Love Me Please Jenny

Love Me Please Jenny
Eps 77 # Makan malam



Sementara itu sang terduga, yang sedari tadi di cari-cari ternyata baru saja membuka matanya setelah tertidur pulas di balkon depan kamarnya sambil mendengarkan musik dari earphone yang dia gunakan. Jenny menggeliatkan tubuhnya yang terasa kaku, dia berniat melihat jam yang terpasang di ponselnya, namun setelah dia periksa ternyata ponselnya mati kehabisan daya karena sedari tadi memutar musik.


“Astaga! aku terlalu keasikan mendengarkan musik sampai tertidur pulas di sini, sekarang jam berapa ya? Hah! ponselku sampai habis daya, ini pasti karena aku tertidur begitu lama!” Gumam Jenny yang langsung beranjak masuk ke dalam kamarnya lewat pintu balkon yang dia tutup sejak tadi karena tak ingin banyak udara luar yang masuk ke kamarnya.


Bersamaan dengan itu, Kenny yang beru saja selesai mandi memutar handel pintu dan mendorongnya agar terbuka sebelum dia keluar dari kamar lembab itu.


Ceklek…


“Astaga! Kenn! kau membuat ku terkejut saja!” Tegur Jenny sambil memegangi dadanya.


“Sayang! kau kemana saja sih? aku dari tadi mencari mu seperti orang gila tau! kau baik-baik saja kan? tidak ada yang luka sedikit pun juga kan?” Cecar Kenny yang langsung memeluk tubuh ramping istrinya.


“Aku baik-baik saja Kenn! kau tidak perlu cemas! apa kau baru pulang? sepertinya aku tertidur terlalu lama di depan balkon kamar,” Kekeh Jenny di ujung perkataannya.


“Jadi sejak tadi kau tertidur di balkon ya, Astaga! Jenn, kau benar-benar sudah membuat ku dan Tian cemas sejak tadi, aku pikir kau di culik atau tersesat, tapi ternyata kau tertidur di balkon ya!” Tutur Kenny yang tak habis pikir dengan tingkah istrinya yang bisa tidur begitu nyenyak di depan balkon.


“He… maaf ya! habis dari kemarin kau terus menerus menggempur ku sih! aku kan jadi mudah lelah jadinya,” Sahut Jenny beralasan yang memang benar adanya.


“Ha… ya sudah! ya penting saat ini kau baik-baik saja sayang,”.


“Tapi aku akan memberimu hukuman atas tingkah konyol mu itu!” Ucap Kenny seraya mendekati tubuh istrinya dan menunjukkan seringai menyeramkan di wajah tampannya. Membuat Jenny seketika bergidig ngeri melihat wajah buas suaminya yang siap menerkamnya saat itu juga.


“Kenn, kau belum pakai baju, kau bisa masuk angin nanti, kau pakai dulu baju ya!” Seru Jenny yang tak di indahkan oleh suaminya yang tetap merapatkan tubuhnya pada tubuh sang istri.


“Kenn… aku lapar, jangan sekarang ya, please!” Ucap Jenny lagi seraya memohon.


“Kenapa? kau kan bisa memakan punyaku ini sayang! ayolah! kau harus menerima hukuman ini sekarang!” Sahut Kenny yang kini tengah mengendus leher jenjang sang istri dengan lembut, membuat sang empunya leher menggelinjang geli dan menggeliatkan tubuh rampingnya di atas tempat tidur mereka. Namun sejurus kemudian bunyi perut Jenny benar-benar membuyarkan aksi liar Kenny tersebut.


Kruyukkk…kruyukkk...


“Haist! kau benar-benar lapar ya?” Ucap Kenny seraya menghentikan kegiatannya.


“Aku kan sudah bilang tadi! aku benar-benar sangat lapar saat ini!” Tutur Jenny sambil memanyunkan bi***nya karena kesal.


“Ya sudah, kita makan di luar saja ya! aku akan menyuruh Tian untuk membooking ruangan VIP untuk kita di Restoran terdekat!” Seru Kenny seraya mengecup bi*** istrinya sebelum melenggang masuk ke dalam walk in closet untuk memakai pakaiannya dan menghubungi Tian.


“Kalau begitu aku mau cuci muka dulu deh!” Sahut Jenny yang memilih melenggang ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum mereka pergi untuk makan siang yang terlewatkan sekaligus makan malam.


Sejurus kemudian Tian sudah tiba di penginapan Kenny untuk memberitahu Tuannya jika dia sudah membooking sebuah ruangan VIP di Restoran terdekat, tanpa menunggu lagi Kenny langsung memanggil istrinya yang kini tengah mengganti pakaiannya sebelum mereka pergi.


“Sayang! apa kau sudah selesai?” Teriak Kenny yang membuat Tian mengerutkan kedua alisnya.


“Tuan, apa Nona sudah di temukan?” Tanya Tian memberanikan diri.


“Ah, iya! aku sampai lupa memberimu kabar Ti, Jenny ternyata tertidur di balkon sejak siang tadi, aku terlalu khawatir sampai melewatkan untuk memeriksa ke balkon,” Tutur Kenny menjelaskan.


“Syukurlah jika Nona baik-baik saja Tuan!” Sahut Tian merasa lega setelah mendengar kabar Nona nya sudah di temukan.


Meski dia sedikit kesal karena Kenny kurang teliti dalam mencari istrinya sendiri di dalam penginapan. Tian tetap bersyukur karena Jenny tidak sampai terluka atau pun di culik seperti yang di pikirkan olehnya dan Kenny sebelumnya, lagi pula jika dia protes pada Kenny tentang kekesalannya pun hanya membuatnya lebih mudah di pecat bukan.


“Silahkan Tuan, Nona! ruangan kalian ada di lantai atas.” Ucap Tian.


“Terimakasih banyak Kak, kau ikut bergabunglah bersama kami, kau juga pasti belum makan bukan?” Seru Jenny yang langsung mendapat tatapan bingung dari suaminya.


“Terimakasih Nona, tapi saya masih harus bekerja saat ini, saya makan nanti saja!” Tutur Tian menolak dengan halus.


“Kenn, kau bukan atasan yang kejam bukan? ini sudah malam, sebaiknya kau ijinkan Kak Tian ikut bergabung makan ya!” Bujuk Jenny sambil bergelayut manja di lengan kekar suaminya.


“Tapi kita tidak akan nyaman, sayang! biar dia makan di sini saja ya! aku akan memberinya uang tambahan untuk makan sepuasnya malam ini!” Tutur Kenny sambil mengeluarkan dompetnya dan menarik beberapa lembar uang yang akan dia berikan pada Tian.


“Hm… kau ini memang pintar mencari alasan Kenn!” Ucap Jenny merajuk.


“Tidak apa-apa Nona, saya makan di sini saja sekalian berjaga jika sewaktu-waktu Nona dan Tuan membutuhkan saya!” Sahut Tian.


“Sayang, kau dengar sendiri bukan? kalau Tian tidak keberatan makan sendirian di sini, makannya cepat cari jodoh Ti, biar kau ada teman makan dan tidur!,” Ucap Kenny sekenanya.


“Mana mungkin aku mendapat jodoh kalau terus di perintah 24 jam begini terus! ha… nasib-nasib.” Keluh Tian dalam hatinya.


Setelah mengakhiri perdebatannya, Kenny dan Jenny meninggalkan Tian di lantai bawah dan menuju ruangan yang sudah Tian booking untuk mereka makan malam berdua. Ruangan yang bertabur kelopak bunga mawar merah itu terlihat begitu indah dengan pencahayaan lilin-lilin kecil yang menghiasi di setiap sudut ruangannya, menambahkan kesan romantis bagi setiap pasangan yang menikmati nuansa tersebut.


“Sayang! apa kau suka makanannya?” Tanya Kenny yang di jawab dengan anggukan kepala saja oleh sang istri yang masih melahap makanannya.


“Lain kali jangan membuatku khawatir lagi ya, aku tidak bisa membayangkan jika kau pergi dari hidup ku sayang.” Tutur Kenny seraya mengusap kepala sang istri dengan begitu lembut.


“Maaf ya sudah membuatmu cemas, aku janji tidak akan mengulanginya lagi Kenn!” Sahut Jenny seraya meraih tangan suaminya yang mengusap kepalanya tadi dan mengecupnya.


“Em... aku sudah kenyang, kita pulang sekarang ya!” Serunya lagi.


“Baiklah, ayo!” Sahut Kenny seraya beranjak dan membantu sang istri untuk berdiri dari duduknya.


.


.


.


.


.


.


.


See you next episode guys…😘😘😘