Love Me Please Jenny

Love Me Please Jenny
Eps 63 # Restu Aldo



Mereka bertiga akhirnya masuk ke dalam ruangan tindakan untuk melihat keadaan Jenny. Ibu Tania yang begitu cemas langsung menghampiri tempat tidur pasien yang Jenny gunakan dan mengusap kepala putrinya dengan lembut seraya terisak. Dia benar-benar khawatir dengan keadaan Jenny saat ini.


“Sayang, Ibu benar-benar khawatir padamu Jenn, cepatlah sembuh sayang!” Tutur Ibu Tania. Perlahan Jenny membuka matanya dan menatap ke sekeliling ruangan yang serba putih itu.


“Kenapa Jenny ada di sini Bu?” Tanya Jenny lemas.


“Kau tadi pingsan sayang, untung nak Kenny langsung membawamu ke sini, bagaimana perasaanmu sekarang? apa masih pusing kah?” Sahut Ibu Tania balik bertanya.


“Jenny masih sedikit pusing Bu,” Jawab Jenny seraya mencoba beranjak untuk duduk.


“Kau mau kemana sayang, berbaringlah! kau masih lemah sekarang!” Seru Kenny yang segera membantu Ibu Tania untuk mengubah posisi Jenny menjadi duduk di atas tempat tidurnya.


“Kenn, bagaimana dengan pernikahan kita? bukannya Mom sudah mempersiapkan semuanya ya?”.


“Mommy sudah menundanya sayang, kau jangan memikirkannya dulu, sebaiknya kau fokus pada kesehatan mu dulu saja,” Saran Kenny seraya mengusap lembut rahang kekasihnya.


“Hm… Kakak!" Seru Jenny saat melihat Aldo yang masih diam mematung tak jauh dari tempat tidur pasien Jenny.


Dengan susah payah Aldo mengayunkan kakinya menghampiri sang adik yang begitu dia sayangi, dia begitu lega setelah melihat keadaan Jenny yang berangsur membaik.


“Jenn, maaf!” Ucap Aldo setelah berhasil sampai di samping tempat tidur pasien Jenny.


Jenny tau jika Aldo tidak akan perah bisa berlama-lama marah padanya, sejak dulu Aldo tidak akan pernah tahan untuk mendiamkan atau pun marah pada Jenny. Semua itu karena Aldo terlalu menyayangi sang adik, adik satu-satunya yang dia punya setelah kepergian kedua orangtua mereka.


“Kenapa Kakak meminta maaf? Kakak tidak salah apa-apa. Jenny yang seharusnya meminta maaf pada Kakak, Jenny sudah membuat Kakak marah…” Tutur Jenny lirih seraya meluncurkan bulir bening dari kedua sudut mata indahnya.


Aldo paling tidak tahan jika melihat adik kesayangannya menangis seperti saat ini, dia langsung menarik Jenny ke dalam pelukannya dan mengusap kepala serta punggung Jenny dengan lembut.


“Kau adik kesayangan Kakak Jenn, Kakak tidak mungkin marah padamu,” Ucap Aldo seraya melerai pelukannya dan mengecup kening Jenny dengan dalam.


Ada sedikit rasa kesal di hati Kenny saat melihat kekasihnya di kecup sayang seperti saat ini meski itu oleh Kakaknya sendiri. Kenny terlalu egois dalam hal ini, karena dia paling tidak suka jika miliknya di sentuh orang lain.


“Haist! kenapa aku jadi tidak rela ya melihat Jenny di kecup oleh Kakaknya, astaga! sepertinya cintaku pada Jenny benar-benar sudah tak ter takar, aku benar-benar sudah gila di buatnya,” Batin Kenny.


“Apa itu berarti Kakak juga merestui hubunganku dengan Kenny?” Tanya Jenny lirih.


“Hem…” Aldo menjawabnya dengan deheman.


“Benarkah? Kakak tidak sedang berbohong kan?” Tanya Jenny dengan binar di kedua bola mata indahnya.


“Apa Kakak terlihat sedang bercanda sekarang?” Aldo balik bertanya dengan mimik wajah yang begitu serius.


Jenny tak menjawab lagi, dia langsung memeluk kembali Kakaknya seraya mengucap syukur di dalam hati. Kenny yang mendengar ucapan Aldo tak kalah bahagia dan gembira. Dia benar-benar senang dengan keputusan Aldo yang akhirnya merestui hubungan mereka.


“Terimakasih ya Kak, Jenny sayang Kakak,” Ucap Jenny setelah dia melerai pelukannya.


“Kakak juga sayang padamu Jenn,”.


“Dan kau bocah menyebalkan! aku memang merestui hubungan kalian, tapi bukan berarti aku tidak akan mengawasi lagi. Aku akan terus awasi kau! jika sampai Jenny terdengar sedih atau terluka lagi, aku tidak akan segan-segan untuk membawanya kembali ke rumah kami, dan kau jangan berharap untuk meminta restu ku kembali untuk kedua kalinya, apa kau paham!” Tutur Aldo mengintimidasi dan hanya di jawab anggukan kepala oleh Kenny.


Hari beranjak malam, Mommy Bella dan Papah Oscar yang tadi berjanji menyusul Kenny pun sudah ikut berkumpul di ruangan Jenny saat ini setelah calon menantunya itu di pindahkan ke ruangannya.


“Tante, Mom, semuanya… sebaiknya kalian pulang saja malam ini, biar Kenny saja yang menunggu Jenny malam ini di sini!” Seru Kenny seraya menghampiri tempat tidur Jenny dan memegang tangan kekasihnya yang sudah di lepas Mom Bella.


“Ha… Kenny benar Bu, sebaiknya Ibu dan Nak Aldo juga pulang untuk beristirahat. Biar Kenny saja yang menjaga Jenny malam ini,” Ucap Mom Bella mendukung usulan putranya.


“Tapi apa tidak merepotkan nak Kenny nantinya? Nak Kenny kan juga harus bekerja besok,” Sahut Ibu Tania merasa sungkan menitipkan putrinya pada calon menantunya itu.


“Kenny tidak akan masuk kerja besok Tan, Kenny ingin menjaga Jenny sampai dia sembuh, Tante tidak perlu khawatir, Kenny bisa menyuruh Tian untuk membawa beberapa pekerjaan yang sangat penting ke sini jika di butuhkan nanti.” Tutur Kenny memberi jawaban.


“Ha… ya sudah lah Bu, sebaiknya kita pulang saja, Ayah dan Rangga pasti mencari kita di rumah sekarang, ayo! Jenn, Kakak dan Ibu pulang dulu ya, besok kita ke sini lagi sekalian membawa baju dan keperluan mu,” Seru Aldo mengalah.


“Terimakasih banyak ya Kak, Bu, kalian hati-hati di jalan ya!” Ucap Jenny seraya menerima kecupan hangat di keningnya dari sang Kakak dan Ibu Tania sebelum mereka meninggalkan ruangan rawat Jenny.


“Tante titip Jenny ya Nak,” Ucap Ibu Tania.


Aldo dan Ibu Tania akhirnya pulang di antar Papah Oscar dan Mom Bella sebelum mereka pulang ke mansion nya. Setelah kepulangan ke empat orang tadi, suasana ruangan rawat Jenny menjadi hening, menyisakan dua sejoli yang tengah di landa bahagia yang telah mendapat restu dari sang Kakak.


“Sayang, cepatlah sembuh! aku semakin tidak sabar untuk segera menikahi mu!” Ucap Kenny seraya mengecup punggung tangan Jenny dengan begitu dalam.


“Kau benar-benar sudah tidak sabar ya Kenn,” Kekeh Jenny.


“Ha… aku begitu lega dan bersyukur hari ini, akhirnya Kak Aldo merestui hubungan kita juga sayang,” Ucapnya lagi seraya menunjukkan senyum merekah di bi***nya.


“Benar sayang. Ya sudah, sebaiknya kau tidur sekarang! agar kau cepat sehat kembali, aku tidak ingin pernikahan kita di tunda terlalu lama, selamat malam sayang, mimpikan aku ya!” Kecup Kenny tepat di kening Jenny setelah membantu kekasihnya berbaring dan menarik selimutnya hingga batang leher Jenny.


“Kenn!” Seru Jenny mencekal pergelangan tangan Kenny saat kekasihnya itu hendak melenggang ke arah sofa.


“Ada apa sayang, apa kau butuh sesuatu?” Tanya Kenny.


“Kemari lah!” Pinta Jenny seraya mengulurkan tangannya seperti ingin di peluk.


Tanpa menunggu apa pun lagi Kenny langsung memeluk sang kekasih dan menyalurkan kasih sayang yang mereka miliki lewat pelukan yang mereka lakukan.


“Aku mencintaimu sayang, cepatlah sembuh!” Gumam Kenny yang masih memeluk Jenny. Hingga akhirnya Kenny ikut naik ke atas tempat tidur kekasihnya yang memang masih sedikit cukup luas untuk di tiduri satu orang lagi.


.


.


.


.


.


.


.


See you next episode guys...😘