
Kedua wanita itu akhirnya pergi meninggalkan gedung pertunjukan. Mereka pergi mengunjungi sebuah Restoran terkenal yang berada di salah satu hotel termewah di Negara M. Mereka berdua terlihat menyantap beberapa makanan yang mereka pesan sebelumnya sebelum memutuskan untuk membahas yang ingin Anggun sampaikan pada Alexa yang tak lain nama kepanjangan Jenny yang dia pakai sejak memutuskan menetap di Negara M.
“Jadi apa yang ingin kau sampaikan pada ku, Gun?” Tanya Jenny atau Alexa memulai perbincangan.
“Hm… baiklah, aku akan menyampaikannya sekarang! sebenarnya, beberapa minggu lalu aku baru saja bekerjasama dengan perusahaan Alva Corp,” Tutur Anggun mulai menjelaskan.
“Alva Corp? bukannya itu perusahaan…” Jenny mengerutkan dahi seraya menebak.
“Benar Nona, itu adalah perusahaan Tuan Kenny, tempat saya dulu bekerja sebagai resepsionis di sana.” Sahut Anggun membenarkan dugaan Jenny.
“Mereka ingin mengadakan pertunjukan di Negara asal kita Nona, dan itu sudah menjadi keharusan bagi kita untuk memenuhinya sesuai kontrak kerjasama yang sudah di sepakati bersama,” Tambah Anggun.
“Apa itu berarti aku harus pulang ke Tanah Air? rasanya itu sangat tidak mungkin Gun! Aku masih sulit untuk menginjakkan kaki ku kembali di sana!” Lirih Jenny.
“Aku tau, Nona pasti masih terpikirkan dengan masa lalu Nona, tapi! jika Nona tidak bangkit dan melawan rasa sakit itu, sampai kapan pun Nona pasti akan terpuruk dan terjebak dalam masa lalu itu sendiri, aku hanya ingin yang terbaik untuk Nona, aku sudah menganggap Nona seperti saudara ku sendiri, jadi aku ingin melihat Nona bahagia tanpa bayang-bayang masa lalu Nona lagi.” Sahut Anggun menggebu-gebu seraya mengusap sebelah bahu Jenny dengan lembut.
Seketika Jenny menundukkan kepalanya, dia terus berpikir dan memilih keputusan. Sejurus kemudian dia pun menegakkan posisi duduknya dan menatap Anggun dengan sorot mata yang begitu serius.
“Kau benar Gun! Aku sudah putuskan! Aku akan menerima pekerjaan ini dan mempersembahkan hasil karyaku semaksimal mungkin, aku harus bisa menunjukkan padanya kalau aku bisa bahagia tanpa kehadirannya selama ini!” Ucap Jenny penuh semangat.
“Bagus! ini baru Nona Alexa yang aku mau, tidak lemah dan cengeng, aku yakin Nona pasti bisa melawan rasa sedih itu dan menggantikannya dengan kebahagiaan.” Sahut Anggun menyemangati.
Setelah keduanya sepakat, Anggun pun segera mengurus beberapa persiapan yang harus dia urus untuk bisnisnya di Tanah Air. Mereka berdua akhirnya memutuskan untuk pergi ke masing-masing tujuan dan saling berpelukan sebelum berpisah.
“Kalau begitu aku duluan ya Nona! aku akan mengabari mu lagi jika semua persiapannya sudah selesai,” Tutur Anggun.
“Ok! sebenarnya kau ini Bos ku atau asisten ku sih? kau selalu menyiapkan segalanya dengan baik untuk ku Gun, terimakasih ya!” Ucap Jenny tulus seraya memeluk tubuh gadis di hadapannya itu.
“Aku kan sudah bilang kalau kau sudah aku anggap seperti saudara ku sendiri Nona, jadi kau jangan sungkan ya! lagi pula, kau kan banyak menghasilkan uang untuk ku sekarang!” Kekeh Anggun menimpali.
“Kau bisa saja Gun, ya sudah kalau begitu aku susul dulu Ken ya, bye… sampai jumpa lagi!” Tutur Jenny seraya menghampiri mobilnya yang kini selalu menemaninya kemana pun dia bepergian.
“Bye…” Sahut Anggun yang sama-sama memasuki mobilnya.
Kedua wanita tersebut akhirnya pergi ke masih-masing tujuan mereka, dan tibalah kini Jenny di sebuah lobi Rumah Sakit ternama di Negara M. Di sana sudah terlihat seorang pria kecil yang tampan yang sedang melipat tangannya di depan dada sambil mencebikkan bibirnya.
“Jagoan Mommy kenapa cemberut?” Sapa Jenny menghampiri. Sang putra yang di tanya hanya membuang muka dan menghindari tatapannya.
“Haist! kau tidak membuat Oma pusing kan, Ken? ayo minta maaf!” Seru Jenny yang hafal dengan sifat anaknya.
“Tidak mau! Ken kan hanya ingin menghampiri teman Ken tadi, masa Oma gak izinkan sih!” Tuturnya mencurahkan kekesalan.
“Oh, jadi cuman gara-gara gak bisa ketemu temannya ya! ya sudah kalau begitu sebagai gantinya Mommy akan ajak Ken beli ice-cream yang di Mall itu deh, bagaimana?” Bujuk Jenny. Dan seketika binar ceria kembali di wajah tampan putranya itu.
“Benarkah? Mommy tidak berbohong kan?” Tanya Ken penuh harap.
“Ayo! sebaiknya kita pergi sekarang sebelum ice-cream nya kehabisan! Ayo Bu!” Seru Jenny seraya mengandeng tangan mungil putranya menuju mobil.
Meski Ken kecil mudah merajuk jika keinginannya tidak di penuhi, namun pria kecil itu masih bisa mudah di bujuk. Seperti hal yang di lakukan Jenny saat ini, dia hanya membujuknya dengan tawaran ice-cream, dan dengan mudahnya pria kecil menggemaskan itu luluh begitu saja melupakan kekesalannya yang sejak tadi dia rasakan.
“Mommy, kapan kita berlibur lagi ke rumah Paman Aldo? Ken sudah sangat merindukan Paman, Mom! Ken juga rindu dengan Oma dan Opa di sana!” Tutur Ken mengungkapkan kerinduannya ketika mereka masih dalam perjalanan menuju Mall.
“Apa Ken benar-benar ingin pergi ke sana sayang?” Tanya Jenny memastikan. Sepertinya pilihannya untuk mengunjungi Tanah Air kali ini tidak hanya untuk masalah pekerjaannya saja, namun dia juga akan mengunjungi keluarganya yang 2 Tahun ini tidak dia kunjungi.
“Tentu saja Mom, Ken sudah lama ingin menemui mereka lagi!” LIrih Ken yang tiba-tiba berubah sendu.
“Jenn, menurut Ibu tidak ada salahnya kita kembali berkunjung ke Tanah Air, yang di ucapkan Ken juga sangat benar, selain dia! Ibu juga sudah sangat rindu dengan Kakak mu,” Sahut Ibu Erika yang sejak tadi menemani cucunya duduk sambil memainkan robot kesayangannya.
“Hm… Jenny pikirkan dulu ya Bu, tapi sebenarnya Jenny juga ada pekerjaan di sana, jadi siapa tau nanti kita bisa pergi bersama,” Ucap Jenny.
“Yeay… berarti Ken bakal bertemu lagi sama Paman Aldo kan, Oma! asik… Ken akan membawa robot-robot Ken yang terbaru untuk di perlihatkan pada Paman, dia pasti kagum!” Oceh Ken kecil penuh semangat.
Sementara itu Kenny dan rombongannya terlihat sudah meninggalkan Rumah Sakit saat mereka sudah merasa puas menjenguk Renata dan bayinya. Mereka semua akhirnya memilih pulang untuk beristirahat.
“Kenn, apa kau tak berpikir ingin menikah lagi?” Tanya Mom Bella tiba-tiba saat mereka tengah dalam perjalanan pulang menuju Apartemennya yang berada di Negara M.
“Kenn masih ingin mengurus dan menjaga Marsya, Mom! meski dia bukan anak kandung Kenn, tapi dia sudah seperti putri kandung kenn sendiri, Kenn benar-benar menyayanginya dengan sepenuh hati.” Sahut Kenny.
Flash back start.
“Dokter lakukan lah yang terbaik untuk putri ku, Dok!” Seru Kenny dengan segala kepanikannya saat mendapati putri kecilnya terkulai lemas atas penyakit yang di deritanya sejak lahir.
“Kami akan berusaha semaksimal mungkin Tuan, kalau begitu saya permisi!” Ucap Dokter seraya bergegas masuk untuk menangani Marsya yang saat ini sedang meregang nyawa akibat penyakitnya yang kian memburuk.
.
.
.
.
.
.
.
See you next episode guys…😘😘😘