasti ulah Kenn, kan?!" Tutur Jenny dengan tebakannya yang sangat tepat.


"Nona memang di antara Tuan tadi, tapi sekarang Tuan sudah kembali lagi untuk mengurus pemakaman Non Marsya, kasian sekali Tuan, pasti beliau sangat terpukul dengan kepergian Non Marsya," Sahut Bibi Rosa sendu.


"Tapi untuk apa Kenn membawa ku ke sini Bi? aku harus pulang sekarang, Putraku pasti sedang menunggu sekarang!" Ucap Jenny seraya beranjak.


"Tunggu Non! sebaiknya Nona tunggu saja sebentar, Tuan bilang, beliau akan kembali bersama putra anda nanti, jadi Nona tidak perlu menyusulnya," Tutur Bibi Rosa.


"Haist! kenapa pria menyebalkan itu selalu berbuat sesukanya sih?!" Gumam Jenny menggerutu.


.


.


.


.


.


.


Sepesial Jumat berkah, Mom tambah bab lagi nih, ayo buruan kasih dukungannya juga ya biar saling membagi berkah 😁😁😁


See you next episode guys... 😘😘😘