Love Me Please Jenny

Love Me Please Jenny
Eps 46 # Bertemu seseorang



Sesampainya di kantor, Kenny segera di suguhkan dengan berbagai pekerjaan yang sudah Tian siapkan sebelumnya. Karena pembukaan cabang perusahaannya tinggal dua pekan lagi, membuat pria tampan itu mau tidak mau menghabiskan banyak waktunya untuk mengurus ini dan itu supaya tidak ada yang terlewatkan sedikit pun.


“Tian! kau hubungi kepala perencanaan perusahaan di Negara A ya, aku ingin meninjau persiapan mereka sekarang juga secara virtual!” Pinta Kenny pada Asisten andalannya itu.


“Baik Tuan,” Jawab Tian cekatan.


“Hm… kira-kira my queen sedang apa ya sekarang?” Gumam Kenny di sela kesibukannya memeriksa beberapa file yang bertaburan di atas meja kerjanya.


“Apa sebaiknya aku telepon dia sebentar ya?” Kenny segera meraih ponselnya dan mencari kontak sang kekasih untuk dia hubungi.


Sekitar 5 menit, Kenny masih tidak mendapat sahutan dari panggilan telepon yang dia lakukan, namun di menit berikutnya, ponselnya berbunyi menandakan sebuah chat masuk yang berisi jika Jenny sedang tidak ada di rumah saat itu yang di kirimkan oleh Ibu Tania dari ponsel milik Jenny. Gadis cantik itu terpaksa harus keluar rumah karena stok pembalutnya sudah habis, karena tepat pada saat ini dirinya sedang kedatangan tamu bulanannya.


“Kemana Jenny ya? biasanya dia selalu bilang kalau mau keluar rumah!” Gumam Kenny penuh curiga.


“Eh… ada chat! oh…pantas saja dia tidak menjawab telepon ku!”.


Dilain tempat, Jenny masih sibuk memilih beberapa cemilan yang ingin dia beli setelah mendapatkan pembalut yang dia butuhkan. Karena hari sudah sangat malam membuatnya semakin leluasa mengelilingi mini market yang tak jauh dari rumahnya itu karena sudah cukup sepi pengunjung.


“Haist! kenapa aku bisa sampai lupa membawa dompet sih,” Sesal Jenny saat menyadari jika dia tidak membawa dompetnya.


“Kalau aku pulang dulu, pasti tidak mungkin… jarak dari sini ke rumah kan lumayan jauh kalau harus berjalan kaki, tapi… duh! bagaimana ini?” Jenny semakin gelisah, dia harus segera membayar belanjaannya karena mini market tersebut akan segera tutup.


“Permisi, ada yang bisa aku bantu Nona?” Tegur seorang pria dari arah belakang Jenny berdiri saat ini.


“Eh…emm… “ Jenny menoleh terkejut.


"Duh..bagaimana ya, masa aku harus jujur sama pria ini sih, mana aku tidak mengenalnya lagi!” Batin Jenny.  


“Nona, apa kau baik-baik saja? maaf aku tidak sengaja mendengar ocehan mu tadi, kalau kau mau aku bisa membayarkan belanjaan mu, ayo kita ke kasir!” Seru si pria seraya menggiring Jenny ke arah kasir.


“Eh…!!” Jenny tidak bisa menolak apa lagi mengelak. Dia hanya bisa pasrah sambil mengikuti langkah pria itu menuju kasir.


“Silahkan simpan belanjaan anda!” Seru sang kasir yang tak lain si pemilik mini market setelah menerima kartu ATM dari pria asing yang menegur Jenny.


“Ayo berikan keranjangnya! kau sudah selesai kan memilih belanjaannya?” Tanya si pria yang belum Jenny ketahui namanya.


“Emm… Tuan! kenapa kau baik sekali, apa kau tidak sayang ya dengan uang yang kau keluarkan untuk belanjaan ku, bahkan kau juga belum mengenalku kan!” Tutur Jenny di sela menunggu kasir memeriksa belanjaannya.


“Aku paling tidak tega melihat seorang gadis cantik kesulitan, jadi aku pikir itu bukan hal yang buruk untuk aku lakukan, oh iya... karena kau bilang kita belum saling mengenal, aku akan memperkenalkan diriku sekarang, hai! aku Jonathan, siapa namamu?” Tutur pria yang diketahui bernama Jonathan tersebut seraya mengulurkan tangannya untuk berjabat dengan Jenny.


“O…oh, aku Jenny Tuan!” Sahut Jenny sedikit risih karena Jonathan memegang tangannya begitu erat dan tak mau lepas.


Jenny berusaha melepaskan jabatan tangannya dengan sedikit keras menariknya, hingga akhirnya pria itu tersadar dengan tingkahnya yang mungkin akan membuat Jenny berpikiran yang tidak-tidak tentangnya.


“Ma…maaf, aku benar-benar tidak sadar barusan, aku begitu terpesona saat melihat wajahmu dari jarak yang begitu dekat,” Jujur Jonathan.


“Silahkan Nona, ini belanjaannya,” Tegur kasir memberikan kantung belanjaan Jenny sambil mengembalikan kembali kartu ATM milik Jonathan.


“Oh… terimakasih!” Ucap Jenny seraya mengecek kembali barang yang sudah dia pilih sebelumnya.


“Tuan, aku akan menggantinya setelah aku sampai rumah nanti, kau berikan saja nomer rekening mu, nanti aku akan mentransfernya,” Tutur Jenny setelah keduanya keluar dari mini market.


“Maksud Tuan? apa sebelumnya kita pernah bertemu?” Jonathan menggelengkan kepalanya, dan hal itu berhasil membuat Jenny semakin penasaran, niatnya untuk segera pulang pun ia urungkan karena ingin mendengar penjelasan dari pria tampan di depannya itu.


“Tidak! kita belum pernah bertemu sebelumnya, tapi aku sangat bersyukur bisa bertemu denganmu di sini, karena aku sudah mencari mu sejak beberapa bulan lalu,”.


“Kalau boleh aku tau, apa kau masih bekerja di kafe xxxx?”.


“Kenapa Tuan mencari ku?”.


“Aku memang pernah bekerja di kafe tersebut beberapa bulan yang lalu, itu pun sebelum salah satu pelanggan setia kafe itu membuat masalah dengan tuduhannya yang membuatku di pecat saat itu juga,” Jenny kembali geram jika mengingat hal menyebalkan hari itu.


Tanpa ada angin dan petir, dirinya di salahkan dan di berhentikan bekerja akibat kesalahan yang tidak pernah dia lakukan. Dan semenjak hari itu Jenny tidak pernah menunjukkan batang hidungnya di sekitar kafe tersebut. Dia sudah terlanjur kesal dengan keputusan sepihak yang di lakukan bos nya dulu.


“Ternyata kau benar-benar gadis penolongku Jenn, sebenarnya hari itu anak buah ku sudah aku tugaskan untuk mengintai seorang pria paruh baya yang sudah tega menuduh mu itu, pria itu sudah aku curigai sejak lama,” Tutur Jonathan seraya menggiring Jenny ke sebuah kursi yang berada di depan mini market.


“Lalu apa hubungannya denganku?” Jenny masih bingung dengan perkataan yang di sampaikan Jonathan.


“Berkat dirimu perusahaan ku tidak jadi gulung tikar karena keserakahannya”.


“Aku masih tidak mengerti Tuan, kau katakan langsung pada intinya saja,” Sahut Jenny tak sabar.


“Ok-ok, aku akan menjelaskannya padamu Jenn, jadi orang itu adalah pekerja lama di perusahaan ku yang mencuri data perusahaan untuk kepentingannya sendiri,”.


“Astaga! ternyata orang itu benar-benar jahat! aku semakin geram setelah mengetahui keburukannya!” Ucap Jenny berapi-api.


“Tapi kau tenang saja, dia sekarang sudah berada di tempat yang seharusnya ko, dia sudah di penjara dengan tuduhan penggelapan dana perusahaan.”.


“Wah… benarkah? syukur lah, aku jadi lega mendengarnya,” Sahut Jenny.


“Iya Jenn, dan itu berkat dirimu yang sudah mengejutkannya hari itu.”.


“Karena dia sudah merasa ada yang mengintainya di kafe tersebut dia jadi gugup dan tak sadar jika kau sudah berada di sampingnya dan menyajikan pesanan kopinya waktu itu, dan sialnya dia malah menumpahkan kopinya di berkas dan file berharga lainnya yang akan dia gunakan untuk menguras aset perusahaan ku," Papar Jonathan panjang lebar.


“Wah… dia mendapat karma yang kontan ya, lalu bagaimana perusahaan Tuan sekarang?” Tanya Jenny.


.


.


.


.


.


.


.


See you next episode guys... 😘😘😘