Love Me Please Jenny

Love Me Please Jenny
Eps 61 # Meminta restu Aldo



“Sayang tapi keadaanmu benar-benar tidak baik saat ini, aku benar-benar tidak tega melihat kondisimu seperti ini, atau aku panggilkan Dokter saja ya, sebentar! aku akan meminta Tian agar menjemput Dokter untuk memeriksa mu!” Secepat kilat Kenny segera menghubungi Asisten andalannya itu dan menyuruhnya untuk menjemput Dokter pribadi Keluarga Alvaro.


“Haist! pantas saja anak buah ku tidak menemukan keberadaan Nona Jenny, ternyata dia ada di ruangan Tuan sendiri ya, ha… ya sudah lah, sebaiknya aku segera menjemput Dokter Anna sekarang!” Gumam Tian seraya bergegas menjemput Dokter Anna.


Kurang lebih 15 menit kemudian, Tian sudah berhasil membawa Dokter Anna ke ruangan majikannya itu, dengan profesional Dokter Anna memeriksa Jenny dengan begitu teliti.


“Bagaimana Dok, calon istri ku sakit apa?” Tanya Kenny tak sabar,


“Nona hanya mengalami demam biasa Tuan, anda tidak perlu terlalu cemas, untuk kakinya sendiri saya sudah suntikan obat pereda nyeri dan juga memasangkan nya perban, semoga Nona lekas sembuh ya!” Tutur Dokter Anna menjelaskan.


“Ha… syukurlah,” Panjat Kenny seraya menghela nafas lega.


“Terimakasih banyak Dok,” Ucap Jenny.


“Kalau begitu saya permisi ya Tuan, Nona. Mari!” Seru Dokter Anna setelah merapihkan kembali peralatan medisnya.


“Tian! kau antar kan lagi Dokter Anna ya,” Perintah Kenny yang segera di laksanakan oleh Tian.


Setelah kepergian kedua orang yang tadi menemani Jenny dan Kenny di ruangan tersebut, Jenny mencoba beranjak untuk duduk dan menyandarkan punggungnya di sandaran sofa.


“Hati-hati sayang! apa kau menginginkan sesuatu untuk di makan sekarang?” Seru Kenny yang masih begitu cemas seraya membantu Jenny menyandarkan punggungnya di sandaran sofa.


“Tidak Kenn, aku ingin pulang saja, aku akan merepotkan mu jika terus berada di sini.” Pinta Jenny.


“Apa kau yakin? apa sebaiknya kita ke Rumah Sakit saja?” Sahut Kenny.


“Untuk apa ke Rumah Sakit Kenn, tadi kan Dokter Anna sudah bilang kalau aku hanya demam biasa, aku hanya perlu istirahat sekarang,” Sanggah Jenny.


“Ha… aku begitu khawatir padamu sayang, kalau seperti ini terus bisa-bisa aku semakin tidak sabar untuk menikahi mu, aku ingin selalu ada di dekat mu Jenn,” Kenny mengecup lembut punggung tangan Jenny cukup lama.


Pria tampan itu benar-benar sudah tak bisa menahan diri lagi jika sudah berdekatan dengan kekasihnya.


“Sayang!” Panggil Jenny saat Kenny sedang asik mengecup punggung tangan kekasihnya itu.


“Apa kau baru saja memanggilku sayang?” Tanya Kenny yang hanya di jawab anggukan oleh Jenny.


“Sayang kenapa kau terus menggodaku, aku semakin ingin memilikimu malam ini juga jika seperti ini terus,” Gumam Kenny yang kembali mengecup Jenny, namun kali ini Kenny mengecupnya tepat di pucuk kepala Jenny.


“Sayang, aku bukan menggoda mu, aku hanya ingin menunjukkan perasaanku yang sebenarnya padamu, aku juga ingin segera hidup bersama denganmu Kenn, tapi…” Lirih Jenny yang seketika teringat kembali pada sang Kakak yang masih tak merestui keputusannya untuk segera menikah dengan Kenny.


“Kenapa sayang? ada apa? apa ada yang menggangu pikiranmu saat ini?” Tanya Kenny bertubi-tubi.


“Hm… Kak Aldo mau menerima tawaran pengobatan dari mu Kenn, tapi dia belum bisa merestui hubungan kita, dia masih marah karena hal tempo hari saat kau menuduhku berselingkuh,” Papar Jenny meluapkan pikirannya.


“Maafkan aku sayang, itu memang kebodohan ku, aku akan menjelaskannya lagi pada Kakak mu nanti, aku akan terus berusaha meminta restunya jika itu akan membuatmu bahagia,” Janji Kenny seraya mengusap lembut pipi Jenny.


“Terimakasih Kenn, semoga Kak Aldo bisa secepatnya merestui hubungan kita ya,” Sahut Jenny.


Untuk sesaat mereka menikmati keheningan di ruangan tersebut dengan saling berpelukan, saling menyalurkan perasaan kasih dan sayang mereka satu sama lain yang sudah tak bisa di gambarkan dengan hal apa pun lagi.


“Kenn, sebenarnya ada satu hal lagi yang ingin aku sampaikan padamu,” Ucap Jenny kembali bersuara.


“Apa itu sayang?” Tanya Kenny yang masih betah mendekap kekasihnya meski badan Jenny masih terasa sangat panas dan membuatnya sedikit gerah.


“Aku harus ke Negara A lusa nanti, aku ada kontrak pekerjaan hingga hari minggu nanti di sana,” Tutur Jenny menjelaskan.


“Kenapa mendadak sekali?” Tanya Kenny sambil merenggangkan dekapannya.


“Iya, memang sangat mendadak, sebenarnya aku juga sudah menolaknya, tapi kolega ku itu sudah mengincar incar aku sejak lama, dia benar-benar menginginkan aku yang mendekor gedungnya nanti,”.


“Kenn aku hanya pergi keluar Negeri, bukan mau meninggalkan dunia ini,” Kekeh Jenny.


“Aku sudah putuskan sayang, pokoknya malam ini juga kita harus menikah. Ayo! aku tidak mau menunda nya lagi, aku tidak akan tenang kalau kau pergi ke luar Negeri jika masih belum menyandang gelar Nyonya Alvaro.” Seru Kenny yang lupa jika kaki Jenny masih sakit.


“Awww… Kenn kau membuat kaki ku sakit lagi, sabar lah! lagi pula kita kan harus mengantongi restu dulu dari Kak Aldo,”  Ucap Jenny mengingatkan.


“Maaf sayang, tapi aku tidak melupakannya, aku mengajakmu bergegas karena aku ingin segera mendapatkan restunya,” Sahut Kenny bersemangat.


“Ha… ya sudah kalau begitu kita ke rumah saja sekarang! aku yakin saat ini Kak Aldo sedang ada di rumah,” Seru Jenny.


Mereka berdua akhirnya memutuskan mengunjungi rumah Jenny untuk menemui Aldo dan meminta restunya. Selama di perjalanan, Kenny juga tidak lupa menghubungi kedua orangtuanya untuk mengatakan keinginannya yang akan menikahi Jenny malam itu juga.


 “Sayang kau benar-benar yakin ya ingin menikah denganku malam ini?” Tanya Jenny saat mereka masih dalam perjalanan menuju kediaman Jenny.


“Tentu saja, bahkan sejak aku tau Erfan dan Renata menikah, sebenarnya aku juga sudah ingin menyusul mereka berdua untuk menikahi mu sayang,” Jawab Kenny dengan mantap.


Jenny tidak menyahut lagi. Saat ini pikirannya berkecamuk memikirkan bagaimana caranya untuk membujuk Aldo supaya luluh dan mendapatkan restunya. Setibanya di pekarangan rumah Jenny, Kenny segera membukakan pintu mobilnya dan membantu Jenny turun dari mobilnya.


“Hati-hati sayang!” Seru Kenny seraya membantu kekasihnya untuk berjalan.


“Jenn, kau kenapa sayang?” Tegur Bu Tania seraya menghampiri dan membantu Kenny menggiring Jenny masuk ke dalam rumah.


“Tadi kaki Jenny ter hilir Bu, tapi sudah membaik ko!” Jawab Jenny berbohong. Padahal kakinya itu masih terasa begitu sakit dan berdenyut hebat.


“Ya sudah Ibu ambilkan kalian minum dulu ya!” Ucap Ibu Tania segera melenggang ke arah dapur dan kembali dengan dua gelas minuman untuk Jenny dan Kenny.


“Terimakasih banyak Bu,”.


“Sama-sama nak,”.


“Bu! apa kak Aldo ada di kamarnya?” Tanya Kenny.


“Ada! tapi untuk apa nak Kenny bertemu dengannya?” Sahut Bu Tania penasaran.


“Kenny ingin menikahi Jenny malam ini Juga Bu, jadi Kenny harus meminta restu Kak Aldo untuk pernikahan kami ini,” Tutur Kenny menjelaskan maksud dan tujuannya.


“Begitu ya, ya sudah kalau begitu Ibu panggilkan orangnya dulu ya!” Sahut Ibu Tania seraya beranjak dan menghampiri kamar Aldo untuk menyuruhnya turun dan menemui Kenny.


Beberapa saat kemudian Aldo akhirnya menunjukkan batang hidungnya dan menghampiri Kenny dan adik kesayangannya. Aldo begitu terkejut saat melihat kaki Jenny yang terbungkus perban, dia semakin geram dan menyangka jika Kenny lah yang sudah membuat adiknya terluka lagi.


.


.


.


.


.


.


.


See you next episode guys...😘