
"Akhirnya kita bisa tidur bersama juga sayang, semoga kalian betah tinggal di sini," Gumam Kenny dengan suara yang begitu pelan seraya mendaratkan kecupan singkat di masing-masing kening kedua kesayangannya.
Di pertengahan malam, Ken kecil yang merasa lapar akhirnya terbangun seraya mengedarkan kedua bola matanya pada tempat asing yang baru dia lihat itu.
Pria kecil tampan nan menggemaskan itu memindai wajah-wajah lelah kedua orangtuanya yang saat ini tengah terlelap di samping kanan dan kiri tubuh mungilnya.
"Apa aku sedang bermimpi? Ya Tuhan terimakasih kau telah menjawab doa-doa ku, akhirnya aku bisa tidur bersama seperti ini dengan Daddy dan Mommy," Gumam Ken kecil.
Kruyukkkk...
"Lapar sekali, sepertinya aku butuh makanan dan susu saat ini, tapi aku harus meminta pada siapa ya?" Ucap Ken kecil seraya menatap wajah kedua orangtuanya secara bergantian.
"Mom... tidak-tidak, sepertinya Mommy sangat lelah hari ini, sebaiknya aku bangunkan Daddy saja deh," Gumam Ken kecil seraya menghampiri wajah sang Daddy dan mengelus wajah Kenny agar terbangun.
"Emm... ada apa sayang, kenapa kau terbangun?!" Gumam Kenny dengan suara khas bangun tidur.
"Daddy, aku lapar! apa Daddy punya makanan?" Ucap Ken kecil.
"Astaga! kau lapar ya sayang, sebentar! Daddy carikan dulu ya makanannya!" Seru Kenny seraya beranjak dari tempat tidur.
Pria tampan bertubuh atletis itu segera membuka lemari Es nya untuk mencari makanan yang sekiranya bisa di makan oleh sang putra, namun sayangnya hanya ada telur dan pasta yang tertinggal di dalam lemari Es tersebut.
Beruntung Kenny tidak mengalami kesulitan saat membuat pasta dan telur, pria tampan itu bertransformasi menjadi seorang Chef dadakan demi sang putra yang kelaparan tengah malam.
"Kenapa kau ikut bangun sayang, sebaiknya kau tidur dulu saja, biar nanti Daddy bangunkan kau jika makanannya sudah matang," Ucap Kenny saat sepasang netra nya menangkap sosok sang putra tengah terduduk di salah satu kursi meja makan.
"Aku ingin melihat Daddy masak, aku akan menunggu di sini saja sampai makanannya matang," Sahut Ken kecil seraya melipat kedua tangannya dia atas meja.
"Haist! menggemaskannya, baiklah! kalau begitu tunggu sebentar ya sayang, Daddy akan membuatnya sesingkat mungkin!" Seru Kenny bersemangat.
Di saat kedua pria berbeda usia itu asik menikmati momen kebersamaannya, tiba-tiba saja Jenny ikut terbangun karena mencium aroma pasta yang Kenny buat. Perempuan cantik itu sedikit heran setelah memindai ke sekeliling ruangan yang nampak tak asing baginya itu.
"Ini seperti... Apartemen Kenn yang dulu pernah kita tempati bersama!" Gumam Jenny.
"Tapi bagaimana aku bisa ada di sini?? astaga 🤦🏻♀️ sepertinya saat di mobil tadi aku tertidur dengan nyenyak, ha... apa Kenny membawa Ken juga? kenapa dari arah dapur tercium wangi pasta?" Tutur Jenny seraya beranjak menuju dapur.
Setelah hampir sampai di ruang makan yang terhubung langsung dengan dapurnya, langkah jenny tiba-tiba saja terhenti saat kedua matanya melihat pemandangan yang meneduhkan hati.
Dilihatnya sang putra yang tengah menyuap makanan dengan lahap dari tangan sang Daddy, kedua pria berbeda generasi itu terlihat begitu bahagia meski hanya menikmati semangkuk pasta di atas meja makan tersebut.
"Ehem..." Jenny berdehem untuk memberitahu keberadaannya pada kedua pria yang tengah melahap pasta itu.
"Sayang,".
"Mommy," Ucap Kenny dan Ken kecil bersamaan.
"Kalian sedang apa di sini?" Tanya Jenny menghampiri dan menarik kursi yang berada di samping putranya.
"Aku lapar Mom, jadi Daddy membuatkan pasta. Apa Mommy juga mau mencobanya? pasta buatan Daddy enak loh!" Ucap Ken kecil seraya membanggakan pasta buatan Daddy-nya.
"Cobalah sayang, atau kau mau aku pesankan makanan yang lainnya?" Sahut Kenny.
"Tidak perlu Kenn, aku tidak terbiasa makan di tengah malam. Jika kalian sudah selesai, aku ingin berbicara dengan mu, Kenn!" Tutur Jenny seraya membantu sang putra mengusap ujung bibirnya yang terlihat belepotan menggunakan tisu.
Pasta pun telah tandas tak bersisa. Ken kecil yang terlihat mengantuk lagi, akhirnya memilih di antar kembali ke kamar Daddy-nya untuk melanjutkan tidurnya yang terganggu.
"Daddy, aku ngantuk! temani aku tidur lagi ya! aku ingin tidur seperti tadi!" Seru Ken kecil.
"Memang tadi dia kau tidurkan dimana Kenn?" Tanya Jenny penasaran.
"Tadi kita tidur bersama Mom, aku senang sekali. Akhirnya aku juga bisa tidur bersama Mom dan Daddy seperti teman-teman yang lainnya," Tutur Ken kecil membantu sang Daddy menjawab.
"Haist! kenapa mulutmu jujur sekali sih Ken, sepertinya aku harus siap-siap membuat alasan yang tepat pada Jenny sebentar lagi!" Batin Kenny.
"Oh... pantas saja, kalau begitu sekarang kau pergilah tidur lagi, Mommy ingin berbicara dulu dengan Daddy mu sayang!" Ucap Jenny seraya mengusap lembut kepala sang putra.
"Tapi kalian jangan lama-lama ya, aku ingi tidur di temani seperti tadi lagi!" Sahut Ken kecil.
"Iya sayang, Daddy dan Mommy akan secepatnya kembali ko," Jawab Kenny.
"Ya sudah, aku ke kamar Daddy duluan ya," Ken kecil yang sudah terserang kantuk kembali akhirnya menuju kamar Kenny dan membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur.
Sepeninggalan Ken kecil ke kamar Daddy-nya, Jeny segera menarik tangan Kenny ke arah balkon. Perempuan cantik itu terlihat kesal dengan aksi Kenny yang sesuka hati itu.
"Kenn! cepat jelaskan apa maksud kau membawa aku dan Ken ke sini?!" Ucap Jenny.
"Sayang! maafkan aku... aku hanya ingin kita kembali bersama, aku ingin menghabiskan malam bersama kalian," Tutur Kenny lirih seraya meraih kedua tangan Jenny dan menggenggamnya.
"Tapi Kenn, kau tidak bisa berbuat sesuka hati seperti ini, kita sudah lama bercerai, dan aku sedang menikmati masa lajang ku kembali saat ini, aku belum ingin menjalin hubungan lagi, saat ini aku hanya ingin mengembangkan bakat ku dan merawat Ken dengan baik," Sahut Jenny seraya menarik kedua tangannya yang di genggam Kenny dan membelakangi pria tampan itu.
"Apa kau masih butuh waktu?" Tanya Kenny seraya memeluk Jenny dari belakang.
"Kenn! lepaskan!" Seru Jenny.
Perempuan cantik itu terus berusaha melepaskan diri, namun tenaganya yang telah lenyap sebagian oleh lelahnya bekerja membuatnya semakin tak berdaya.
"Tenanglah sayang, biarkan aku memelukmu seperti ini!" Lirih Kenny.
"Tapi Ken pasti sudah menunggu mu di kamar, sebaiknya kau temani dia saja sekarang, aku akan tidur di kamar yang lain agar tak menggangu kebersamaan kalian malam ini," Tutur Jenny.
"Putra kita tidak hanya ingin tidur bersama ku sayang, tapi dia ingin kita tidur bersama, jadi kau juga harus ikut bersama ku ke kamar!" Bisik Kenny tepat di samping telinga Jenny yang membuatnya sontak bergidik geli.
" Astaga! bagaimana aku bisa tidur bersama dengannya, bisa-bisa pertahanan ku akan roboh jika terus di goda seperti ini," Batin Jenny.
Tanpa permisi, Kenny segera menggendong Jenny ala-ala bridal style menuju kamarnya. Meski sempat memberontak namun Jenny juga tak dapat membohongi perasaannya yang sama-sama merindukan aroma tubuh pria tampan yang pernah menjadi suaminya itu. Akhirnya tanpa perlawanan lagi, Jenny memilih mendekap sang putra dan mencoba kembali memejamkan mata untuk menyusul ke alam mimpi.
"Selamat tidur sayang-sayang ku," Ucap Kenny seraya ikut terlelap dengan satu tangannya yang terus mencoba memeluk sebelah bahu Jenny di hadapannya yang terhalang sang putra.
.
.
.
.
.
.
.
Hayo... seneng gak nih di kasih bab bonus? kalau seneng jangan lupa kasih komen, like, gift sama vote nya sekalian ya, biar Mommy juga ikut seneng 😁
see you next episode guys 😘😘😘