
Sejurus kemudian Mom Bella terbangun, dia teringat belum menghubungi Kenny tentang kabar kehilangan ini, sesegera mungkin Mom Bella menyuruh pelayannya untuk membawakan ponsel miliknya, setelah dering ketiga Mom Bella akhirnya menyerah menghubungi Kenny, akhirnya dia memilih menghubungi Jenny, namun hasilnya sama, tidak ada satu pun yang menjawab panggilannya saat itu. Hingga akhirnya Mom Bella menghubungi Viky dan meminta tolong padanya untuk menemui Kenny di kantornya.
Flash back done.
"A...apa maksudmu Tuan, siapa yang hilang?" Tanya Jenny terbata.
"Sayang tenanglah, biar aku yang bertanya padanya dengan benar!" Sahut Kenny seraya bertanya kembali pada Viky atas berita yang dia sampaikan.
"Vik, jangan bercanda! cepat katakan jika berita itu tidak benar, putraku baik-baik saja kan bersama Mommy?!" Tanya Kenny dengan nada yang cukup meninggi.
"Kenn, tenang lah! kau juga harus bijak dalam menghadapi situasi ini, sebaiknya sekarang kita kerahkan semua anak buah saja untuk membantu mencari Kenji," Tegur Jo memberi solusi.
"Kak Jo benar Tuan, sebaiknya kita sekarang bantu mencari saja, semoga Kenji masih bisa di temukan!" Sahut Anggun seraya menenangkan Jenny yang sedari tadi sudah mulai terisak.
"Kenn, temukan anak kita Kenn, dia di bawa siapa?? dia terlalu kecil untuk di culik, Kenn!!! cepat car..." Jenny tercekat kala seluruh tubuhnya terasa melemas dengan pandangan yang seketika menggelap.
Beruntung dengan sigap Kenny menangkap tubuhnya hingga Jenny tak sempat terkulai di atas lantai karena pingsan.
"Sayang! bangun, Jenn!! aku pasti akan mencari putra kita sampai dapat, Jenn!!! bangun lah!!!" Ucap Kenny semakin frustasi.
"Tuan sebaiknya Nona kita bawa ke rumah sakit saja sekarang, biar saya yang menunggunya! sebaiknya kalian mulai membantu mencari Kenji saja!" Seru Anggun.
"Anggun benar, Kenn!! sebaiknya kita harus cepat bergerak untuk mencari Kenji, ayo!! aku juga akan kabari Kak Aldo untuk meminta bantuan," Sahut Jo seraya menghubungi Aldo via telepon.
"Baiklah, Jo! kalau begitu kita antara Jenny ke rumah sakit dulu saja, setelah itu kita mulai berpencar mencari putraku!" Tutur Kenny mulai bergegas.
"Kenn, aku akan membatu mencari juga di sekitaran taman yang terakhir kali mereka singgahi, sebaiknya aku pergi lebih dulu ya, aku akan mengabari lagi jika sudah ada titik terangnya," Ucap Viky memilih bergegas langsung ke TKP (tempat kejadian perkara).
"Baiklah Vik, maaf aku merepotkan mu!" Lirih Kenny seraya menggendong Jenny menuju mobil mewahnya.
Sepanjang perjalanan menuju Rumah Sakit, Kenny terus menggenggam tangan Jenny yang semakin terasa dingin dengan wajah yang semakin pucat.
"Sayang bertahanlah, aku janji akan menemukan putra kita secepatnya!" Isak Kenny yang saat ini duduk di bangku penumpang di belakang Jo yang mengemudikan mobil mewahnya.
Di ruangan rawat inap kini Jenny di baringkan, selang infus pun terlihat terpasang di salah satu punggung tangannya, tak lupa alat bantu pernapasan pun ikut di sematkan di bagian hidungnya untuk membantu pernafasannya yang sempat sesak karena syok yang dia alami.
"Nona kau harus kuat! Kenji pasti segera di temukan," Gumam Anggun seraya mengusap sebelah tangan Jenny yang tak terpasang infus.
Sementara itu, di taman yang menjadi tempat Ken kecil menghilang, masih terlihat beberapa polisi dan orang-orang Kenny yang menyisir seluruh sudut area tersebut.
"Bagaimana Ti? apa sudah ada kabar??" Tanya Kenny.
"Sementara ini belum Tuan, tapi saya akan mencoba memeriksa beberapa CCTV lagi untuk kedua kalinya," Jawab Tian seraya membuka kembali laptop yang sedari tadi dia bawa.
Dengan keahliannya di bidang IT, Tian mulai memeriksa kembali setiap CCTV yang terpasang di beberapa titik area taman. Hingga akhirnya netranya menangkap sosok pria bertubuh tambun yang menggendong pria kecil yang terlihat terlelap tidur.
"Tuan sepertinya ini Tuan kecil!" Ucap Tian seraya mengarahkan layar laptopnya ke arah Kenny.
"Benar Ti, itu memang putraku! tapi siapa pria yang membawanya?! selidiki terus sampai dapat Ti, aku mengandalkan mu!" Seru Kenny seraya menepuk sebelah bahu Tian, Asisten andalannya.
"Baik Tuan!" Jawab Tian.
Tak banyak waktu yang Tian butuhkan untuk mendapatkan lokasi terakhir si penculik putra majikannya. Setelah menyalin alamat yang dia curigai tempat penyekapan Tuan kecilnya itu, Tian segera bergegas untuk memerintahkan anak buahnya ke lokasi tersebut sesegera mungkin.
"Bagus Ti! kau memang tak pernah mengecewakan ku! ayo, sekarang juga kita langsung ke lokasi putraku di sekap!" Seru Kenny seraya memasuki mobil mewahnya yang di kendarai Tian.
Di gudang terbengkalai nan gelap dan kotor. Ken kecil terlihat masih terlelap akibat obat bius yang Mark bekap kan di hidup bocah tampan tersebut. Pria kecil nan menggemaskan itu terlihat mengenaskan tak kala tangan serta kaki mungilnya di ikat kuat oleh seutas tali yang di belit beberapa kali di kedua tangan dan kakinya.
"Segera kepung gudang itu, pastikan putraku tidak terluka sedikit pun!" Tegas Kenny memberi titah.
Beberapa pria bertubuh kekar terlihat mengepung gudang terbengkalai itu, mereka terus mengendap menyelusup ke dalam untuk mencari Ken kecil.
Setelah di rasa sepi dan aman, ketua dari anak buah Kenny itu memutuskan untuk mendobrak pintu didepannya.
Brakk...
"Siap Bos!" Sahut para anak buah.
Mereka semua berpencar kembali setelah berhasil masuk ke dalam gudang terbengkalai tersebut. Beruntung Ken kecil sama sekali tak terlihat terluka sedikit pun selain kedua tangan dan kakinya saja yang di ikat kuat.
"Daddy... Mommy... Ken takut!!" Jerit Ken kecil terbangun karena suara krasak krusuk yang terdengar menghampirinya.
"Tuan muda, jangan takut! kami akan mengalamatkan mu dari sini, ayo! aku akan membawamu pada Tuan Kenny!" Tutur ketua anak buah Kenny seraya berbisik agar tak menimbulkan kegaduhan yang bisa membuat misi penyelamatannya gagal.
"Huaaa.... Mommy, Ken takut!!!" Ken kecil malah semakin kencang menangis, dia pikir Ketua anak buah Kenny masih orang jahat yang sama yang sudah menculiknya.
"Tenang Tuan muda, tenang lah! aku Kris, ayo! aku akan menyelamatkan Tuan sekarang," Bujuk Kris sang ketua anak buah Kenny.
"Apa aku bisa percaya padamu, Paman?!" Gumam Ken kecil bertanya di sela isak nya.
"Tentu Tuan muda, saya bisa anda percaya 1000%, saya akan membawa Tuan pada Tuan Kenny sekarang!" Sahut Kris.
"Apa Daddy ada di sini?? aku ingin bersama Daddy, aku tidak mau ikut Paman!" Ucap Ken kecil.
"Astaga! ternyata menyelamatkan bocah kecil lebih sulit dari menyelamatkan orang dewasa ya, haa... kalau begini aku harus hubungi Tuan Kenn, semoga saja dia tidak marah padaku karena tak berhasil membujuk putranya," Batin Kris.
Kringgggg.....
"Tuan, ponsel anda berbunyi!" Tegur Tian.
"Ha... siapa yang menghubungi sih di saat genting seperti ini?!" Gerutu Kenny seraya menggeser gambar hijau di layar ponselnya.
"Maaf Tuan, ini saya, Kris!" Sapa Kris di sebrang telepon.
"Kenapa kau meneleponku? apa putraku sudah kau dapatkan?!" Tanya Kenny.
"Tuan muda sudah ada bersama dengan saya Tuan, tapi Tuan muda ingin anda yang membawanya pergi langsung dari sini," Tutur Kris.
Tiba-tiba suara Ken kecil terdengar memekakkan telinga di sebrang telepon.
"Daddy, aku mau pulang!!! aku mau pulang bersama Daddy dan Mommy!!" Teriak Ken kecil.
"Sa...sayang, baiklah! kau tunggu Daddy di sana ya nak!" Sahut Kenny yang segera turun dari mobilnya untuk segera menemui sang putra.
"Tuan! berhati-hatilah, meski pelakunya sudah melarikan diri tapi tak menutup kemungkinan jika dia memasang jebakan di sekitar gudang ini," Ucap Tian mengingatkan.
"Kau benar Ti, terimakasih! kau tugaskan saja anak buah ku untuk ikut bersamaku ke dalam," Sahut Kenny tak membuang waktu lagi.
Setelah sampai di dalam gudang, Kenny segera menghampiri sang putra dan mencoba melepaskan ikatan yang membelit di kedua tangan dan kaki Ken kecil. Namun setelah tali terlepas, Kenny di buat terkejut karena di tubuh putranya terdapat sabuk tebal yang sengaja di lingkarkan di perut kecil Kenji.
"Astaga!!! ini Bom!!" Panik Kenny.
.
.
.
.
.
.
.
Kira-kira Kenji bisa selamat gak ya...
Yuk kasih jawaban kalian di kolom komentar, jangan lupa juga sertakan like, gift dan vote nya ya... see you next episode guys... 😘😘😘