Love Me Please Jenny

Love Me Please Jenny
Eps 193 # Tamat.



"Aku serahkan adik ku padamu untuk yang kedua kalinya, Kenn! semoga kali ini kau benar-benar bisa menepati janjimu!" Tutur Aldo seraya menautkan tangan Jenny dan Kenny.


"Aku janji, Kak! mulai hari ini hingga akhir hayat ku, aku akan selalu membahagiakan Jenny dan juga Kenji!" Sahut Kenny mantap seraya tak berpaling dari menatap wajah Jenny.


"Baiklah, aku akan kembali duduk sekarang, silahkan Pak Pendeta, mulai saja pernikahannya!" Seru Aldo meninggalkan altar dan menghampiri sang istri yang sudah duduk memangku Kenji di barisan terdepan bersama keluarganya yang lain.


Kedua calon suami istri itu, Kini tengah menghadap pada sang pendeta yang siap menikahkan mereka. Kilatan dari beberapa kamera yang mengabadikan momen bahagia Kenny dan Jenny tersebut tak hentinya menyilaukan mata. Bahkan beberapa stasiun televisi tak mau ketinggalan menyiarkan langsung acara sakral tersebut.


Ketenaran Kenny dan juga Jenny yang saat ini sudah di kenal sebagai desainer ternama, sangat mencuri ketertarikan berbagai media untuk menjadikan hari bahagia mereka itu sebagai bahan berita terhangat perusahan mereka.


"Sayang, kau benar-benar sangat cantik hari ini!" Bisik Kenny sesaat pendeta membacakan beberapa poin penting perihal pernikahan.


"Kenn! diam lah! kita harus fokus!" Tegur Jenny.


"Tapi aku benar-benar sudah tidak sabar ingin membawamu pergi dari sini, sayang!" Bisik Kenny kembali.


"Astaga! pria ini benar-benar belum berubah, masih saja mesum seperti dulu," Batin Jenny yang secara tidak sadar menyunggingkan senyum di bibir merahnya.


"Kenapa kau tersenyum? kau sedang memikirkan malam pertama kita, ya!" Goda Kenny dengan nada tetap berbisik.


Jenny memutar kedua bola matanya, jengah. Dia benar-benar geram sekaligus kesal karena Kenny terus saja mengoceh. Hingga akhirnya pendeta bertanya pada keduanya sebagai tanda pengucapan ikrar suci pernikahan mereka berdua.


"Saudara Kenny Alvaro dan Saudari Jenny Alexa, apakah kalian bersedia menjadi pasangan suami istri baik dalam keadaan suka mau pun duka, sehat atau pun sakit, serta kaya atau pun miskin. Apakah kalian berdua bersedia saling menyayangi, mengasihi dan saling menjaga hingga maut memisahkan kalian?!" Ucap sang pendeta pada Kenny dan juga Jenny.


Keduanya lalu saling memandang dan berucap bersamaan.


"Saya bersedia, menjadi istri/suami baik dala keadaan suka mau pun duka, sehat atau pun sakit, dan miskin atau pun kaya," Sahut Kenny dan Jenny bersamaan.


(Maafkan Mommy kalau ada kesalahan dalam penuturan pelafalan janji pernikahan nya ya, itu semua cuman imajinasi Mommy aja ✌🏻✌🏻✌🏻)


Setelag pengucapan janji pernikahan tersebut, kini tiba saatnya untuk Kenny melingkarkan cincin pernikahannya di jari manis Jenny.


Kenji yang di tugaskan untuk mengantarkan kedua cincin pernikahan kedua orangtuanya pun terlihat sangat menggemaskan dan tampan dengan pakaian jas yang dia kenakan dengan warna yang senada dengan kedua orangtuanya.


Langkah kaki mungilnya terlihat mengayun memijak altar pernikahan berhias penuh bunga. Setelah sampai di hadapan kedua orangtuanya, Kenji memberikan keranjang yang sudah di hias bunga berisi kedua cincin pernikahan milik kedua orangtuanya.


"Terimakasih sayang," Ucap Kenny seraya mengambil keranjang dari tangan sang putra dan mengecup pipi gembul Ken kecil dengan gemas.


"Sama-sama Dadd, ayo pasangkan di jari Mommy!" Ucap Ken kecil yang tak sabar melihat Daddy-nya memasangkan cincin di jari sang Mommy.


"Ken, kemari lah sayang!!" Seru Papah Oscar meminta sang cucu menghampiri. Tanpa di bujuk lagi, Ken kecil segera meninggalkan altar dan menghampiri sang Opa yang memanggilnya.


Kedua cincin pernikahan pun sudah tersemat di jari manis masing-masing mempelai pengantin. Saat ini keduanya hendak mengabadikan momen mereka dengan bersua foto. Setelahnya, mereka menerima ucapan selamat dari tamu-tamu yang hadir, dan menikmati acara hiburan yang sudah Kenny siapkan.


"Sayang, apa kau baik-baik saja?" Tanya Kenny saat melihat wajah Jenny yang kembali pucat.


"Aku merasa mual dan pusing, Kenn! aku ingin beristirahat sebentar ya!" Lirih Jenny hendak melenggang menghampiri kursi untuk duduk. Namun belum sempat kaki jenjangnya melangkah, tubuhnya tiba-tiba melemas ambruk dan tak sadarkan diri.


Dengan sigap Kenny meraih tubuh sang istri dan menggendongnya menuju ruangan tunggu khusus.


Kenny segera menghubungi Tian agar secepatnya memanggilkan Dokter untuk memeriksa keadaan Jenny.


Suasana pesta pernikahan pun sempat terhenti sesaat, mereka terlihat panik karena sang mempelai wanita tiba-tiba saja pingsan tak sadarkan diri.


Namun setelah Kedua orang tua angkat Jenny dan Kedua orang tua Kenny mengambil alih acara, mereka semua pun melanjutkan pesta kembali meski kedua mempelai pengantin tidak bisa menyapa para tamu undangan yang memberi selamat.


"Sayang, kumohon bangun lah, Jenn! kau tidak apa-apa, kan?!" Ucap Kenny cemas seraya menggenggam tangan Jenny.


"Daddy, apa yang terjadi pada Mommy?! Mommy tidak akan meninggalkan kita, kan?!" Isak Ken kecil.


"Tidak sayang, Mommy hanya terlalu lelah, sebaiknya Ken ikut Paman Tian dulu, ya! biar Daddy yang merawat Mommy, jika nanti Mommy sudah siuman, Daddy akan memberitahumu lagi, ok!" Tutur Kenny yang tak ingin melihat putranya ikut cemas.


Sebenarnya Ken kecil sangat ingin menemani Mommy nya, namun Aldo dan Mirea terus membujuk agar dia mau membiarkan Jenny beristirahat.


"Sayang, sadarlah!" Lirih Kenny.


"Tuan, Dokter Sarah sudah datang!" Tegur Tian memberitahu.


"Permisi, Tuan!" Sapa Dokter Sarah seraya menghampiri Jenny untuk memeriksanya.


Setelah melakukan pemeriksaan, Dokter Sarah terlihat menyunggingkan senyum di bibirnya. Dia memberitahu Kenny jika saat ini istrinya tengah mengandung.


"Selamat Tuan! saya periksa Nona tidak sakit apa pun melainkan sedang hamil, sepertinya usia kandungannya masih sangat muda, untuk lebih memastikannya lagi, Tuan bisa memeriksakan Nona ke Dokter kandungan," Tutur Dokter Sarah.


"A... apa? hamil?! astaga, apa itu benar, Dok? ternyata dugaan ku selama ini benar! terimakasih sayang, aku semakin mencintaimu, Kenji pasti senang mendengar kabar gembira ini!" Ucap Kenny seraya mengecup kening sang istri bertubi-tubi.


"Untuk sementara Nona saya berikan obat tidur agar dia bisa beristirahat lebih lama, karena tekanan darah ya sangat rendah jadi saya sarankan jika Nona segera di bawa ke rumah sakit agar mendapat penanganan yang lebih baik!" Saran Dokter Sarah.


"Baiklah, Dok! sekarang juga aku akan membawanya ke Rumah Sakit! Tian, kau antar kan Dokter Sarah pulang, dan siapkan mobil untuk ku juga, aku akan membawa Jenny ke Rumah Sakit sekarang juga!" Perintah Kenny.


Tak berselang lama, Kenny telah sampai di Rumah Sakit yang terletak tak jauh dari gedung pesta pernikahannya. Dokter Lusi yang tak lain Dokter kandungan yang pernah memeriksa kehamilan pertama Jenny dulu segera mempertanyakan keadaan Jenny yang di bawa masuk tergesa oleh Kenny ke ruangannya.


"Periksalah istriku, Dok! aku ingin memastikan jika dia benar-benar hamil!" Seru Kenny setelah merebahkan Jenny di atas tempat pemeriksaan.


Dokter Lusi segera menghidupkan alat-alat yang akan membantunya memeriksa Jenny dan janinnya. Senyum merekah pun di tunjukan perempuan muda tersebut saat melihat sebuah janin yang memang bersarang di rahim Jenny.


"Selamat Tuan, Nona memang sedang hamil, usia kandungannya masih sangat muda, baru menginjak Minggu kedua, masih sangat rentan untuk keguguran, jadi mohon di jaga baik-baik, ya!" Tutur Dokter Lusi.


"Syukurlah, pasti Dok! aku pasti menjaga mereka dengan baik! terimakasih!".


Setelah mendengar dan memastikan sendiri kehamilan Jenny, Kenny segera memberikan kabar membahagiakan tersebut pada seluruh keluarganya dan keluarga Jenny. Mereka semua benar-benar bersuka cita dengan kabar tersebut, terutama Ken kecil. Dia yang paling gembira karena sang Mommy akan memberinya adik.


Beberapa bulan kemudian, tibalah saatnya Jenny melahirkan. Kini perempuan cantik itu sudah berada di ruangan bersalin menunggu pembukaannya lengkap. Peluh yang sedari tadi mengiringi rasa nyeri kontraksi menjadi saksi betapa beratnya perjuangan seorang perempuan demi melahirkan sang buah hati.


"Sayang, kita SC saja ya! aku tak tega melihatmu kesakitan menahan kontraksi seperti ini!" Ucap Kenny.


'Justru jika aku melahirkan secara SC sakitnya akan berlipat-lipat ganda, Kenn! kau tenang saja, sakitnya akan hilang ko jika bayinya sudah lahir, aku yakin aku pasti bisa!" Sahut Jenny menyemangati sang suami.


Jika kebanyakan Istri yang di semangati suami saat melahirkan, lain halnya dengan pasangan pasutri ini. Jenny mati-matian meyakinkan Kenny jika dia sanggup melahirkan secara normal, di sela kontraksinya perempuan cantik itu harus berjuang pula untuk menyemangati Kenny yang sudah putus asa karena tak tega melihatnya merintih kesakitan.


"Kau harus yakin, Kenn! aku akan baik... aagghh... sudahlah! sebaiknya kau pijat punggung saja sekarang, sepertinya bayi kita sudah tak sabar ingin keluar," Racau Jenny di sela memekik kesakitan menahan kontraksi.


Tiba-tiba saja suara letupan terdengar bersamaan merembesnya cairan dari bawah pant** Jenny yang tengah berbaring menyamping.


Pluk...


"Sayang! cairan apa ini?!" Panik Kenny.


"Kenn, cepat panggilkan Dokter! sepertinya air kebutaannya sudah pecah!" Seru Jenny yang nampak lebih tenang karena sudah berpengalaman melahirkan Kenji, dulu.


"I...iya sayang, Dokter! Dok cepat, air ketuban istriku sudah pecah!" Teriak Kenny. Wajahnya nampak begitu panik saat Jenny sudah di arahkan unjuk mengejan.


"Iya Tuan, sebaiknya anda memberi semangat pada Nina sekarang, saya akan memeriksanya dulu sekarang!" Tutur Dokter Lusi seraya memeriksa keadaan Jenny.


"Baiklah, Nina bisa mengejan ketika saja memberi arahan ya, sekarang tarik nafas dalam-dalam... hembuskan, tarik nafas lagi Non... mengejan!" Tutur Dokter Lusi memberi instruksi.


Jenny terus berjuang melahirkan anak keduanya. Sementara sang suami terlihat benar-benar khawatir dan cemas. Bahkan wajah Kenny sudah terlihat pucat karena tegang menemani proses persalinan sang istri.


Di hentakan kesekian kalinya, akhirnya Jenny berhasil melahirkan seorang bayi perempuan yang cantik. Kedua matanya masih terlihat malu-malu untuk terbuka, bayi perempuan cantik itu terlahir dengan sangat sempurna dengan hidung mancung, bibir merah, belahan pada dagu, serta kedua pipinya yang memiliki lesung di bagian kanan dan kirinya. Membuat bayi cantik itu semakin menggemaskan dan mempesona.


"Sayang kau yang terhebat, Jenn! terimakasih karena sudah memberiku putra putri yang sangat menggemaskan, lihatlah! dia benar-benar cantik sepertimu!" Tutur Kenny penuh haru setelah seorang Suster menelungkup kan bayi perempuan Jenny di atas dada perempuan cantik itu.


"Hidung dan bibirnya mirip denganmu, Kenn!" Sahut Jenny tak kalah haru dan bahagia. Untuk kedua kalinya, Jenny berhasil melahirkan anak-anaknya secara normal.


Kebahagiaan Keluarga kecil itu semakin bertambah sempurna dengan kehadiran malaikat kecil mereka yang kedua. Kenny benar-benar bersyukur karena masih di beri kesempatan untuk berkumpul kembali dengan orang-orang yang dia sayangi.


----------The End----------


.


.


.


.


.


.


.


Assalamu'alaikum readers tersayang... terimakasih sudah setia mengikuti cerita kedua Mommy yang masih amburadul ini ya 😅 Mommy ucapkan banyak-banyak terimakasih, khususnya pada teman-teman sesama author yang selalu memberi dukungan di sepanjang cerita ini berjalan. Mommy doakan semoga kebaikan dan dukungan kalian semua di balas oleh Allah SWT dengan berlipat-lipat ganda, Aamiin... tak lupa juga Mom haturkan terimakasih pada readers lainnya yang sama-sama setia, terus membaca dan mendukung karya kedua Mom ini. Syukron ya guys 🙏🏻😘🤗.


.


.


.


.


.


Sekedar info, mungkin Mom akan vakum dulu dalam membuat novel berikutnya sampai batas waktu yang tak bisa di tentukan. Tapi buat teman-teman author lainnya tenang aja, kalau sempat Mommy pasti akan sempetin mampir buat kasih kalian dukungan, Love you All... and thanks for all support... Syukron 😘🤗.


See you next novel guys...🤗🤗🤗


Salam penuh cinta dari Mommy, Jenny & Kenny 😘


Wassalamu'alaikum... 🙏🏻🙏🏻🙏🏻 👋🏻👋🏻👋🏻