Love Me Please Jenny

Love Me Please Jenny
Eps 104 # Serangan panik



“Mereka ikut ko, Bella dan Oscar sedang makan di meja lain, sedangkan Kenny tadi pamit pergi ke toilet,” Jawab Nenek Martha.


“Oh begitu ya, Kenn pasti sekarang sudah dewasa ya Mar, kalau saja aku masih punya cucu perempuan aku sangat ingin sekali menjodohkannya dengan cucu tampan mu itu,” Kekeh Oma Dona.


“Kenny sudah menjadi milik ku Nyonya, kami sebentar lagi akan menikah!” Sanggah Gea yang tak lain seseorang yang ikut duduk bersama Nenek Martha dan Oma Dona.


“O…oh, aku pikir anda bukan siapa-siapa nya Kenny! maafkan aku ya Nona!” Sahut Oma Dona santun dengan sikap bangsawan nya.


“Sudah… tidak apa-apa ko Don, harusnya aku yang minta maaf karena belum memperkenalkan kalian berdua. Ge, ayo! kenalkan ini sahabat Nenek sejak remaja dulu,” Ucap Nenek Martha yang membuat kedua wanita berbeda generasi itu saling berjabat tangan.


“Geandra,”.


“Dona, panggil saja Oma Dona,” Sahut Oma Dona seraya menyunggingkan senyum di bibirnya.


“Ish! dasar Nenek-nenek kecentilan, dia pikir aku bakal suka apa sama senyuman wajahnya yang peot itu,” Gerutu Gea dalam hatinya.


“Gadis ini benar-benar tak mempunyai etika, masa aku sudah beri senyum dia malah tak membalasnya, kalau aku bandingkan dengan Jenny, ha…gadis itu benar-benar manis dan santun, tidak seperti gadis ini, hm!” Batin Oma Dona.


Sejurus kemudian Mommy Bella dan Papah Oscar menghampiri meja ketiga wanita tadi, karena acara sudah hampir selesai, Mom Bella pun mengajak Nenek Martha untuk segera pulang ke mansion nya dan beristirahat.


“Mam, apa sudah selesai reuni nya?” Seru Mom Belle seraya menghampiri meja sang Mamih.


“Apa kabar Tan! Tante masih terlihat cantik saja,”Puji Mom Bella seraya mengecup pipi kanan dan kiri Oma Dona secara bergantian.


“Kau bisa saja Bell, aku kan sudah tua, mana ada masih cantik,” Kekeh Oma Dona setelah membalas kecupan Mommy Bella.


“Mam, sepertinya acaranya sudah hampir selesai, kita pulang sekarang saja ya! Oscar takut Mam terlalu lelah dan sakit lagi nanti!” Seru Papah Oscar.


“Wah… menantu mu begitu perhatian Mar, sudah sana! kau pulang lah, atau kau mau menginap di sini bersama ku?” Sahut Oma Dona.


“Ha… aku pulang ke mansion anak-anak saja deh, barang-barang ku kan ada di sana semua, lain kali saja ya aku menginap dengan mu, aku pulang ya Don!” Tutur Nenek Martha berpamitan.


“Baiklah, kalian hati-hati di jalan ya!”.


“Nek, biar Gea saja yang mengantar Nenek pulang!” Seru Gea seraya menyusul Nenek Martha yang sudah beranjak siap melangkah.


“Kita pakai supir dari rumah ko, Ge! kau pulang bersama Kenny saja ya, sepertinya anak itu juga masih berkeliaran di sini deh!” Sahut Nenek Martha.


“Ah… baiklah, kalau begitu hati-hati di jalan ya Nek, Mom, Pah,” Ucap Gea seraya mengabsen sebelum ketiga orang yang berpamitan tadi pulang.


Banyaknya rekan bisnis yang di undang oleh kedua orangtua Shakira membuat Kenny banyak di kenali oleh beberapa koleganya yang ikut hadir hari itu. Mau tak mau Kenny jadi ikut terjun dalam obrolan seputaran bisnis mereka untuk sekedar mengisi waktu ketika bertamu di sana.


“Tuan Kenn, sepertinya anda sedang gelisah ya? apa anda sedang ada masalah?” Tanya salah satu kolega.


“Ah…tidak, aku hanya merasa sedikit kurang sehat saja, sepertinya aku harus pamit lebih dulu, maaf ya tidak bisa menemani kalian lebih lama, kalau begitu aku duluan!” Tutur Kenny seraya melangkah pergi dari kumpulan tamu pebisnis itu.


“Sayang! aku merindukanmu, aku membutuhkan mu sekarang!” Gumam Kenny yang tak sengaja di dengar Gea saat hendak menghampirinya.


“Kenn, apa kau butuh bantuan ku?” Ucap Gea dengan nada genitnya.


“Ge! ha… kau membuatku terkejut saja, apa Nenek ku sudah pulang?” Tanya Kenny yang tak melihat keberadaan Neneknya yang tadi bersama dengan Gea.


“Aku baik-baik saja Ge, kalau begitu aku akan menyusul Nenek saja,” Tutur Kenny seraya meninggalkan Gea yang masih mematung karena menahan geram atas penolakan Kenny tadi.


Tak lama, Kenny segera memasuki mobil mewahnya dan menyusul sang Nenek beserta kedua orangtuanya ke mansion keluarga Alvaro. Di lain tempat, tepatnya di sebuah Apartemen. Seorang gadis sedang menata berbagai pernak pernik hiasan ulang tahun untuk suaminya. Dengan di temani kedua Kakak laki-laki, Ibu dan juga asisten suaminya. Gadis itu mencoba menyelesaikan dekorasi nya sesempurna mungkin.


“Bagaimana? apa begini bagus?” Tanya Jo yang baru saja menaruh sebuah vas bunga untuk tambahan hiasan nya.


“Em… sepertinya itu lebih bagus di simpan di sini deh!” Sahut Jenny seraya memindahkan vas bunganya sendiri.


“Haist! dari tadi kau memindahkan lagi hasil pekerjaan kita Jenn, kalau tau begini kau kerjakan saja sendirian!” Ketus Aldo pura-pura merajuk.


“Sudah… sudah… sebaiknya kita makan dulu cemilan saja ya, Ibu sudah siapkan yang spesial loh untuk kalian,” Sanggah Ibu Erika dari arah dapur dengan sebuah nampan di tangannya.


“Wah…Ibu bikin kue ya, em… wangi sekali! aku mau dong!” Seru Jenny bersemangat seraya menghampiri Ibunya dengan tergesa.


Tanpa gadis itu sadari, ada sehelai tali yang menggulung di depan kakinya. Sehingga Jenny hampir saja terjatuh jika Aldo tak menangkap tubuh adiknya itu dnegan cepat.


“Astaga! Jenn! kau bisa keguguran tau kalau sampai jatuh!” Tegur Aldo.


Jenny masih mematung karena syok dia begitu terkejut sekaligus lemas. Karena kecerobohannya dia hampir saja kehilangan sang jabang bayi yang sedang di kandungnya.


“Sayang! apa kau baik-baik saja? cepat bawa duduk di sini Do, sepertinya Jenny masih syok!” Seru Ibu Erika yang nampak cemas.


Dengan perlahan Aldo menggiring tubuh adiknya untuk duduk di sofa bersama sang Ibu, Aldo tak kalah cemas setelah melihat wajah sang adik yang mulai terlihat pucat, dengan cekatan Jo memberikan segelas air putih untuk Jenny, agar gadis itu bisa sedikit tenang dari rasa terkejutnya.


“Minumlah sayang! kau baik-baik saja kan, Jenn?” Tanya Ibu Erika sambil membelai rambut sang putri dengan begitu lembut.


“Sebaiknya Nona kita bawa ke rumah sakit saja Tuan, Nyonya. Saya khawatir jika Nona mengalami serangan panik!” Usul Tian yang ternyata tak kalah cemas dengan keadaan istri bosnya itu.


“Tian benar Kak, ayo! sebaiknya kita bawa Jenny ke Rumah Sakit saja sekarang!” Sahut Jo.


Akhirnya mereka semua menemani Jenny untuk di periksa ke Rumah Sakit. Setelah melakukan pemeriksaan Jenny sudah di perbolehkan pulang dengan catatan harus banyak beristirahat dan meminum vitamin serta obat yang sudah di resep kan Dokter.


.


.


.


.


.


.


.


See you next episode guys…


Jejaknya jangan lupa ya ❤️☕🌹👍🏻