
“Sudah lah! semuanya sudah terlanjur terjadi, sebaiknya aku mencari keberadaannya sekarang untuk meminta maaf sesegera mungkin padanya,” Lirih Kenny.
“Tapi Tuan akan mencarinya kemana lagi, saya sudah mencoba melacaknya di berbagai Negara! bahkan hingga ke daerah-daerah terpencil yang pernah Nona datangi, namun hasilnya nihil, Nona seakan di telan bumi tanpa jejak sedikit pun,” Tutur Tian menyampaikan hasil kerjanya.
Pasalnya tanpa di suruh Kenny pun Tian sudah melacak pencarian Jenny setelah pernikahan Tuan mudanya itu dengan Gea di langsungkan atas perintah Papah Oscar dan Mommy Bella, Tian sudah berusaha semaksimal mungkin, namun hasilnya selalu sama, Jenny seperti sengaja menyembunyikan keberadaannya agar Kenny tidak menemuinya di suatu saat.
“Ha… dimana kamu sayang, aku benar-benar merindukanmu Jenn,” Batin Kenny.
Setelah lelah seharian mencari informasi tentang Jenny, Kenny akhirnya memilih pulang ke mansion orangtuanya, rasanya dia harus menceritakan semua yang terjadi pada kedua orangtuanya juga, bahkan Nenek Martha yang sempat Kenny kira salah paham juga.
“Mom, kenapa kalian belum tidur?” Tanya Kenny.
“Kami sedang menunggu mu Kenn, duduk lah!” Seru Mom Bella seraya menepuk sofa di sampingnya.
“Tumben Mom menunggu ku! ada apa? apa ada yang ingin kalian sampaikan pada Kenn?” Tanya Kenny seraya menata kedua orangtuanya secara bergantian.
“Mom dan Papah memang ingin membicarakan sesuatu padamu Kenn,” Tutur Mom Bella.
Kenny mengerutkan keningnya, dia semakin penasaran dengan apa yang akan di sampaikan oleh kedua orangtuanya.
“Kenn! apa rumah tanggamu baik-baik saja? Mom dengar Gea mencoba bunuh diri kemarin, apa itu benar?” Tanya Mom Bella. Kenny terlihat menghela kasar nafasnya sebelum menjawab.
“Benar, Mom! Kenny juga tak habis pikir dengan cara berpikirnya, dia melukai sendiri pergelangan tangannya menggunakan pisau kecil yang sering di pakai mengupas buah,” Jawab Kenny.
“Astaga! kenapa dia bisa senekat itu? dia tidak memikirkan kandungannya apa?!” Ucap Mom Bella sedikit geram mendengar jawaban Kenny.
“Mungkin itu juga kesalahan Kenny Mom, hari itu Kenny bertengkar dengannya dan memilih pulang ke Apartemen, tapi belum sempat Kenn istirahat dengan tenang, Tian sudah menelepon dan melaporkan keadaan Gea yang sudah di bawa ke Rumah Sakit oleh pelayan di rumah,”Tutur Kenny lagi.
“Lain kali kau harus bisa menahan emosi Kenn, akan sangat berbahaya jika Gea sampai nekad lagi nanti!” Sahut Papah Oscar ikut menyahut.
“Iya Pah!”.
“Oh iya! apa Papah dan Mommy tau, saat Kenn masuk ke kamar Apartemen, Kenn menemukan kotak hadiah dan dekorasi ulang tahun di sana,” Ucap Kenny beralih topik.
“Dekorasi ulang tahun?” Ulang Mom Bella.
“Iya Mom, ternyata Jenny menyiapkan kejutan untuk Kenn di Apartemen sebelum kejadian yang Kenny sesali sekarang, Jenny sudah mempersiapkannya di sela kesibukannya membantu pernikahan Rangga saat itu, dan yang membuat Kenny sangat-sangat menyesal…” Kenny terlihat begitu sendu, kedua bola matanya terlihat berkaca-kaca kala mengingat benda yang dia temuan di dalam kotak hadiah.
“Penyesalan memang selalu datang terlambat nak, tapi alangkah baiknya kau jangan terjebak dan berlarut dalam meratapinya, kau harus bisa bangkit dan membuktikan jika kau masih layak menerima maaf dari Jenny, sejak awal Papah dan Mommy sudah tau kebenaran itu Kenn,” Tutur Papah Oscar yang kini mengusap punggung putranya yang terlihat menunduk pilu.
“Kenapa Papah tak memberitahu Kenn?” Tanya Kenny seraya mendongakkan kepalanya dan menatap intens ke arah Papah Oscar.
“Kenn! Mommy dan Papah selalu berusaha untuk memberitahumu, bahkan kami sampai menyelidiki kebenarannya sendiri dengan bantuan Tian, tapi kau selalu enggan mendengarkan penjelasan kami dan lebih memilih pergi bersama Gea!” Sahut Mom Bella menuturkan.
“Sabarlah Kenn, Papah dan Mommy pasti akan membantu mu untuk mencarinya. Tapi saat ini ada yang ingin Papah tanyakan padamu!” Sahut Papah Oscar.
“Tentang apa Pah?” Tanya Kenny.
“Papah menerima laporan keuangan dari Hans, dan hasilnya begitu mencengangkan! sebenarnya apa yang terjadi Kenn? perusahaan kita tidak akan mengalami penurunan keuntungan yang drastis tanpa sebab, bukan?!”.
“Itu semua karena Kenny kurang tegas pada Gea Pah! tanpa sepengetahuan Kenny, Gea mengalihkan beberapa saham dan tender atas nama nya sendiri sesuka hatinya, bahkan dia juga sering memakai uang perusahaan untuk sekedar melakukan perawatan di salon, padahal Kenny sudah sangat besar memberikannya jatah bulanan untuk perawatannya sendiri, tapi nyatanya itu semua tidak perah cukup, sangat berbanding terbalik ketika Kenn hidup dengan Jenny kan Pah, Kenny benar-benar menyesal sekarang Pah, Kenny ingin segera menemuinya sekarang!” Tutur Kenny panjang lebar.
“Sudah lah Kenn, ini sudah sangat larut, sebaiknya kau istirahat saja sekarang! Mommy dan Papah akan terus membantu mu mencari Jenny, jadi kau tidak perlu cemas, ok!” Sahut Mom Bella.
Hari terus bergulir, meninggalkan penyesalan yang semakin Kenny rasakan saat tak mendapati hasil dari pencariannya untuk menemukan keberadaan Jenny. Kenny sudah berupaya dengan segala cara untuk mencari tahu keberadaan Jenny, namun tetap saja hasilnya sia-sia, Jenny benar-benar hilang bak di telan bumi tanpa jejak.
Hal itu tentunya di sebabkan oleh permintaan Jenny sendiri sejak dia memutuskan untuk ikut menemani Ibu Erika menjalani pengobatannya di Negara M. Jenny meminta Jonathan untuk menutup semua informasi tentang dirinya, mulai dari tempat tinggal, jejak perjalanan, bahkan Rumah sakit yang sering dia gunakan untuk memeriksa kandungannya. Tak tanggung-tanggung, Jo mengabulkan permintaan Jenny tersebut dengan membayar mahal seorang ahli dalam bidang pemblokiran data seseorang, dia akan melakukan apa pun demi melihat gadisnya bahagia dan merasa aman.
“Harus aku cari kemana lagi kau Jenn! Tuhan… tolong pertemukan aku kembali dengan istri pertama ku, aku masih sangat mencintainya, aku benar-benar telah berdosa padanya dengan tak mempercayainya selama ini,” Lirih Kenny.
Bulan berganti begitu cepat, kini Jenny tengah berada di sebuah Ruangan yang di dominasi dengan cat berwarna putih. Gadis berbadan dua itu tengah berjuang menahan sakit akibat kontraksi yang dia rasakan saat menjelang melahirkan baby boy nya. Ya! setelah acara baby shower beberapa bulan lalu, ternyata bayi yang Jenny kandung berjenis kelamin laki-laki.
“Aaaaahhhhhh… astaga! kenapa sakit sekali?!” Pekik Jenny yang kini masih menunggu pembukaannya lengkap.
“Terus atur pernafasannya ya Nona, jangan buang-buang energi anda dengan hal-hal yang membuang tenaga percuma, terus ikuti instruksi kami saja ya!” Seru Suster mengingatkan kala melihat Jenny mulai meracau tak karuan.
“Oma! Jenn sudah tidak kuat Oma! bayi Jenny sepertinya sudah ingin keluar sekarang,” Ucap Jenny di sela menahan kontraksi yang terus menyerangnya.
.
.
.
.
.
.
.
Maaf ya guys kalau cerita nya agak gabut, soalnya Mom baru aja sembuh, tapi sekarang malah si kecil yang giliran sakit 😢😢😢
See you next episode… 😘😘😘