Love Me Please Jenny

Love Me Please Jenny
Eps 169 # Kabar Nenek Martha.



"Ba... baiklah sayang! Mommy segera datang!" Sahut Jenny merasa terselamatkan oleh panggilan putranya dari kondisi canggungnya menghadapi sikap Viky.


"Anak pintar, kau ternyata benar-benar putra Daddy sayang!" Kecupan bangga pun Kenny sematkan di pipi gembul sang putra.


Setelah melihat interaksi Jenny dan Viky yang membuatnya cemburu tadi, Kenny tiba-tiba mendapatkan ide agar Viky tak lagi mendekati mantan istrinya yang masih sangat dia cintai itu.


Kenny membisikkan perintah pada sang putra agar Ken kecil memanggil Mommy nya yang sedang berdekatan dengan pria lain. Tak lupa Kenny juga sedikit berakting agar sang putra berbelas kasihan padanya


Flash back beberapa menit sebelumnya.


"Sayang, lihatlah! sepertinya Mommy sedang di goda oleh Paman itu, apa kau mau Daddy kehilangan Mommy mu lagi?! kalau itu terjadi berarti keinginan Daddy untuk bersama kalian akan hancur," Ucap Kenny dengan wajah yang di buat sendu.


"Itu tidak boleh terjadi Dadd, aku ingin kita berkumpul menjadi keluarga lengkap, aku akan panggil Mommy agar meninggalkan Paman itu," Sahut Ken kecil yang termakan hasutan sang Daddy.


"Mommy!!! kenapa kau masih berdiri di sana, ayo cepat kemari temani aku berenang!" Seru Ken kecil berteriak dari arah kolam.


Flash back done.


Kembali pada saat ini, Setelah menghampiri sang putra, Jenny segera berjongkok di pinggiran kolam untuk menyuruh sang putra naik ke daratan. Namun saat dia hendak meraih kedua tangan sang putra tangannya malah di tarik kuat oleh Kenny, hingga akhirnya Jenny tercebur ke dalam kolam.


Byurrr...


"Yeayy... Mommy ayo kita berenang bersama Daddy!" Seru Ken kecil begitu gembira.


Sedangkan Papah Oscar sudah beranjak lebih dulu saat Kenny menggantikan posisinya untuk menjaga Ken kecil.


"Astaga, Mommy kan tidak bisa berenang Dadd," Ken kecil menepuk keningnya dengan gemas saat dirinya baru ingat jika sang Mommy tidak bisa berenang.


"Tenanglah Ken, Daddy akan mengurusnya dengan baik, kau duduk di sini dengan baik ya!" Sahut Kenny seraya membantu Jenny untuk menepi ke pinggiran kolam.


Karena saat di tarik tadi, Jenny cukup tercebur jauh ke tengah kolam, membuatnya tak siap dan begitu panik karena tak bisa berenang.


"To...long!!! blupp...blupp... Kenn, aku tidak bisa berenang!" Seru Jenny seraya timbul tenggelam ke dalam air.


Syurrr... berenang menghampiri.


Grepp... menangkap pinggang Jenny dan memeluknya erat.


"Kenn, aku takut tenggelam!" Isak Jenny seraya memeluk leher Kenny sambil menggigil.


"Tenanglah sayang, kau aman bersamaku," Ucap Kenny seraya mengendus leher mantan istrinya itu.


Seketika kesadaran Jenny kembali, perempuan itu segera melepas pelukannya secara reflek karena terkejut dengan aksi Kenny yang mengendus lehernya.


"Dasar mesum!" Umpat Jenny.


"Sayang kau yakin tak ingin aku pegangin lagi?" Tanya Kenny saat Jenny sedikit menjauh dari tubuhnya yang masih terapung di dalam air kolam.


"Astaga... aku tak ingin tenggelam!" Tutur Jenny kembali meraih pundak Kenny dan memeluknya kembali.


"Kenn, kau jangan mempermainkan ku terus, ayo bawa aku ke tepian sekarang!" Gerutu Jenny.


"Baiklah ratuku, pegangan yang kuat ya agar tak terlepas lagi," Sahut Kenny dengan senyum kemenangannya.


Sementara Viky yang memilih menghampiri Mom Bella dan yang lainnya di paviliun terlihat begitu akrab dengan Mom Bella dan Papah Oscar.


"Mom, perempuan cantik itu siapanya Kenny sih?!" Tanya Viky yang masih memperhatikan Jenny dari arah paviliun.


"Dia mantan istrinya Kenn, sayang! kenapa kau datang kemari tak memberi kabar? Nenek di sana baik-baik saja kan?" Sahut Mom Bella balik bertanya.


"Sebenarnya Viky kemari juga ingin memberitahu keadaan Nenek, kesehatannya akhir-akhir ini sangat menurun drastis," Tutur Viky seraya melahap kudapan yang sudah di sajikan Bibi Sari.


"Apa penyakit Nenek semakin parah, Vik?" Kini giliran Renata yang bertanya.


"Bisa di bilang begitu Re," Jawab Viky tak bersemangat.


"Mom, kalau aku dekati Nona Alexa Mommy setuju tidak??" Tanya Viky tiba-tiba.


"Jangan coba-coba Vik, Kenny sedang memperjuangkannya untuk kembali lagi, kau seharusnya mendukung Kakak mu," Tutur Erfan.


"Haa... sepertinya takdir cintaku masih belum beruntung ya, di saat ada perempuan yang ingin serius ku jadikan tambatan hati pasti selalu ada halangan nya," Gumam Viky dengan wajah bad mood nya.


"Kau itu tampan sayang, kau bisa mencari gadis yang lebih cantik di luar sana, Mommy yakin kau pasti akan mendapatkannya, kelak." Sahut Mom Bella yang sudah menganggap Viky seperti putranya sendiri.


"Tapi sepertinya aku sudah jatuh hati pada pandangan pertama padanya Mom," Batin Viky.


Waktu terus bergulir, Jenny yang semakin kedinginan akhirnya di giring ke daratan oleh Kenny yang terus mengancamnya karena terus mencoba melepaskan diri saat di dalam kolam.


"Kenn, aku sudah sangat kedinginan, tolong angkat aku ke darat sekarang!" Seru Jenny yang memang sudah menggila sedari tadi.


"Mommy, aku juga ingin ganti pakaian, aku sudah mengantuk," Keluh Ken kecil yang ternyata sudah sangat mengantuk.


"Kenn, ayolah! Kenji juga harus tidur siang sekarang," Seru Jenny.


"Baiklah, Daddy akan membawa kalian ke kamar untuk membersihkan diri dan tidur siang," Sahut Kenny mengalah.


Ketiga anak Adam tersebut pun akhirnya memilih meninggalkan kolam dan berniat melenggang ke kamar Kenny untuk beristirahat.


"Kalian mau kemana?" Tanya Renata.


"Aku mau membantu mereka membersihkan diri Re, sepertinya bayi mu sudah tidur ya, kenapa kau tidak merebahkannya di kamar tamu saja, kalian juga bisa ikut istirahat di sana sebelum kita makan malam nanti," Sahut Kenny seraya menggendong sang putra dengan tangan kanannya, sementara tangan kirinya menggenggam erat tangan Jenny.


Hal itu sengaja Kenny lakukan karena Viky terus memandang ke arah sang mantan istrinya. Kenny ingin Viky tau jika Jenny hanya miliknya dan tak boleh di dekati oleh siapa pun.


"Kenny benar Re, sebaiknya sekarang kalian istirahat saja di kamar tamu yang kalian inginkan, Tante akan panggil kalian lagi nanti jika waktu makan malam tiba," Tutur Mom Bella menambahkan.


"Baiklah Tan, ayo sayang!" Seru Erfan seraya mengangkat tas perlengkapan bayi milik baby Fano.


Sedang sang bujang tampan terlihat masih menyandarkan punggungnya di sandaran sofa, kedua kelopaknya memilih terpejam saat semua pasangan di hadapannya beranjak dari area kolam renang.


"Kenn, sebenarnya Tuan Viky itu siapa sih? kenapa dia bisa sangat akrab dengan Mommy?" Tanya Jenny. Entah keberanian dari mana dia bertanya hal tersebut pada Kenny.


"Kenapa kau ingin tau? apa kau menyukainya?" Cecar Kenny.


"Astaga!!! sepertinya aku salah bertanya padanya," Sesal Jenny dalam hatinya.


"Kenapa diam saja? apa itu berarti dugaan ku benar?" Tanya Kenny penuh penekanan.


"Sudahlah Kenn, aku akan membantu Kenji membersihkan tubuhnya sekarang," Sahut Jenny melengos meninggalkan Kenny yang masih terdiam di ambang pintu kamarnya.


.


.


.


.


.


.


.


Udah aku tepati janjinya ya guys, jadi tinggal kalian nih yang tepati janji buat kasih dukungannya, apalagi vote sama gift nya 😁😁😁


See you next episode 😘😘😘