Love Me Please Jenny

Love Me Please Jenny
Eps 42 # Gara-gara suara petir



“Itu sih gampang sayang, nanti aku pesankan masakan dari Restoran Mommy saja ya, di sana kan ada menu masakan rumahan juga,” Seru Kenny seraya memegang sebelah tangan Jenny untuk meyakinkan kekasihnya itu.


“Tidak perlu Kenn, sebaiknya kita buat sendiri saja!” Sahut Jenny yang segera di tolak oleh Kenny.


“Jangan dong! itu bisa mengabiskan waktu berdua kita, sebaiknya kita pesan dari Restoran Mommy saja ya!” Pinta Kenny yang membuat Jenny kembali mencebik kesal dan pasrah.


“Ha…terserah saja deh, kalau tau begini kenapa kau bertanya kepadaku sih!” Gerutu Jenny sambil membuang pandangannya ke samping kaca jendela mobil.


Kenny terkekeh melihat kekesalan kekasihnya itu. Baginya gadisnya itu terlihat lebih menggemaskan jika sedang merajuk atau pun kesal seperti saat ini. 10 menit kemudian mobil yang Kenny kemudikan tiba di area parkiran sebuah gedung Apartemen yang terlihat asing untuk Jenny.


“Kenapa kita ke sini? apa kau mau menemui seseorang dulu ya?” Tanya Jenny saat mobil Kenny sudah berhasil terparkir di area khusus penyimpanan kendaraan di gedung Apartemen itu.


“Tidak sayang, ini gedung Apartemenku yang baru, ayo!” Seru Kenny seraya mengulurkan tangannya untuk membantu Jenny turun dari mobilnya.


Jenny masih terlihat kebingungan dengan tingkah Kenny yang malah membawanya ke Apartemen barunya itu. Tanpa berkata-kata lagi Kenny langsung membawa Jenny masuk ke dalam hunian mewah yang baru saja dia beli beberapa hari yang lalu itu.


“Silahkan masuk Tuan putri!” Seru Kenny setelah membuka kan pintu Apartemennya.


“Kenn, kenapa kau membeli Apartemen lagi? bukannya yang kemarin saja jarang di tempati ya?” Tutur Jenny seraya melenggang masuk ke hunian mewah baru milik kekasihnya itu.


“Yang kemarin kan begitu kecil sayang, kita kan nanti akan punya anak yang banyak, jadi Apartemennya pun harus besar,” Tutur Kenny seraya memeluk Jenny dari belakang.


“Kenapa tidak membeli rumah saja kalau begitu?” Jenny mengernyitkan keningnya, dia benar-benar bingung dengan jalan pikir kekasihnya itu.


“Aku sedang membangunnya sayang, Apartemen ini hanya untuk sementara saja sebelum kita menempati rumah kita nanti,” Kenny mengendus tengkuk Jenny yang selalu menjadi candunya jika sedang berada di posisi seperti sekarang ini.


 “Kenn, apa kau yakin ingin menikahi ku?” Lirih Jenny.


Kenny menghentikan sejenak kegiatannya, dia merenggangkan pelukannya dan membalikkan tubuh Jenny ke hadapannya.


“Tentu saja sayang, apa aku terlihat main-main ya? aku benar-benar tidak bisa hidup tanpamu sekarang, jadi kau mau kan menikah denganku?” Seru Kenny seraya memegang kedua jemari tangan Jenny dengan erat.


Jenny masih bergeming, gadis cantik itu masih mempertimbangkan keputusannya. Dia tidak ingin keputusannya itu menjadi suatu hal yang akan dia sesali nantinya.


“Sayang! aku mencintaimu! aku ingin kita hidup bersama hingga maut yang memisahkan!” Tambah Kenny.


“Emm… aku akan memikirkannya Kenn, aku masih perlu waktu sebelum mengambil keputusan ini, apa lagi aku punya Kak Aldo yang berhak tau dan ikut andil atas keputusanku,”  Jenny memilih memeluk tubuh kekasihnya itu seraya memejamkan mata indahnya di dekapan Kenny.


“Baiklah, aku mengerti sayang, aku tidak akan memaksamu untuk menjawabnya sekarang, sebaiknya kita nikmati waktu pacaran kita dulu saja,” Jenny menganggukkan kepalanya yang masih berada di dekapan dada bidang Kenny.


Sejurus kemudian terdengar suara bell berbunyi yang di tekan seorang kurir makanan dari Restoran Mommy Bella. Kenny segera melerai pelukannya dan beranjak menghampiri pintu untuk memeriksa siapa yang menekan bell hunian mewahnya itu.


“Selamat menikmati Tuan, saya permisi,” Ucap sang Kurir setelah menyerahkan pesanan Kenny.


“Apa itu makanannya?” Tanya Jenny yang menyusul ke arah pintu.


“Iya sayang, ayo kita makan sekarang!”.


Mereka berdua melenggang ke arah dapur dan menyiapkan peralatan makan yang akan mereka gunakan malam itu. Kenny begitu menikmati makan malamnya kali ini, namun berbanding berbeda dengan Jenny yang terlihat sedikit murung karena masih memikirkan ucapan Renata yang memperingatinya untuk selalu berhati-hati pada Gea.


“Kenapa aku kepikiran terus sama ucapan Renata tadi ya? bahkan Renata sampai memberiku peringatan. Kalau ternyata benar Gea masih mengejar Kenny, apa yang harus aku lakukan ya nanti?” Batin Jenny seraya mengaduk-aduk makanan yang ada di piringnya.


“Sayang! kenapa kau hanya mengaduk-aduk makanannya saja? apa makanannya tidak enak ya?” Tegur Kenny.


“Haist!! bahkan sedang makan bersamaku saja kau masih memikirkan pekerjaan ya! kenapa kau tidak berhenti bekerja saja sih?” Gerutu Kenny dengan nada kesalnya.


“Ish!! masa begitu saja kau marah sih Kenn, sudahlah! ayo makan lagi!” Sahut Jenny seraya menyuapkan sesendok makanan ke mulutnya.


Jam menunjukkan pukul 19 lewat 15 menit saat keduanya sudah selesai menghabiskan makan malam mereka, Kenny sengaja menahan Jenny di Apartemen barunya itu agar dia memiliki waktu bersama lebih lama dengan kekasihnya itu sebelum dua minggu mendatang dia pergi ke Negara A untuk mengurus cabang perusahaannya yang baru.


“Sayang kita nonton film horor yuk!” Seru Kenny.


“Emm… film yang lain saja ya,” Tolak Jenny.


Ternyata selain takut dengan gelap, Jenny juga takut dengan yang namanya hantu. Dia bahkan sudah berkeringat duluan jika membayangkan keseraman dari makhluk tak kasat mata itu.


“Kau takut ya sayang, tenanglah! kan ada aku, lagi pula itu hanya film, aku akan memelukmu jika kau takut nanti,” Ucap Kenny yang disertai seringai di bibirnya.


“Tetap saja Kenn, aku tidak akan bisa tidur nantinya,” Sahut Jenny seraya memberikan tatapan memelas pada kekasihnya itu.


“Tapi film ini tidak terlalu menyeramkan ko, kita coba lihat dulu saja ya, nanti kalau kau sudah tidak kuat menontonnya aku akan menghentikan filmnya, bagaimana?” Bujuk Kenny yang entah mengapa begitu menginginkan melihat film horor malam itu.


“Emm… aku takut Kenn!” Gumam Jenny seraya menggelengkan kepalanya lemah.


“Kita coba dulu saja ya!” Usul Kenny seraya mulai memutar film horor yang sudah dia pilih.


Awalanya Jenny masih terlihat tenang saat awal permulaan film di mulai, namun saat pertengahan film yang bertepatan dengan kemunculan sosok hantu yang paling Jenny benci terdengar suara gemuruh petir yang begitu menggelegar dan mencekam. Seketika itu juga Jenny terperanjat dan naik ke atas pangkuan Kenny yang sedang


duduk di sebelahnya saat film masih berlangsung.


Jederrr…. Suara petir menggelegar di udara.


“Aaaaaaaaa!!” Teriak Jenny seraya naik ke atas pangkuan Kenny dan memeluknya dengan begitu erat.


“Sayang, kau sedang menggodaku ya?” Ucap Kenny saat merasakan sesuatu di bawah sana yang mulai terusik dengan aksi Jenny yang bergerak liar di atas pangkuannya.


“Diam lah Kenn! aku sedang ketakutan sekarang! aku kan sudah bilang kalau aku takut menonton film horor, apa lagi diluar juga sepertinya sedang hujan lebat, kau sendiri barusan mendengar petir yang menggelegar itu kan?” Gerutu Jenny yang masih bersembunyi di sela ceruk leher Kenny dan mempererat pelukannya.


.


.


.


.


.


.


.


Mom juga lagi takut nih... takut gak di kasih dukungan sama para readers tercinta... jangan lupa untuk kasih dukungannya ya guys...


See you next episode... 🖐🏻🖐🏻🖐🏻