Love Me Please Jenny

Love Me Please Jenny
Eps 43 # Mimpi buruk



“Diam lah Kenn! aku sedang ketakutan sekarang! aku kan sudah bilang kalau aku takut menonton film horor, apa lagi diluar juga sepertinya sedang hujan lebat, kau sendiri barusan mendengar petir yang menggelegar itu kan?” Gerutu Jenny yang masih bersembunyi di sela ceruk leher Kenny dan mempererat pelukannya.


Hembusan nafas yang di hasilkan Jenny di sela ceruk leher Kenny semakin membuat pria tampan itu menegang. Sekuat tenaga Kenny menahan gejolak has***nya agar dia tidak kebablasan dan menyerang Jenny dengan brutal.


“Sayang! hentikan! kau membuat sesuatu di bawah sana berdiri tegak, kau tidak ingin kita melakukannya sebelum kita menikah bukan?” Pinta Kenny.


Seketika itu juga Jenny menyadari ulahnya yang membuat sesuatu di bawah bokongnya yang mulai mengeras dan menusuk. Jenny segera beranjak dan membenarkan posisi duduknya sambil mengatur nafasnya yang tersengal akibat terkejut mendengar bunyi petir yang begitu menggelegar tadi.


“Ma…maaf ya, sebaiknya kita ganti saja filmnya, aku akan pilihkan film yang bagus! kau pasti menyukainya nanti!” Gugup Jenny salah tingkah seraya memilih asal film lainnya yang sering dia tonton sendiri di rumahnya jika sedang libur bekerja.


“Kenapa kau memilih film itu? apa kau sering menontonnya ya?” Tanya Kenny setelah kembali ke mode normalnya.


“Iya! aku sering menontonnya jika sedang libur bekerja, kadang Ibu juga sering menemaniku kalau beliau sedang tidak sibuk,”.


Jenny kembali menyandarkan punggungnya ke sandaran sofa, kali ini dia terlihat lebih tenang dan antusias saat menonton. Ternyata Jenny memilih film kesukaannya yang tak sengaja dia temukan secara acak di sebuah aplikasi pencarian film online di televisi canggih milik Kenny.


“Hm… genre filmnya apa sayang?” Tanya Kenny yang ikut menyandarkan punggungnya ke sandaran sofa di samping Jenny.


“Romantis komedi Kenn, kau pasti menyukainya nanti,” Sahut Jenny seraya membenarkan posisi duduknya agar lebih nyaman.


Tak lama film pun di putar, memulai alur cerita yang di perankan oleh beberapa aktor dan artis yang popular di negaranya. Setengah jam film di putar, Jenny mulai menguap. Karena mengantuk, akhirnya dia pun terlelap karena tak tahan untuk membuka kedua kelopak matanya lagi, dan tanpa sadar Jenny menjatuhkan kepalanya di sebelah pundak milik Kenny.


“Haist!! kenapa dia cepat sekali tertidur? hm… sepertinya aku harus menghubungi keluarganya untuk meminta ijin menginap,” Gumam Kenny seraya meraih ponselnya dan menghubungi Rangga untuk memintakan ijin jika Jenny akan bermalam di Apartemennya malam itu.


“Jangan! tolong! pergi!” Gumam Jenny dengan mata yang masih tertutup rapat.


“Sayang, apa kau bermimpi buruk?” Seru Kenny seraya mengusap peluh yang membasahi kening Jenny.


Perlahan Jenny membuka matanya, dia berusaha mengumpulkan kesadarannya dan menatap ke sekeliling ruangan yang masih begitu asing untuknya.


“Kenn, aku dimana ini?” Tanya Jenny.


“Kau ada di kamarku sayang, kau tadi tertidur, jadi aku pindahkan ke sini supaya lebih nyaman!”.


“Apa kau barusan bermimpi buruk?” Tutur Kenny bertanya.


“Em… dan aku kembali melihat kejadian perampokan saat aku masih kecil dulu Kenn, apa kau masih ingat kalau aku takut dengan gelap dan juga petir tadi?” Sahut Jenny mulai beranjak duduk seraya menyandar punggungnya ke sandaran tempat tidur.


Kenny mengerutkan dahinya mengingat-ingat ucapan kekasihnya. Dia yang saat ini tengah terduduk di samping tempat tidur pun ikut beranjak naik ke atas tempat tidur dan duduk di samping Jenny.


“Iya sayang, apa kau mau menceritakannya padaku?” Kenny merentangkan tangannya agar Jenny masuk ke dalam dekapannya.


“Hm… aku akan jujur padamu Kenn,” Ucap Jenny seraya menyandarkan kepalanya di dada bidang Kenny dan mulai bercerita.


Flash back start.


“Ayah! Jenny ingin membeli gulali yang besar ya kalau sudah sampai di taman hiburan nanti,” Ucap Jenny saat berusia 8 tahun yang terlihat begitu antusias ketika sang Ayah mengajaknya pergi ke sebuah taman hiburan.


“Boleh! tapi kamu harus berjanji sama Ayah untuk tidak pergi jauh-jauh dari Ayah saat di sana nanti ya sayang, sebab di sana nanti akan banyak sekali orang-orang yang sama-sama berkunjung untuk bermain,” Sahut Ayah Jenny seraya membelai rambut putri bungsunya yang terurai panjang tanpa di ikat.


“Ok! Jenny janji deh Yah!” Jenny mengacungkan jari jempol tangannya ke udara seraya me nyengir.


Ayah Jenny memang sengaja berjalan-jalan ke taman hiburan tanpa di temani sang istri dan anak sulungnya. Karena Ibu dan Kak Aldo saat itu sedang berkunjung ke rumah tetangganya yang sedang sakit. Dia ingin mengajak putri bungsunya itu bermain berdua sebelum dia harus bertugas ke luar Negeri.


“Sebaiknya aku menepi sebentar, terlalu beresiko bila aku melanjutkan perjalanan jika dengan keadaan mengantuk seperti ini, aku mau mencuci muka dulu saja deh,” Gumam Ayah Jenny seraya menepikan mobilnya di bahu jalan yang cukup sepi.


Tanpa Ayah Jenny sadari, ternyata di belakangnya sudah ada dua pria tak di kenal yang siap menyerangnya. Saat Ayah Jenny hendak kembali ke mobilnya kedua pria tak di kanal tadi pun langsung melayangkan tinjuan mereka dengan brutal pada bagian-bagian tubuh Ayah Jenny.


Bugh…


Bugh…


Bugh…


“Aaghh!” Pekik Ayah Jenny saat kepalanya membentur trotoar jalan dan tersungkur tak sadarkan diri.


Jenny kecil yang merasa terganggu tidurnya pun mulai membuka matanya dan menyaksikan sang Ayah yang sudah terkapar babak belur di atas jalanan di balik jendela mobil yang dia tumpangi. Tanpa harus di suruh, Jenny kecil yang memang sangat cerdik segera meraih ponsel sang Ayah yang sejak tadi tergeletak di atas dashboard mobil. Jenny segera menghubungi nomer ibunya dan menyuruhnya untuk mengirimkan bantuan sesegera mungkin.


“I…Ibu, Ayah di pukul orang asing, Ibu sekarang bawa polisi ke sini ya, Jenny takut!!” Tutur Jenny yang sudah menggigil hebat karena ketakutan setelah sambungan teleponnya terhubung.


“Astaga Jenn, apa yang terjadi sayang, kau beritahu ibu alamatnya ya, kau sekarang ada dimana?”.


“Jenny tidak tau Bu, jalanan nya gelap dan begitu sepi, Jenny hanya bisa melihat sebuah jembatan di depan jalan sana,” Ucap Jenny seraya menunjuk letak sebuah jembatan di depan mobilnya.


“Ok! dengarkan ibu ya sayang, kau jangan keluar dari mobil sebelum ibu dan polisi datang ya, kau mengerti kan! Ibu akan segera ke sana sekarang!”.


Jederrr…


Suara petir tiba-tiba saja menggelegar mengejutkan Jenny yang sedang ketakutan, seketika ribuan butir air hujan pun turun membasahi jalanan membuat Jenny kecil semakin ketakutan.


“Aaaaaa!!” Teriak Jenny ketakutan sekaligus terkejut.


Dua pria tak di kenal tadi pun beralih menghampiri Jenny setelah memastikan jika Ayah Jenny sudah terkapar tak berdaya. Mereka mencoba membuka pintu mobil yang untungnya sudah berhasil Jenny kunci dari dalam sebelum kedua pria jahat itu menghampirinya.


“Sial! ternyata pria itu tidak sendirian, ayo! sebaiknya kita sekalian bereskan saja cecunguk kecil itu!” Ucap salah satu pria jahat yang bernama Roy.


“Haist! merepotkan saja,” Salah satu pria jahat lainnya yang bernama Max mendengus kesal seraya melenggang menghampiri pintu mobil yang berada tepat di samping Jenny.


“Hei bocah busuk, cepat buka pintunya! kalau tidak aku akan memecahkan kaca mobilnya untuk menyeret mu keluar!” Ancam Roy.


.


.


.


.


.


.


.


See you next episode guys... dukungannya jangan lupa ya... 🤗🤗