Love Me Please Jenny

Love Me Please Jenny
Eps 183 # Bidikan Mark.



Jenny membulatkan matanya sempurna, dia benar-benar tak menyangka jika Kenny akan mencurangi nya seperti itu. Namun lembutnya pagutan yang Kenny ciptakan membuatnya melayang terbawa suasana. Membuat pertahanan Jenny mulai mengendur dan goyah. Perempuan cantik itu pun akhirnya ikut menikmati sesi bertukar saliva nya bersama sang mantan suami.


"Sayang... aku mencintaimu!" Ucap Kenny setelah mereka melepaskan pagutan bibir mereka.


"A...aku..." Tiba-tiba saja suara ledakan terdengar memekakkan telinga Jenny bersamaan robohnya tubuh gagah nan atletis milik sang mantan suami.


Dorr...


"Kenny!!!" Teriak Jenny histeris saat melihat darah segar mengalir dari punggung Kenny yang memeluknya sebagai pelindung.


"Tolong!! ada korban penembakan di sini, tolong!!! siapa pun panggilkan ambulan segera!!!" Teriak Jenny sekencang mungkin.


Dengan langkah tergesa, Tian berlari menghampiri. Dia tak kalah panik saat melihat sang atasan sudah bersimbah darah.


"No... Nona apa yang terjadi pada Tuan?!" Tanya Tian panik.


"Kak, ayo bawa Kenn ke Rumah Sakit! aku tak mau kehilangannya, dia harus selamat!" Racau Jenny yang saat ini memangku kepala Kenny yang sudah setengah tak sadarkan diri.


"Tentu Nona, saya sudah mengutus anak buah untuk mengejar dan menangkap pelakunya juga, mari kita bawa Tuan ke Rumah Sakit, sekarang!" Seru Tian seraya membawa tubuh Kenny yang terkulai lemas di bantu oleh kedua anak buahnya yang lain.


Di perjalanan, Jenny terus menangis sambil menggenggam tangan Kenny. perempuan cantik itu benar-benar takut jika Kenny sampai tak terselamatkan.


"Lebih cepat, Kak! ayo! darahnya sudah sangat banyak yang keluar," Seru Jenny.


"Ini sudah kecepatan di atas rata-rata Nona, kita juga harus memperhatikan keselamatan kita, saya pasti membawa Tuan tepat waktu ke Rumah Sakit, Nona tenanglah!" Sahut Tian seraya menambah kecepatan laju mobilnya.


Namun mobil itu seperti berjalan biasa saja, tak terasa mengebut sedikit pun, bahkan hanya terasa melaju sedikit lebih cepat dari laju normalnya.


"Kenn, kau harus bertahan! kau harus tetap hidup!" Ucap Jenny seraya menggenggam tangan Kenny dengan erat.


"Tuan benar-benar pandai berakting, Nona sampai frustasi seperti itu, sepertinya dia bisa mendapat penghargaan aktor terbaik," Batin Tian.


"Kak, ayo cepat! kenapa mobilnya masih saja lambat berjalan?! apa mobil mewah ini rusak, ya? atau kau tidak becus menyetirnya?" Bentak Jenny penuh emosi.


"Ma...maaf No...nona, sa...saya..." Gugup Tian.


"Sa...sayang! tenanglah! kita pasti sampai di Rumah Sakit dengan selamat," Ucap Kenny dengan suara yang terdengar lemah.


"Tapi darahmu sudah banyak yang keluar, Kenn! kau bisa... hik...hik... aku tak mau kehilanganmu lagi, Kenn..." Lirih Jenny di ujung perkataannya.


"Apa kau benar-benar takut aku mati?!" Tanya Kenny.


"Tentu saja, bahkan bukan hanya aku yang akan takut kau pergi, Kenn! tapi putra kita juga, dia pasti paling sedih jika kau meninggal," Isak Jenny.


"Sudahlah, jika aku mati sekarang pun aku sangat rela sayang, aku akan tenang karena aku mati di pangkuan mu!" Tutur Kenny seraya menutup kedua matanya.


"Kenn, kau harus bertahan! kumohon jangan seperti ini!" Racau Jenny seraya mengguncang tubuh Kenny agar kembali membuka matanya.


"Sepertinya Tuan benar-benar menikmati aktingnya, ha... orang kaya ada-ada saja ya kelakuan konyolnya," Batin Tian.


Flash back sehari sebelum acara pertunjukan Fashion di gelar.


"Tuan, sepertinya orang incaran kita akan kembali beraksi, besok! menurut laporan anak buah saya, Tuan Mark sudah menyusun rencana untuk penembakan anda saat acara pertunjukan Fashion besok berlangsung," Tutur Tian melapor.


"Hem... akhirnya dia muncul juga, aku sudah memiliki rencana, Ti! aku akan memakai baju anti peluru sebagai pelindungku besok, sisanya kau yang urus pria psikopat itu dan menjebloskannya ke dalam penjara, jangan biarkan dia lolos lagi kali ini!" Sahut Kenny memaparkan.


"Tapi bagaimana jika, dia melukai Nona juga, besok?" Tanya Tian.


"Aku akan selalu mengikutinya kemana pun Jenny pergi besok, aku akan melindunginya langsung dari pria licik itu," Ucap Kenny seraya menyunggingkan senyum penuh arti di bibirnya.


"Baiklah Tuan, kalau begitu saya akan mengurus beberapa anak buah juga untuk berjaga besok," Seru Tian.


"Saya mengerti Tuan, saya pasti memerintahkan beberapa anak buah juga untuk berjaga di sana, kalau begitu saya pamit," Sahut Tian undur diri.


Hari H yang sudah di tunggu Kenny pun tiba. Dan benar saja, sang target ternyata benar-benar melancarkan aksinya, entah dari mana pria psikopat itu mendapatkan senjata api tersebut untuk menembak Jenny.


Ya! Mark berubah pikiran. awalnya pria bertubuh tambun itu berencana menembak Kenny langsung, namun setelah melihat interaksi Kenny dan Jenny yang mengingatkannya pada Gea, dia jadi berubah pikiran dan berniat menembak Jenny terlebih dahulu. Hingga akhirnya satu peluru panas pun dia lepaskan saat Kenny dan Jenny menyelesaikan aksi bertukar saliva nya.


Beruntung Kenny tepat waktu menyadari bidikan Mark. Dengan sigap, Kenny memeluk tubuh ramping Jenny yang sudah siap di targetkan oleh Mark sebagai mangsa tembakannya.


Duarr....


"Kenny!!!" Teriak Jenny histeris.


"Sial!! kenapa pria bodoh itu malah memeluknya, tapi tidak apalah, tujuan awal ku juga kan ingin membunuhnya, anggap saja hari ini memang hari kematiannya yang sudah di tentukan, hahaha" Kelakar Mark dari balik dinding tersembunyi.


Di sela aktingnya meringis kesakitan, Kenny menekan tombol di saku jasnya sebagai tanda agar semua anak buahnya segera beraksi mengejar dan menangkap Mark. Dengan panggilan lewat tombol yang Kenny tekan tadi, para anak buahnya pun segera bergerak cepat melancarkan aksi-aksi mereka untuk meringkus Mark.


"No... Nona apa yang terjadi pada Tuan?!" Tanya Tian panik.


"Kak, ayo bawa Kenn ke Rumah Sakit! aku tak mau kehilangannya, dia harus selamat!" Racau Jenny yang saat ini memangku kepala Kenny yang sudah setengah tak sadarkan diri.


Tiba-tiba saat kedua netra Tian dan Kenny saling bertemu, Kenny mengedipkan matanya memberi kode agar Tian mengikuti permainannya. Dengan kecerdasannya Tian pun akhirnya mengerti dan mengikuti alur cerita yang Kenny ciptakan.


"Tuan benar-benar pandai ternyata, dia selalu bisa manfaatkan keadaan," Batin Tian.


Disaat Tubuh Kenny di angkat oleh Tian dan kedua anak buahnya yang lain, Kenny sempat membisikkan rencananya pada Tian.


"Ti, jalankan mobilnya sepekan mungkin menuju Rumah Sakit, aku akan membuat Jenny mengaku dulu, jangan biarkan dia curiga juga jika aku sedang berakting kesakitan!" Bisik Kenny.


"Siap Tuan!" Sahut Tian tak kalah berbisik.


Flash back done.


Setibanya di Rumah Sakit, Kenny segera di bawa ke sebuah ruangan tindakan. Seperti biasa, di ruangan tersebut tidak boleh ada yang masuk selain petugas medis, dan hal itu sangat membantu Kenny dalam melancarkan aksinya.


"Silahkan tunggu di luar Nona!" Seru seorang suster yang hendak menutup pintu ruangan tindakan.


"Tapi aku...." Ucap Jenny tercekat.


Jenny bingung sendiri saat ingin mengakui statusnya dengan Kenny, dia benar-benar sangat ingin tau keadaan Kenny di dalam ruangan tindakan tersebut, namun begitu Suster menutup rapat pintu ruangan tersebut, Jenny hanya bisa pasrah dan mencoba tenang.


.


.


.


.


.


.


.


Ada yang setuju tambah bab kah??? yang setuju dan mau Mom tambah bab komen ya...


see you next episode... 😘😘😘