Love Me Please Jenny

Love Me Please Jenny
Eps 125 # Kelicikan Gea.



“Haist! kenapa kau mendadak membatalkannya sih! aku kan sudah memesan dua tiket dari hari sebelumnya, kalau kau tidak berangkat lantas satu tiketnya aku berikan pada siapa?. Tian? tidak mungkin kan, Asisten mu itu kan masih harus menangani kerjasama dengan perusaan Tuan Hendrik,” Sahut Gea.


“Kau ajak salah satu teman mu saja Ge, aku benar-benar tidak bisa ikut! kepala ku terlalu sakit! proyeknya kan hanya memerlukan persetujuan saja! setelah itu kau bebas untuk bersenang-senang di sana!” Kenny mencoba beranjak dan menghampiri lemari es. Pria itu hendak mengambil minuman untuk menghilangkan dahaganya setelah semalaman menenggak beberapa botol minuman beralkohol.


Setelah mengakhiri sambungan teleponnya, Gea nampak tersenyum penuh kemenangan, bagai mana tidak, jika Kenny tak akan ikut bersamanya berlibur, itu artinya dia bisa lebih banyak menghabiskan waktunya bersama Mark dan menguasai permainan yang dia ciptakan.


“Baby, ayo kita pergi berlibur!” Seru Gea seraya beranjak naik ke pangkuan Mark yang saat ini tengah duduk bersandar di kepala tempat tidur tanpa memakai pakaian sehelai pun.


“Berlibur? memangnya kau sudah selesai ya menghancurkan keluarga si keparat Kenny itu!” Sahut Mark seraya mengecup liar setiap inci tubuh Gea yang sama-sama belum menggunakan sehelai pakaian pun.


“Sepertinya mereka berdua sudah tidak memiliki waktu untuk bersama lagi, jadi tidak ada salahnya kita rayakan perpisahan mereka itu sekarang, ayo! aku akan mengajakmu ke luar Negeri sekarang, kau pasti akan menyukainya jika sudah tau tempatnya!” Seru Gea penuh semangat.


“Baiklah! sepertinya tidak buruk juga, tapi sebelum pergi kita main beberapa ronde dulu ya!” Bujuk Marka yang kini sudah menggila di beberapa bagian tubuh Gea. Membuat wanita genit itu hilang kendali dan membalas aksi liarnya itu di atas tempat tidur mereka.


Kembali ke rumah mewah Kenny, pria itu sepertinya masih frustasi setelah kepergian Jenny.


“Heh! secepat itu kah kau ingin pergi dariku Jenn, kenapa? kenapa di saat aku sangat mencintaimu, kau membuatku hancur seperti ini dan memilih pergi bersama Jo!” Gumam Kenny setelah meneguk minuman dingin yang dia ambil dari lemari es nya.


Setelah meneguk minuman dinginnya, Kenny menghampiri kamarnya yang selama ini dia tempati bersama Jenny. Perlahan dia membuka lemari pakaian milik istrinya itu. Tidak ada satu pun pakaiannya lagi yang tersisa, semuanya kosong. Jenny benar-benar sangat mematuhi ucapan Kenny yang mengusirnya saat dia menggiring paksa Jenny dari ruangan rawat Nenek Martha dua hari yang lalu.


“Apa ini semua balasan untuk ku yang sudah meniduri Gea waktu itu? tapi Jenny juga sudah berhubungan dekat dengan Jo sebelum Gea kembali ke Tanah Air, lantas siapa yang harus di salahkan di sini? aku benar-benar masih mencintaimu Jenn, tapi anak itu…” Kenny beberapa kali menjambak rambutnya sendiri dengan kuat, pria itu benar-benar sangat frustasi dengan masalah yang sedang dia hadapi saat ini.


Di sebuah Rumah Sakit ternama, Jenny terlihat sedang terduduk cemas menunggu sang Ibu yang sedang berada di ruang Operasi. Saat ini dia hanya di temani Oma Dona, Jo yang sangat sibuk akhirnya harus merelakan wanita-wanita tersayangnya itu menunggu berdua di Rumah Sakit.


“Oma, apa Ibu akan baik-baik saja?” Tanya Jenny yang kini sedang terduduk cemas di sebuah sofa ruang tunggu.


“Erika pasti baik-baik saja sayang, kau tenang saja! Rumah Sakit ini adalah Rumah Sakit terbaik dan tercanggih di Negara ini, jadi Ibu mu pasti selamat dan sembuh kembali.” Tutur Oma Dona menenangkan.


“Semoga saja Oma, Jenny benar-benar takut kehilangan Ibu!” Lirih Jenny yang entah sejak kapan sudah meluncurkan bulir bening di kedua pelupuk mata indahnya.


Kring…. kring…


“Siapa Jenn?” Tanya Oma Dona.


“Kak Aldo, Oma!” Jawab Jenny seraya menggeser gambar hijau di layar ponselnya.


“Halo Kak!” Sapa Jenny.


“Jenn, apa kau baik-baik saja? bagaimana dengan Ibu sekarang?” Tanya Aldo.


“Ibu masih di dalam ruang Operasi Kak, Jenny benar-benar cemas! Jenny takut kehilangan Ibu lagi Kak, Ibu pasti sembuh kan!” Ucapnya seraya terisak.


“Jenn! kau harus kuat, kau tidak perlu khawatir! Ibu pasti baik-baik saja, kau jangan terlalu cemas berlebihan ya! kau harus ingat jika sekarang kau sedang hamil, jika kau sedih seperti itu, keponakan Kakak di dalam sana pasti ikut sedih juga nantinya,”.


“Aldo benar sayang, kau jangan terlalu cemas ya! Oma yakin jika Erika pasti baik-baik saja,” Sela Oma Dona.


Sebulan setelah operasi Ibu Erika, Jenny masih harus menemaninya di Negara tersebut. Meski Operasinya berjalan lancar namun Ibu Erika masih harus menjalani pemeriksaan berlanjut agar pengobatannya benar-benar efektif dan membuahkan hasil kesembuhan yang di inginkan.


Sementara di Tanah Air, sepasang muda mudi terlihat sudah rapih dengan busana pengantin mereka berdua. Pernikahan yang di gelar cukup mewah dan meriah itu sampai di liput beberapa stasiun televisi. Bahkan tak sedikit para wartawan pun yang ikut mengabadikan prosesi pernikahan dengan bidikan-bidikan kamera milik mereka.


“Kenn, terimakasih ya! aku benar-benar sangat bahagia sekarang, aku pikir kau tidak akan bertanggung jawab dengan bayi ini, tapi ternyata kau benar-benar laki-laki sejati, anak kita pasti sangat senang dengan pernikahan kita hari ini,” Tutur Gea yang tak lain pengantin perempuan yang menikah hari itu.


Flash back seminggu sebelum pernikahan Kenny dan Gea.


“Kenn, aku ingin menunjukkan sesuatu padamu,” Ucap Gea seraya memberikan sebuah amplop putih yang bertuliskan nama salah satu Rumah Sakit ternama di Kota Kenny tinggal.


“Apa ini, Ge?” Tanya Kenny seraya membolak-balik amplop putih tersebut.


“Bukalah! kau akan tau sendiri setelah membaca isi amplop nya!” Seru Gea.


Dengan penasaran Kenny membuka amplop putih itu dan membaca isi suratnya dengan seksama, setelah


sampai di inti pemberitahuan surat tersebut, Kenny membulatkan matanya. Dia masih mencoba mencerna apa yang di maksud dengan hasil laporan lab tersebut.


“Jadi kau…” Kenny mencoba menanyakan dugaan nya.


“Benar Kenn! aku sedang hamil sekarang, dan ini anak kita! awalnya aku masih belum percaya dengan hasil tes lab itu, tapi setelah aku melakukan tes sendiri di rumah beberapa kali, akhirnya aku yakin kalau aku sedang mengandung anak mu saat ini, karena aku tidak pernah tidur dengan siapa pun lagi setelah kau meniduri ku malam itu.” Tutur Gea.


“Apa? tapi bagai mana bisa? kita kan hanya melakukannya satu kali Ge!” Sahut Kenny tercengang.


“Mungkin karena aku sedang berada di masa subur waktu itu Kenn, jadi meski kita baru melakukannya sekali, benih mu bisa langsung tumbuh di rahimku,”.


“Kenn! aku takut kehamilan ku ini di ketahui Papah, dia pasti mengusirku kalau tau aku hamil di luar nikah, aku harus bagaimana sekarang! aku tidak mungkin membunuh anak tak bersalah ini kan!” Tutur Gea seraya terisak.


“Astaga! bagaimana ini semua bisa terjadi! kenapa Gea malah hamil sih! padahal aku sudah pastikan jika malam itu aku tidak menyemburkannya di dalam, apa mungkin ada yang tertinggal ya?” Batin Kenny menerka-nerka.


.


.


.


.


.


.


See you next episode guys… 😘😘😘