Love Me Please Jenny

Love Me Please Jenny
Eps 32 # Pernyataan Kenny



Jenny masih tidak mengerti dengan apa yang di ucapkan Kenny padanya. Rasanya Jenny sedang bermimpi. Menikmati malam yang indah bersama seorang pria tampan yang entah sejak kapan dia sukai.


“Apa maksud semua ini Tuan? aku tidak mengerti, kenapa kau menyiapkan ini semua untuk ku?” Ucap Jenny yang masih menatap lekat kedua netra Kenny yang begitu terlihat bercahaya malam ini.


Kenny menghela nafasnya sebelum berucap, dia benar-benar tidak menyangka jika akan sesulit ini untuk mengungkapkan perasaannya.


“Jenn, aku menyiapkan ini semua karena aku ingin kau…”.


“Kenn!! ternyata kalian di sini ya? kenapa kalian berdua terlihat begitu serius? apa aku mengganggu waktu kalian? tapi sepertinya Renata sudah tidak sabar ingin memulai makan malam kita ini!” Tegur Erfan dengan sederet pertanyaannya.


“Haist! hampir saja, dasar Polisi menyebalkan, padahal sedikit lagi aku tadi… ahh! sudahlah,” Batin Kenny menggerutu.


“Oh, Nona Renata sudah menunggu ya? ya sudah kalau begitu ayo kita ke sana, tidak baik membuat seseorang menunggu Tuan!” Seru Jenny seraya melenggang dan menyadarkan lamunan Kenny.


“Ha… baiklah, ayo!” Sahut Kenny yang segera meraih tangan Jenny untuk dia selipkan di lengannya.


Seketika kedua bola mata indah gadis cantik itu menatap wajah sang pria yang entah mengapa begitu tampan malam ini. Detak jantung Jenny kembali berpacu tidak beraturan, rasanya perutnya tiba-tiba terasa geli, seperti ada ribuan bulu angsa yang menggelitiknya.


“Ada apa ini? kenapa jantungku lagi-lagi berdetak kencang? dan Tuan menyebalkan ini kenapa begitu tampan dan manis malam ini? Tuhan kenapa dengan jantung dan kedua bola mataku? apa aku mulai sakit ya? atau ini memang…cinta,” Batin Jenny menerka-nerka logikanya.


“Hei apa kau sangat menyukaiku ya? kenapa kau terus memandangku seperti itu dari tadi?” Tegur Kenny yang membuat Jenny kalang kabut.


“Si…siapa yang menyukaimu? kau jangan terlalu percaya diri, sebaiknya kita bergegas saja sekarang, aku tidak mau pulang terlalu larut malam ini!” Sahut Jenny sambil melangkah mendahului Kenny yang terkekeh melihat tingkahnya yang begitu menggemaskan itu.


Ke empat anak adam tersebut akhirnya memulai makan malam mereka dengan begitu romantis bak sedang mengadakan dobel date. Erfan dengan telaten menyuapi Renata sepotong daging panggang yang sudah dia potong kecil-kecil sebelumnya. Sedangkan Kenny mengusap ujung bibir ranum Jenny dengan lembut, meski gadis itu segera menepisnya karena merasa malu.


“Terimakasih ya Fan, Kenn! aku benar-benar sangat bahagia malam ini, apa lagi saat ini aku punya teman baru yang cantik seperti Jenny,” Sanjung Renata setelah menyelesaikan kegiatan makan malam mereka.


“Nona terlalu memuji, Nona bahkan lebih cantik dariku!” Jenny menggenggam punggung tangan Renata dengan lembut.


“Kalian itu memang sama-sama cantik, dan yang aku tahu kalian bukan hanya memiliki wajah yang cantik saja, tapi kalian juga punya hati yang cantik yang membuat siapa pun di samping kalian merasa nyaman dan di sayangi,” Tutur Erfan menimpali.


“Fan, Re! sepertinya aku dan Jenny harus ke suatu tempat lagi sekarang , kalian tidak apa-apa kan kita tinggal duluan?” Seru Kenny seraya mulai beranjak.


“Pergilah Kenn, kali ini aku tidak akan mengganggu waktumu dengan Jenny lagi! kalian nikmati saja sisa malam ini, aku akan pulang bersama Renata setelah menghabiskan jamuan penutupnya, benarkan Re?” Sahut Erfan seraya meminta persetujuan dari sang kekasih.


“Iya Kenn, kalian bersenang-senang lah!” Ucap Renata dengan senyum yang tersungging di bibir ranumnya.


“Emm…Tuan, apa kau ingin kita ke tempat yang tadi lagi?” Tanya Jenny sebelum meninggalkan tempat makan malam mereka.


“Ya! aku ingin mengajakmu ke sana Jenn, ayo! Re, Fan kita pergi dulu ya, bye!” Kenny segera menarik tangan Jenny agar gadis itu mengikutinya ke tempat yang tadi Kenny tunjukkan sebelum makan malam bersama.


Setelah sampai, Jenny di buat terkagum kembali saat sebuah alunan musik romantis menyambutnya dari beberapa pemain alat musik klasik yang sudah Kenny siapkan sebelumnya.


“Tuan! apa maksud semua ini?” Jenny bertanya seraya menghadap ke arah tubuh pria tampan tersebut dengan pandangan yang begitu dalam.


Tiba-tiba saja Kenny menjadikan sebelah kakinya sebagai tumpuan. Dia memegang kedua tangan Jenny dan terus menatapnya intens sebelum akhirnya dia mengucapkan kata-kata yang tak pernah Jenny bayangkan sebelumnya.


Jenny masih bungkam dengan seribu pertanyaan di benaknya. Jenny tidak tau harus menjawab apa, dia benar-benar tidak ingin salah dalam mengambil keputusan.


“Tuan…” Kenny segera menyanggah perkataan yang hampir meluncur dari bibir Jenny.


“Aku tidak menerima penolakan Jenn, kau terima saja nasib baikmu ini, jarang-jarang loh aku berbaik hati melamar seorang gadis sepertimu seperti sekarang ini,”.


“Di luar sana sangat banyak gadis yang menginginkanku menjadi pendampingnya, tapi aku lebih memilihmu! dan mulai hari ini, kau sudah resmi menjadi kekasihku!” Tutur Kenny percaya diri.


“Tapi Tuan,kau tidak bisa seenaknya seperti ini, lagi pula kau juga belum tau perasaanku padamu?”.


“Aku tidak ingin memulai sebuah hubungan dengan ketidak jelasan, apa lagi jika hubungan kita ini di jadikan pelarian mu saja dari rasa kekecewaan mu merelakan Nona Renata!” Ucap Jenny menjelaskan.


“Apa aku masih kurang meyakinkan untuk mu Jenn? aku juga tidak ingin mempermainkan sebuah hubungan, bagiku mencintai seseorang itu hanya satu kali dalam seumur hidup, dan yang aku tau saat ini, aku benar-benar mencintaimu! aku menginginkanmu untuk menjadi pendamping hidupku di sepanjang usia ku Jenn!” Kenny menuturkan semua isi hatinya.


Di tatapnya kedua bola mata Kenny dengan begitu dalam. Jenny terus mencari sudut kebohongan dari kedua bola mata indah pria tampan itu, namun sedikit pun tidak Jenny temukan. Dia hanya melihat kesungguhan dan ketulusan yang terpancar dari kedua bola mata milik Kenny itu.


“Jenn! do you love me too?” Jenny menggigit bibir bawahnya yang sudah mulai bergetar karena terharu. (Jenn! apa kau juga mencintaiku?).


“Aku ingin kau memberiku jawaban yang aku harapkan Jenn, so! please jangan tolak aku!” Pinta Kenny seraya membawa tangan Jenny yang dia genggam ke arah mulutnya untuk dia kecup.


“Emm… tapi aku tidak seperti gadis lainnya Tuan, aku hanya seorang gadis yatim yang miskin, aku hanya memiliki Kak Aldo dan keluarga angkat ku saja saat ini!” Lirih Jenny dengan kedua matanya yang mulai berembun.


“Justru karena kamu berbeda dari yang lainnya Jenn, aku sangat menyukaimu dengan semua kekurangan dan kelebihan mu, aku tidak akan mempermasalahkan tentang status sosialmu, aku hanya ingin kau mejadi kekasihku, Kekasih yang akan selalu ada hingga ujung usiaku!” Tutur Kenny menatap lekat kedua bola mata indah Jenny


seraya berdiri kembali dan memegang kedua bahu gadis itu.


Jenny menundukkan kepalanya karena tersipu. Dia benar-benar merasa malu jika terus di tatap seperti itu oleh Kenny. Tatapan yang penuh cinta dan mendamba.


“Jenn, kau mau kan jadi kekasihku?” Tanya Kenny kembali.


.


.


.


.


.


.


.


Hadeuh Bang Kenny masih bisa narsis aja ya... kira-kira Jenny mau terima pernyataan cintanya Bang Kenny gak ya??? penasaran kan, ikutin terus kelanjutan ceritanya ya guys... jangan lupa juga tinggalkan jejak dukungan terbaiknya, see you next episode...😘😘😘