Love Me Please Jenny

Love Me Please Jenny
Eps 134 # Alexa.



“Iya sayang, masuk lah! pintunya tidak di kunci ko,” Saut Mom Bella dari dalam kamar.


Ceklek…


“Oma… Marsya punya mainan baru loh!” Ucap Marsya seraya menunjukkan sebuah boneka perempuan ke arah Mom Bella.


“Wah… cantik sekali sayang, kapan kau membelinya?” Sahut Mom Bella seraya beranjak dari tidurnya dan menghadap ke arah sang cucu yang sedang menunjukkan mainan barunya.


“Tadi siang Oma,”.


“Oh iya! tadi Marsya juga bertemu dengan teman baru loh Oma, nama panggilannya sama dengan nama Daddy, dia sangat tampan dan juga baik, dia menolong Marsya saat terjatuh di Mall tadi!” Tutur Marsya menceritakan pertemuannya dengan Ken.


“Astaga! kau tadi terjatuh lagi ya sayang! mana yang sakit? kenapa Daddy mu tidak menjagamu dengan baik sih? kalau terjadi apa-apa padamu bagaimana nanti?” Sahut Mom Bella yang berubah panik saat tau sang cucu terjatuh.


“Marsya tidak apa-apa Oma, hanya terjatuh pelan, ko!” Ucap Marsya yang mengerti kecemasan sang Nenek.


“Tapi, ini lutut mu kenapa di plester? apa ini luka bekas tadi terjatuh?” Tanya Mom Bella saat melihat sebuah lester terpasang di lutut cucu nya.


“Bukan Oma, ini luka dari terjatuh yang pertama saat Marsya belum bertemu Ken,” Jawab Marsya sambil memainkan bonekanya.


“Ken? jadi teman mu itu bernama Ken ya?” Gumam Mom Bella yang entah mengapa seketika teringat dengan menantu pertamanya yang sampai detik ini belum bisa dia ketahui keberadaannya.


“Iya Oma, nama lengkapnya Kenji, tapi dia bilang dia lebih senang di panggil Ken,”.


“Ada apa dengan perasaan ku? itu pasti hanya kebetulan saja kan? lagi pula, Jenny tidak mungkin memberi nama panggilan yang sama dengan Kenn untuk anaknya, kan? tapi kalau itu benar… ha… mungkin aku terlalu berharap dengan kehadiran menantu kesayangan ku itu, cucu ku juga pasti sudah besar sekarang." Batin Mom Bella bermonolog.


Ceklek…


“Wah…cucu Opa sejak kapan kemari sayang?” Tegur Papah Oscar setelah selesai menggunakan pakaian santainya.


“Barusan Opa, oh iya! Marsya baru membeli ini dengan Daddy Opa, bagus kan?” Ucap Marsya yang kembali memperlihatkan mainan barunya.


“Wah…cantik, sama seperti kau sayang! ayo, kita ke luar! Opa ingin bermain dengan mu sebentar sebelum makan malam sayang, biarkan Oma mu mandi terlebih dahulu sekarang!” Seru Papah Oscar seraya menggendong sang cucu ke luar kamarnya dan membiarkan sang istri untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu.


Keesokan harinya Kenny, Marsya dan juga kedua orang tuanya pergi ke sebuah Rumah Sakit ternama di Negara M, hari itu mereka berniat menjenguk Renata yang baru saja melahirkan secara Caesar dua hari yang lalu.


“Sayang, apa kau ingin makan sesuatu sekarang?” Tanya Erfan yang kini tengah menemani sang istri yang masih terbaring lemah di atas tempat tidur perawatan.


“Aku ingin melihat anak kita lagi Fan, kenapa suster belum membawanya lagi ke sini?” Ucap Renata balik bertanya.


“Putra kita sedang di mandikan sayang, ini kan jadwalnya di bersihkan dan berjemur, nanti setelah selesai, dia pasti di bawa kemari lagi untuk di beri Asi.” Jawab Erfan.


 “Nah… sekarang sebaiknya kau makan dulu ya, biar nanti kau ada tenaga untuk menyusui Fano!” Seru Erfan seraya membuka sebuah kotak makanan untuk istrinya.


“Tapi kau juga makan ya, kau juga belum terlihat menyuapkan makanan apa pun sejak pagi, kita makan sepiring berdua, ya!” Pinta Renata.


“Baiklah!” Sahut Erfan seraya memberi suapan pertama untuk istri tercintanya.


Saat pasangan pasutri itu tengah asik menikmati sarapan mereka, tiba-tiba pintu ruangan nya terdengar di ketuk seseorang dari luar.


Tok…tok…tok…


“Siapa yang mengetuk pintu?” Gumam Renata bertanya.


“Entah lah! aku coba periksa dulu ya sebentar,” Sahut Erfan seraya menyimpan piring terlebih dahulu sebelum memeriksa siapa yang mengetuk pintu ruangan perawatan istrinya itu.


Ceklek…


“Astaga! kalian benar-benar membuat ku terkejut Kenn, masuklah! Renata pasti sangat senang melihat kalian di sini!” Seru Erfan.


“Sayang! coba tebak siapa yang datang?” Tanya Erfan seraya menghampiri istrinya.


“Siapa Fan?” Renata mengerutkan keningnya sambil balik bertanya.


“Surprise…  selamat menjadi wanita seutuhnya Re, aku ikut bahagia dengan kelahiran putra pertama kalian, selamat ya!” Ucap Kenny menampakkan dirinya.


“Kalian…astaga! kemari lah Sya, Tante ingin mencium mu sayang, apa kabar mu, hem?” Tutur Renata yang langsung memusatkan perhatiannya pada gadis kecil yang berada di gendongan Kenny.


Seketika Kenny pun menurunkan Marsya dan membiarkan kedua wanita berbeda generasi itu berpelukan melepas rindu. Sementara itu Erfan dan yang lainnya memilih duduk di sofa ruangan perawatan Renata yang tak jauh dari letak tempat tidur perawatan yang Renata tempati.


Kita tinggalkan dulu rombongan Kenny dan keluarganya di Rumah Sakit, kali ini kita beralih dulu ke sebuah gedung megah yang mempertunjukkan acara peluncuran karya terbaru dari salah satu desainer ternama di Negara M.


“Wah… karya–karya terbarunya Nona Alexa benar-benar memukau ya, aku semakin kagum dengan nya, selain cantik dia juga sangat berbakat dalam menciptakan tren–tren baru dalam dunia busana,” Tutur salah satu penonton yang ikut hadir di gedung pertunjukan tersebut.


“Kau benar! aku dengar, dia juga seorang single parent, semoga saja dia bisa melirik ku hari ini!” Sahut salah satu penonton yang lainnya.


Setelah acara pementasan busana selesai, sang perancang atau yang sering kita kenal dengan Desainer itu pun turun dari atas podium dan menghampiri sang bos yang selama ini selalu mendukungnya di dunia Fashion.


“Nona, anda benar-benar hebat! aku sampai terharu melihat kesuksesan mu ini!” Ucap sang bos pada Desainer kebanggaannya.


“Kau terlalu memuji ku Gun! Ini semua juga berkat dukungan mu. Aku tidak akan berada di titik ini jika bukan karena bantuan mu!” Sahut Alexa.


“Nona bisa saja, tapi ini semua benar-benar karena kerja keras dan hasil karya Nona yang benar-benar luar biasa, aku jadi tidak menyesal sudah menggelontorkan dana besar saat dulu kita terjun di bisnis ini,” Tutur Bos Alexa yang di ketahui bernama Anggun.


Kalau kalian ingat, Anggun ini dulunya bekerja di perusahaan Alva corp ya. Momi juga lupa ada di bab berapa, he... 😅✌🏻.


“Terimakasih banyak ya Gun, aku benar-benar berhutang budi padamu!” Ucap Alexa seraya memeluk Anggun sang bos.


“Sama-sama Nona, aku senang bisa membantu anda. Oh iya! apa Ken ikut hari ini? kenapa pria kecil tampa itu tidak terlihat dari tadi?”.


“Ken ikut dengan Oma nya Kontrol ke Rumah Sakit, Gun! dia memaksa ikut! kau tau sendiri kan kalau kemauannya tidak di turuti, dia bisa mengamuk berhari-hari,” Kekeh Jenny mengingat tingkah menggemaskan putranya yang selalu merajuk jika tidak di turuti keinginannya.


“Haist! pangeran kecil itu benar-benar menggemaskan ya, oh iya Nona! sebenarnya aku ingin memberitahu mu sesuatu, apa kau bisa ikut aku sebentar!” Seru Anggun.


“Ok, ayo!” Sahut Jenny.


Kedua wanita itu akhirnya pergi meninggalkan gedung pertunjukan. Mereka pergi mengunjungi sebuah Restoran terkenal yang berada di salah satu hotel termewah di Negara M. Mereka berdua terlihat menyantap beberapa makanan yang mereka pesan sebelumnya sebelum memutuskan untuk membahas yang ingin Anggun sampaikan pada Alexa yang tak lain nama kepanjangan Jenny yang dia pakai sejak memutuskan menetap di Negara M.


.


.


.


.


.


.


.


See you next episode guys… 😘😘😘